
setelah menyampaikan hal itu Dan juga mengetahui mereka akan mengikuti lomba yang mana, Mereka pun akhirnya kembali ke ruang kelas mereka untuk mengikuti pelajaran kebetulan, saat itu bel tanda istirahat pun sudah usai. ( hais thor padahal aku sedang lapar..π₯Ίπ₯Ί )
sesampainya mereka di kelas teman-teman mereka mulai bertanya-tanya kenapa wakil kepala sekolah memanggil mereka.
"eh kenapa tadi wakil kepala sekolah memanggil kalian apakah ada masalah?"tanya Lilis kepada Nisa dan Ros.
"nggak papa Lis pak wakil kepala sekolah memanggil kita hanya untuk memberitahukan saja, bahwa kita terdaftar untuk mengikuti lomba olimpiade yang akan diselenggarakan nanti."jelas rose pada Lilis dan lisa. Lilis dan Lisa pun hanya mengganggu anggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Oh begitu toh, semangat ya dear. aku yakin kalian pasti bisa meraih juaranya amin...,π₯°π₯°"ujar Lisa kembali.
"Amin dear doakan kami ya."ucap Ros.
"Oh ya kapan nanti olimpiadenya diselenggarakan?"tanya Lilis.
"kurang tahu juga sih Lis, yang kami tahu cuma, waktu ujian seleksi aja. tapi belum tahu pastinya kapan..!!" seru Nisa.
"Oh gitu toh. pokoknya semangat deh buat kalian berdua... doa yang terbaik buat kalian berdua my bestie..π₯°π₯°." ucap Lilis lagi dengan menggebu-gebu penuh dengan semangat.
tak lama, guru mereka pun masuk. dan mereka segera memulai pelajaran terakhir hari ini. setelah gurunya menjelaskan panjang lebar, dan berakhir dengan tugas.
" tugas lagi, tugas lagi. bisa ngak sih sehari ngak pakek tugas..!!" protes Lilis dengan suara pelan.
setelah memberikan tugas, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu lonceng pulang. Nisa dan teman-temannya pun keluar dari ruangan. saat mereka sedang berjalan menuju parkiran. tiba-tiba ada yang memanggil Nisa.
"Nisa..!!!!" serunya. Nisa dan teman-temannya pun menoleh ke arah sumber suara terlihat Aska sedang berlari menghampiri mereka dan diikuti oleh Vivi di belakangnya.
"hai apa kabar yang...!!"sapa Aska, Vivi yang mendengar panggilan kakaknya kepada nisa mengerutkan keningnya, Iya cukup heran dengan kakaknya ia bertanya-tanya barangkali kakaknya habis kejedot atau sedang demam ataupun sedang ngigau.
"Kakak nggak papa..?"tanya Vivi dengan heran ia melihat ke arah kakaknya dengan khawatir. mendengar adiknya mengatakan hal itu Aska langsung mengarahkan pandangannya kepada adiknya.
"eh tentu saja kenapa kamu meragukan Kakak kamu sendiri, memangnya ada yang salah dengan kakak..?" tanya Aska aneh.
"Oh aku pikir Kakak sedang demam atau lagi hilang ingatan, pernah kejedot kayaknya. soalnya Kakak nggak pernah bersikap manis kepada perempuan, bahkan Kakak sangat dingin dan tidak peduli sama sekali. tapi ini apa, ? Kakak bahkan menunjukkan bahwa kakak sangat perhatian terhadap Nisa. mmm jangan bilang Kakak menyukainya... ya.." selidik Vivi kepada kakaknya.
__ADS_1
Nisa dan kawan-kawannya pun yang mendengar hal itu ikut tersenyum-senyum sendiri.
"loh memangnya kenapa ? salah ya kalau kakak suka sama Nisa..." ucap Aska sedikit kesal dengan penuturan adiknya itu. Vivi dan semua yang ada di sana terkejut mendengar pengakuannya sepertinya ia sangat serius terhadap Nisa.
"wah akhirnya Kakak sadar juga. Aku sangat senang kalau kakak sembuh nggak jadi gay lagi..!!." ucap Vivi sambil melompat-lompat girang Azka membulatkan matanya mendengar penuturan adiknya yang sangat memalukan itu.
"eh maksud kamu apa ngomong kayak gitu emangnya kamu pikir selama ini Kakak gay..!! enak aja kalau ngomong...!!" ucap Aska dengan kesal.
Nisa dan teman-temannya pun tertawa terpingkal-pingkal, bahkan perut mereka terasa keram akibat terlalu lama tertawa. Aska melihat hal itu jadi kesel.
"kalian....!!! Oh Jadi kalian senang aku digituin, ? jangan bilang kalian mikirnya seperti itu juga.?" selidik Aska kepada Nisa dan teman-temannya yang masih tertawa. Nisa dan teman-temannya pun berhenti menertawakan Aska.
"maaf Kak kami nggak sengaja, hanya saja penuturan vivi tadi sangat lucu sehingga kami tidak tahan untuk tidak tertawa..." ucap Nisa kepada Aska dengan wajah yang masih menahan senyum.
