HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
41. kembali dari berlibur


__ADS_3

"Kau tidak perlu tahu siapa aku,.." ucap Nisa datar.


" mana keberanianmu, tadi saja kau berlagak menantangku. begitu saja kau melakukan kejahatan di siang hari. dan akhirnya kamu bertemu dengan orang yang salah maka nikmati saja." Nisa pun mulai mendekat dan langsung saja, Nisa menyerang tanpa memberi kendor. sama hal nya dengan ke empat temannya tadi, bunyi patah tulang mulai terdengar di dalam telinga.


Nisa benar-benar mengamuk, kesal kepada orang itu. sampai akhirnya ia babak belur dan patah tulang di mana-mana termasuk tulang rusuknya dipatahkan oleh Nisa.. Nisa tidak membuat mereka mati, karena itu terlalu muda buat mereka.


setelah kekacauan itu Nisa mulai menghubungi pihak keamanan di tempat pariwisata ini, Mereka pun mulai datang dengan berbondong-bondong dan melihat lima orang tergeletak tak berdaya.


"apa yang terjadi di sini dan siapa orang-orang ini?"tanya salah satu petugas keamanan.


"orang-orang ini adalah perampok, mereka juga membawa senjata tajam mereka berusaha untuk merampok kami, Namun ternyata Mereka salah bertemu lawan dan akhirnya seperti ini. bapak tenang saja mereka tidak mati hanya saja memang mengalami patah tulang di mana-mana, karena saya cukup kesal dengan mereka." ucap Nisa dengan mudah.


sebagai seorang manusia yang paham dengan tata letak tulang dan organ tubuh serta manfaat dan kegunaannya, dan juga mengetahui mana yang berbahaya dan mana yang tidak terlalu berbahaya atau sampai kehilangan nyawa. Nisa pun hanya mematahkan tempat-tempat yang bisa sembuh walaupun dalam waktu yang cukup lama.


"wah benar. mereka ini adalah perampok yang selalu diwaspadai. untung para pendatang wisata kita tidak melalui jalur ini, semenjak kejadian 2 tahun yang lalu. namun tetap saja kehadiran mereka meresahkan bagi para pengunjung."ucap salah satu petugas keamanan yang mungkin sudah berada di situ selama bertahun-tahun. Jadi ia paham apa yang terjadi.


"sebaiknya mereka langsung dilaporkan ke kantor polisi saja dan dirawat sambil ditahan, mereka ini adalah orang-orang luar bukan penduduk asli desa ini. makanya mereka berani melakukan hal yang seperti itu."sambungnya lagi. mendengar penuturan itu pun petugas keamanan yang satunya lagi segera menghubungi pihak yang berwajib yaitu kantor polisi.


sementara Nisa dan menti memutuskan untuk tidak pergi terlebih dahulu, karena mereka harus menyelesaikan masalah ini bersama dengan para petugas keamanan. tak lama pihak yang berwajib pun datang, setelah mereka turun dan mengamati kejadian di lapangan mereka melihat bahwasanya kelima orang tersebut adalah buronan dari kantor polisi yang ada di luar daerah.


"komandan Kalau tidak salah, kelima orang ini adalah buronan dari kantor polisi di luar daerah kita." ucap salah satu polisi itu. Mereka pun mulai mengamati kelima orang itu dan benar saja kelimanya merupakan buronan dari kantor luar daerah.


tanpa harus ke kantor polisi, Nisa dan menti pun memberikan beberapa keterangan dan dibantu oleh petugas keamanan. setelah itu mereka pun langsung meninggalkan tempat itu. mereka memutuskan untuk segera kembali karena waktu menunjukkan sudah jam 06.00 sore dan tempat itu pula sudah sepi dari pengunjung.


***


saat ini Nisa dan menti pun sudah sampai di rumah makan saudara atau kakaknya. dilihatnya kedua adiknya itu masih mengenakan pakaian basah dan mulailah sang kakak berceramah.


"kalian kok baru kembali sih, kan kakak sudah bilang di tempat itu jangan berlama-lama soalnya tempat itu tidak aman, walaupun banyak pengunjung tempat itu berbahaya. kalian tahu, tadi kakak menghubungi nomor kamu tapi tak satupun dari kalian yang mendengar atau mengangkat telepon dari kakak.!!"ucap Mbak nur kepada kedua adiknya.


"ya maaf Kak, habis mau gimana lagi. yang kakak khawatirkan terjadi pada kami, untung Nisa bisa ilmu beladiri dan kelima orang itu patah tulang serta masuk ke penjara, jadi tidak perlu takut lagi, karena mereka bukan berasal dari daerah ini."ucap Nisa dengan santai.

__ADS_1


sontak pengakuan itu membuat Mbak nur membulatkan matanya dan terkejut, sang kakak ipar pun yang mendengarkan dari dalam segera keluar melihat kedua adik iparnya itu.


"lalu dek, Apa kalian tidak papa.?"tanya Bang Andi dengan tiba-tiba. ia berjalan mendekat ke arah mereka. diperiksanya tubuh kedua adik iparnya itu dengan seksama sambil membolak-balikkan tubuh mereka sementara Mbak nur masih syok.


