
saat ini mereka sudah di depan lobby rumah sakit. Nisa berpikir cukup mengantarkan mereka ke mobil saja dan langsung pulang ke kosannya. Namun ternyata nyonya Humaira malah memaksanya untuk ikut dengan mereka sampai ke rumah. akhirnya Nisa tidak bisa membantah lagi.
mereka menumpangi dua mobil, mobil pertama di isi oleh nyonya Humaira, Nisa dan Tuan Anwar. mobil kedua, di isi oleh Jimmy dan Aditya. didalam mobil, Aditya benar-benar jengkel kepada asisten nya. ia masih kesal karena kejadian pas masih di ruangan tadi. karena Aditya tidak tahan, ia membuka suara.
"Jim, kamu pasti senang kan, di pegang sama Nisa..!!" tanya Aditya dengan nada ketus, dapat di pastikan kalau Aditya sedang cemburu. Jimmy yang mendengar penuturan Aditya dengan nada kesalnya itu pun tersenyum. sepertinya, umpannya mulai dimakan oleh Aditya. Jimmy pun berkilah.
"maaf bos, tapikan nona Nisa hanya membantu saya, musibah kan tidak ada yang tau. lagi pula, nona Nisa kan akan segera putus hubungan dengan anda bos.." ucap Jimmy. karena Jimmy baru keluar dari rumah sakit, ia tidak mengambil alih untuk menyitirkan mobil. ia memilih untuk duduk di samping supir.
Aditya yang mendengar penuturan asistennya dengan santai seperti tidak merasa bersalah seperti itu pun menjadi kesal dan marah.
"jadi, Kalau aku putus sama dia, kamu akan membawanya begitu..!!" ucap Aditya memarahi asisten nya. ia benar-benar marah mendengar kata putus itu. tidak terima, dan tidak rela, itu lah yang Aditya rasakan.
asisten Jimmy yang mendengar kemarahan dari Aditya, Iya mengerutkan keningnya. karena posisi asisten Jimmy sedang di samping kemudi, asisten Jimmy tidak dapat melihat ekspresi sang atasan. Ia hanya menebak-nebak, kalau saat ini atasannya sedang kebakar jenggot.
"memangnya kenapa tuan..?? apakah Tuan merasa cemburu kalau aku mendekati Nona Nisa..!! lagian, siapa sih yang tidak suka dengan nona Nisa, sudahlah cantik, baik, lembut, mandiri lagi. Siapa sih yang tidak suka bos.." seru asisten Jimmy dengan santai. sontak saja pernyataan itu membuat aditya gelagapan. Iya tidak sadar mengeluarkan kata-kata itu. Aditya berdehem untuk menormalkan detak jantung dan amarahnya.
"hm.. jadi benaran, kamu itu tertarik dengan nya. awas kamu ya, aku kirim kamu ke antartika baru tau rasa." ancam Aditya.
"aduh bos.. ngak usah ngancam Napa, bilang aja kalau sibos teh cemburu.." goda asisten Jimmy lagi.
__ADS_1
"hm.., Siapa juga yang cemburu. Aku hanya bertanya kepadamu, karena kemarin-kemarin kalian mengatakan bahwa Nisa adalah tunanganku. jadi sudah sepantasnya aku menanyakan itu kembali kepadamu." kilah Aditya. Aditya seolah memiliki gengsi yang tinggi, ia tidak ingin mengakui bahwa benar adanya kalau ia sedang cemburu kepada asistennya.
"Tuan beneran tidak cemburu, nanti takutnya Tuan akan menyesal." ucap asisten Jimmy lagi. asisten Jimmy mengukir senyum di bibirnya, Ia berpikir sepertinya mulai ada tanda-tanda kalau Aditya mulai menyadari perasaannya.
"Tuan segera sadari perasaan Tuan kepada Nona Nisa. takutnya jika Tuan berlama-lama, Nona Nisa akan berpaling dan akan memilih orang lain. aku contohnya... apalagi tadi nyonya Humaira sudah melihat Nisa bersama dengan orang lain. jika Tuan terus seperti ini, saya takutnya Nona Nisa akan dibuat nyaman oleh orang lain." ucap asisten Jimmy panjang lebar untuk menyadarkan Aditya.
Aditya terdiam mendengar penuturan asistennya, Iya sedang merenungi kata-kata itu. mendengar kata bahwa Nisa sedang didekati orang lain membuatnya marah. iya berpikir, kalau memang Aditya tidak mencintainya, tidak mungkin ia semarah dan sekesal ini melihat Nisa berdekatan dengan laki-laki lain.
