
***
di sisi lain, sudah 2 Minggu lamanya, sejak Leon di angkat jadi pemimpin sementara oleh tuan Anwar. Aditya Masih betah dalam tidur panjangnya.
dua Minggu ini juga Leon sudah memimpin perusahaan Aditya. saat Leon menjadi seorang pemimpin di perusahaan Aditya, satu persatu para penghianat yang ada di kantor Aditya pun mulai tersingkirkan akibat ulah dari Leon. Begitu juga dengan tuan renedy dan anaknya Rendy.
" Arfan, sampaikan kepada para pemenang saham dan para direksi untuk berkumpul di ruangan pertemuan. serta semua karyawan kantor ini. saya ingin mengadakan sidang paripurna." ucap Leon.
hari ini, leon sedang mengadakan sidang paripurna, untuk menangkap dan menjebak para penghianat yang tersebar di perusahaan Aditya. Arfan yang mendengar ucapan sidang paripurna ini Mengerutkan keningnya. ia berpikir, sidang apa ini. kenapa namanya sidang paripurna.
( sidang paripurna..??) batin Arfan. namun Arfan tidak ingin banyak bertanya. ia sesegera mungkin mengumpulkan para pimpinan dan juga karyawan yang tergabung dalam perusahaan itu. tak menunggu lama, Arfan pun Kembali.
" maaf tuan, semuanya sudah saya laksanakan. para karyawan dan pimpinan tim serta kedua para direksi sudah berkumpul di ruang pertemuan." ucap Arfan dengan sopan.
" baiklah, kita kesana sekarang.." jawab Leon dengan dingin. mereka pun langsung meninggalkan ruangan Leon.
dalam hati, Arfan bertanya-tanya. untuk apa sidang ini. apakah ada yang ingin tuan sampaikan..??
tak lama, mereka pun sampai di ruangan tersebut. sesampainya Leon dan Arfan Disana, terjadilah kericuhan. dimana para karyawan bertanya-tanya, apa yang sudah terjadi.
"apa yang sudah terjadi ya...?? kenapa kita dikumpulkan seperti ini. dulu, tidak ada pertemuan apapun kecuali para pemegang saham dan para ketua pimpinan tim.." tanya salah satu karyawan pada temannya.
"aku juga tidak tau. tapi sepertinya ada masalah yang terjadi.." timpal satunya lagi.
"kenapa.. ya.??."
"ada apa ya..??" begitu suara keributan di tempat itu. Leon langsung naik ke atas podium. sejenak ia mengedarkan pandangannya keseluruhan orang yang hadir di ruangan itu.
tiba-tiba, dari arah para karyawan dan para direksi yang terkumpul. salah seorang dari mereka mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
"ada apa tuan Leon mengumpulkan kita semua di ruangan ini..?? apakah tuan Leon ingin mengundurkan diri, karena, sudah dua Minggu menjalankan perusahaan, tak satupun yang kami lihat kinerja tuan.." ucap suara itu menyindir, siapa lagi kalau bukan tuan renedy, yang masih belum terima atas pengangkatan Leon sebagai pemimpin sementara.
mendengar penuturan tuan renedy. para pemegang saham dan para direksi pun menganggukkan kepala mereka. pasalnya memang belum ada satupun yang Leon kerjakan atau menunjukkan kemajuan semasa kepemimpinannya.
"jika tidak mampu katakan saja.. kami juga tidak ingin perusahaan ini mengalami kerugian yang besar akibat ulah orang asing yang memimpin perusahaan ini." ucap Tuan renedi lagi. sementara Rendi hanya diam dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya itu.
Arfan yang mendengarkan penuturan atau sindiran Tuan renedy itupun mengepalkan tangannya kuat-kuat. entah kenapa dalam hatinya, Iya tidak terima Leon dituduh seperti itu.
" tuan_" ucapan Arfan terpotong karena Leon mengangkat sebelah tangannya. ia ingin mengisyaratkan kepada Arfan agar tidak berespon ucapan Tuan renedy itu. Arfan pun tidak melanjutkan ucapannya. namun dalam hatinya, Iya sudah merasa garam sekali.
