HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
99. sarapan bersama


__ADS_3

esok hari pun menjelang, sayup-sayup terdengar suara adzan membangunkan manusia yang masih betah dalam tidurnya untuk menunaikan kewajibannya. di salah satu tempat, tampak Nisa masih terlelap dalam tidurnya. sementara Tuan Albert yang sudah mengetahui bahwa putrinya berada di rumah ini langsung menuju kamar sang anak. semenjak berada di Indonesia, Tuan Albert sama sekali tidak pernah bangun kesiangan apalagi suara adzan yang memecahkan keheningan itu. walaupun bukan seorang muslim, tuan Albert telah biasa terbangun di waktu subuh.


ceklek suara pintu kamar Nisa dibuka oleh ayahnya. Tuan Albert masuk ke dalam kamar anaknya dan tengah mendapati Nisa Yang Masih meringkuk di bawah selimut. Tuan Albert pun tersenyum, Iya duduk dan membelai kepala putrinya sambil menenggelamkan kecupan sayang di kening sang anak.


"sayang bangun, Ini sudah waktunya kamu menunaikan kewajibanmu sebagai seorang muslim yang baik." tutur tuan Albert membangunkan putrinya itu. Nisa pun langsung terusik dan langsung membuka matanya. orang pertama yang ia lihat adalah ayahnya.


"ayah.." panggil Nisa. Nisa pun langsung memeluk pinggang sang ayah dengan posesif. Tuan Albert yang melihat kelakuan putrinya yang sama sekali tidak berubah hanya bisa tersenyum dan mengusap pelan kepala putrinya itu.


"bangunlah nak, tunaikan kewajiban kamu terlebih dahulu sebelum kamu menyambung tidurmu. Ayah harus pergi berolahraga dulu." ucap Tuan Albert. Nisa yang mendengar penuturan ayahnya pun langsung melepaskan pelukannya di pinggang sang ayah. kemudian beranjak dari tidurnya. Tuan Albert tersenyum, Tuan Albert pun ikut beranjak dari sana dan pergi ke ruangan GYM yang sudah disediakan oleh anak-anaknya itu.


***


Nisa pun langsung menunaikan kewajibannya setelah ia membersihkan dirinya. setelah itu, Iya beres-beres dan tidak melanjutkan tidurnya lagi, Iya malah memilih untuk bergegas ke dapur memasakkan sarapan pagi untuk mereka semua.


sreng sreng sreng.. bunyi spatula bertemu dengan wajan. Nisa saat ini tengah memasak nasi goreng untuk sarapan mereka, tiba-tiba dari arah luar ketika kakaknya yang tidur di rumah kedua orang tuanya pun datang menyusul.


" dek, " panggil Jack kepada Nisa. Nisa menoleh ketika namanya dipanggil, ternyata di sana sudah ada kakaknya Jack, Austin dan Arthur. Nisa melihat kedatangan mereka dan tersenyum.


" eh kakak tempannya Nisa,.." ucap Nisa menggoda kakak-kakaknya. mereka tersenyum mendengar gurauan darinya.


"di mana Ayah dan saudara yang lain dek??" kali ini Arthur yang bertanya. Nisa kembali melanjutkan aktivitasnya mengoseng-oseng nasi goreng itu sambil menjawab pertanyaan dari kakak-kakaknya.

__ADS_1


"oh.. ayah dan yang lainnya sedang berada di ruang gym, mereka sedang berolahraga Kak." ucap Nisa lagi. ketiga kakaknya itu pun langsung mengambil tempat duduk yang ada di dapur itu.


"nginap di sini dek.?? jam berapa datangnya, soalnya Kakak sama yang lainnya di sini tadi malam, ketika tepat jam 10, baru kakak balik ke rumah bapak dan ibu." tanya Austin tiba-tiba. Nisa sejenak terdiam, ya harus memikirkan alasan untuk mengatakannya kepada kakak-kakaknya. Iya yakin kalau kakak-kakaknya pasti akan menceramahinya.


(waduh bagaimana ini, Kenapa harus tanya jam berapa pulang ke sini. kalau aku jujur, bisa-bisa Aku tidak akan bebas kemanapun aku pergi. pasti mereka akan ganti-gantian mengawalku. aduh piye iki yo.) 🤭 batin Nisa.


"kok diam dek, jangan bilang kamu keluyuran tadi malam. awas ya kalau ketahuan.." ucap Arthur lagi. Nisa yang mendengar ancaman kakak-kakaknya itu hanya mampu tersenyum cengengesan. sehingga meyakinkan ketiga saudaranya yang saat ini tengah menemaninya memasak, bahwa Nisa tadi malam pasti keluyuran dan pulangnya di atas jam 10.00.


"maaf Kak, kemarin Nisa pulang jam 01.00 dini hari._" ucap Nisa. ucapannya pun langsung dipotong oleh teriakan kakak-kakaknya.


