HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
22. perampokan hotel


__ADS_3

Nisa pun membayar uang makan mereka.


"totalnya 45.000 kak..” ucapnya. nisa pun memberikan uang sebesar 50k dan langsung di berikan kembaliannya.


"makasih kak..!!" ucap kasir tersebut sambil menyerahkan uang kembaliannya. Nisa pun mengambil uang tersebut.


"sama-sama...!!" Ucapnya.


setelah nisa membayar. Nisa pun langsung mengajak kedua orang tuanya pergi membeli beberapa alat yang mereka butuhkan.


"ayo pak, buk. kita jalan sekarang.." ucap nisa. Nisa pun langsung menghentikan taksi yang lewat di depan mereka.


pertama Mereka pergi ke tempat penjualan HP laptop dan internetnya. di sana Nisa langsung membeli satu buah HP dan satu buah laptop dengan kapasitas yang memadai tidak lupa juga dengan jaringan wi-fi-nya.


dengan total belanja mereka sekitar 25 juta rupiah. setelah berbelanja barang barang tersebut.


mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk membeli alat-alat untuk membuat penangkap tenaga Surya dan juga membuat kincir angin dengan sederhana. mereka mendatangi beberapa tokoh dan akhirnya mereka mendapatkan nya.


“pak, buk. Bapak sama ibu lelah..?” Tanya nisa.


“kalau lelah sebainya kita kembali ke hotel saja. Biar bapak dan ibu dapat beristirahat.” Ucap nisa.


nisa memperhatikan kedua orang tuanya, sepertinya mereka sudah sangat kelelahan akhirnya nisa dan kedua orang tuanya memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat sekaligus makan siang.


sesampainya mereka di sana Mereka pun langsung memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum membongkar beberapa belanjaan yang sudah mereka beli termasuk alat elektronik lainnya.

__ADS_1


“buk pak. Sebaiknya kita makan siang dulu. Biar nanti setelah itu, bapak dan ibu bisa tenang kalau beristirahat.” Ucap nisa lagi.


“baiklah nak. Bapak dan ibu ikut saja..” ucap pak juna. Akhirmnya nisa memesan makan siang untuknya dan kedua orang tuannya dan memambawanya kekamar mereka saja.


Mereka pun makan siang dengan diam. tak lama, acara makan-makan pun selesai. Terlihat dari raut wajah bapak dan ibu nisa sangat kelelahan.


setelah mereka makan mereka pun kembali ke kamar. namun Nisa mengikuti dan masuk ke kamar orang tuanya mereka di sana berbincang-bincang dan termasuk Nisa mengeluarkan beberapa barang belanjaan mereka di sana.


(yee..bukannya istirahat, malah berbincang bincang.)


(ngak papa thor nambah durasi.. hehehe😁😁)


Nisa pun langsung membuka HP itu dan memasang Kartu teleponnya, serta menghubungkannya langsung ke internet. setelah itu ia mulai menggunakannya dan membuka akun lamanya. akunnya ini menyimpan berbagai macam kekayaan materi. ia juga melihat, ada banyak akun-akun yang berusaha untuk membobol. namun nyatanya mereka tidak mampu.


karena Nisa memasang pelindung yang berlapis lapis, setiap lapis ada 9 kali jebakan. karena itu, bukannya mereka menjadi kaya, malahan mereka akan mengalami kerugian.


[huh.. ternyata masih ada. Aku pikir sudah tidak ada lagi] batin nisa.


ada senyum samar dan juga puas dalam hatinya. Ia belum bisa menarik uang itu, Ia hanya menyimpannya kembali tanpa bisa ia gunakan karena dia belum memiliki kartu kredit atau rekening ataupun semacamnya.


setelah bermain HP cukup lama, ia mengatakan kepada kedua orang tuanya untuk keluar terlebih dahulu. ia ingin membeli beberapa makanan dan beberapa barang untuk mereka, dan juga, untuk kak dan keponakannya.


