Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 46


__ADS_3

kini, mereka sedang sarapan, alea dan dan sisi, memutus kan untuk menginap, dan benar saja alpin tidak pulang, bahkan ia tidak sama sekali menghubungi nya.


" al.. ?? " ( papah alpin)


" iya pah.. ?? " ( alea ) menatap ke arah papah alpin.


" kamu benar mau mundur saja. " ( papah alpin)


" iya pah, aku mundur, aku lelah pah, dengan semua ini, aku bertahan tapi mas alpin tidak sama sekali mau berubah pah, lebih baik aku hidup sendiri.. ?? " ( alea) tatap pan nya lurus, di situ terlihat, wajah alea yg begitu banyak beban.


" papah hanya bisa mendoa kan supaya kamu baik baik saja nak, dan jangan lupa sama kita, karena walaupun kamu berpisah dengan alpin, kamu tetap anak papah, papah sudah menganggap kmu anak papah nak. " ( papah alpin)


" maksih pah.. ?? ( alea )


" biar papah yg mengurus perceraian kamu sama anak sialan itu. " ( paaph alpin)


" emang engga ngerepotin pah. " ( alea) ia merasa tak enak.


" engga ko nak, kamu Terima beres nya aja.. ?? " ( papah alpin)


" sebelum nya makasih pah, maaf udah ngerepotin papah, dan untuk sementara waktu, sebelum proses persidangan aku selesai, aku mau pergi dari kota ini pah. " ( alea).


" loh, emang kamu mau kemana nak.. ?? " ( mamah alpin) ia menatap alea, dengan terkejut.


" kebetulan mah, aku mau buat usaha mah, di kota c, doa kan ya mah, pah, semoga pekerjaan aku lancar "( alea) ia menatap ke arah mamah dan beralih ke papah alpin.


" engga ke jauhan sayang.. ?? " ( mamah alpin)


" engga mah, soal nya aku sudah melihat, lokasi nya sangat strategis,dan banyak peluang di tempat itu. " ( alea)


" terus kamu tinggal dimana. " ( mamah alpin)


" kebetulan, aku udah membeli rumah, sederhana di sana mah.. ?? " ( alea)


" pasti mamah akan kangen sama kamu nak.. ?? " ( mamah alpin) ia memeluk alea.


" tenang aja mah, aku engga akan menetap di sana, paling kali kali aku ke sana untuk mengecek aja, kalau untuk sekarang, selama lagi proses dan untuk menenang kan diri dulu mah, makan nya aku akan agak lama di sana, kalau engga mamah main ke sana ya,nanti aku akan kasih alamat nya. " ( alea).


" iya sayang, mamah doa kan setelah berpisah dengan anak mamah yg sialan itu, kamu bahagia, dan mendapat kan laki laki yg tulus mencintai kamu. " ( mamah alpin)

__ADS_1


" iya mah,makasih."( alea)


" tapi untuk sementara waktu, aku engga akan mikirin dulu itu mah, aku masih trauma mah. " ( alea).


" iya sayang, pokok nya mamah, mendoa kan yg terbaik untuk ke hidupan kamu. " ( mamah alpin) ia mengecup kening alea.


" makasih mah, atas doa nya." ( alea) .


" mah jangan lupa kan sisi ya. " ( sisi)


" engga sayang, mamah engga akan melupa kan kamu, karena kamu anak mamah, nanti kalau kamu libur, kamu bisa main ke sana, dengan omah dan opah. " ( alea)


sisi pun memeluk alea, dengan erat.


" opah, omah, boleh aku tinggal di sini, aku engga mau tinggal di rumah papah, karena di sana aku bakal ke sepian. " ( sisi).


" dengan senang hati sayang, biar omah ada teman. " ( mamah alpin)


" sekarang kamu, sekolah ya nak, takut nya ke siangan. " ( alea) ia mengelus rambut sang anak.


