
" aku kecewa sama papah, ternyata tante friska lebih berarti buat papah, ke timbang aku, baik kalau itu ke putusan papah, aku akan tinggal sama omah,dan lepas kan mamah alea, aku ingin mamah alea bahagia pah, dan satu lagi anggap aja, aku bukan anak papah, papah bisa mendapat kan anak dari kekasih papah. " ( sisi) dengan berderai air mata.
alea pun memeluk tubuh sisi yg bergetar, karena menahan tangis.
ia pun membawa sisi ke luar restoran, karena ia tidak tega melihat keadaan sisi.
tanpa banyak kata,alpin pun mengejar alea dan sisi, sebelum nya ia menyimpan uang yg berwarna merah, di atas meja.
" pin, kamu mau kemana.. ?? " ( friska) ia tidak Terima, di perlakukan seperti itu.
tapi alpin tidak menggubris nya, ia masih mengejar sisi dan alea.
" al, tolong ikut ke mobil aku, aku mohon.. ?? " ( alpin) ia menangkup tangan nya, dengan tatapan memohon.
" kita pulang, ke rumah omah mah.. ?? " ( sisi)
" engga, jangan dulu, kita selesai kan baik baik di rumah ya, sayang.. ?? " ( alpin)
alea pun menghela napas nya, dan menatap ke arah sisi.
" nak, kita pulang ke rumah papah ya, kita selesai kan, secara baik baik ya di rumah.. ?? " ( alea) ia berusaha membujuk sang anak.
sisi pun menatap alea, akhir nya sisi mengangguk.
alpin pun membuka kan pintu, untuk alea dan sang anak.
di saat ia akan masuk mobil nya, friska menghadang nya.
" anterin aku dulu.. ?? " ( friska)
" kamu, pulang naik taksi aja,tolong mengerti posisi aku.. ?? " ( alpin) dengan tatapan memohon.
" kamu tega, membiar kan aku pergi sendiri.. ?? " ( friska)
" ka, ini situasi nya berbeda, aku engga mau kalau sampai anak aku marah, jadi aku mohon ka.. ?? " ( alpin) ia pun merogok saku celana nya, dan mengambil dompet nya, ia pun mengeluar kan dompet nya, ia mengambil uang yg berwarna merah, sebanyak 5 lembar, dan ia beri kan ke pada friska.
" sudah ya, aku pergi dulu.. ?? " ( alpin) ia pun masuk ke dalam mobil, dan pergi meninggal kan friska.
friska hanya menghentak kan kaki nya, ia merasa kesal, lagi lagi waktu nya di ganggu oleh anak alpin.
" liat aja pin, sekarang aku mengalah, nanti aku akan membuat kamu bertekik lutut di hadap pan ku, hanya aku yg akan memiliki kamu, buak anak sialan itu, atau wanita itu. " ( friska) ia pun bermonolog sendiri, dan menyetop taksi.
friska pun masuk ke dalam taksi, dan menuju ke apartemen nya.
__ADS_1
sedang kan di dalam mobil alpin, tak ada celotehan seperti biasa nya, karena yg sering berceloteh tertidur, mungkin ia lelah menangis.
hanya memakan waktu 30 menit, akhir nya mereka pun sampai di ke diaman alpin.
" biar aku yg gendong sasa, takut kamu berat.. ?? " ( alpin)
" engga apa apa mas, aku udah biasa ko.. ?? " ( alea)
" engga apa apa , biar mas aja, kamu tunggu dulu.. ?? " ( alpin) ia pun membuka pintu mobil, dan mengelilingi mobil, ia pun membuka pintu mobil, ia mengambil tubuh sasa.
alea pun menghela napas nya, ia pun ke luar dari mobil alpin, dan mengekor di belakang alpin.
cklek
alpin pun merebah kan tubuh sang anak, di kasur nya, dan menutup tubuh nya, dengan selimut, sebatas dada, tak lupa ia mengecup kening sang anak, kini giliran alea yg mengecup kening sang anak.
