Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 61


__ADS_3

waktu sudah menunjuk kan pukul 07 pagi, alpin pun terbangun, ia mengerjap kan mata nya, menyusai kan cahaya, yg masuk ke cela cela gordeng, ia pun menatao sekitar kamar, ternyata ia tertidur di kamar sisi, sang anak.


ia pun melihat ke arah dada nya, ternyata ia masih mendengkap foto sang anak dan juga istri nya.


" sungguh aku merindu kan kalian. " ( alpin) sambil mengecup foto, tak terasa air mata nya kembali jatuh ke pipi nya.


" pulang lah, papah benar benar merindu kan kalian. "( alpin)


setelah beberapa menit menangis, alpin pun bangun, dan menyimpan foto nya, ke tempat semula.


ia pun bergegas ke kamar mandi, untuk mencuci muka, setelah sedikit fresh, alpin pun menuju ke meja makan, untuk sarapan, dan juga menemui papah nya, di saat ia tiba di meja makan, sang papah sedang sarapan, ia pun duduk di samping sang papah.


" pagi pah, maaf aku telat bangun. " ( alpin) sambil mengoles kan selai ke roti nya.


" santay aja, papah juga baru turun. " ( papah alpin) ia menyuap kan roti nya.


alpin hanya mengangguk kan kepala nya saja sebagai jawab ban, ia pun menatap sang papah, yg terlihat sudah rapih, ia berpikir mungkin sang papah mau berangkat kerja, tapi ia heran karena sang papah tidak memakai setelan kerja nya.


papah nya pun, menyadari kalau sang anak sedang memperhati kan nya, tapi ia berpura pura tidak tahu.


" pah.. ?? " ( alpin)


" ehmptzz.. ?? " ( papah alpin) ia memicing kan mata nya.


" papah mau berangkat kerja. " ( alpin)


" kelihatan nya. " ( papah alpin)


" papah gimana sih, aku nanya apa, papah jawab nya apa, kan aneh. " ( alpin).


" iya kan kamu bisa menilay, dan melihat kalau papah setelan seperti ini mau kemana, apa mau kerja, atau mau pergi. " ( papah alpin)


" ah, papah mah terlalu banyak teka teki, tinggal jawab aja, mau pergi ke mana, malah banyak teka teki. " ( alpin) ia aesikit menggerutu.


" kamu itu anak papah, pasti tau kalau papah pakaian seperti ini mau kemana, atau jangan jangan kamu engga pernah merhatiin papah sama mamah, makan nya, kamu engga tau , kalau papah pakaian seperti apa. " ( papah alpin) ia pun menyeruput kopi nya.


" udah ah, malas debat sama kamu, mending papah pergi aja. " ( papah alpin)


sambil melenggang pergi meninggal kan sang anak.

__ADS_1


saking asyik melamun, alpin tidak menyadari kalau sang papah sudah tidak ada di samping, ia pun menengok ke arah kanan dan kiri .


" ih.. papah, jangan membuat aku penasaran, dong.. ?? " ( alpin) ia mengetuk ngetuk meja, mencari tau sang papah kalau beliau pergi kemana.


" aku tanya siapa ya. " (alpin) sambil mengelus elus, rahang nya, ia pun berpikir keras, setelah beberapa kkemudiania pun mendapat kan ide, ia pun langsung ke ruang dapur, dan terlihat pekerjaan bibi yg sedang mengelap elap kompor, alpin menuju sang bibi.


" eh.. ?? tuan..?? "( bibi) dengan tatapan kaget nya.


" iya bi, ko kaya kaget gitu sih, ketemu sama aku. " ( alpin) ia memicing kan mata nya.


" iya jelas kaget lah tuan, orang tuan tiba tiba datang. " ( bibi).


" iya udah alpin minta maaf ya, udah ngagetin bibi. " ( alpin).


" iya tuan. " ( bibi )


" oh iya bi,aku boleh bertanya engga. " ( alpin) ia menatap manik bibi.


" boleh aja tuan, emang tuan mau bertanya apa. " ( bibi).


