HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
21. jalan-jalan ke kota


__ADS_3

Hay reades nya aku. makasih sudah mampir ya.🙏🥰


tidak banyak yang author minta, kalau suka silahkan tinggalkan like nya untuk author, dan juga jangan lupa di vote.. hehehe...🤭🤭


semoga ceritanya dapat menghibur ya..🥰🥰


***


ke esok harinya, waktu yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. untuk menuju kota, mereka menggunakan jasa ojek.


sesampainya mereka nanti di kota kecil itu, mereka akan melanjutkan dengan menaiki kendaraan umum seperti bis atau semacamnya dan tentu saja perjalanan mereka itu memakan waktu selama 10 jam dalam perjalanan.


setelah menjalani drama perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka sampai ke kota besar. tampak terlihat mobil dan motor berlalu lalang tanpa henti di hadapan mereka.


kedua orang tuan Nisa mulai takjub melihat pemandangan kota seperti itu. sementara, Nisa sendiri sudah terbiasa, saat masih menjadi Renata.😯


"wah... ternyata seperti ini pemandangan kota..!!" 😲ucap pak Juna dengan penuh takjub.


"eh...!! bukannya bapak tadi bilang, sudah menjadi perantau ulung. kok..!! reaksinya kek gitu sih.." goda Nisa. Nisa dan buk nita mengulum senyum.


"bapak kamu tu ya, manis di mulut saja. aslinya zonk..." ucap buk Nita.🤭🤭


Nisa mulai menghentikan sebuah taksi sebagai tumpangan sekaligus Untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


Nisa melambaikan tangannya dan taksi itu berhenti tepat didepan mereka.


“ayo pak buk masuk..” ucap nisa. mereka pun masuk kedalam taksi itu.


“pak. Antar di alamat ini saja ya pak..” ucap nisa pada supir taksinya.


“baik dek..” ucap supir itu. supir itupun melajukan mobilnya.



mereka menuju sebuah hotel yang sederhana dan juga sesuai dengan ukuran saku mereka. setelah itu, tak lama mereka sampai di hotel itu dan melakukan check in di bagian kasirnya.


Saat mereka masuk kedalam, bagian kasirnya langsung menyapa mereka.


“silahkan kak. Ada yang bisa kami bantu..?” Tanya kasir wanita itu dengan sopan. Nisa pun berjalan mendekat.

__ADS_1


“kak. Mau pesan dua kamar kak,.!.” ucap nisa pada kasir tersebut sambil menunjukan dua jarinya.


"sebentar ya kak.." Kasir itu mulai melakukan pengecekan. Nisa pun menganggukan kepalanya. sementara kedua orangtuanya sudah duduk menunggu.


“baik kak. Untuk Berapa hari..?” Tanya mbak kasirnya lagi.


“untuk tiga malam..” ucap nisa. setelah mengurus kamar, nisa pun membayar setengah terlebih dahulu.


Karena itu sudah merupakan peraturannya. Setelah itu, mereka pun langsung di pandu oleh karyawan hotel menuju kamar mereka.


“silahkan pak buk. Kamarnya sebelah sini..” ucap pegawainya itu sambil menunjuk dua buah kamar dengan sopan.


“baik.. terimakasih kak..” ucap nisa.


“sama-sama..” ucap karyawan itu lagi, setelah itu, karyawan itupun pergi.


mereka memesan dua buah kamar, yang satu untuk kedua orang tua Nisa dan yang satunya lagi untuknya. mereka menyewa kamar itu selama tiga malam.


" yaudah, kita istirahat dulu ya pak buk. bapak sama ibu pasti capek kan. biar Nisa keluar cari makan..." ucap Nisa kepada keduanya.


Mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing yang jaraknya tidak jauh dari kamar satu dengan kamar yang lainnya. namun sebelum Nisa beristirahat, terlebih dahulu, ia keluar untuk mencari makan ia dan kedua orangtuanya.