"kami nggak papa kok Bang, Untung Ada petugas keamanan dan langsung menghubungi polisi dan semuanya baik-baik saja."ucap Nisa dengan santai sementara Bang Andi mengerutkan keningnya.


"bisa-bisanya ya, kamu ngomong santai seperti itu. besok-besok kalian tidak diizinkan lagi pergi ke tempat itu, kan kakak sudah bilang jangan memilih pulau awera ! ya.. pulau itu memang bagus dan menarik tetapi tempat itu juga berbahaya banyak orang-orang jahat berkeliaran di sana."ucap Bang Andi menasehati keduanya.


"tapi syukurlah kalian baik-baik saja. sebaiknya kalian segera ganti pakaian dan membersihkan diri kalian nanti kalian sakit."ucapnya lagi keduanya pun menganggukkan kepala. setelah itu Bang Andi pun kembali masuk ke dalam, karena ia masih mendidik kedua anaknya itu.


"Kak sambal dong sekalian aja nasi bungkusnya. kami dari tadi belum makan nanti sampai di rumah kami makan."ucap Nisa kepada kakaknya.


"ambil saja kakak tidak sempat, kalian tidak lihat ini banyak pengunjung yang datang"ucap Mbak nur.


setelah mengatakan hal itu Nisa pun langsung bergerak membungkus nasi dan sambal dengan sebanyak yang mereka mau.


Nggak banyak juga sih cuma dua potong dua potong satu orang sementara nasi diambil sebanyak 3 bungkus, setelah itu Nisa meletakkan uang rp100.000 di dalam laci tanpa sepengetahuan kakaknya. setelah itu pun mereka pamit pulang.


***


"Kak Kami balik ya nanti kapan-kapan kami main ke sini lagi.."ucap Nisa dan menti. Sebenarnya dari kampung jati ke desa lesi itu bisa ditempuh dengan pulang balik atau balik hari. Sehingga bisa saja mereka datang bermain-main sebentar dan kemudian Kembali pulang.


"Baiklah kalian hati-hati di jalan ya.." ucap Mbak nur kepada keduanya.


Mereka pun langsung pergi pulang ke kampung mereka dengan membawa beberapa oleh-oleh atau buah tangan untuk orang yang ada di kampung.


Tak menunggu waktu yang lama akhirnya mereka pun sampai.


Sesampainya mereka di kampung jati, mereka berdua pun langsung beristirahat terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa lelah di perjalanan menggunakan motor selama dua setengah jam.


Saat mereka sedang beristirahat melepaskan penat di perjalanan, tiba-tiba Ibu Nita dan Pak Juna pulang dari berladang.

__ADS_1


"Eh kalian sudah pulang nak, kok tidak memberi kabar ke rumah kalau mau pulang hari ini. "Tanya ibu Nita.


Sementara Pak Juna ia belum masuk atau belum menghampiri rumah. terlebih dahulu ia pergi ke pabrik pengolahan masker putrinya itu atau pabrik skincare.


"Eh iya Bu sengaja... nisa kan tahu, bapak sama ibu itu pasti sibuk. ya udahlah kan Nisa juga ada temen.." ucap Nisa.


"Oh ya Bu, bapak mana kok nggak ikut masuk bareng Ibu?"tanya Nisa lagi menyadari Pak Juna belum memasuki rumah.


"Oh bapak kamu pasti sedang memeriksa pengolahan masker di gudang atau dia sedang di pabrik."ucap Ibu Nita. Nisa pun hanya mengganggu anggukan kepalanya saja tanda mengerti.


"Kalian sudah makan apa belum, kalian itu kebiasaan ya kalau lagi capek istirahat seperti ini pasti lupa makan sebaiknya makan dulu Ibu tahu kalian pasti belum makan kan !"seru Ibu Nita.


"Iya Bu sebentar kami istirahat dulu kami juga baru nyampe juga...."ucap Nisa kepada Ibu. Ibu Nita pulangsung beralih masuk ke dalam rumah ia membersihkan apa yang ada di dalam rumah, sementara Nisa dan mimpi mereka meremehkan tubuh mereka yang kaku di atas kasur.


***


hari ini adalah hari Senin di mana hari ini para siswa dan siswi mulai masuk sekolah. Setelah Nisa sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Nisa mulai tancap gas dan pergi ke sekolah. Tak lama, Ia pun sampai di sekolah di sana sudah ada teman-temannya, yaitu rose, Lilis dan Lisa.


"Halo dear apa kabar ??"ucap Nisa sambil cupika-cipiki.


"Baik dong, Kamu apa kabar, ?? kalau roman-romannya, dari raut wajahnya kabarnya baik-baik saja. kan dia liburan ke desa laisi ya kan.!!"seru rose mempercandai temannya itu.


"Hah Kamu kok liburan nggak bilang-bilang sih, kan kita bisa pergi bareng-bareng."ucap yang lain. Bisa menghela nafasnya pelan.


"Guys aku ke sana itu bukan liburan melainkan jualan membuka usaha, Jadi bukan liburan jangan cemburu ya aku ke sana itu cari cuan."ungkap Nisa kepada ketiga temannya itu.


***bersambung***


part detik detik cerita season 1 berakhir 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2