HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
83. rapat direksi


__ADS_3

setelah Nisa dan cardo mengantar kan mengantarkan Pak Juna dengan ibu Nita di halte bis, mereka berdua langsung kembali ke kediaman mewah itu. sebelum mereka kembali, Nisa dan kardo terlebih dahulu membeli pesanan sang ayah dan juga untuk mereka. Setelah itu mereka langsung bergegas pulang ke kediaman Tuan Albert.


"selamat pagi Ayah..!!"seru nisa dengan riang gembira. Tuan Albert yang masih sibuk dengan aktivitasnya itu tersenyum melihat kedatangan anak gadisnya.


"selamat pagi juga nak.." ucap Tuan Albert. Nisa pun langsung menubruk tubuh Tuan Albert dan memeluknya dengan erat.


"apa kedua orang tuamu sudah berangkat..??" tanya Tuan Albert kepada Nisa. Nisa pun melepaskan pelukan di tubuh Tuan Albert dan beralih menyalin makanan yang tadi mereka beli.


"sudah ya mereka sudah berangkat.."ucap Nisa sambil memindahkan makanan tersebut ke dalam piring. Setelah itu mereka menghabiskan makanan itu. tak lama makanan itu pun habis.


"Oh iya yah.. Ayah mau nggak pindah ke desa jati. tenang saja di sana Nisa sudah bangun rumah yang ukurannya kecil biar ayah tidak kerepotan membersihkannya. di sana juga udaranya segar bagus untuk ayah menghabiskan masa tua di sana. soalnya tadi bapak bilang kalau ayah suntuk sendirian di sini apalagi tidak memiliki teman mengobrol."tutur Nisa kepada tuan Albert. Tuan Albert pun tersenyum.


"baru saja Ayah ingin mengatakannya kepadamu. Apakah boleh Ayah ke sana.. lagipula di sini kalian juga tidak mengijinkan Ayah untuk beraktivitas. Ayah sendirian di dalam rumah dan tidak memiliki teman berbincang." ucap Tuan Albert.


"tentu saja Ayah, Nisa juga tidak tenang kalau Ayah sendirian di sini. di sana Ayah masih bisa mengolah pekarangan rumah, walaupun di siang hari bapak dan ibu akan jarang berada di rumah namun sore dan malam harinya Ayah tidak akan kesepian. di sana juga Ayah punya teman untuk mengobrol."ucap Nisa lagi.


Tuan Albert pun langsung setuju. Iya juga tidak ingin Hanya berdiam diri di dalam rumah yang membuat tubuhnya sakit karena tidak beraktivitas. Tuan Albert berfikir, jika seandainya dia berada di desa ataupun di perkampungan ia masih bisa beraktivitas menanam tanaman sayuran atau lainnya serta melakukan aktivitas-aktivitas yang menurutnya tidak terlalu berat.


***


di tempat lain, Tuan Anwar dan Leon sedang bersiap-siap akan ke perusahaan Aditya. karena saat ini perusahaan putranya ini sedang mengalami gejolak akibat kosongnya kepemimpinan di perusahaan itu. Tuan Anwar juga berencana mempercayakan Leon untuk menghandle perusahaan putranya ketika putranya masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.


selama 30 menit bersiap-siap, Tuan Anwar dan Leon pun langsung pergi ke kantor Aditya. Pak Anwar juga membawa beberapa berkas sebagai bukti bahwa kepemimpinan perusahaan untuk sementara akan dikembalikan dan dipimpin oleh Leon untuk sementara. namun orang yang menjadi objek utama kepemimpinan perusahaan ini tidak tahu, Leon hanya tahu pergi ke perusahaan Aditya hanya untuk menemani Tuan Anwar saja.


tak tak tak suara langkah kaki yang beradu dengan lantai marmer kantor itu. setiap mereka melewati lorong para karyawan yang berada di kantor itu menunduk hormat kepada tuan Anwar. sampai akhirnya Tuan Anwar tiba di ruangan Aditya.


sesampainya Tuan Anwar dan Leon di ruangan Aditya, Tuan Anwar langsung memerintahkan sekretaris yang menghandle sementara perusahaan itu.


