
Saat ini Nisa sedang berada di kosannya. setelah pulang kuliah Ia menyempatkan membuat tugas kelompok terlebih dahulu, sebelum mendiskusikannya kepada teman-temannya.
setelah ia membuat tugas kelompok tersebut, ia beralih membuka aplikasi penjualan online-nya. ia memantau bahan baku untuk pembuatan skin care nya apakah masih ada atau sudah habis.
***
malam pun kini menjelang, sebagian besar penghuni bumi ini sudah tertidur dan menyelam ke alam mimpi yang indah walau pun yang semu.
Begitu juga dengan Nisa, Setelah sekian lama berkutat di depan laptop, kini ia berada di atas pembaringan ya melepas semua lelah yang menjemputnya di siang hari.
namun keheningan itu tiba-tiba menjadi sebuah kericuhan, di mana ada beberapa orang sedang ribut atau memperebutkan sesuatu.
mendengar suara tersebut seperti orang yang teriak-teriak. Nisa pun terbangun dari tidurnya dan keluar memeriksa keadaan yang terjadi atau penyebab terjadinya kericuhan tersebut.
saat ia di luar, ia terkejut ada beberapa laki-laki yang menerobos masuk dan sedang memaksa penghuni kos untuk melayani mereka. sehingga terjadilah di sana tarik-menarik dan pukul memukul.
mereka ada dua orang, suara mereka hanya terdengar di lingkungan kosan saja namun kosan mereka dilengkapi dengan CCTV.
melihat kejadian itu, Nisa pun tidak menunggu lama dan langsung bertindak. Ia memukul kedua pria tersebut dengan tendangan mautnya sehingga mereka terpelanting jauh.
menyadari hal itu kedua orang itu langsung mengeluarkan senjata tajam. sementara penghuni kos Yang lain sudah berteriak minta tolong.
kedua orang lelaki yang tidak dikenal itu menyerang Nisa secara brutal, namun tentu saja mereka memilih lawan yang salah.
serangan demi serangan, Nisa berusaha untuk menghindarinya. setelah ia merasa cukup meliuk-liukkan tubuhnya dan menghindar dari serangan-serangan itu. ia langsung membalas.
sekali tendangan langsung membuat kedua pria itu terpelanting jauh, dan tidak sadarkan diri. Nisa pun mendekat dan langsung mengikat kedua laki-laki itu.
sementara di luar, bapak-bapak dan ibu-ibu pun sudah mengerumuni tempat tersebut.
melihat mereka yang sudah pingsan, Nisa tidak kehabisan akal, Ia mengambil air dan segera menyiram kedua cacungut itu.
keduanya pun tersadar Nisa berjongkok dan mulai mencengkram dagu salah satu dari mereka.
"katakan..!! mau apa kalian malam-malam bertamu di kosan kami.."ucap Nisa dengan datar dan dingin. kedua lelaki itu pun tidak menjawab mereka hanya menundukkan kepalanya saja. melihat hal itu Nisa kembali bersuara.
"Apakah kesombongan kalian hanya itu saja.??dan bahkan kalian tidak mampu menjawab pertanyaanku.." ucap Nisa kembali, Sementara pemilik kos itu sudah menghubungi pihak yang berwajib.
"mau apa kalian bertamu di kosan kami?" tanya Nisa lagi dengan sedikit garam karena yang ditanya tidak menjawab sama sekali.
"Apakah ini pekerjaan kalian?, merampok dan memperkosa anak orang lain hah..!!. kalau begitu kalian, maksudku tempat kalian bukan di sini. tempat kalian itu di penjara atau menghilang ke dunia ini. karena keberadaan kalian di sini hanyalah mengganggu ketenangan masyarakat." ucap Nisa sambil menepuk-nepuk pipi kedua lelaki itu dengan agak sedikit keras. tak lama beberapa polisi pun langsung sampai di tempat.
