
( tidak ada kandidat yang lebih cocok untuk memimpin perusahaan selain aku. dan ketika aku sudah memimpin perusahaan, maka aku bisa melakukan apapun yang aku mau.. Hehehe) batin Rendy.
( cih !! aku berharap putramu cepat mati. biar putraku bisa memiliki perusahaan ini seutuhnya.) batin tuan renedy dengan percaya diri.
Tuan Anwar kembali melanjutkan pidatonya.
"karena itu hari ini saya umumkan, saya akan mengangkat Leon sebagai pemimpin perusahaan ini." ucap Tuan Anwar langsung melihat ke arah Leon. sontak saja Leon yang tidak tahu apa-apa langsung terkejut. tentu saja ia terkejut, karena dirinya ditunjuk untuk memimpin perusahaan Aditya.
melihat tatapan Leon yang terkejut Tuan Anwar kembali bersuara.
"Leon, Om tahu kamu mampu. karena itu om serahkan kepemimpinan sementara ini di tanganmu. Om percaya padamu maka tolong jangan sia-siakan kepercayaan Om.." ucap tuan Anwar menepuk pundak Leon.
para direksi yang hadir pun terkejut, tak terkecuali dengan tuan renedy dan putranya Rendy. sebenarnya para direksi tidak menolak hanya saja mereka sepertinya baru melihat Rendy hari ini.
"Bagaimana bisa begitu paman !! Aku adalah keponakan Paman Kenapa bukan aku yang memimpin perusahaan sementara. dan malah menunjuk orang lain untuk memimpin perusahaan. Apakah Paman meragukan kualifikasi ku..??" marah Rendy. jelas iya marah, karena Rendi sudah berangan-angan akan menduduki kursi CEO walaupun sementara. Begitu juga dengan tuan renedy.
"betul saudaraku, aku juga tidak setuju apabila orang luar yang memegang kepemimpinan perusahaan. kita tidak tahu dan kita juga baru melihatnya hari ini. kita tidak tahu kualifikasi apa yang ia miliki untuk mengembangkan perusahaan." ucap tuan renedy. sementara parah direksi dan pemegang saham hanya menganggukkan kepala bukan berarti mereka tidak setuju. mereka hanya ingin bahwa Leon benar-benar mampu memimpin perusahaan.
"kalian tidak perlu meragukan kualifikasi yang ia miliki. karena aku yakin dia mampu. namun jika para tuan tuan tidak atau belum mempercayainya, maka biarkan dia memimpin Untuk melihat seberapa besar pengaruhnya di perusahaan ini." ucap tuan Anwar lagi. sementara Leon masih ternganga tidak percaya.
"Baiklah kalau begitu. kami setuju untuk memberikan Leon waktu untuk memimpin perusahaan." ucap salah satu direksi perusahaan yang hadir di sana. tentu saja semuanya berasal dari persetujuan para direksi itu. namun tidak dengan tuan renedy.
"tidak bisa saudaraku. bukankah Ia adalah orang asing, sementara di sini masih ada Rendy yang sudah mengabdikan dirinya di perusahaan. Kenapa bukan dia saja yang diangkat untuk memimpin perusahaan sementara." protes tuan renedy. Tuan Anwar semakin yakin bahwa renedy ini memiliki niat terselubung. tuan Anwar melihat tajam kearah tuan renedy.
" kalau kau masih menganggapku sebagai saudaramu, maka hormati keputusanku. jika tidak, silakan angkat kaki dari perusahaan. perusahaan ini bukan milik keluarga, yang hanya bisa dipimpin oleh keluarga saja. tetapi perusahaan ini milik pribadi. dan juga bisa dipimpin oleh orang lain yang benar-benar berkompeten. berhubung para direksi dan pemegang saham sudah menyetujuinya, maka tidak ada lagi yang perlu kita bahas. saya ucapkan terima kasih banyak." setelah pengangkatan Leon menjadi pemimpin sementara di perusahaan Aditya, Anwar Arfan dan Leon pun meninggalkan ruang meeting itu. dan disusul oleh semua direksi dan pemegang saham.
__ADS_1
selepas semuanya pergi meninggalkan ruang meeting tersebut, tinggallah tuan renedy dan Rendy di ruang meeting itu. mereka benar-benar tidak menyangka. kehadiran orang asing, mampu menggeser dan menghancurkan rencana yang sudah mereka susun.
" arrrgghh... sialan sih tua bangka itu.. padahal selangkah lagi aku akan memimpin perusahaan. cih.!!. lihat saja Apakah pilihanmu mampu bertahan di sini." ucap Rendy frustasi.
"tenanglah ren, kita masih banyak cara untuk menjatuhkan kepemimpinan orang itu. papa akan membantumu. pokoknya kita harus mendapatkan kendali kepemimpinan perusahaan agar rencana kita berjalan dengan lancar." ucap tuan renedy dengan senyum sarkasnya.
***
kembali pada ruangan CEO. di sana Leon mulai protes. Iya benar-benar terkejut dan tidak menyangka ditunjuk untuk menjalankan perusahaan Aditya sementara waktu. bukannya Leon tidak ingin membantu hanya saja ia khawatir akan menghancurkan perusahaan ini.
"Om, kenapa menyerahkan kepemimpinan sementara di tanganku.?" tanya Leon tiba-tiba. di ruangan itu juga masih ada Arfan, namun hanya diam saja menunggu perintah dari tuan Anwar.
