
Aditya membelakangi Jimmy yang sedang memberikan sedikit nasihat kepadanya.
( bukan tidak mempermasalahkan tuan, tapi kata-kata yang tuan lontarkan sudah menyakiti hati nya. aku hanya takut, nona Nisa benar-benar sakit hati dan tidak memperdulikan tuan lagi.. ah.. tapi ya sudahlah, to juga bukan aku yang sakit hati nanti. awas aja kamu dit, kalau menyeret ku dalam masalah mu nanti, aku jadikan bubur kamu.) batin asisten Jimmy, ia merasa geram dengan kelakuan Aditya.
"tapi dit, aku sebagai asisten sekaligus sahabat kamu cuma ingin mengingatkan, kamu boleh hilang ingatan, tapi jangan sampai hilang akal juga sampai harus menuduh orang seperti itu. ingat ya bro penyesalan tidak datang di awal." ucap Jimmy lagi.
Aditya yang memang belum tertidur itu, merasa khawatir mendengar ucapan terakhir dari Jimmy. Iya benar-benar takut jikalau Iya memang melakukan kesalahan.
***
Di tempat lain, Nisa dan Dewi sudah sampai di sebuah mall yang baru buka itu, tampak mall tersebut sangatlah ramai dari pengunjung, dari segi arsitektur atau bangunan nya juga sangat mewah Dewi menatap gedung itu dengan tatapan takjub.
"wah..!! mewah sekali.. ayo Nis kita masuk, aku sudah tidak sabar ingin melihat di dalam gedung ini." ucap Dewi langsung menyeret Nisa kedalam. sementara Nisa hanya menggelengkan kepalanya melihat keantusiasan temannya ini.
" iya pelan-pelan dong wi, gedung nya ngak akan lari.." protes Nisa karena ditarik paksa oleh Dewi. Dewi pun berhenti dan tersenyum.
"hehehe... sorry, habisnya kamu lelet banget sih, aku sudah tidak sabar ingin melihat kedalam." ucap Dewi sambil cengengesan. setelah itu, mereka berdua pun langsung menyeret langkah mereka masuk kedalam gedung. disana mereka tak hanya melihat lihat, mereka juga membeli barang barang yang menurut mereka cantik dan membuat mereka tertarik. saat mereka sedang asik memilih, Tiba-tiba ada yang memanggil nama Nisa.
"Nisa..!!" ucap suara itu. Nisa yang merasa terpanggil pun menghentikan aktivitas nya dan Melihat kearah sumber suara. Nisa Melihat sosok yang dulu pernah mengisi hatinya sedang berdiri tepat di depannya, Siapa lagi Kalau bukan Aska Dinata. Dewi yang melihat Aska langsung merasa tertarik, ia mengedip-edipkan matanya melihat kegantengannya Aska.
"Aska..." lirih Nisa. Aska tersenyum melihat perempuan yang sejak lama ingin ia temui, berdiri di depan nya. Aska merasa sangat senang bisa bertemu dengannya lagi.
"hai Nis... apa kabar, lama tak ketemu.." sapa Aska. Nisa masih belum merespon, ia sebenarnya ingin menghindari Aska atau pun Dedi, tapi selalu bertemu di waktu yang tidak di sangka sangka. seperti dunia memang lah kecil, sampai-sampai mereka harus bertemu lagi. Dewi yang melihat Nisa bengong, ia langsung menyenggol lengan sahabatnya itu.
"Nis, ditanya kok malah bengong... jawab dong.." bisik Dewi. Nisa pun langsung tersadar. ia melayang kan tatapannya kepada Dewi, sementara yang ditatap hanya tersenyum manja.
__ADS_1
"hais...." ucap Nisa sambil memutar bola matanya malas. Aska yang ada disana hanya tersenyum melihat kelucuan perempuan pujaannya itu.
"hai juga kak,.." ucap Nisa dengan seadanya. namun tidak masalah bagi Aska, baginya itu wajar, bertahun-tahun tidak bertemu, pasti ada kecanggungan diantar mereka.
" kalian sedang jalan-jalan juga ya.. ?? datang sama siapa..?? berdua aja..??" tanya Aska dengan perhatian.
"oh iya, karena kita baru bertemu lagi. kita ngobrol sebentar ya, sambil makan dan minum.. mau ngak..?? biar aku yang traktir." ucap Aska kepada keduanya. tiba-tiba dari arah belakang, Vivi datang.
"kak...!!" panggilnya. Vivi berlari menghampiri kakaknya sambil membawa beberapa tentengan di tangannya.
Nisa, Dewi dan Aska mengarahkan pandangan mereka ke arah sumber suara. di sana mereka mendapati Vivi yang sedang berlari dengan tentengan di tangannya. sesampainya Vivi di sana, ia terkejut melihat Nisa juga di sana.
