HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
70. paket komplit


__ADS_3

"Tidak Ayah, aku setuju kalau seandainya Kakak max yang memegang kendali perusahaan ayah. biarkan Kakak max yang memegang kendali dan kami semua akan bertanggung jawab menjalankan perusahaan itu. taruh saja perusahaan itu adalah perusahaan induk. dan untuk tujuan Kakak masing-masing, silahkan dirancang dan direncanakan. hitung-hitung kita berkontribusi untuk membuka lapangan pekerjaan."jelas bisa lagi. mendengar penuturan bijak dari Nisa itu, semuanya pun mengangguk setuju.


Pak Juna Ibu Nita dan Tuan Albert pun menganggukkan kepalanya tanda mereka menyetujui apa yang diutarakan oleh Putri satu-satunya. Iya negara ini adalah negara berkembang dan sangat sulit mendapatkan lowongan pekerjaan. jadi tidak ada salahnya mereka membangun perusahaan dan membuka lapangan kerja bagi yang membutuhkan.


"Iya Tuan Albert, Saya rasa saya sepemikiran dengan Putri kita. biarkan anak max yang memegang kendali perusahaan dan ketujuh anak-anak akan menjalankannya secara bersamaan. namun tidak ada salahnya juga jika mereka ingin membuka usaha yang mereka inginkan. hitung-hitung untuk membuka lapangan pekerjaan di negara ini."Ucap pak Juna menyetujui ide dari putrinya.


"benar Pak Juna, Saya juga setuju. jadi sudah Ayah putuskan. max sebagai anak pertama akan memegang kendali perusahaan dan kalian semua juga harus ikut andil untuk menjalankannya."ucap Tuan Albert .


mau tidak mau, setuju tidak setuju, mereka harus menjalankan perintah itu. mereka semua seolah mendadak jadi lemas dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sofa. melihat itu Pak Juna pun terkekeh.


"kenapa memangnya. Tidak ada salahnya kan kalian membantu Ayah kalian untuk memimpin perusahaan. lagi pula kalian harus menjadi orang hebat, kaya, mapan dan dermawan. juga persiapan untuk kalian mendapatkan menantu menantu cantik untuk bapak dan ibu serta ayahmu."ucap Juna menggoda ke-6 Putra angkatnya itu. mendengar ucapan sang bapak Nisa pun terkekeh.


"Nisa setuju Pak... kakak-kakak Nisa sudah berumur kepala tiga, tapi mereka masih belum menikah dan memberikan keponakan untukku."ucap Nisa polos.


Tuan Albert pun ikut menimpali, namun keenam pemuda itu malah melotot kepada Nisa. melihat tatapan tersebut Ibu Nita pun ikut terkekeh.


"Kenapa nak. Ibu rasa bukan hanya bapak dan Ibu saja yang menginginkan cucu dari kalian. tapi ayah kalian juga, bukan begitu Tuan Albert?"tanya ibu Nita.


Tuan Albert pun ter senyum dan setuju dengan apa yang sudah diutarakan oleh Pak Juna. tentu saja di usia yang sekarang ini Tuan Albert menginginkan cucu sebagai pelengkap semasa ia hidup di dunia.

__ADS_1


"hai.. terserah Ayah Ibu sajalah." ucap max pasrah begitu juga dengan yang lainnya. melihat wajah pasrah itu Nisa tersenyum.. dalam hati ia benar-benar bahagia karena mendapat paket komplit, Ia mempunyai dua orang tua yang benar-benar mencintainya dan keenam saudara laki-laki sekaligus serta satu saudara perempuannya. saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba handphone max berbunyi tanda panggilan itu berasal dari Aditya.


setelah mengenal keluarga Nisa dan mengetahui jalan cerita hidupnya Aditya sangat dekat dengan keenam kakak angkatnya, seolah mereka adalah soulmate. setiap Aditya ini menghubungi Nisa terlebih dahulu ia akan menghubungi max untuk menghormati max


sebagai kakak tertua nisa.


Tut..


"halo dit...."ucap max mengangkat panggilan itu. sebelum mengangkat terlebih dahulu max sudah menjauhkan dirinya dari keramaian keluarganya agar tidak mengganggu percakapan mereka.


