HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
59. kebenaran tentang Nisa


__ADS_3

"Iya peri merah kita masih hidup. namun saat ini ia menjadi orang lain, bisa disebut dengan ia berpindah jiwa. dia sudah menceritakan semuanya, karena itu kita harus fokus untuk merawat Paman Albert, setelah Paman Albert sudah bisa kita ajak pergi jauh. maka kita akan meninggalkan tempat ini dan bergabung lagi bersamanya."terang max kepada Arthur.


entah kenapa Arthur percaya dengan cerita transmigrasi itu, Ia pun kembali menjadi ceria seolah Arthur tidak memiliki ketegasan apapun dalam hidupnya.


"wah benarkah itu. kalau begitu kita harus upayakan supaya Paman cepat sembuh Setelah itu kita pergi meninggalkan kota ini. Aku benar-benar rindu padanya dan tidak sabar ingin bertemu."ucapnya dengan berbinar-binar.


"memangnya Hanya Kamu sendiri yang ingin bertemu dengannya,? kami juga ingin bertemu dengannya."timpal Lion yang melihat tingkah kekanak-kanakan dari Arthur.


sementara Jack, cardo, Austin dan yang lainnya telah kembali pergi mencari pekerjaan di luar.


***


esok harinya max langsung mengirimkan pesan kepada Renata atau Nisa. Iya mengatakan bahwa Paman Bramasta sudah bersama mereka dan dalam tahap proses pemulihan. tak lupa max juga mengirimkan foto paman Bramasta di situs mereka.


"halo perry merah. kami sudah mengamankan paman dan Paman sudah baik-baik saja dan kondisinya sudah berangsur pulih walaupun masih ringkih."pesan max di dalam situs itu sambil menyisipkan foto sang paman. tak lama pesan itu pun dibalas.


"benarkah Kakak max. Aku sangat senang, segeralah urus pasport kalian agar bisa ke luar negeri jangan gunakan nama samaran gunakan nama asli."ucap Nisa.


sebenarnya max, Lion dan yang lainnya merupakan nama samaran saja namun kita nyamannya panggil itu saja ya. setelah Nisa mengatakan hal itu dia langsung mengirim beberapa juta uang untuk mengurus password mereka. (aduh benar ngak sih tulisan pasport nya. yang penting tau maksud author ya 🤭🤭)


"tidak perlu mengirim uang karena kami masih memiliki uang hasil curian Arthur dari keluarga volcan."ucap max. membaca pesan tersebut Nisa tersenyum.


"Apakah Kakak belum melupakan kebiasaannya itu?"tanya Nisa. sambil mengirimkan emot tersenyum.


"tentu saja belum, ternyata ia sengaja keluar dan tidak memberi kabar kepada kelompok kita agar rencananya berjalan dengan lancar."ucap max lagi.


"kalau begitu aku sangat berterima kasih kepada kakak Arthur. dan cepatlah mengurus visa dan paspor. agar kalian tidak berlama-lama lagi berada di tempat itu."ucap Nisa kepada max melalui pesan situsnya.


Arthur sangat senang mengetahui bahwa Renata ternyata masih hidup. ternyata pembicaraan mereka didengar oleh Paman Albert.


karena Paman Albert sudah mengetahuinya, Mereka pun mulai menceritakan tentang Renata yang bertransmigrasi menjadi Nisa dan hidup di keluarga sederhana di sebuah desa. namun sekarang ia sudah menjadi miliarder muda di negara itu.


mendengar cerita bahwa ternyata anaknya masih hidup, walaupun berpindah raga, Paman Arthur langsung menitikkan air mata, ternyata Tuhan masih berbaik hati tidak mengambil semua keluarganya.

__ADS_1


"Paman sangat berterima kasih kepada kalian. karena bantuan dari kalian Paman dapat terbebas dari penjara bawah tanah itu."ucap Paman Albert dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"sama-sama paman. kami melakukan hal ini juga karena sudah menganggap Paman seperti orang tua kami sendiri, Paman kan tahu bahwa kami semuanya adalah anak-anak terlantar yang tidak memiliki orang tua."jelas Arthur sambil menggenggam satu tangan Paman Albert Ia juga mulai ikut berkaca-kaca.


"aduh jangan sedih-sedihan seperti ini dong. seharusnya kita bahagia karena sekarang Paman sudah berada di sini dan juga Paman harus cepat sembuh dan kuat, agar kita bisa meninggalkan negara ini. "ucap Lion kepada semuanya. Mereka pun mengganggu setuju.


"Baiklah, Paman akan berusaha bangkit untuk kalian semua."ucap Paman Albert dengan bersemangat, mereka semua pun ikut tersenyum senang.


setelah pembicaraan singkat itu Arthur dan max segera pergi mengurus pasport mereka sementara lion untuk sementara menjaga Paman Albert.


"hai kenapa repot-repot harus pergi mengurus visa dan paspor. kan kita punya Kak Emily yang bekerja di bidang itu. serahkan saja semua data diri kepada Kak Emily untuk membuat password kita"ucap Lion kepada mereka. Arthur dan max pun menepuk jidat masing-masing mereka benar-benar melupakan Emily.


Emily sendiri adalah sahabat terbaik Renata dia juga merupakan seorang anak yatim piatu yang ditemukan oleh max dan Renata kala itu.


"Oh ya ampun. kalau begitu segera hubungi"Mereka pun segera menghubungi Emily dan langsung mengutarakan keinginan mereka untuk membuat visa dan paspor. dengan senang hati Emily pun langsung membuat permintaan dari kelompok black coker itu. termasuk password ekonomi milik Paman Albert.


