HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
57. mendapat kabar peri merah


__ADS_3

"Benarkah kamu adalah peri merah." tanya mereka, mereka menjuluki Renata sebagai peri merah.


karena merah itu melambangkan kekuatan serta pertanggungjawaban. sesuai dengan sosok Renata yang memiliki kekuatan serta pertanggungjawaban yang besar kepada anggotanya maupun keluarganya.


"Iya.. Bagaimana kalian di sana?"tanya Renata lagi yang sudah menjadi Nisa.


"kami baik-baik saja, hanya saja kami sudah tidak melakukan atau bergerak untuk melakukan misi apapun. kami juga hanya menutup diri dan organisasi ini kepada khalayak ramai. tapi jika seandainya kamu adalah peri merah, kenapa baru hari ini kamu menghubungi kami. dan juga kami tahu bahwa peri merah itu sudah 4 tahun yang lalu meninggal karena kecelakaan tunggal. "ucap mereka sedikit tidak percaya walaupun bisa sudah menyertakan kode-kode itu.


melihat keraguan kepada anggota-anggotanya itu, Nisa pun mulai bercerita dari awal sampai akhir.


Bagaimana iya berpindah kepada tubuh seorang gadis, Iya juga langsung menjelaskan kondisinya saat ini. setelah membahas tentang dirinya, Iya juga langsung meminta tolong kepada mereka untuk menyelamatkan sang ayah yang masih dikurung di dalam penjara bawah tanah.


"aku sudah menceritakan kehidupanku kenapa aku bisa hidup di tubuh yang berbeda, sekarang aku mau meminta tolong kepada kalian untuk menyelamatkan ayahku di penjara bawah tanah di manapun itu."ucap Nisa kepada kelompok itu mereka pun langsung menyanggupinya.


"baiklah, akan segera kami urus.." ucap kelompok itu. sebelum ia meminta tolong, terlebih dahulu, Nisa sudah memeriksa kawanan itu, apakah mereka masih setia pada nya. atau tidak. ternyata dari sekian banyak anggotanya, hanya tinggal beberapa saja yang masih setia padanya.


untuk menyambung hidup, mereka mengerjakan pekerjaan lain. namun, selepas kepergian Renata, mereka tidak lagi mengambil dan menerima misi apaun. karena itu, sebagIan dari mereka keluar dari kelompok itu.


"terimakasih kak. setelah misi ini selesai, aku ingin bertemu dengan kalian serta ayahku. setelah nanti kita bertemu, kita akan membicarakan lagi tentang kelompok kita. kakak bisa menghubungi saya nanti di nomer ini." ucap Nisa langsung memberikan kontak itu pada mereka.


bukannya Nisa tidak ingin turun tangan untuk menyelamatkan ayahnya. namun, ia juga harus memikirkan nasib kedua orang tuanya saat ini.


apa bila, ada yang mengetahui keberadaan nya sebagai Nisa, tidak tertutup kemungkinan kedua orang tuanya disini dan juga keluarganya yang lain dalam bahaya. sementara, untuk membalas keluar pamannya itu, Nisa sudah memiliki cara.


namun, ia harus menyelamatkan ayahnya terlebih dahulu, baru rencana itu akan ia lakukan. tiba-tiba, terdengar ketukan pintu dari luar.


tok tok tok suara ketukan pintu.


" Nisa, nak. ayo turun waktunya makan malam." ucap suara itu, yang merupakan suara milik sang ayah.


" iya pak. Nisa sebentar lagi turun." teriaknya.


"ya sudah, bapak sama ibu tunggu di meja makan ya." ucap pak Juna langsung turun ke meja makan.

__ADS_1


setelah mendapat panggilan, Nisa pun Kembali menutup situs nya dan keluar bergabung dengan ayah dan ibu nya.


***


di pihak black jocer.


mereka terus menyunggingkan senyum setelah mengetahui fakta, bahwa perempuan satu satunya yang sangat mereka lindungi dan cintai ternyata masih hidup. walaupun ia sudah berbeda tubuh.


"kak max, aku sangat senang dan bersemangat sekarang. apa lagi peri merah kita sudah kembali. kak, sebaiknya misi itu segera kita selesaikan, agar kita segera bertemu dengan peri merah itu. aku sangat merindukan nya." ucap lion kepada max.


beberapa orang yang bertahan setelah kepergian Renata, merupakan orang yang sangat dekat dengannya.


salah satunya adalah max dan Lion. semenjak kepergian Renata untuk selamanya, mereka langsung memutuskan untuk berhenti dalam pekerjaan ini.


namun sebagian besar dari mereka, keluar dari komplotan itu dan bergabung dengan kelompok lain.


sementara yang tersisa, menutup identitas mereka sebagai kelompok black jocer, yang merupakan kelompok yang disegani dalam dunia hitam itu.


