
"Sudahlah Kak. ini kan usaha milik Kakak, jadi sudah sepantasnya Nisa membeli rumah itu... ayo turun, ayah dan ke-6 saudaraku pasti sudah sangat lelah dan ingin istirahat."ucap Nisa lagi.
setelah mengatakan hal itu, mereka semua pun langsung turun dari mobil Aditya dan juga mobil Jimmy yang ada di belakang mobil itu.
Sementara, Aditya masih memasang wajah seperti di tekuk.😒 namun, tak lama, ia juga ikut turun
selepas mereka turun dari mobil itu, mereka pun semua langsung masuk ke dalam rumah mewah itu. setelah mereka semua masuk ke dalam. Nisa pun menunjukkan satu persatu kamar ke-6 saudara dan ayahnya sementara Nisa di sana tidak memiliki kamar.
setelah mereka mendapat kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu. setelah itu, mereka kembali berkumpul di ruang tamu dan saling berbincang untuk melepas Rindu masing-masing.
berhubung Aditya tidak memiliki kepentingan penting di pagi hari akhirnya Ia memutuskan untuk pergi ke kantor setelah jam makan siang karena jam 03.00 ia sudah ada janji bertemu dengan para kliennya.
saat mereka sedang berbincang ringan, tiba-tiba Nisa kembali bertanya kepada Kak Aditya untuk membeli satu buah rumah lagi dengan serupa rumah yang mereka tinggali ini.
"Oh iya kak, Nisa mau tanya ?. Apakah kakak masih memiliki rumah yang sama persis dengan ini.? maksudnya paket komplit tanah dan rumahnya.?"tanya Nisa kepada Aditya. Aditya mengerutkan keningnya kembali.
"Kakak masih memiliki satu buah rumah masih lokasinya di sekitar daerah ini. tapi buat apa kamu membeli rumah lagi ? Sementara ayah dan ke-6 saudaramu sudah mendapat tempat tinggal.?" tanya Aditya dengan penasaran Begitu juga dengan yang lainnya.
"Iya nak, Untuk Apa Lagi kamu membeli rumah. rumah ini sudah lebih dari cukup untuk menampung kami semua."ucap Tuan Albert pada Nisa. Nisa pun tersenyum menanggapi pertanyaan ayahnya itu.
"Oh begini Ayah, Nisa ingin membeli 1 buah rumah lagi untuk Nisa dan kedua orang tua Nisa yang masih di kampung saat ini. walaupun mereka tidak menetap, namun setidaknya mereka juga memiliki rumah di tempat ini."terang Nisa kepada ayahnya.
"Oh.. Ayah pikir kamu ingin membeli rumah untuk pajangan saja, seperti hal biasa kamu lakukan waktu itu."ucapan Albert dengan candaannya.
Aditya pun masih belum mengerti arah jalan cerita itu, walaupun ia hanya menurut saja. namun Aditya masih bingung mengenai silsilah ini.
"maksudnya bagaimana Nis ?. Kakak masih belum mengerti, jujur saja Kakak masih bingung dengan ini semua. kamu menyebut Om Albert sebagai Ayah kamu dan mereka adalah saudara-saudara kamu. tapi bagaimana dengan orang tua kamu yang di kampung saat ini.?"tanya Aditya dengan pelan dan dipenuhi dengan rasa penasaran. mendapat pertanyaan seperti itu lagi-lagi Nisa tersenyum, dengan pelan Ia pun menjelaskan kepada mereka semua.
iya mulai bercerita saat ia menjadi Renata terlebih dahulu, kemudian Ia juga beralih membahas mengenai kecelakaan tunggal yang dialaminya dan berakhir di tubuh seorang gadis SMA yang duduk di bangku kelas 2 IPS 1.
kemudian Ia juga menceritakan Bagaimana kehidupannya sehari-hari dengan kedua orang tuanya ini. sampai akhirnya ia mendapat kabar bahwa keluarganya semasa menjadi Renata mendapat musibah. dari situlah Nisa kembali menampakkan dirinya sebagai Renata dan kembali menghubungi saudara-saudara nya untuk menemukan ayahnya yaitu Paman Albert.