" gini loh bi, bibi pasti tau kalau papah mau pergi kemana. " ( alpin)


" bibi ko malah senyum. " ( alpin) sedikit merengek kaya anak kecil aja


" tuan lagi menyusul kanjeng mamih, dan cucu tersayang nya. " ( ucapannya). ia ucap kan dengan enteng nya.


sedang kan alpin membulat kan mata nya di kala,mendengar ucapan bibi.


" loh kan, bukan nya dari tadi bibi bilang , kalau papah mau menjemput kanjeng mamih, dan juga cucu nya. " ( alpin) sedikit tegas.


" emang tuan, tadi bertanya, engga kan. " ( bibi)


alpin pun terdiam tak kala mendengar ucapan sang asisten rumah tangga nya.


alpin pun menghela napas nya, dan ke luar dari dapur, tanpa berpamitan ke arah bibi.


bibi hanya mengedik kan bahu nya , dan juga menggeleng gelang kan kepala nya. melihat tingkah anak majik kan nya.


sedang kam alpin, menuju ke luar, dan melihat mobil sang papah sudah pergi.

__ADS_1


benar benar lelah dan cape, alpin duduk di kursi depandepan, sambil menatap kosong, di saat ia sedang asyik melamun hendphone nya berbunyi, membuyar kan lamunan nya, ia pun mengambil hendphone nya, di saku celana nya, dan melihat siapa yg menelpon nya, ternyata istri nya, ia pun menekan tombol hijau untuk mengangkat nya, walaupun ada rasa malas, untuk mengangkat tlpn nya, tapi ia berusaha menakan ego nya.


" hallo.. ?? " ( alpin)


" iya hallo maa, kenapa malam engga pulang, aku nunggu kamu, kamu sekarang dimana. " ( Siska)


" aku nginap di rumah papah, kemarin aku pergi ke rumah papah, untuk bertemu sama sisi, tapi sayang nya sisi engga ada, untuk mengobati rasa rindu aku, aku pun ke kamar sisi, tau tau nya aku ke tiduran, lagian aku kira kamu engga akan pulang, makan nya aku ke sini. " ( alpin)


" emang aku kemana mas, aku engga pulang, mana berani aku engga pulang, aku pasti pulang, kan ada anak aku dan suami aku yg menunggu aku di rumah, tapi nyata nya kamu engga ada pulang ke rumah, malah tidur di situ. " ( Siska)


alpin mengkerut kan kening nya, tak kala mendengar ucapan sang istri, yg ada di rumah, sedang kan para asisten rumah tangga nyanya bilang, kalau istri nya jarang pulang, jadi mana yg bener.


" mas. mas.. ?? " ( Siska)


" ah.. iya.. ?? " ( alpin)


" kenapa malah melamun. " ( Siska).


" engga ko, siapa yg melamun. " ( alpin)


" itu kamu, kenapa wngga jawab pertanyaan aku. " ( Siska)


" maaf aku aesikut engga konsen, karena aku lagi memikir kan sesuatu. " ( alpin)


" emang kamu lagi memikir kan apa mas, coba cerita sama aku. " ( Siska).


" engga ko, ini hanya masalah biasa, engga perlu di bahas " ( alpin)


ia tak mungkin bilang, kalau ia sedang memikir kan itu.


" oh iya sudah, sekarang kamu pulang ya mas. " ( Siska)


" iya.. ?? " ( alpin) ada sedikit rasa malas, untuk bertemu dengan Siska, entah perasaan apa yg sekarang ia alami.


" iya sudah aku tunggu ya mas, bau sayang, I Love you. " ( Siska)


" ehmptzz.. ?? " ( alpin)


ia pun langsung memati kan sambungan telpon nya, karena malas mendengar omelan sang istri, karena ia yakin kalau sang istri bakal mengomel kalau dia tidak membalas kata I love you.

__ADS_1


entah lah lagi lagi, untuk bilang kata tersebut pun, ia benar benar malas, dan sudah tidak beraslera.


__ADS_2