"pak, buk. ini makanannya." ucap Nisa sambil mengetok pintu kamar orang tuanya. ibu Nita pun membuka pintunya.


"bapak sama ibu makanlah dulu. Nisa mau istirahat dulu. setelah itu, baru Nisa makan." ucap Nisa sambil menyerahkan makanan itu.


"loh.. makan dulu nak, baru tidur.." ucap buk Nita pengertian.


"tidur dulu deh buk. baru makan, Nisa mengantuk.." ucapnya lagi. setelah mengatakan hal itu, Nisa pun langsung masuk ke kamarnya. sementara ibu Nita hanya menggeleng kan kepalanya.


karena merasa kelelahan dalam perjalanan akhirnya Nisa memilih untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya terlebih dahulu.


Nisa membuang tubuhnya di atas peraduan yang empuk itu sambil matanya terus menatap langit-langit kamar itu.



"Oh ternyata ini sangat melelahkan. bapak dan Ibu tunggu saja ketika aku sudah menjadi sukses kembali aku akan membuat kalian bahagia nanti dan aku akan memboyong kalian ke kota besar ini."monolog Nisa pada dirinya sendiri.


entah kenapa di dalam hatinya tersimpan kasih sayang yang sangat besar untuk kedua orang tuanya ini yang menduduki posisi orang tua kedua dalam hidupnya. setelah memikirkan hal itu ia pun kembali terlelap hanyut dalam mimpi indahnya. ( ya ialah Nia, namanya juga orang tua kamu..)

__ADS_1


***


ke esok harinya keluarga kecil itu bangun siap-siap dan keluar untuk mencari sarapan pagi. Ya wajar hotel murah itu tidak menyediakan sarapan maupun makan siang dan makan malam nantinya.


mereka harus bersusah mencarinya di luar namun, itu tidak menjadi sebuah permasalahan dengan senang hati Nisa akan mengajak kedua orang tuanya untuk berjalan-jalan.


padahal kemarin-kemarin ayahnya pernah bilang untuk menjadi pendamping maupun bodyguard-nya tetapi sepertinya malah kebalikan.


"Pak Bu kita cari sarapan dulu ya baru nanti kita pergi mencari alat-alat yang kita cari “ucap Nisa.


sementara kedua orang tuanya Hanya mengiyakan saja karena mereka tidak mengetahui apapun yang ada di dalam kota besar ini.


“baiklah nak. Bapak dan ibu hanya ikut saja..” ucap pak juna. Mereka pun akhirnya pergi mencari makan. Tak lama, Mereka pun akhirnya sampai ke sebuah kedai yang menyediakan berbagai menu untuk sarapan pagi.


nisa kemudian memesan tiga porsi nasi goreng dan juga tiga gelas minuman teh hangat untuk mereka.


“kak. Pesan nasi goreng tiga porsi sama teh hangatnya juga tiga ya kak..” ucap nisa.


“baik kak. Di bungkus kak..?” Tanya karyawan itu lagi.


“ngak kak. Makan disini saja..” ucap nisa lagi.


“baik. Ditunggu ya kak.”


Setelah memesan makanan, nisa pun kembali duduk dan bergabung bersama dengan kedua orang tuanya. bukannya tidak ingin membeli yang lebih enak dari nasi goreng maupun teh hangat itu, namun di pagi hari ini memang pengganjal perut yang cocok adalah nasi goreng dan juga teh hangat jadi no komen ya.


Tak lama, pesanan mereka pun datang.


“silahkan pesanannya kak..” ucap karyawan itu sambil menyajikan nasi goreng di atas meja itu.


“makasih kak..” ucap nisa. setelah itu, karyawan itu pergi.


nisa dan kedua orang tuanya pun langsung memakan makanan mereka. Tak lama, mereka pun selesai makan. setelah itu mereka beristirahat sejenak dan membayar uang makan mereka.


“berapa kak..?” Tanya nisa.


“apa saja itu kak..?” tanya kasirnya lagi.


“tiga porsi nasi goring dan tiga gelas the hangat..” terang nisa.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2