"huh baiklah. sekarang kalian sudah tahu kan kalau aku bukan gay, ?"tanya Aska lagi.
Nisa dan kawan-kawannya pun hanya mampu menganggukkan kepala karena tidak mampu untuk menjawab.
"oke, Jadi sekarang bagaimana kamu mau kan jadi pacar aku.?" ungkap Aska lagi. Vivi dan yang lainnya pun menjadi terbatuk-batuk mendengar spontanitas pengakuan dari kakaknya itu. sementara Nisa sendiri hanya mampu membulatkan matanya saja.
"lah kenapa jadi ngeliatin aku..?" ujar Nisa,, di wajahnya terlihat seperti mengeluarkan semburan merah. tentu saja saat ini bisa merasa malu akibat pernyataan dari Aska yang tidak mengenal tempat itu. semua yang ada di parkiran itu juga, senyum senyum. apa lagi kaum hawa, mereka membayangkan bahwa yang disana adalah mereka. terdengar bisik-bisik tetangga dari sana.
" beruntung ya si nisa. ngak berhasil ngejar ketua OSIS. eh.. taunya di tembak sama cowok sejuta pesona. andai itu aku, pasti senang banget." ucap salah satu siswi itu.
" iya ya. aku ngak nyangka. ternyata Nisa yang dikenal centil dan gatel ngejar-ngejar si ketos itu, ternyata di taksir sama cowok idaman aku.." ujar cewek satunya lagi. Begitu yang terdengar. dan masih banyak bisikan-bisikan lainnya.
"mau Tidak Kak ? mau aja ya biar Kakak jadi kakak ipar aku..." ucap vivi lagi Sementara Nisa hanya menghela nafas berat. jujur saja dalam hatinya dia tidak tertarik untuk berpacaran karena jiwanya itu sudah berumur 31 tahun. jadi rasanya Iya tidak ingin berpacaran dengan anak yang masih di bawah umur.
"hai Baiklah nanti aku pikirkan lagi. untuk sementara, aku ingin fokus belajar karena sebentar lagi aku akan ikut lomba olimpiade nanti." ucapnya lagi sambilan meminta waktu untuk memikirkannya.
"huh Baiklah apapun untukmu. Aku akan sabar menunggu jawaban darimu, semoga jawaban kamu nanti memuaskan ya..!!" ucap Aska lagi.
" wah... kakak ipar terpilih mengikuti olimpiade. sayang ya, kami sudah tidak bisa ikut, karena sudah kelas 3. " ucap Vivi lagi.
__ADS_1
"aduh aduh sudahlah nanti itu dibahas. mo kita pulang. aku da cepek, mau istirahat. kan kamu mau belanja dulu kan..??"ujar Lilis.
" ah iya. aku lupa. ayo..." ucap Nisa.
"Oh maaf kalau gitu. barengan aja ya.? tapi ngomong ngomong, kamu mau belanja apa Nia..??" tanya Aska lagi.
"oh itu... kami mau beli, kulkas magic com. dan beberapa alat lainnya." ucap Nisa menjelaskan.
"OOO.. kalau begitu, kita ikut ya..??" ujar Aska sambil mengedipkan matanya.
" ikut aja. baguslah kalau rame-rame" kali ini bukan Nisa yang menjawab, tapi Lisa. Lisa sengaja mengatakan iya, agar Nisa dan Aska tambah dekat.
" eh... tapi_"ucap Nisa terpotong.
"udah, nggak papa kak. kita ikut saja." ujar Vivi.
"ya.. nanti aku traktir makan.." ucap Aska lagi. sementara Nisa hanya membulat kan matanya malas.
bagaikan angin segarkawan-kawannya pun sangat senang mendengar penuturan aska. kapan lagi kan di traktir sama anak sultan. hehehe...ππ
"serius Kak...?"tanya rose dengan penuh kegirangan.
"serius dong masa nggak...!!" seru Aska lagi. mereka semua pun histeris dan akhirnya mereka pun segera meninggalkan tempat itu.
***
dari kejauhan terlihat Siska dan teman-temannya itu memandang mereka dengan penuh kebencian dan iri hati.
" is.. sok kecantikan itu orang, padahal tampang biasa biasa aja..." ucapnya dengan penuh rasa iri dan dengki.setelah itu, mereka juga pergi. di jalan menuju parkiran, Siska berpapasan dengan Dedi dan kawan-kawannya. tak mau buang waktu, Siska pun langsung memanggilnya.
" kak Ded...!"seru Siska. Dedi yang mendengar ada yang memanggil namanya segera menghentikan langkahnya melihat ke sumber suara ya melihat siska melambaikan tangan padanya dan kemudian berlari menghampiri nya.
***bersambung***
__ADS_1
makasih ya udah stay cun di novel aku. tinggal kan kenang kenangan dong buat author. berupa like dan vote nya.π₯°π₯°
makasih ya...ππ