" maafkan Paman Leon, Tapi saat ini yang ada dalam pemikiran Paman hanyalah kamu. Paman benar-benar tidak bisa mempercayai orang lain selain kamu. jadi tolong bantulah paman, pimpinlah perusahaan Aditya sampai Aditya sembuh dari sakitnya. kamu tidak sendiri, nanti kamu akan didampingi oleh Arfan. Arfan juga merupakan orang kepercayaan Aditya selain Jimmy. hanya saja Arfan ditempatkan di lingkungan perusahaan berbeda dengan Jimmy yang ditempatkan mengikuti Aditya kemanapun ia pergi. jadi Paman mohon jangan menolak." ucap Tuan Anwar dengan permohonan. Leon yang melihat sorot mata memohon dari tuan Anwar pun menjadi tidak tega.
"terima kasih banyak nak. Om sangat berharap yang terbaik untuk kamu. Dan tolong jangan kecewakan Om."ucap Tuan Anwar lagi. kemudian beralih kepada Arfan yang masih setia menutup mulutnya di sana.
"Arfan Aku percaya dengan kinerja mu, untuk sementara tuanmu adalah Leon. laporkan apapun yang kamu tahu kepada Leon. termasuk laporan keuangan di perusahaan ini." ucap Tuan Anwar lagi.
"baik tuan saya mengerti..." ucap Arfan. setelah memberikan sedikit wejangan kepada Leon, akhirnya Tuan Anwar meninggalkan perusahaan dan kembali ke rumah sakit.
Selepas kepergian Tuan Anwar, Leon langsung mendudukkan tubuhnya di bangku CEO. kemudian kembali menatap Arfan.
"Arfan sudah berapa lama kamu bekerja kepada Aditya??" tanya Leon dengan wibawa tak kalah besarnya dengan Aditya. namun menurut Arfan, aura yang aura yang dikeluarkan oleh Leon masih sedikit ketimbang Aditya, namun cukup untuk membuat gemetaran.
"saya sudah mengikut Tuan Aditya selama 10 tahun."jawab Arfan dengan pasti tanpa ragu. Leon mengganggu anggukkan kepalanya. sebenarnya Leon sedang menilai, Apakah Arfan ini benar-benar setia kepada Aditya atau sama dengan beberapa orang yang ada di sekitar Aditya.
__ADS_1
"Bagus kalau begitu segera berikan beberapa laporan keuangan tahun ini kepadaku."ucap Leon kepada Arfan. tanpa menunggu lama Arfan pun langsung bergerak.
"baik Tuan akan segera saya siapkan."ucap Arfan. Arfan pun langsung pamit undur diri dari ruangan Leon. namun tak sampai 30 menit Arfan sudah kembali ke ruangan tersebut.
Leon yang melihat kerja cepat dari Arfan pun lagi-lagi dibuat Takjub. benar-benar seorang asistens sejati. begitulah pikir Leon.
"Tuan semua rincian keuangan ada di dalam laporan ini." ucap Arfan sambil menyerahkan laporan di meja Leon. Leon pun langsung menerima dan membaca setiap rincian pengeluaran perusahaan ini, dan juga beberapa pemasukan yang tidak sesuai dengan pengeluaran. Leon pun mengerutkan keningnya.
"katakan padaku, Kenapa 3 bulan terakhir pendapatan perusahaan jadi menurun. dan bahkan tidak sesuai dengan pengeluaran perusahaan." ucap Leon dengan aura intimidasi.
Arfan pun mulai menceritakannya, Bagaimana keuangan perusahaan 3 bulan yang lalu menjadi merosot. bahkan Tak ada satupun yang Arfan tutupi mengenai hal itu. Arfan mengatakan bahwa pendapatan pada tiga bulan yang lalu memang menurun, namun Arfan tidak mengatakan alasannya karena ia juga tidak tahu alasannya kenapa.
"Arfan, Apakah kamu bisa diandalkan..?? jika memang iya, buktikan.!! segera kamu selidiki mengenai pengeluaran keuangan 3 bulan terakhir ini. dan saya membutuhkan informasi ini secepatnya."ucap Leon dengan suara datarnya.
"baik Tuan akan segera saya laksanakan." ucap Arfan kembali. Arfan bukannya tidak mau menyelidiki mengenai keuangan 3 bulan yang lalu, hanya saja saat kecelakaan Aditya dan asisten Jimmy, Arfan benar-benar dibuat kalang kabut untuk mengurus semua laporan yang masuk di perusahaan mereka. tak ada yang mau membantunya untuk mengurus perusahaan ini. walaupun renedy dan Rendy datang ke perusahaan mereka tidak membantu meringankan beban Arfan, keberadaan mereka malah membuat rusuh dengan mendesak para direksi dan pemegang saham untuk mengangkatnya memimpin perusahaan sementara.
Leon yang mendapatkan tanggung jawab besar ini benar-benar dibikin pusing. Iya ma mijit kepalanya tidak tahu harus melakukan apa. namun ia kembali teringat, dengan kemampuan komputernya.
"cih dasar Leon pelupa.. " ucap Leon sambil mengumpat dirinya sendiri. Leon pun mulai mengaktifkan komputernya. tapi ia tidak menggunakan komputer kantor, Ia menggunakan laptop kerja Aditya yang stand by di atas meja itu.
tangannya mulai menari-nari dengan indah di atas keyboard, sorot mata Leon juga menjadi tajam, berkali-kali kening Leon berkerut membaca dan melihat mengenai laporan perusahaan Aditya ini.
"cih !! kamu tenang saja Aditya. para pengkhianat dan penjilat ini akan saya singkirkan dari perusahaanmu." ucap Leon dengan aura yang sangat menakutkan. Jika saja Arfan masih berada di sana, mungkin ia akan langsung tertekan dengan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Leon.
***bersambung***
__ADS_1