"nak ibu sudah menelpon polisi untuk mengamankan kedua orang ini, nanti selanjutnya akan diurus oleh bapak. sebaiknya kalian kembali ke kamar kalian masing-masing dan ingat keamanan kalian itu adalah tanggung jawab kalian." ucap pemilik kos.
__ADS_1
Kenapa pemilik kos mengatakan hal itu ? karena ia sadar tidak selamanya ia bisa dan dapat mengawasi anak-anak kosan tersebut.
Jadi ia mengatakan kepada mereka agar bisa menjaga keselamatannya masing-masing.
sebelum aparat yang berwajib itu meringkus kedua pemuda tadi, terlebih dahulu mereka menanyai beberapa keterangan kepada pemilik kos tersebut.
anak-anak yang terlibat pun ikut membantu memberikan beberapa informasi. setelah para polisi itu cukup menanyakan beberapa informasi dari mereka, Mereka pun segera meninggalkan tempat tersebut dan langsung membawa kedua lelaki itu ke kantor polisi.
setelah itu Nisa dan anak-anak kos yang lain Kembali ke tempat masing-masing. mereka juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Nisa, karena sudah mau membantu mereka.
***
esok hari pun menjelang, seperti biasa Nisa akan berangkat kuliah pagi jam 10.00 dan keluar jam 03.30 atau jam 03.00 siang.
Namun sepertinya hari ini Nisa memiliki kegiatan lain, yaitu diundang untuk menghadiri acara pemberian penghargaan kepada pengusaha-pengusaha muda yang meluncurkan berbagai produk dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan.
Nisa pun diundang di acara tersebut, karena sedikit banyaknya namanya juga sudah tercantum sebagai pengusaha termuda.
***
saat ini Nisa sudah berada di sebuah hotel daima, Di mana acara itu akan diselenggarakan.
pertama-tama mc-nya mulai membuka acara beberapa kata sambutan pun mulai diluncurkan, kemudian penyerahan penghargaan kepada para entrepreneur muda yang saat ini sudah sukses dalam bidang usahanya.
dengan senang hati Nissa maju ke depan dan menerima penghargaan tersebut, serta memberikan sedikit ucapan atau sambutan kepada para hadirin yang ada di tempat itu.
tanpa ia sadari, ternyata saat namanya disebut, dan saat ia berjalan menaiki panggung ada sepasang mata yang selalu mengawasi gerak-geriknya. Siapa lagi kalau bukan Aditya Pratama.
Aditya tersenyum tipis dan dalam hati ia sangat bangga terhadap perempuan tersebut.
( rupanya Kamu adalah seorang perempuan yang berbakat, dan seorang perempuan tangguh tentunya yang berhak mendampingimu adalah aku, cocok lah ya..) batin Aditya Pratama.
Iya sedikit tersenyum miring ketika membatin seperti itu ia tidak habis pikir kapan ia tertarik dengan wanita.
( apa aku tertarik dengannya ? ya.. semenjak bertemu di showroom 2 tahun yang lalu, aku selalu kepikiran dengan aura yang ia pancarkan. melihat ketegasannya waktu itu aku benar-benar dibuat melele olehnya..) ucap Aditya Pratama sambil menyunggingkan senyum tipisnya.
Iya tidak tahu ternyata dari awal ia memperhatikan perempuan tersebut, asistennya yang bernama Joshua memperhatikannya sampai ia tersenyum tipis seperti itu.
Joshua pun cukup terkejut, karena setahunya 7 tahun mengikuti bosnya ini ia selalu memasang wajah dingin dan datar bahkan tak seorang perempuan pun yang ia tanggapi. namun, yang barusan dilihatnya adalah anugerah atau bencana??
Merupakan sebuah pertanyaan.