" nanti mamah kirim nomer mamah ya nak, yang baru,jadi kita bisa saling ngabarin,tapi jangan kasih tau papah ya nak " ( alea)


" iya nak, hati hati ya. " ( alea)


" iya mah, assalamu'alaikum.. ?? " ( sisi) sambil mengecup punggung tangan sang maamh, dan bergantian ke omah dan opah nya.


setelah ke pergian sisi, alea pun pamit dan ia akan ke rumah alpin, untuk membawa baju dan yg lain nya.


tidak memakan waktu lama, kini alea pun sampai di rumah alpin, ia turun dan berpapasan dengan asisten alpin, yg membawa tas kecil, mungkin itu baju alpin.


" nyonya.. ?? " ( asisten)


alea hanya membalas dengan senyuman nya.


" maaf nya, tadi saya engga sopan masuk ke kamar, karena saya mau ngambil baju, ganti untuk tuan. " ( asisten) merasa tak enak, karena ia masuk ke kamar majikan nya.


" engga apa apa, santai aja. " ( alea) sambil menampil kan senyum manis nya.


" memang sekarang tuan kamu dimana. " ( alea) ia menatap ke arah sang asisten.

__ADS_1


" tuan, lagi di rumah sakit, karena nungguin nona friska. " ( asisten) ada rasa tak enak, saat ia berucap.


alea hanya beroh ria saja, walau pun hati sakit, karena lagi lagi ia di sakiti.


" kalau begitu saya pergi nya, takut tuan menunggu lama. " ( asisten).


" oh iya, silah kan. " ( alea)


asisten nya pun pergi, menuju ke rumah sakit, sedang kan alea masuk ke rumah, ia langsung masuk ke kamar nyanya, untuk memberes kan barang barang nya, rasa nya ia tidak rela, dan enggan untuk meninggal kan kamar ini, tapi kalau untuk bertahan ia benar benar lelah, dan engga sanggup.


ia pun mulai mengemasi, barang barang nya,stelah rapih, ia pun menyimpan kartu debit, cincin pernikahan nya, dan juga sepucuk surat, ia simpan di atas nakas.


" semoga kamu bahagia ya mas, dengan cinta kamu, makasih sudah menerima aku, sebagai istri kamu mas. " ( alea) air mata nya yg ia tahan, akhir nya jatuh juga.


Alena pun menutup pintu kamar, dan menuju ke bawah., di saat ia turun ke bawah, berpapasan dengan bibi.


" nyonya mau kemana. " ( bibi) ia mengkerut kan kening nya.


" aku mau pergi bi, dari rumah ini, seperti yg pernah aku bilang, aku menyerah bi, karena mas alpin, lebih memilih pacar nya, ke timbang aku. " ( alea).


" jujur aja bi, aku berat mengambil ke putusan ini, tapi aku engga bisa terus terus san bertahan, hati aku lelah bi, aku manusia bi,ada batas kesabaran,yg aku miliki." ( alea)


" kenapa ya tuan alpin, tidak membuka mata nya, ia lebih memilih kerikil ke timbang berlian. " ( bibi)


" bibi bisa aja. " ( alea) sambil menampil kan senyuman nya.


" iya memang begitu ke nyataan nya nyonya, aku lebih setuju tuan dengan nyonya, ke timbang sama nona friska. " ( bibi)


" mungkin, jodoh aku sama mas alpin, hanya sampai di sini bi.. ?? " ( alea).


" terus non, sekarang mau kemana.. ?? " ( bibi).


" aku mau pergi lah bi, buat apa di sini, lagian bentar lagi aku kan mau bercerai sama mas alpin, jadi aku engga berhak, untuk tinggal di sini bi ..?? " ( alea)


" tolong jaga mas alpin ya bi, ingatin dia untuk makan, kadang ia lupa untuk makan. " ( alea).


" iya non, semoga non bahagia selalu ya. " ( bibi)


" iya bi, aku pergi dulu ya, assalamu'alaikum.. ?? " ( alea) ia memeluk bibi sebentar, dan meninggal kan rumah alpin, ia juga berpamitan dengan penjaga rumahrumah, setelah itu ia pergi ke toko nya.

__ADS_1


__ADS_2