"sedang di mana Bang? Aku ingin bertemu ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepada Abang..."ucap Aditya di dalam telepon itu.


" Oh tapi kita bisa bertemu nggak Bang.?"tanya Aditya dengan sopan. next berfikir barangkali Aditya membutuhkan bantuan atau saran darinya.


tentu saja setiap Aditya menemukan kebuntuan dan memiliki banyak pemikiran atau ia merasa tidak tenang, Iya akan mencari max atau Arthur untuk curhat kepada mereka. Tak jarang keduanya pun selalu memberikan solusi dan jalan yang terbaik untuk Aditya. selama mereka mengenal Aditya pun mereka benar-benar cocok kepadanya. ditambah lagi Aditya adalah laki-laki yang tidak mudah akrab dengan orang lain namun cukup penyayang kepada keluarganya.


""bisa tapi tidak sekarang dit. besok saja bagaimana... karena sampai malam nanti Abang masih memiliki beberapa kegiatan bersama dengan saudara-saudara yang lain termasuk Nisa."ucap max.


tentu saja max berniat mengajak semua saudaranya untuk berdiskusi tentang rencana mereka kedepannya. iya ingin menyampaikan maksud dan tujuannya untuk ikut kedua orang tua angkatnya ini kembali ke desa jati dan membangun usaha di sana. Jadi sebelum Ia memutuskan terlebih dahulu max harus menyampaikan hal ini kepada saudara-saudarinya.

__ADS_1


"baiklah bang. nanti akan Aditya sesuaikan. tapi besok Abang benar-benar free kan..?"tanya Aditya lagi memastikan bahwa max tidak ada kegiatan lain agar kapanpun waktu yang ia minta tidak mengganggu pekerjaan max.


"Iya besok Abang tidak memiliki kesibukan. tapi walaupun rasanya sibuk besok Abang akan usahakan untuk bertemu denganmu."ucap next lagi di dalam telepon.


"Baiklah Bang kalau begitu. nanti Aditya kabari lagi..."ucap Aditya lagi. setelah mereka berbicara panjang lebar akhirnya mereka mengakhiri panggilan itu. setelah panggilan itu berakhir max kembali bergabung dengan keluarganya.


"Kak Adit ngomong apa Kak?"tanya Nisa dengan keponya.


"Oh tidak ada Adit hanya mengatakan ingin bertemu dengan kakak . sepertinya Ia memiliki masalah atau kendala dalam perusahaannya."jelas max sambil mengambil gelas yang berisi minuman dan menitiknya habis.


Arthur pun juga paham dia tidak bertanya lagi mengenai masalah Aditya yang menelponnya. mereka mereka pun mulai bercakap-cakap sambil sesekali tertawa sebelum membahas beberapa pembahasan penting mengenai masalah dan rencana kedepannya.


***


di tempat lain di sebuah perusahaan Bramasta group. keadaan perusahaan itu sedang kacau dan ketar-ketir setelah Nisa mengirimkan beberapa situs berbahaya bagi data-data itu. petugas-petugas it banyak yang mengangkat tangan mengenai masalah situs-situs yang menyerang perusahaan itu. tak hanya data-data perusahaan, data-data pengguna it pun ikut diserang oleh situs-situs berbahaya. perusahaan Bramasta group ini benar-benar diambang kehancuran. terlihat Tuan volcan duduk di bangku kebesarannya sambil memijit-mijit pelipisnya. Iya benar-benar merasa frustasi dengan semua ini.


"sialan Siapa yang sedang bermain-main denganku. aku harus menyelidiki orang ini, aku tidak mungkin membiarkan perusahaan yang susah payah aku dapatkan dari keluarga Bramasta itu harus berada di ambang kehancuran. ini akan sangat merugikan usahaku selama bertahun-tahun."ucapkan volcan dengan bingung. Iya terus memijit-mijit pelipisnya seolah ia tidak tahu harus melakukan apa. tiba-tiba asisten kepercayaannya yang bernama Lukas masuk ke ruangannya dengan tergesa-gesa.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2