" selamat tidur nak, semoga kamu mimpi indah ya.. ?? " ( alea) sambil menampil kan senyuman nya.
" iya udah, sekarang kita ke atas..?? " ( alpin) ia memeluk pinggang alea.
degh.
jantung alea, berdetak dengan cepat, jangan di tanya wajah nya, kini memerah.
" mas, aku ke dapur dulu ya, mau ngambil air minum dulu.. ?? " ( alea)
allin menatap sang istri, dan ia pun mengangguk kan kepala nya, ia pun memerah genggaman nya.
" mas, mau di buat kan teh, atau kopi. " ( alea)
" boleh al, kalau kamu engga ke beratam.. ?? " ( alpin)
" engga ko mas.. ?? " ( alea)
" iya udah, aku ke atas duluan.. ?? " ( alpin)
alea hanya mengangguk kan kepala nya, ia pun masuk ke dapur, sedang kan aloin menuju ke kamar nya.
" bi.. ?? " ( alea)
" iya non, ada yg non perlu kan.. ?? " ( bi imah)
" engga ada bi, aku cuman mau buat kopi.. ?? " ( alea) ia mengambil gelas, dan mengisi nya dengan air putih, setelah penuh ia langsung meneguk nya.
__ADS_1
" apa mau bibi buat kan non.. ?? " ( bi imah)
" engga usah bi, biar aku aja yg buat, soal nya ini kan buat suami aku bi.. ?? " ( alea)
" iya udah, kalau butuh apa apa non, bisa panggil bibi.. ?? " ( bi imah).
" iya bi, itu bibi lagi bikin apa.. ?? " ( alea) ia melihat bibi yg lagi menggoreng.
" bibi, lagi menggoreng pisang non, non mau, ke betulan ada yg sudah matang. " ( bi imah)
" boleh bi, aku mau satu aja.. ?? " ( alea)
bi imah pun mengambil pisang goreng, dengan memakai alas tisu.
" mantap bi.. ?? " ( alea).
" iya dong non, ini kan pisang nya, baru metik di kebun belakang.. ?? " ( bi imah)
" pantas saja.. ?? " ( alea) ia pun memasuk kan pisang nya, ke dalam mulut nya.
" mau lagi non.. ?? " ( bi imah)
" engga bi, makasih.. ?? " ( alea) ia pun kembali membuat kopi untuk sang suami, setelah selesai, ia pun membawa kopi tersebut ke kamar nya.
cklek
ia pun masik, dan mendengar suara gemericik air, ternyata sang suami sedang mandi, alea pun menuju ke walk in closet, untuk mengambil baju ganti sang suami,setelah selesai alea pun ke luar, dan bersamaan dengan alpin baru ke luar dari kamar mandi.
alea pun menoleh ke arah sang suami, tapi hanya sebentar, karena ia malu.
alea menyimpan baju ganti sang suami di atas kasur.
" mas baju nya, aku ke kamar mandi dulu ya.. ?? " ( alea) tanpa menatap ke arah alpin.
allin pun tersenyum, ia merasa gemas dan lucu ke tika melihat sang istri yg malu.
tak berselang lama, alea pun ke luar, dengan mengguna kan handuk, sebatas dada mengekspos paha nya, yg mulus, ia lupa membawa baju ganti, akhir nya mau tak mau alea pun ke luar, hanya menutup tubuh nya dengan handuk.
alpin yg melihat tubuh sang istri, ia meneguk ludah nya, secara kasar,di saat aang istri berjalan di hadap pan nya, ia menarik lengan sang istri, alea yg tidak siap, langsung duduk di pangkuan sang suami.
" boleh aku, minta hak aku sekarang, jangan menolak dosa loh.. ?? " ( alpin) sambil bibir nya mengecup telinga sang istri.
alea, benar benar bingung, harus bagaimana.
__ADS_1
tanpa persetujuan dari alea, alpin pun menggendong alea, dan merebah kan tubuh nya di atas kasur, alea pun pasrah, karena menolak pun percumah.