"Kenapa Tuhan Leon yang terhormat. apakah yang saya sampaikan ini benar adanya..?? cih !! kamu memang hanya orang yang dipungut oleh Tuan Anwar dan menjadikanmu sebagai seorang raja di perusahaan ini. kamu itu tidak pantas memimpin perusahaan yang besar dan bergengsi seperti ini. Kamu cocoknya berada di jalan dan memungut sampah yang ada di sana untuk menyambung hidupmu." ucap Tuan renedy lagi memprovokasi agar Leon terpancing. namun Leon sama sekali tidak terpancing, justru ia memperlihatkan senyum sinis kepada tuan renedy.
para karyawan dan para pimpinan yang terkumpul di ruangan itu pun menjadi bingung. pasalnya CEO mereka ini tidak menanggapi sama sekali. malahan Iya Mei memperlihatkan senyum misteriusnya. tiba-tiba salah satu pimpinan angkat suara.
"benar Tuan Leon, Kenapa Tuan Leon tiba-tiba mengumpulkan kami di ruang pertemuan. kami tak ada waktu mendengar bualan Tuan Leon karena pekerjaan kami masih banyak." ucap salah seorang pemimpin atau ketua tim pemasaran. ruangan pun kembali ricuh.
"saya mengumpulkan kalian karena ingin memberikan peringatan kepada kalian semua. termasuk kepada para pimpinan tim, direksi dan pemegang saham." ucap Leon sambil memberikan tatapan tajamnya kepada para pimpinan tim dan para direksi.
sontak yang ada di ruangan itu terdiam. para pemimpin direksi dan pemimpin tim serta pemegang saham pun mulai bungkam. dari tatapan mata Leon, mereka mulai waspada.
"serta sedikit banyaknya ke pada para karyawan yang bekerja di perusahaan ini." sambung Leon. Iya juga mengedarkan pandangannya kepada para karyawan yang bekerja di perusahaan ini.
"satu persatu dari kalian. dan saya sudah menemukan siapa penghianat yang ada di kantor ini. saya sudah memegang bukti dan saya sudah mendapatkan orangnya. sejauh ini saya masih belum ingin bertindak karena saya harus fokus untuk menjalankan perusahaan Aditya. namun tidak tertutup kemungkinan, saya akan membuat para penghianat itu membayar semua apa yang mereka lakukan. jadi saya ingin menegaskan,!! untuk para pimpinan tim atau direksi serta pemegang saham yang sedang bermain api di belakang layar. segera hentikan tindakan anda dan kembalikan semua apa yang sudah Anda ambil dari perusahaan ini. jika tidak, maka bersiaplah untuk membusuk di penjara. tapi saya orangnya tidak puasan melihat para pengkhianat-penghianat menekam di penjara, Saya lebih suka menyiksa dan menghilangkan kepala pengkhianat itu. jadi, kebusukan kalian telah saya endus, jika kalian tidak berubah dan mengembalikan semua apa yang telah kalian ambil pada perusahaan ini, maka bersiap-siaplah kemungkinan akan terjadi." ucap Leon panjang lebar.
"dan untuk para karyawan pekerja di perusahaan ini. selama dua minggu ini saya sudah memantau kinerja kalian, jika kalian tidak sanggup menjalankan kewajiban kalian sebagai seorang karyawan. maka silahkan untuk mengajukan surat pengunduran diri. Saya tidak menerima karyawan yang hanya memberatkan karyawan lain serta hanya memerintah saja. di sini juga tidak ada sistem senior dan junior. yang tergabung di perusahaan ini adalah para pekerja. sekali lagi saya sampaikan, Saya bukan orang yang berhati baik dan berlapang dada. kalian berada di perusahaan ini dan bekerja di sini mendapatkan gaji. jadi saya ingatkan lagi, kerjakan apa yang menjadi pekerjaan kalian atau segera angkat kaki dari perusahaan ini." ancam Leon lagi.
sejenak ruangan itu kembali menjadi hening. orang-orang yang merasa mengkhianati perusahaan merasa takut melihat dan mendengar ancaman dari Leon yang sepertinya tidak main-main. mereka mulai berkeringat dingin dan menggigil. tapi dengan pandainya mereka dapat menguasai diri. mungkin orang awam tidak akan mengerti bahwa mereka sedang ketakutan. tapi tidak dengan Leon dan Arfan. Arfan yang melihat ketakutan para pemimpin tim dan para direksi serta pemegang saham pun sangat berbangga kepada tuan barunya ini.
( hebat tuan..!! saya benar-benar sangat luas melihat ketakutan-ketakutan para penghianat itu..!!) ucap Arfan.