"kamu benar, cepat panggil yang lain. kita akan segera rundingkan. lebih cepat lebih baik." ucap max.


"hey..." sapa mereka dengan ala anak muda.


"Hay. maaf ya, kita panggil nya mendadak." ucap max kepada ketiga nya.


ia tahu, ketiganya sedang bekerja. Jack merubah namanya jadi di panggil Al apa bila sedang berada di luar, kardo merubah namanya menjadi gerli atau di sebut Li.


sementara Austin tetap dengan nama panggilan nya yaitu tin. mereka bertiga bekerja serabutan, yang pasti ada uang untuk menyambung hidup mereka. karena mereka tidak memiliki keluarga lain, alias yatim-piatu.


"tidak apa max. lagi pula kita juga merindukan tempat ini." ucap mereka langsung duduk dan berdiskusi.


mereka belum tau, kalau Renata masih hidup walau dengan tubuh yang berbeda.


hubungan mereka sangat dekat sudah seperti saudara, bahkan dari kelima orang itu, Renata sudah memperkenalkan mereka kepada keluarga nya, walaupun hanya kepada ayah dan ibunya saja.

__ADS_1


"maaf bro. ini semua mendesak. terjadi di luar kuasa kita. pasti kalian sudah mengetahui kan, kalau keluarga Renata ditahan oleh pamannya. jadi, kita harus bisa menyelamatkan paman Albert. karena, Hanya ada dia sekarang. sementara Tante Ayana dan kakek James sudah meninggal." jelas max.


"kenapa lama banget sih perintah nya bro. aku udah siap dari dulu. tinggal nunggu perintah dari kamu aja lagi, sebagai orang yang memegang kendali sekarang." ucap cardo.


max tersenyum, ia belum siap mengatakan kebenaran tentang Renata. max ingin mereka fokus menyelamatkan paman Albert terlebih dahulu.


" kalau begitu, kapan kita akan bergerak, karena sepertinya pengamanan di keluarga paman Renata itu pasti di perkatat."ucap Lion.


" kemarilah." max pun langsung mengajak mereka melihat kelayar monitor.


sebelum nya beberapa jam yang lalu, Nisa sudah memberikan informasi mengenai keberadaan ayah nya. mereka pun menatap layar monitor itu sesaat.


setelah itu, mereka mulai menyusun rencana. setelah itu, mereka kembali mengeluarkan senjata api mereka yang sudah pensiun selama 4 tahun ini.


"akhirnya, kalian keluar juga." lirih mereka sambil mengelus senjata api itu.


mereka pun mulai bersiap-siap. untuk aksi penyelamatan, mereka akan melakukannya masing-masing. namun sebelum mereka beraksi.


max dan yang lainnya, kembali membuka situs lama yang bisa melacak keberadaan anggota mereka kala itu.


saat mereka buka, mereka tercengang melihat satu pesan singkat yang masuk sekitar 3 tahun yang lalu. disana di jelaskan bagaimana kondisi paman Albert, dan juga mengenai Tante Ayana dan kakek James yang sudah meninggal.


informasi itu berasal dari Arthur. ia mengatakan untuk menyelamatkan paman Albert waktu itu. mereka pun saling memandang.


seketika, max langsung membalas pesan itu dengan jantung yang berdetak kencang. sesaat mereka larut dalam obrolan itu, karena sebetulnya Arthur sudah lama menunggu balasan itu.


"kampret..!!. kenapa kalian lama sekali membalas nya. aku sudah tidak kuat melihat penderita paman Albert. segeralah kalian kelokasi ini. aku sudah menunggu kalian. " ucap Arthur. mereka saling melepas pandangan. jujur saja, walaupun Arthur yang paling penurut, tapi mereka meragukan nya. apa lagi Arthur sudah keluar dari kelompok black jocer.


"tapi, apakah kamu bisa kami percaya ?" balas max.


" tenang saja, walaupun aku sudah keluar dan dapat pekerjaan. namun aku tidak berhianat, akan aku ceritakan alasan ku nanti. cepatlah aku menunggu." akhirnya tanpa ragu lagi, mereka langsung pergi kelokasih tersebut. mereka berpikir, Kalau Pun Arthur berbohong, mereka pasti bisa melewati nya.


***

__ADS_1


saat ini, Nisa sedang berusaha untuk memejamkan matanya. setelah membahas beberapa hal kepada ayahnya mengenai masalah pabrik. setelah pembahasan singkat itu, disini lah Nisa sekarang. tidur diatas kasur, dengan perasaan gelisah.


***bersambung***


__ADS_2