__ADS_1
Nisa bercerita cukup panjang. berbagai pertanyaan terlontar dari mulut mereka akibat masih belum mempercayai tentang adanya perpindahan jiwa ini. dan dengan sabar juga bisa menjawab pertanyaan mereka. akhirnya Nisa selesai menceritakan kisahnya dan mereka pun mengganggu tanda mengerti tentang apa yang sudah dialami olehnya.
"Oh.. ternyata seperti itu. kami benar-benar tidak habis pikir ada keajaiban seperti ini.. namun aku sangat bersyukur akhirnya bertemu denganmu dan juga keluargamu. dan aku juga meminta kepadaMu untuk segera memperkenalkan aku kepada keluargamu yang ada di desa jati."ucap Aditya kepada Nisa.
"Karena itulah aku menanyakan perihal rumah kepada mu kak. agar aku bisa mengajak keluargaku untuk datang ke tempat ini, jadi tidak harus berdesak-desakan di rumah ini bersama dengan ayah dan saudaraku yang lain. tidak apa-apa kan yah...?"tanya Nisa kembali beralih menghadap kepada ayahnya. Tuan Albert pun tersenyum.
"tentu saja anakku. saat ini, kamu bukanlah milik kami sendiri, kamu juga sudah memiliki keluarga kandung. jadi ayah Hanya mengingatkan kepadamu agar taat dan menuruti semua perintah kedua orang tuamu selagi itu masih kategori wajar."ucap Tuan Albert menasehati putrinya itu. Nisa pun tersenyum menganggukkan kepalanya dan memeluk ayahnya itu.
"tentu saja Ayah. dan terima kasih karena sudah bertahan dan sembuh untuk bertemu denganku sekali lagi. dan juga terima kasih untuk ke-6 saudaraku yang sudah bertahan dan setia. sekarang ini Nisa sudah putuskan, kita bukan lagi kelompok black Joker, tetapi merupakan saudara. dan Nisa juga sudah menyiapkan beberapa pekerjaan untuk saudara-saudaraku semuanya. jadi kita tidak perlu kembali membangun kelompok black Joker lagi, namun tentu saja kewaspadaan itu harus."ucap Nisa lagi.
Namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, Aditya pun langsung meminta izin untuk kembali ke kantor menghadiri meeting bersama dengan beberapa kliennya.
"maafkan Aku Ayah dan yang lainnya. aku harus pergi sekarang, karena satu jam lagi akan menghadiri acara meeting bersama beberapa klien dari kantor lain."ucap Aditya sambil menyalami ayah Nisa dan beberapa saudaranya untuk pamit.
Mereka pun langsung menganggukkan kepalanya, sementara Nisa mengantar Aditya sampai ke depan.
"Kakak pergi dulu ya. kalau ada apa-apa segera kabari kakak."ucap Aditya kepada Nisa sambil berlalu masuk ke dalam mobilnya.
"sungkem dulu dong.. suami kamu kan mau berangkat kerja..."ucap Aditya sambil tersenyum.
"enak saja, kan belum halal. halalkan dulu baru Nisa akan sungkem ke Kak Adit."ucap Nissa sambil tersenyum. Adit pun langsung memasang wajah cemberut.
"Ya sudah kalau begitu. Kakak berangkat dulu ya."ucap Aditya lagi.
Nisa pun menganggukkan kepalanya. setelah itu Aditya langsung pergi meninggalkan kediaman Bramasta itu.
setelah kepergian Aditya Nisa pun kembali masuk ke dalam rumah. Iya kembali menyiapkan beberapa makan siang untuk mereka semua.
"Ayah, Kakak. ayo kita makan siang."ucap bisa memanggil mereka semua. dengan riang gembira Mereka pun langsung merapat ke meja makan yang sudah dipenuhi dengan berbagai menu masakan yang sangat menggiurkan dan menggugah selera.
mereka masing-masing mengambil tempat duduk dan mulai mengambil makanan mereka. Setelah itu mereka semua makan dengan tenang sambil menikmati hidangan itu. tak lama aktivitas itu pun berakhir mereka sama-sama bergotong-royong membersihkan rumah itu.
