Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 40


__ADS_3

alpin pun melihat ke arah alea, yg sedang ke luar kamar.


sedang kan alea, ia tidak menoleh sama sekali ke arah alpin, alea pun pergi ke kamar sisi.


cklek


ia pun membuka pintu, kamar sisi.


terlihat sisi, sedang tidur, alea pun tersenyum, dan menutup kembali pintu , dan menuju ke ranjang.


ia pun merebah kan tubuh nya, di sisi sang anak, ia menatap wajah sisi, ia juga membelai pipi gembul sisi.


" kalau, mamah engga sayang sama kamu, mamah pasti udah ninggal lin kamu sayang, mamah lelah sayang, mamah punya suami, tapi mamah, kaya engga punya suami, rasa nya mamah ingin menyerah sayang.. ?? " ( alea)


" apa, boleh mamah menyerah sayang, mamah juga ingin di cintai sayang, bukan hanya untuk di jadi kan pelampiasan saja. " ( alea) ia pun mengecup kening sisi, dan memeluk sang anak dengan erat, ia lelah dengan ke hidupan nya.


ia pun memejam kan mata nya, dan tak menunggu lama, alea pun terlelap.


sedang kan alpin, ia gelisah, karena sang istri tidak kunjung kembali , alpin pun memutus kan untuk mencari sang istri ke bawah.


ia pu menuruni anak tangga, dan mencari sekeliling sang istri tidak ada di ruang tengah, ia pun menemu kan sang istri, ia mencari ke belakang, tapi lagi lagi di sana tak menemukan aang istri.


alpin pun menuju ke dapur, kali aja sang istri ada di dapur, tapi lagi lagi, ia tidak menemu kan nya.


di saat ia ke luar dari dapur, ia berpapasan dengan bibi.


" eh, den.. ?? " ( bibi).


" eh, bi.. ?? " ( alpin)


" ada, yg perlu bibi bantu den, atau aden butuh sesuatu.. ?? " ( bibi)


" oh, engga ada bi, aku cuman lagi nyariin istri aku bi.. ?? " ( alpin)


" nona alea, dari tadi belum ke lihat tan turun den.. ?? " ( bibi)


" kemana ya bi.. ?? " ( alpin)


" bibi juga engga tau, aden udah nyari ke taman belakang.. ?? " ( bibi)


" udah bi, tapi engga ada, kirain istri aku ada di sini, makan nya aku nyari ke sini.. ?? " ( alpin)


" mungkin di kamar non sisi.. ?? " ( bibi)


" apa mungkin ya, soal nya aku belum ngecek ke kamar sisi bi.. ?? " ( alpin)

__ADS_1


" coba aja cek den, biasa nya kalau engga ada di sini, nona sering menghabis kan waktu nya, di kamar nona sisi.. ?? " ( bibi)


" iya udah deh bi, saya akan mengecek nya. ?? " ( alpin)


bibi pun mengangguk, dan menuju ke kamar sang anak.


cklek


di saat pintu terbuka, ternyata orang yg di cari, sedang tertidur pulas, memeluk sang anak, alpin pun menghela napas nya.


ia pun menuju ke ranjang , ia juga pun merebah kan tubuh nya, di samping sang istri, ke betulan ranjang sisi luas, jadi cukup untuk mereka bertiga tidur.


alpin pun memeluk tubuh sang istri, tidak lupa ia mengecup kening sang istri.


alpin pun terlelap, sambil memeluk tubuh sang istri.


waktu sudah menunjuk kan pukul 05 sore, alea mengerjap kan mata nya, dan pinggang nya terasa berat, ia pun tau siapa pemilik tangan tersebut.


alea pun memindah kan tangan alpin secara perlahan, tapi sayang alpin malah memeluk alea makin erat.


alea pun menghela napas nya.


" mas lepas, udah sore, aku mau masak, untuk makan malam.. ?? " ( alea) ia berusaha melepas kan peluk kan alpin.