***


di tempat lain, Nisa sangat senang mendengar kabar itu dan juga bersedih melihat kondisi ayahnya begitu kurus dan ringkih.


Apakah Nisa harus jujur, siapa dia sebenarnya agar kedepannya tidak menimbulkan masalah lain. namun ia takut, Jika ia mengatakan hal itu ia akan kehilangan kasih sayang mereka dan takut mereka itu membencinya karena sudah memasuki raga putrinya.


namun akhirnya, Nisa memberanikan diri untuk menceritakan kejadian sebenarnya kepada kedua orang tuanya itu. sebelum akhirnya ia kembali ke perantauan dan mengurus kelompok black Joker.


Nisa pun turun dari kamarnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan menceritakan yang sebenar-benarnya.


setelah Nisa turun, ternyata kedua orang tua Nisa sedang duduk santai dan mengobrol ringan di sofa tamu. melihat hal itu Nisa menarik nafasnya gusar dan kemudian turun menemui kedua orang tuanya.


"Pak, Bu, ada yang mau Nisa sampaikan sebelum Nisa kembali ke kota x."ucap Nisa kepada kedua orang tuanya. Nisa langsung mengambil posisi duduk di sebelah ibunya.


"Apa yang ingin kamu sampaikan nak..?"tanya Pak Juna kepada Nisa. Nisa pun mulai sedikit ragu mengutarakannya karena ia takut kedua orang tuanya akan berpaling darinya.


"Tapi, bapak dan ibu janji jangan marah dan membenciku. semuanya terjadi di luar kuasaku."ucap Nisa kembali. Pak Juna dan Bu Nita pun saling beradu pandang.

__ADS_1


"baiklah" ucap mereka bersamaan.


Nisa terlebih dahulu menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia mulai menceritakan Siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana ia berada di dalam tubuh anak mereka ini.


Iya juga bercerita mengenai apa yang sudah menimpanya dan juga menceritakan kedua orang tuanya yang saat ini, sang Ibu sudah berpulang, sementara ayahnya dikurung di sel bawah tanah oleh saudara sepupunya sendiri.


Nisa menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. setelah menceritakan itu Nisa kembali melihat respon kedua orang tuanya itu. ternyata respon mereka di luar pemikiran Nisa.


"benarkah seperti itu?. "ucap Ibu Nita Sementara Pak Juna hanya diam saja. pahit rasanya mengetahui kenyataan itu namun mereka tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan. karena sebelumnya Nisa yang asli sudah mendatangi kedua orang tuanya di dalam mimpi.


sebenarnya Nisa tidak meninggal hanya saja jiwanya di dalam tubuh itu sangat lemah, sehingga setelah diambil alih oleh Renata mereka tinggal berdua di dalam jasad itu, Namun karena seiringnya waktu jiwa Renata lebih dominan di dalam tubuh itu akhirnya jiwa Nisa pun mengalah dan meninggalkan jasad itu.


"nak sebenarnya bapak dan Ibu sudah mengetahui hal ini di dalam mimpi. namun yang namanya mimpi tentu saja bapak dan Ibu tidak mempercayainya, sampai akhirnya kamu menyampaikan kejujuran ini. jujur saja bapak dan Ibu sangat sedih. tapi mau bagaimana lagi, jiwa itu tidak terlihat yang terlihat hanyalah raga karena itu ayah dan ibu tidak akan marah padamu asalkan kamu tetap menjadi anak kami."jelas Pak Juna kepada Nissa sambil berkaca-kaca, sementara Ibu Nita terus mengelus kepala Nisa dengan penuh kasih sayang.


mendengar pernyataan itu tentu saja Renata yang menjadi Nisa pun sangat senang karena tidak harus kehilangan keluarganya ini.


flashback


terlihat hamparan rerumputan hijau dan sebuah padang rumput yang luas. ada sepasang suami istri yang sedang duduk, di sebuah kursi yang ada di tempat itu. sang suami sedang merangkul pundak sang istri dengan tatapan mata ke depan. menikmati pemandangan kala itu.


tiba-tiba dari kejauhan, seorang perempuan cantik mendekat kearah mereka dan memanggil mereka dengan lembut.


"pak, buk." ucapnya sambil tersenyum manis. mereka semua berpakaian serba putih.


gadis itu pun langsung bergabung dengan kedua orang tuanya itu. sambil sesekali mereka bercanda. membuat mimpi mewujudkan cita-cita untuk kehidupan masa depan mereka.


tapi tiba-tiba, Nisa berdiri dan berjalan dua langkah kedepan, serta menghirup udara segar sebanyak. kemudian ia memutar tubuhnya dan menghadap kepada kedua orang tuanya. dengan wajah yang di penuhi dengan senyuman. Nisa mulai bersuara


"pak, buk. Nisa kesini karena ada yang ingin Nisa sampai kan." ucapnya sambil melihat wajah kedua orang yang dicintai nya itu.


"apa itu anakku..?" tanya pak Juna. dengan kening berkerut.


"pak, buk. sebenarnya Nisa sudah lama tiada, tapi raga NisNisa digantikan dengan jiwa yang asing, namanya Renata. aku sangat senang, karena ia mencintai kalian dan membuat bapak dan ibu bahagia. aku sebenarnya masih bisa kembali untuk merebut raga itu, namun ia adalah seorang yang baik dan juga cerdas. dan akan Nisa perkenalkan orang nya." ucap Nisa. Nisa pun langsung memanggil Renata yang ternyata sudah ada disana. sementara, pak Juna dan buk nita semakin dibuat bingung.

__ADS_1


***bersambung***


ting.. walaupun ceritanya mulai tidak masuk akal. yang pasti bisa menghibur ya 😂😂


__ADS_2