__ADS_1
Nisa pun tidak memutuskan untuk pulang setelah itu. setelah mereka kembali dari aktivitas masing-masing mereka pun langsung membahas kegiatan apa yang akan mereka lakukan di negara ini.
"Oh ya dek, lalu apa yang akan kami lakukan di negara ini. kami tidak ingin duduk diam di rumah tanpa melakukan apapun kecuali ayah."ucap max sambil melirik Tuan Albert. Tuan Albert juga balas melirik max.
"Apa maksudmu nak. Ayah juga tidak ingin duduk diam tanpa melakukan apapun, lama-lama badan Ayah jadi lumutan. walaupun Ayah sudah tua tapi Ayah harus banyak beraktivitas biar tidak terlalu merasakan bosan."ucapkan Albert lagi.
"bener yah.. aku setuju dengan usul Kak max." timpal Lion dengan yang lainnya. Mereka pun ikut tertawa karena melihat ekspresi lucu yang ditunjukkan oleh Tuan Albert kepada anak-anaknya itu.
"Jadi kalian mau menghukum Ayah dengan tidak mengizinkan ayah bekerja, begitu maksudnya..?!!"ucap Tuan Albert sambil menatap tajam anak-anaknya itu.
"hahaha.. Nisa rasa, usul Kak max dan yang lainnya pun bagus. karena Nisa juga tidak setuju ayah bekerja lagi. seharusnya ayah menikmati masa muda.. eh.. bukan, maksudnya menikmati masa tua ayah sekarang. tapi jika ayah mau bekerja Ayah harus menikah lagi, biar ayah memiliki tanggung jawab. karena, kami bukan tanggung jawab ayah lagi, dan malahan kami yang harus bertanggung jawab kepada ayah."ucap Nisa lagi menggoda ayahnya itu.
"eh..!! mana bisa begitu. Ayah tidak akan menikah lagi karena Ayah sangat mencintai ibumu. memangnya kamu ingin memiliki ibu tiri."ucap Tuan Albert lagi. mereka semua pun langsung tertawa akhirnya mereka kembali berkumpul lagi.
"lalu bagaimana dengan keluarga volcan dek..?"tanya Arthur tiba-tiba. Mereka pun langsung terdiam dan memasang mode serius. karena ini menyangkut tentang musuh keluarga Bramasta.
"tenang saja kak, Nisa sudah menyiapkan berbagai macam ranjau di perusahaan itu. bahkan setelah Nisa teliti melalui situs-situs yang Nisa pasang, mereka belum bisa menguasai 100% kekayaan dan perusahaan ayah. bahkan 50% pun mereka belum mendapatkannya. jadi semuanya akan kembali ke tangan kita."ucap Nisa kembali.
karena memang sebelumnya ia sudah memasang beberapa situs dan program mengenai perusahaan ayahnya dan juga melakukan pendataan melalui beberapa situs agar tidak mudah di hacker dan didapatkan oleh pihak lawan. hal inilah yang memudahkan mereka untuk bisa kembali mendapatkan harta keluarga Bramasta itu.
"maksudmu bagaimana ? ayah tidak mengerti.."ucap Tuan Albert kepada Nisa lagi. Nisa pun tersenyum kepada ayahnya dan keenam saudaranya itu. Iya Pun kembali menjelaskan kepada mereka.
"Apakah kakak semua dan Ayah lupa. saat itu Nisa mengatakan kepada ayah Untuk memindahkan semua data-data dan di jadikan sebagai data virtual, serta di pindahkan ke dalam sebuah situs..?? dan apakah kalian juga lupa bagaimana Adik kalian yang cantik ini menyuruh kalian untuk memperkuat situs keamanan itu bersama.??"ucap Nisa kepada mereka.
Mereka pun semua kembali mengingat kejadian-kejadian dahulu saat mereka masih tergabung dalam kelompok black Joker.
"Oh iya, Kakak sudah mengetahuinya. wah.!! ternyata kamu sangat cerdik adikku. lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya."tanya max lagi.
"tenang saja Kakak aku sudah melakukannya terlebih dahulu... saat ini kejayaan Paman volcan sudah berada di ujung tanduk"ucap Nisa sambil tersenyum sendiri.
***bersambung***
__ADS_1