"Arfan ke ruangan CEO sekarang.."ucap Tuan Anwar.

__ADS_1


Arfan sebagai pengganti Jimmy dalam menangani perusahaan Aditya pun langsung masuk ke ruangan CEO.


tok tok tok suara ketukan pintu.


"masuk" terdengar suara dari dalam ruangan. Arfan pun langsung masuk ke dalam ruangan. di dalam ruangan ia melihat dua orang yang berbeda usia. Arfan pun langsung mendekat ke arah Tuan Anwar.


"Ada yang bisa saya bantu tuan..??"tanya Arfan kepada tuan Anwar. Arfan sebenarnya sangat senang atas kunjungan Tuan Anwar. dua minggu semasa insiden kecelakaan Tuan Aditya, perusahaan benar-benar kosong kepemimpinan. apalagi ditambah dengan Rendy sepupu Aditya yang selalu mendesak para pemegang saham untuk mengangkatnya dan mempercayainya menjadi CEO sementara. walaupun menjadi CEO sementara, Arfan khawatir bahwa Rendy akan memanfaatkan kedudukannya ini.


"ceritakan kepadaku Apa yang terjadi di perusahaan saat putraku dalam kondisi koma." ucap Tuan Anwar dengan datar. Arfan sejenak menarik nafasnya dalam-dalam.


"begini tuan, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena Tuan sudah berkenan datang ke perusahaan."ucap Arfan.


Arfan pun mulai bercerita mengenai kondisi perusahaan saat pasca kecelakaan Tuan Aditya. tuan renedy dan Rendy kerap kali datang ke perusahaan untuk memaksa para pemegang saham mengangkat Rendy sebagai pemimpin sementara. namun para pemegang saham masih mempertimbangkan itu semua. tiap hari tuan renedy dan Rendy akan melakukan hal-hal apa saja untuk mendapatkan kepercayaan dari pemegang saham. Arfan bercerita dari awal sampai akhir, di situlah Tuan Anwar menjadi paham. Iya tidak lagi menebak-nembak apa yang diinginkan oleh saudaranya renedy dan Rendy.


"Baiklah kalau begitu, Arfan tolong kumpulkan semua direksi dan pemegang saham berkumpul di ruang meeting. ada hal yang ingin saya sampaikan."ucap Tuan Anwar penuh dengan wibawa.


( Bagaimana mungkin Om Anwar menjadi semenakutkan ini. apa jangan-jangan Om Anwar ini juga memiliki latar belakang yang sama dengan kami. mmm... kalau memang iya, maka komplit sudah keluarga yang akan dibangun oleh Nisa hehehe..) batin Leon.


sementara Leon belum menyadari, bahwa Tuan Anwar akan meminta tolong kepada Leon untuk menggantikan Aditya memimpin perusahaan sampai Aditya bangun dari komanya.


15 menit akhirnya para direksi dan pemegang saham berkumpul di ruang meeting.


"para direksi dan pemegang saham sudah berkumpul di ruang meeting." ucap Arfan lagi.


"ayo.. " ucap tuan Anwar dengan dingin. Leon dan Arfan pun mengikuti Tuan Anwar ke ruang meeting. tampak wibawa Tuan Anwar benar-benar terlihat walaupun umurnya sudah agak tua.


tak lama mereka sampai di ruang meeting. di ruangan itu terlihat beberapa direksi dan pemegang saham yang hadir termasuk saudara sepupunya tuan renedy dan keponakannya Rendy yang ia anggap baik selama ini.


tuan renedy yang melihat kedatangan Tuan Anwar pun berdiri menyambutnya. Iya berperilaku seperti saudara sepupu yang sangat peduli dengan saudaranya itu.