" bentar lagi, aku masih ingin seperti ini.. ?? " ( alpin) dengan suara sedikit serak, khas bangun tidur.


degh..


alpin pun membuka mata nya, ia kaget mendengar ucapan sang istri,replek tangan nya pun melepas kan peluk kan nya.


alea untuk bangkit, dan kini ia ke luar dari kamar sisi.


sedang kan alea menatap ke pergian sang istri.


" maaf kan aku al, sungguh posisi aku bingung.. ?? " ( alpin)


sisi pun mengerjap kan mata nya, ia menatap ke arah sang papah.


" pah.. ?? " ( sisi)


alpin menoleh ke arah sisi.


" papah ngapain di sini.. ?? " ( sisi)


" papah tidur siang di sini sayang, bukan papah aja, tapi mamah juga. " ( alpin)

__ADS_1


" mamah juga pah, ko aku engga ngerasa ya pah.. ?? " ( sisi)


" saking lelap nya, kamu sampai engga merasa kan.. ?? " ( alpin) ia mengacak ngacak rambut sang anak.


sisi pun tersenyum dan menggeser kan tubuh nya,ia pun memeluk sang papah.


" kita shalat dulu yu, mumpung masih ada waktu.. ?? " ( alpin) ia mengusap surai rambut sang anak.


" memang, sekarang jam berapa.. ?? " ( sisi)


" sekarang pukul 05 sayang. " ( alpin)


" apa pah, ya udah kita ambil air wudhu.. ?? " ( sisi)


" ko tumben ya, aku lelap banget, mungkin karena di peluk oleh mamah, jadi nyaman.. ?? " ( sisi)


alpin hanya tersenyum ke arah sisi.


mereka pun shalat berjamaah, dan akhir nya, mereka pun selesai, dan kini mereka ke luar dari kamar, sisi menuju ke sang mamah.


" mah.. ?? " ( sisi)


" iya sayang.. ?? " ( alea) ia menoleh ke arah sisi, hanya sebentar, dan kembali dengan rutinitas nya, yaitu memotong sayuran.


" mamah lagi motingin apa, boleh aku bantu.. ?? " ( sisi)


" emang kamu bisa nak.. ?? " ( alea)


" bisa dong mah, kalau cuman potong potong mah.. ?? " ( sisi).


" bener nih, kamu mau bantu mamah. ?? " ( alea) sambil tersenyum ke arah sang anak.


" bener lah mah , kan aku perempuan harus pintar memasak, aku mau belajar sama mamah, mamah itu jago memasak bukan itu aja, mamah juga jago cari uang, mamah mengurus sisi, penuh dengan kasih sayang, padahal sisi bukan anak mamah, tapi sisi merasa kan kalau mamah tulus mengurus sisi, makasih mah, karena mamah sudi menjaga dan merawat sisi, jangan pernah meninggal kan sisi ya, karena dari mamah lah, sisi mendapat kan kasih sayang yg tulus, dari seorang ibu.. ?? " ( sisi) ia menatap alea, dengan mata yg berkaca kaca.


alea pun tersenyum, dan merentang kan ke dua tangan nya, sisi pun masuk ke dalam peluk kan alea.


" mamah janji ya, jangan pernah meninggal kan aku, karena aku engga bisa jauh dari mamah, kalau mamah pergi, aku bawa ya mah.. ?? " ( sisi) ia mendongak kan wajah nya.


" kamu ada ada aja, emang mamah mau kemana. ?? " ( alea)


" iya kali aja, mamah mau ninggalin aku, karena engga sanggup atas perlakuan papah, yg selalu menyakiti mamah.. ?? " ( sisi)


deg..


hati alpin berasa di tusuk oleh ribuan pedang, begitu sakit, mendengar ucapan sang anak.

__ADS_1


Apa yg harus ia lakukan, apa ia harus meninggal kan friska, demi ke bahagiaan sang anak , tapinya juga engga akan tega melihat friska terpuruk, bukan itu aja, friska tidak akan menerima, kalau dia di putus kan oleh alpin.


lagi lagi posisi nya bingung, ia pun meninggal kan dapur, dan menuju ke kamar nya.


__ADS_2