HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana


__ADS_3

selamat membaca ❤️🥰


***


ruang manager 🏪


terlihat di ruangan tersebut, seorang bos sedang memarahi karyawan nya akibat perlakuan dan sikap nya yang tidak mengenakkan kepada pengunjung mereka.


"apa apaan kamu Sonya !. kamu hampir membuat nama baik show room kita rusak.! saya pikir, kaku akan konsisten dengan pekerjaan kamu.! tapi nyatanya apa..?? dan ini bukan kali pertama saya mendapati kamu seperti itu. banyak karyawan yang lain, mengeluh kepada saya tentang sikap kamu ini..!!" ucap manager itu sedikit berteriak karena kesal. bukan berteriak sih, tepatnya suara tegas.😂 btw namanya Sonya ya..!! si bos namanya adit.


" maaf pak. saya tidak akan melakukannya lagi, tolong beri saya kesempatan pak..!!" ucap Sonya pada managernya itu. pak Adit pun menghela nafasnya.


" maaf Sonya, saya tidak bisa mempertahankan kamu lagi. saya pecat kamu. sekarang juga, kamu kemasi barang-barang Kamu dan pergi dari sini.!!" keputusan manager Adit pun sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat. namun dengan tidak tau dirinya, Sonya masih terus memohon kepada nya.


" pak, saya mohon pak..!! tolong jangan pecat saya pak..!! cari kerja sekarang susah pak..!!" mohon nya sambil berlutut memohon ampun. pak Adit memicingkan matanya.


" kamu tau cari kerja itu susah. tapi kenapa kamu tidak pernah profesional dengan pekerjaan kamu. saya tidak mau tau. angkat kaki sekarang juga di tempat saya ini..!!😡😡" teriaknya lagi.


Sonya dengan perasaan sedih dan sambil menangis, meninggalkan ruangan bos nya itu. walau bagaimana pun, jika pak Aditya sudah marah. maka tidak ada yang bisa meluluhkan nya lagi.


"maaf pak. kalau begitu saya permisi.." ucap Sonya dengan lemah. ia berjalan gontai, keluar dari ruangan itu. Dan ia segera mengemasi barang barang nya. teman teman sepekerjaan dengannya menatap nya kasihan. namun, mereka juga senang atas kepergian nya. bukan tanpa alasan mereka membencinya, ia kerap kali mengambil ahli kostumer mereka.


setelah Sonya keluar, pak Adit menarik nafasnya kasar. Jika ia terus mempertahankan karyawan perempuannya ini, maka tidak bisa dipungkiri ke esok harinya pasti akan membuat masalah lagi.


akhirnya, demi menjaga nama baik perusahaannya itu, dan supaya para pelanggan tidak lari ke tempat lain akibat mulut ember dan spontanitas karyawannya, manajer itu memutuskan untuk memecat karyawan perempuan itu.


setelah acara pemecatan itu, pak adit meminta semua karyawan nya berkumpul di ruangan itu. setelah mereka berkumpul, pak Aditya memandang satu persatu wajah karyawan-karyawannya itu.


"apa kalian tau, kenapa saya mengumpulkan kalian disini..??" Tanya nya dengan suara yang datar.

__ADS_1


"tau pak.." ucap mereka.


" bagus kalau kalian tau, saya tidak ingin, di tempat saya ini ada yang melakukan hal yang sama seperti teman kalian itu. jika kalian tidak bisa konsisten dalam bekerja, lebih baik kalian berhenti dari sekarang..!!" tegas pak Aditiya kepada para karyawan nya.


"baik pak.." ucap mereka lagi. setelah menyampaikan hal itu, pak Satya pun langsung meninggalkan tempat itu. setelah kepergian nya, para karyawan itu pun bernafas lega.


"huh... lega rasanya, hampir saja mati membeku..😓😓" ucap salah satu dari mereka. setelah itu, mereka semua kembali pada pekerjaan masing-masing.


***


di sisi lain


setelah membeli motor, mereka pun langsung kembali. orang tua Nisa pulang menuju desa mereka itu dengan menggunakan angkutan umum selama 10 jam sementara Nisa menggunakan motor sendiri.


tak lama, akhirnya mereka sampai di desa jati. dan tentu saja banyak mata yang melihat mereka ada tatapan iri dan juga tatapan kagum. mereka tentu saja iri dengan keberhasilan dan pendapatan Pak Juna. mereka juga iri, karena mendapatkan seorang putri yang sangat jenius itu.


tentu saja orang iri itu adalah orang yang bertetanggaan dengan mereka Siapa lagi kalau bukan bu Jani. suara-suara gunjingan itu pun mulai terdengar.


namun Ibu Nita sama sekali tidak menanggapinya, karena ia tahu bu Jani adalah salah seorang yang memiliki penyakit iri hati terhadap keberhasilan orang lain. ia selalu mengajaknya untuk berdebat dan membandingkan kehidupan mereka, namun ibu Jani akan kebakar jenggot apabila melihat lawannya itu lebih mujur dari pada ia dan keluarganya.