( Kenapa bos tersenyum ya melihat perempuan itu, apa jangan-jangan.. si bos kesurupan, atau akan terjadi bencana nantinya.? tidak biasanya sih bos seperti ini bahkan selama 7 tahun menemaninya tidak satupun ia menunjukkan ketertarikan terhadap perempuan. sampai-sampai aku berpikir, bahwa si bos ini belok. tapi nyatanya tadi apa ?? wah sepertinya dunia akan kiamat) batin Joshua sambil memperhatikan bosnya.
__ADS_1
Aditya memicingkan matanya melihat Joshua memperhatikannya seperti itu.
"Kenapa kamu memperhatikanku seperti itu Jo? Apa ada yang salah denganku?" terdengar suara bariton datar nan dingin itu. sang asisten pun gelagapan mendengar teguran dari bosnya.
"eh.. Maaf bos saya tidak bermaksud begitu, hanya saja dari tadi saya perhatikan bos sepertinya tertarik dengan perempuan tersebut.?" ucap Joshua tanpa memfilter kata-katanya.
"ternyata kamu ingin gajimu dipotong bulan ini?" ucap Aditya lagi.
( aduh salah lagi..) batin Joshua.
"eh saya tidak bermaksud begitu bos, maafkan saya bos Kalau sudah lancang, tolong jangan potong gaji saya.. bos.." ucap Joshua sedikit menundukkan kepalanya salah tingkah. Aditya pun tersenyum sinis.
"Jo.. aku punya tugas buat kamu,! tolong kamu cari tahu tentang gadis yang bernama Nisa Saputri itu, aku ingin segera data-datanya didapatkan sebelum 3 hari..."ucap Adityaa memberikan tenggang waktu kepada Joshua.
"baik bos nanti akan segera dilaksanakan" ucap Joshua.
Joshua pun langsung memotret paras Nisa yang masih memberikan kata sambutannya di atas panggung. setelah dipotret Iya langsung menggunakan aplikasi untuk menemukan data-data orang tersebut.
tak menunggu waktu lama data Nisa Saputri pun langsung didapatkannya.
"ini bos data-datanya sudah saya dapatkan.. saya akan mengirimkannya langsung ke WA bos.."ucap Joshua setelah itu ia langsung mengirimkan data-data Nisa ke WA bosnya itu.
Ting... suara notifikasi wa masuk.
Aditya pun langsung merogoh sakunya dan mengambil benda pipih pemilik sejuta umat itu.
ia mulai membuka notifikasi wa dan melihat isinya seketika senyum terpatri dari bibirnya. senyum yang dapat membuat kaum hawa itu klepek-klepek seperti ikan kekurangan air.
*Beh... bang jangan tersenyum seperti itu nanti dunia kami jadi terbalik*
(ternyata kamu tidak sesederhana itu sayang, baiklah sepertinya kamu adalah kandidat yang sudah melalui dan lulus seleksi. kamu hanya boleh menjadi milikku, maka lihat saja apa yang aku lakukan nanti) batinnya sambil melihat wajah sang pujaan hatinya itu. Joshua yang melihat senyum sinis bosnya itu menjadi agak sedikit ngeri.
(Kenapa senyuman bos itu agak sedikit ngeri ya??) batin Joshua.
Aditya Pratama adalah seorang pengusaha yang sukses di usia mudanya. Ia merupakan anak yang ketiga dari lima bersaudara. ia membangun usahanya sendiri, dengan bantuan modal dari ayahnya.
Ia tidak meminta modal besar kepada kedua orang tuanya, karena awalnya ia merintis usahanya saat ia masih duduk di bangku SMA.
awalnya ia membuka rumah makan, lama-kelamaan rumah makan itu memiliki 15 cabang di daerahnya.
setelah mendapat modal lebih, Ia pun membangun showroom mobil dan motor, setelah itu ia juga bergerak di bidang kontraktor.
Ia juga menjadi tenaga pengajar tetap di sebuah universitas z di negara a, tentu saja di usianya sekarang banyak pencapaian-pencapaian yang ia dapatkan. Iya juga seorang master bela diri.
__ADS_1
***bersambung***