( Apakah benar Aku dan Nisa ada hubungan spesial, Kalau tidak ada kenapa aku merasa sangat marah dan jengkel ketika melihat Nisa didekati oleh laki-laki lain. ck.. ini benar-benar sulit dipercaya.) batin Aditya, Iya ingin berusaha untuk tetap mempertahankan sifat dinginnya, namun di satu sisi Ia juga takut kalau Nisa benar-benar tunangannya, dan karena sifatnya Nisa jadi memutuskan hubungan dengannya. entah kenapa, Aditya yang memikirkan hal itu menjadi khawatir sendiri.
( kenapa aku jadi se khawatir ini..) batin Aditya lagi. Jimmy yang melihat atasannya menjadi diam, Ia pun langsung bertanya dan menyadarkan Aditya dari lamunannya.
setelah itu sepanjang perjalanan, Aditya dan Jimmy sudah tidak terlibat percakapan lagi. mereka semua tenggelam dalam pikiran masing-masing, beda halnya di dalam mobil nyonya Humaira dan Tuan Anwar.
***
di mobil nyonya Humaira dan Tuan Anwar, mereka sedang bercakap-cakap. sesekali mereka akan tertawa senang dengan hal lucu yang mereka bicarakan.
" Nak.. kamu pasti marah kan, saat Aditya menuduh kamu waktu itu. mama benar-benar minta maaf, tapi mama berharap, kamu tidak sampa memutuskan hubungan kalian ya nak. mama yakin, Aditya pasti mengingatmu. ini saja, mama dan papa sedang berusaha untuk memancing ingatan Aditya." ucap nyonya Humaira.
__ADS_1
ia benar-benar sangat khawatir jika Nisa meninggalkan putranya. entah kenapa, nyonya Humaira sangat merasa nyaman dengan Nisa yang akan menjadi menantunya. ia percaya dengan perempuan ini. walaupun kesannya sangat cuek, namun ia juga berpikiran jauh dan juga bersifat dewasa.
nyonya Humaira benar-benar cocok dengan Nisa. pasalnya, Nisa tidak pernah mengekang Aditya, ia juga tidak pernah mempersulit Aditya. sebelum Aditya hilang ingatan, Nisa dan Aditya sangat harmonis.
"untuk masalah itu, Nisa tidak bisa janji Tante, tapi untuk saat ini, kerena kak Aditya Masih hilang ingatan, aku tidak akan mengambil keputusan apapun. Nisa juga tau, Kalau Aditya tidak mengingat hubungan kami. Nisa juga hanya bisa berpositif thinking mengenai kata-kata tuduhan dan hinaan yang Aditya lontarkan. namun, Nisa juga bukan orang yang sabar Tante, ada kalanya jika kak Aditya Masih menghina dan menuduh seperti Tempo lalu, maka Nisa juga tidak memiliki alasan untuk mempertahankan cinta untuk kak Aditya. Nisa bukannya tidak ingin berjuang Tante. tapi beginilah Nisa dari dulu sampai sekarang." jelas Nisa panjang lebar. ia menjelaskan semuanya kepada nyonya Humaira dan Tuan Anwar.
nyonya Humaira dan Tuan Anwar Hanya mampu menganggukkan kepala mereka. mereka juga sadar, tidak ada manusia yang bisa bertahan dalam sebuah hubungan, apa lagi selalu di tuduh dan dihinakan. hanya orang-orang bodoh yang di mabuk cinta yang sanggup melakukannya.
"iya nak. mama paham, memang tidak ada orang yang dapat mempertahankan hubungan yang di penuhi dengan tuduhan dan hinaan. lagian, si Aditya juga, sudah hilang ingatan, eh.. akalnya juga ikut hilang, seharusnya ia tidak harus menuduh seperti itu. heran mama..." ucap nyonya Humaira dengan perasaan jengkel.
Nisa tersenyum mendengar penuturan dan gerutu Nyonya Humaira.
"nak. papa juga meminta maaf kepada semua keluarga termasuk kakak-kakak mu yang sudah membantu papa dalam hal ini, walaupun masih belum menemukan pelaku dari kecelakaan itu. tapi saudara-saudara kamu sudah sangat membantu papa." ucap tuan Anwar lagi.
Nisa hanya mampu tersenyum, entah kenapa ke adaan seperti ini malah membuat suasana semakin canggung. huf...
"iya pa, kakak-kakak Nisa paham kok pa. papa tidak perlu merasa bersalah seperti itu." ucap Nisa lagi. setelah itu, suasana menjadi hening, mereka semua larut dalam pikiran masing-masing. setelah lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman Tuan Anwar dan keluarganya.
***bersambung***
__ADS_1
mohon koreksinya kawan-kawan 🙏🙏