__ADS_1


"selamat datang saudara sepupu. maaf kami tidak bisa hadir menjenguk kondisi Aditya. karena kami sedang sibuk di perusahaan untuk menstabilkan kondisi perusahaan yang saat ini kekosongan pemimpin." ucap tuan renedy dengan mulut manisnya.


mungkin kalau Tuan Anwar belum mengetahui dan mencurigai kelakuan saudara sepupu dan keponakannya ini, one Anwar pasti akan sangat senang mendapat sambutan dan mulut manis yang diberikan oleh Tuan renedy. namun sekarang tuan Anwar bukan orang bodoh lagi.


"hmmm..." Hanya itu yang keluar dari mulut Tuan Anwar. sementara Leon, yang dapat menilai seseorang pun menangkap gerak-gerik yang tidak biasa itu.


( dasar penjilat...) umpat Leon dalam hatinya.


Tuan Anwar pun langsung menyapa para direksi dan pemegang saham tanpa memperdulikan ucapan panjang lebar dari mulut sepupunya itu.


tuan renedi yang mendapatkan respon yang tidak biasa dari tuan Anwar pun mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya karena merasa malu diacuhkan oleh Tuan Anwar.


"selamat pagi semuanya.. Maaf pertemuan ini saya adakan mendadak.."ucapkan Anwar. para direksi dan pemegang saham pun langsung menjawab salam Tuan Anwar.


Orang-orang penting yang berkumpul di ruangan meeting itu pun menunggu ucapan yang akan disampaikan oleh Tuan Anwar. Jujur saja mereka sangat terbebaskan dengan kehadiran Tuan Anwar, mengingat desakan tuan renedy dan Rendy untuk mengangkat keponakannya ini sebagai pemimpin sementara.


"bapak-bapak direksi dan para pemegang saham yang terhormat, bapak-bapak pasti tahu bahwa Putra Saya sedang mengalami kemalangan. sudah dua minggu lamanya Tabuk kepemimpinan perusahaan kosong. berhubung Putra Saya masih dalam kondisi tidak sadarkan diri dan agar kondisi perusahaan dapat diimbangi dan berjalan dengan baik. Karena itulah saya datang ke sini dan bertemu dengan bapak-bapak sekalian. kiranya bapak-bapak memaklumi atas ketergesa-gesaan pertemuan ini." ucap Tuan Anwar.


"saya ke sini ingin membahas mengenai pengangkatan kepemimpinan perusahaan untuk sementara, Saya juga tidak mungkin membiarkan karyawan-karyawan yang sudah mengabdikan dirinya di perusahaan Putra saya menjadi terbengkalai. karena alasan itulah Saya memberanikan diri untuk datang."


"di sini saya sudah memiliki beberapa laporan mengenai keadaan perusahaan selama 2 minggu terakhir ini. saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak semuanya yang mau membantu dan menstabilkan kondisi perusahaan di saat Putra Saya sedang mengalami kemalangan. "


" dan saya juga tidak bisa berlama-lama di sini. saya akan langsung pada intinya saja, saya akan menunjuk satu orang yang akan memimpin perusahaan di luar para direksi dan pemegang saham. saya sudah mempercayai dia sepenuhnya, dan saat ini saya juga akan mempercayainya untuk memimpin perusahaan saat Putra Saya masih dalam kondisi tidak sadarkan diri." ucap Tuan Anwar memulai pada pokok pembahasannya.


sementara Leon dan Arfan yang berdiri di sampingnya hanya diam dan menyimak. bahkan Leon tidak menunjukkan tanda-tanda ke antusiasan karena ia tahu bahwa ia tidak berhubungan dengan perusahaan ini. Iya ke sini hanya untuk menemani Tuan Anwar dalam mengurus perusahaan.


"karena itu saya memutuskan akan menyerahkan kepemimpinan kepada orang itu" ucap Tuan Anwar. sementara tuan renedy dan Rendy mulai berdebar-debar. ada senyum tipis tersungging di bibir mereka.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2