__ADS_1
Arfan sebenarnya tidak mengetahui bahwa Leon dalam waktu 2 minggu ini sedang melakukan penyelidikan pada perusahaan Aditya. karena ia ditugaskan untuk fokus menjalankan perusahaan Aditya. ternyata ini alasannya. namun Arfan tidak marah atau melakukan sesuatu yang merugikan Leon. justru ia bangga dengan apa yang telah Leon sampaikan.
"untuk tuan renedy dan para komplotannya. kalian jangan berpikir aku tidak mengetahui apa-apa yang telah kalian lakukan di belakang Aditya. jika kalian tidak mengembalikan apa yang sudah kalian gelapkan dari perusahaan, maka siap-siaplah dengan apa yang saya sampaikan. Saya tidak main-main.." tekan Leon lagi. tentu saja sebagian besar yang terkumpul dari perusahaan Itu mengetahui Siapa tuan renedi sebenarnya. Iya adalah paman dari Aditya yang sok berkuasa di perusahaan keponakannya. bahkan tak tanggung-tanggung Tuan renedy memperlihatkan kesombongannya.
Tuan renedi yang mendapatkan peringatan khusus dari Leon, meneguk salivanya dengan susah payah. ia tidak menyangka bahwa Leon akan menargetkan nya.
setelah Leon menyampaikan Apa yang perlu ia sampaikan di rapat paripurna ini. Leon dan Arfan pun langsung meninggalkan ruang pertemuan. Mereka pergi tanpa menyampaikan apapun lagi.
sepeninggalan Leon dan Arfan, ruangan tersebut kembali ricuh. para pemimpin direksi dan pemegang saham pun mulai memprotes mengenai peringatan yang telah Leon berikan kepada mereka. yang tidak terlibat, mereka hanya diam mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh Leon. tentu saja bagi mereka yang tidak melakukan apapun atau menghianati perusahaan Aditya, mereka cukup senang dengan adanya peringatan dari Leon. pasalnya mereka sudah bosan dan lelah diatur-atur seperti itu.
beda halnya dengan para pemimpin yang melakukan penghianatan di belakang Aditya, apalagi tim tuan renedy dan Rendy. mereka sangat geram mendengar peringatan dari Leon. tapi tak menyurutkan keinginan mereka untuk kembali melakukan kesalahan itu. bahkan mereka dengan terang-terangan mencibir peringatan dari Leon. mereka mengatakan Leon hanya mengancam tanpa bisa melakukan apapun.
setelah itu, para karyawan dan pimpinan pun langsung membubarkan diri. satu persatu dari mereka mulai keluar dari ruang pertemuan itu. setelah mendapat peringatan dari CEO mereka, kini mereka tak berani melimpahkan pekerjaan yang sudah dibebankan kepada mereka itu, memberikannya lagi kepada orang lain.
suasana yang ada di kantor tersebut menjadi hening dan mencekam setelah Leon memberikan peringatan. para karyawan yang sering malas-malasan menjadi takut mendengar ancaman dari Leon.
***
di sisi Leon dan Arfan. mereka masuk ke dalam ruangan Leon ternyata di dalam ruangan sudah ada Tuan Anwar yang menunggu kedatangan mereka. pasalnya Tuan Anwar baru saja mendapat kabar bahwa Leon sedang mengumpulkan para pimpinan dan para karyawan untuk memberikan peringatan kepada mereka. setelah Tuan Anwar mendapat informasi dari suruhannya, Iya pun langsung segera bergegas ke kantor Aditya. pasalnya Tuan Anwar juga ingin mengetahui apa yang sudah mereka lakukan di belakang Aditya.
Leon dan Arfan sedikit terkejut melihat keberadaan Tuan Anwar di ruangan CEO. namun mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Leon pun langsung menyapa Tuan Anwar.
"Om apa kabar... kenapa Om tidak mengabari Leon Kalau Om akan ke sini.." ucap Leon sambil menyalami tangan Tuan Anwar.
"tidak apa-apa. om hanya ingin mengetahui tentang rapat paripurna yang kamu adakan tadi.. Jujur saja Om sangat penasaran, bolehkah Om mengetahui sesuatu.." ucapkan Anwar lagi. Leon pun tersenyum. Arfan yang masih memiliki banyak pekerjaan pun segera undur diri dari sana dan memberikan ruang kepada tuan Anwar dan Leon untuk mengobrol.
"Baiklah Om.. Leon akan ceritakan semuanya." ucap Leon. Mereka pun langsung mengambil posisi duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
***bersambung***
__ADS_1