Nisa memiliki kakak perempuan, namun kakaknya ini sudah berumah tangga, dan sudah memiliki dua orang anak. mereka juga hidup berkecukupan.


orang tuanya pun mengizinkan tanpa merasa khawatir karena mereka yakin bisa pasti sudah mengetahui atau belajar Bagaimana cara melindungi dirinya sendiri. kok iya, orang tuanya langsung yakin aja gitu ya..!! Nggak takut apa anak gadisnya diculik gitu atau hilang gitu !. tapi ya sudahlah mungkin mereka mulai merasakan perbedaannya dari diri Nisa, ada yang lain kayaknya.

__ADS_1


"Pak, Bu. nanti Nisa izin keluar sebentar ya, Ada beberapa barang yang ingin Nisa beli. dan juga Nisa ingin membeli beberapa buah-buahan. lagi pulang pasar di sini tidak jauh kok"izin nikah kepada kedua orang tuanya dan tentu saja orang tuanya itu mengizinkan.


"Kalau begitu kamu hati-hati soalnya bapak dan ibu tidak bisa menemanimu rasanya sangat lelah sekali bapak ingin beristirahat sebentar"Ucap pak Juna sambil memejamkan matanya.


"kalau begitu Ibu saja yang temani, Ibu khawatir, takutnya terjadi apa-apa sama kamu nanti"ucap Ibu Nita dan khawatirkan putrinya namun Nisa melarang atau mencegah ibunya untuk datang menemaninya. Ia hanya mengatakan pada ibunya untuk beristirahat saja.


“Ibu sebaiknya istirahat saja bersama ayah di sini, biar nanti nisa pergi sendiri, Ibu tidak perlu khawatir nisa bisa kok. nisa bukan anak kecil lagi, kalau ada yang macam-macam maka mereka harus siap-siap menerima bogem dari Nisa."ucap Nisa dengan percaya diri.


tidak bisa Ibu Nita pungkiri, Iya sebenarnya lelah dan ingin beristirahat. Hanya saja karena merasa mengkhawatirkan putrinya, ia menawarkan diri untuk menemaninya. Namun ternyata nisa tidak mengijinkannya. akhirnya ia memilih untuk beristirahat mengistirahatkan tubuhnya yang rentah itu.


"baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya nak. " ucap buk nita. setelah itu Nisa pun keluar dan pergi ke pasar.


nisa menghampiri beberapa toko baju dan membeli baju untuk kedua orang tuanya, kakak dan keponakannya dan juga untuk dirinya sendiri. Ia juga tidak lupa membeli buah-buahan dan beberapa buku tentang pelajaran dan novel. (novel jangan ampe ke tinggal ye..😁😁)


Setelah itu, ia merasa sudah cukup berbelanja, Akhirnya ia kembali ke hotel itu. ia kembali setelah magrib. cukup lama ia di luar ternyata.


Namun, sesampainya ia dihotel itu, nisa melihat ada banyak polisi di depan gedung itu dan juga ada beberapa orang yang menangis entah kenapa. Nisa penasaran dan langsung mendekat.


“permisi, maaf pak... Ada apa ya pak.. apa terjadi sesuatu..?” Tanya nisa. dalam hati ia mulai gelisah takut terjadi sesuatu. Polisi itu menoleh kearah nisa dan melihat gadis kecil itu dengan seksama.


“apa yang adek lakukan disini.? Tempat ini berbahaya, di dalama terjadi perampokan..” ucapnya memberi tahu. Seketika jantung nisa berpacu dengan cepat. Ia meliihat kearah hotel, disana ia melihat banyak orang yang di jadikan tawanan.


"apa,...!! perampokan... sial.." umpat Nisa dengan geram. setelah menjawab pertanyaan Nisa. polisi itu langsung pergi, karena mereka memang sangat sibuk.


Ia mulai takut, karena kedua orang tuanya ada disana. Namun segera ia menguasai dirinya, agar ia bisa berpikir jernih dan bisa menyusun rencana. Sebagai seorang yang ahli dalam ilmu bela diri dan juga tak tik. Tentu ia tidak pernah takut, hanya saja, ia menghawatirkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


*** bersambung***


jangan lupa like nya ya kawan...👍😁😁🥰


__ADS_2