"hai Nis apa kabar..??!!" ucap Vivi dengan heboh. Vivi tak menyimpan rasa apapun kepada Nisa, Iya tetap menganggap Nisa sebagai temannya. Iya juga tidak peduli jika kakaknya Aska memilih perempuan lain ketimbang Nisa.
"hai ngobrol dulu yuk kita udah lama nggak ketemu..." ucap Vivi dengan riang gembira. Aska yang mendengar ajakan adiknya itu pun menjadi senang.
( bagus Vi ajak terus sampai Nisa mau..) batin Aska. Nisa ingin mencari alasan agar tidak ikut bersama mereka, Namun sepertinya terbaca oleh Vivi.
"ayolah Nis.. kita udah lama tidak bertemu, masa iya kamu tidak rindu kepadaku. kalau kakakku Kamu tidak usah pedulikan dia." ucap Vivi sambil melirik kakaknya. Aska menjadi gemas sendiri kepada adiknya, ia ingin protes namun tidak jadi. Vivi terus membujuk Nisa agar mau mengobrol bersama mereka sebentar. karena ajakan Vivi akhirnya Nisa mengiyakan.
"baiklah.." ucap Nisa dengan pasrah. padahal Ia ingin menghindar dari Aska, Iya bener-bener tidak ingin ada hubungan lagi dengan mereka.
Mereka pun langsung masuk ke cafe yang ada di gedung itu. ketika sudah dapat tempat duduk mereka langsung memesan makanan yang mereka inginkan. sambilan memesan makanan, Vivi dan Nisa bercakap-cakap.
"Nis lama tidak bertemu kamu makin cantik aja." ucap Vivi. Vivi tidak berniat untuk menggoda Nisa, namun benar adanya bahwa Nisa benar-benar terlihat berbeda sekarang.
__ADS_1
"masa sih, menurut aku biasa aja sama aja waktu kita SMA dulu.." ucap Nisa berkilah. tapi dalam hatinya sudah bersorak kegirangan mendengar pujian itu.
"hais.. aku beneran loh.. Oh iya, Bagaimana kabar teman-teman yang lain. Ros, Lilis dan Lisa. kalian masih berkomunikasi..??" tanya Vivi lagi.
"mereka baik-baik saja. dan tentu saja kami masih berkomunikasi dengan baik. " ucap Nisa lagi.
"lalu di mana mereka sekarang Nis.. mereka kuliah juga..??" tanya Vivi lagi. Nisa menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh Vivi sesekali mereka saling melempar godaan satu sama lain.
"Oh iya terus kesibukan kamu sekarang apa..??" tanya Vivi kepada Nisa. saat mereka sedang bercakap-cakap, tiba-tiba pesanan mereka datang.
"permisi kak, pesanannya.." ucap pelayan itu. Mereka pun langsung menyambut baik makanan gratis itu. setelah pelayan itu meletakkan pesanan mereka di atas meja nelayan itu pun langsung meninggalkan tempat mereka. sementara Aska hanya diam dan menyimak pembicaraan Vivi dan Nisa sambil terus memandangi wajah cantik Nisa.
"makan dulu baru sambung lagi ngobrolnya.." ucap Aska menghentikan perempuan-perempuan itu mengobrol. Vivi dan yang lainnya pun menurut, berhubung makanan yang mereka pesan telah datang, mereka memilih untuk memakan makanan mereka terlebih dahulu.
seketika suasana hening itu terjadi, entah apa yang ada di pikiran masing-masing Vivi juga tidak biasanya diam ketika sedang makan. tak lama acara makan-makan Mereka pun selesai.
"Nis, Aku ingin berbicara sebentar kepadamu..!!" ucap Aska memberanikan diri. Nisa sebenarnya malas berurusan lagi dengan Aska, Namun karena Aska sudah berada di depan matanya, Nisa tidak punya pilihan lain untuk menolak permintaan dari Aska.
"Maaf ya Kak sebenarnya Nisa sangat malas barusan lagi dengan Kakak, tapi karena kakak ingin menyampaikan sesuatu, maka Nisa hargai. tapi jangan lama-lama ya.." ucap Nisa dengan ketus.
karena mereka berdua butuh private, Dewi dan Vivi pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua di sana. sepeninggalan Vivi dan Dewi, Aska mulai bersuara.
"Nis, Aku mau minta maaf.. maafkan aku karena dulu meninggalkanmu begitu saja tanpa kabar. Aku ingin kita menyambung hubungan kita kembali." ucap Aska tanpa bertele-tele, karena ia tahu Nisa bukanlah perempuan yang suka bertele-tele. mendengar penuturan itu, Nisa sedikit memijat kepalanya.
***bersambung***
__ADS_1