(sudahlah, tidak usah di tanggapi. nanti ujung-ujungnya malah adu mulut..) batin buk Nita. Bu Nita pun berjalan dan tidak mau meladeni sindiran itu sama sekali.


"lihatlah, baru saja menginjakkan kaki ke kota besar sudah sombong seperti ini. sama tetangga saja sudah tidak mau kenal. dasar manusia tidak tahu diri. parasit memang, jangan-jangan uang itu mereka dapat dari hasil mencuri lagi sok-sokan lo uang itu didapat dari hasil penjualan ikan. padahal ikan yang dijual itu adalah ikan orang lain, eh.. uangnya malah di gelap kan sama mereka memang tidak tahu di untung." ucap ibu Jani lagi.


dia bergosip bersama ibu-ibu yang lain, sementara ibu-ibu yang lain yang mendengar ocehan dari bu Jani itu hanya memicingkan mata dan terpengaruh dengan kata-katanya. tapi mereka tidak menimpalinya hanya tatapannya saja yang tajam ke arah Bu Nita. namun nyatanya, ibu Nita tidak tahan juga. akhirnya ia menjawab kata-kata tuduhan itu.


" hadeh terserah ibu jani lah, mulut kan punya ibu jany. walaupun saya jelaskan juga, ibu-ibu pasti tidak akan percaya juga. benar yang di katakan pepatah, begituh susahnya meyakinkan lalat bawah bunga lebih indah daripada sampah.." ucap ibu nita ya cukup geram mendengar gosip dari ibu ibu tersebut seperti tidak ada kerjaan lain saja.


"dan satu lagi. tadi ibu Jani mengatakan bahwa kita adalah tetangga !?.. sejak kapan kami menjadi tetangga ibu..!! jangankan tetangga, ibu Jani melihat kami lewat saja sudah menghina seperti itu...!! timpal ibu Nita lagi. mereka semua pun terdiam, tak terkecuali ibu jadi. namun tetap saja, bibirnya masih terus berkedut-kedut. setelah mengatakan hal itu buk nita pun langsung pergi dari sana.

__ADS_1


setelah kepergian ibu nita, ibu-ibu pun kehilangan kata-kata mendengar sedikit sindiran yang keluar dari mulut ibu Nita. mereka sepertinya merasa bersalah karena menuduh orang tanpa tahu kebenarannya.😑😑


*ya karena memang seperti itulah kerja ibu-ibu, suka menggosip. anak tetangganya pun tidak luput dari gosip, dasar ibu-ibu rempong.*😒😒


*****


ke esok harinya, nisa mulai merakit alat untuk menangkap tenaga surya atau yang dikenal dengan panel surya dan juga kincir angin sederhana, sebagai alat pembangkit listrik.


Nisa mulai merakit nya dengan hati-hati, satu persatu alat-alat mulainya pasang dengan teliti . dan dibantu oleh pak juna karena sedikit banyaknya. pak juna juga memahami cara memasang alat-alat atau mesin namun tidak semuanya mesin yang iya bisa perbaiki.


dengan penuh kehati-hatian, alat itu pun selesai nisa kerjakan. nisa hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk menyelesaikan proyek nya itu.


"huh..!! akhirnya selesai juga mudah-mudahan ini dapat berfungsi dengan baik..." ujar nisa dengan santai dan sambil mengamati benda yang sudah jadi itu.




(gambar panel Surya dan kincir angin sederhana 😁😁)


setelah itu dengan dibantu oleh pak juna, alat itu pun langsung dipasang di atas atap rumah mereka dengan berbagai kabel yang melilit lilit yang itu.


" bapak bisa masang kan pak ? tenang aja kita naik berdua kok pak.." ucap nisa lagi kepada pak juna.


"tidak usah. biar bapak saja yang naik.." ucapnya.


"tapi pak. masih ada beberapa juga yang akan di pasangkan nanti..!!" seru Nisa lagi. pak Juna pun tidak punya pilihan lain.


setelah mengatakan hal itu mereka pun langsung menaiki atap rumah mereka dan memasang alat tersebut. nisa juga menyediakan alat untuk menampung tenaga listrik serta mengatur arus yang akan dialirkan nanti agar tidak menimbulkan kelebihan penggunaan arus listrik nanti.

__ADS_1


***bersambung***🤭🤭🤭


__ADS_2