"what..!!!!" teriak mereka secara bersamaan. Nisa yang ada di sana pun tak bisa tidak terkejut.


"Kenapa pulangnya lama sekali..!!" seru Jack lagi dengan mata yang melototi adiknya itu. Nisa tersenyum takut melihat ekspresi wajah kakak-kakaknya itu.


"kemarin itu Nisa baru pulang dari rumahnya tante humairah, Kami di sana mengobrol. karena terlalu asik mengobrol akhirnya Nisa lupa waktu. sebenarnya tante Humaira tidak mengizinkan Nisa untuk pulang, ia meminta Nisa untuk menginap di rumahnya. tapi Nisa tidak mau, Nisa memaksa untuk pulang ke rumah karena jam itu tidak mungkin kembali ke kosan, pasti kosan sudah ditutup. kan kakak semua tahu kalau Nisa bukan tipikal orang yang suka menginap kesana kemari." ujar Nisa lagi kepada kakak-kakaknya. Arthur mengerutkan keningnya, ia bertanya-tanya Kenapa adiknya sampai di rumah Nyonya Humaira. bukankah Aditya sedang memusuhinya sekarang..??


"ngapain kamu ke rumah Nyonya Humaira, bukankah si ogeb Aditya itu sedang memusuhimu..??" tanya Arthur kepada Nisa. Nisa tersenyum mendengar Aditya yang dikatakan ogeb oleh kakaknya.


"kakak tahu dari mana kata ogeb itu..??" tanya Nisa sambil tersenyum geli mendengar penuturan kakaknya. saat mereka di Indonesia, mereka sudah banyak sekali mengetahui kosakata-kosakata yang aneh. Arthur memicingkan matanya mendengar pertanyaan adiknya.


"jangan berkilah, cepat jawab pertanyaan kakak. kalau masalah kata ogeb, sekarang kan sudah banyak orang yang mengatakan kata itu.." ucap Arthur dengan santai sambil melipat kedua tangannya di atas dada.

__ADS_1


nasi goreng Nisa telah matang, Iya meletakkan nasi goreng itu di piring dan menata semua nasi goreng itu di atas meja. aroma nasi goreng itu pun langsung menyeruak masuk ke indra penciuman ketiga pemuda yang saat ini tengah duduk di meja makan dapur.


"memang kakak tahu arti ogeb itu apa..??" tanya Nisa lagi. Arthur yang mendapatkan pertanyaan itu pun menjadi bingung, iya jelas tidak tahu apa arti dari kata itu, Iya hanya ikut-ikutan saja.


"Ya nggak tahu kakak...!!" jawab Arthur sambil menggaruk-garut kepalanya yang tidak gatal itu. kedua saudaranya yang lain pun malah tersenyum melihat kelakuannya.


"memangnya itu artinya apa dek..??" kali ini jack yang bertanya.


"kata ogeb itu. coba deh kak, kata ogeb itu kakak ubah, b-nya dipindahin ke depan diikuti oleh huruf e. kemudian huruf o nya pindahkan ke belakang setelah huruf g." ucap Nisa. ketiga kakaknya itu pun mengikuti instruksi darinya.


"hah berarti kata itu sama dengan bego dong, kok bisa jadi Ogeb sih..??" ucap Arthur tidak percaya. sontak saja mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi dari Arthur.


saat mereka sedang tertawa terbahak-bahak, Tuan Albert dan ketiga anak angkatnya pun menyusul mereka di meja makan dapur. tanpa wajah mereka masih dipenuhi dengan peluh akibat berolahraga tadi.


"eh anak-anak Ayah sudah pada datang, pantesan tadi terdengar suara ribut-ribut." ucap Tuan Albert. Nisa yang melihat kedatangan ayah dan ketiga kakaknya itu langsung mengambilkan minuman untuk ke empat orang tersebut. sementara di meja makan sarapan mereka telah tertata rapi.


"minum dulu Kakak dan ayah, setelah itu pergi bersihkan diri sebelum sarapan." ucap Nisa kepada ayah dan ketiga kakaknya. keempatnya pun langsung menurut, mereka duduk dan meneguk minuman yang telah disediakan oleh Nisa.


Setelah itu mereka masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri. tak menunggu waktu lama, keempatnya pun selesai dan langsung menyusul Nisa dan ketiga pemuda itu di meja makan dapur. tanpa di meja makan dapur, keempat orang tersebut sedang asyik bercakap-cakap sambilan menunggu kedatangan mereka.


Nisa dan ketiga kakaknya yang menyadari kedatangan ayah dan saudara mereka pun langsung mengambil posisi.

__ADS_1


"ayo sarapan yah, Kak," ucap Nisa sambil membagikan sarapan kepada saudara-saudaranya itu dibantu oleh saudaranya Austin. Setelah itu mereka semua sarapan tanpa berbicara.


***bersambung***


__ADS_2