HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
72. gadis perundung


__ADS_3

pertemuan Nisa dan Siska sungguh sangat tidak terduga. Nisa yang melihat sorot mata Siska itu masih menggambarkan sebuah kebencian yang mendalam. padahal mereka sudah dewasa dan sudah memiliki kehidupan masing-masing. apalagi, Nisa tidak lagi berhubungan baik atau mengejar-ngejar si mantan ketos itu. melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Siska, Nisa pun langsung tersenyum dan menyapanya.


"Hai..."hanya kata itu yang keluar dari mulut Nisa. melihat respon Nisa yang seperti itu, entah kenapa emosi Siska menjadi meletup-letup. ternyata walaupun sudah menjadi perempuan yang beranjak dewasa, ternyata Siska masih memiliki pemikiran anak SMA.


"Kamu sengaja menabrak saya kan??"tuduh Siska tanpa beralasan. sementara nisa yang malas meladeni perkataan Siska itu hanya diam saja. Namun ternyata tidak dengan Dewi. Iya merasa geram melihat perempuan yang tiba-tiba berlaku seenaknya saja.


jelas-jelas mereka tidak sengaja, tapi bisa-bisanya perempuan yang ada di depan matanya ini menuduh Nisa begitu saja. dan yang paling bikin geram adalah, kenapa Nisa diam saja dituduh seperti itu.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu? jelas-jelas kamulah yang menabrak Nisa terlebih dahulu.!! "ucap Dewi tidak terima. Bagaimana ceritanya Nisa menjadi tersangka, sementara perempuan tersebut berjalan dengan terburu-buru tanpa memperhatikan pijakannya. hal itulah yang membuat Dewi emosi. ekspresi Dewi benar-benar tidak bersahabat. Siska yang mendapat bentakan dari perempuan yang berdiri di samping Nisa itu pun mengalihkan pandangannya.


"kamu siapa hah..!!! jangan ikut campur urusan orang.!!"teriak Siska kepada Dewi. melihat perempuan tersebut meneriakinya, Dewi yang jiwa barbarnya pun muncul kembali. dengan merasa marah dan gemas ia langsung menjambak rambut siska. melihat hal itu, Nisa langsung menghentikan Dewi.


"dew, kamu kenapa? lepaskan jangan melakukan hal itu.. tidak ada gunanya Kamu meladeni perempuan gila ini."ucap Nisa dengan tiba-tiba sambil memegang lengan Dewi agar mau melepaskan jambakannya. Dewi yang mendengar ucapan Nisa pun melepaskan jambakannya di rambut Siska. sementara Siska sudah merasa kesakitan dan tidak terima.


"awas kalian ya. Aku pastikan kalian berdua akan menyesal.."ucap Siska dan langsung meninggalkan Dewi dan Nisa di tempat itu. melihat Nisa menghentikan aksinya, Dewi menjadi penasaran dan bertanya kepada Nisa.


"Nis kamu kenal orang itu?"tanya Dewi kepada Nisa. mendengar pertanyaan itu seketika Nisa mengukir senyum ke manis untuk Dewi. melihat senyum manis itu pun Dewi memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"please deh jangan tersenyum seperti itu. Aku bukan laki-laki yang akan tergoda melihat senyum manismu. aku bertanya kepadamu Nis."protes Dewi karena dalam hatinya ia masih merasa marah.


"hehehe iya iya maaf... aku kenal perempuan itu. namanya Siska. dia dulunya satu sekolah denganku, dan dialah orang yang membenciku sewaktu masih SMA. tapi sepertinya Siska itu masih membenciku juga."jawab Nisa menjelaskan hal itu kepada Dewi.


"hah !! jadi perempuan gila itu adalah perundung?"tanya Dewi dengan terkejut. Iya nggak nggak tidak percaya karena sepertinya perempuan manis seperti Siska itu adalah orang baik. ternyata begini kata orang bijak, jangan menilai seseorang dari tampilannya saja.


"Kenapa kamu berekspresi seperti itu Wi..?"tanya Nisa kepada Dewi yang sepertinya memiliki sejuta pemikiran negatif di dalam kepalanya.


"nggak ada Nis. Aku hanya tidak habis pikir saja. cantik-cantik seperti itu kok memiliki hati yang busuk ya."ucap Dewi tidak percaya. mendengar ucapan Dewi itu, Nisa pun tersenyum sinis.


"makanya jangan menilai orang dari tampangnya saja. akan sangat rugi jika seseorang itu hanya melihat perilaku orang lain hanya dengan tampilan dan tampang. Karena tidak semua yang cantik itu berhati baik, dan tidak semua juga yang bertato dan berwajah sangar jelek itu berhati jahat."ucap Nisa lagi sambil mereka berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke arah kantin.


mereka berjalan sambil bercakap-cakap. tak lama akhirnya pun mereka sampai di kantin kampus. di sana ternyata sudah ada para senior yang mengenal mereka.


"hai Nis, hai dew, sini gabung sama kita."ucap Jacky dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. melihat hal itu Nisa dan Dewi pun tersenyum dan segera bergabung bersama mereka. sebelum mereka bergabung terlebih dahulu mereka memesan makanan mereka setelah itu baru mereka bergabung bersama dengan para senior itu.


"hai kakak-kakak senior yang ganteng-ganteng. apa kabar?"ucap Dewi bergurau bersama para seniornya itu. sementara Nisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Dewi itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik Wi. kalian Bagaimana cantik-cantiknya Abang.."ucap Jackie membalas ucapan Dewi itu. Dewi Nisa dan yang lainnya yang berada di sana pun terkekeh mendengar ucapan Jacky.


"hahaha... dasar ucapan alay jek. tapi aku setuju sih. semenjak libur mereka berdua ini tampak kelihatan lebih cantik dari sebelumnya."ucap Aldo menimpali ucapan Jacky. mendengar gombalan dan godaan para senior itu membuat Dewi dan Nisa menjadi malu.


"ah kakak bisa saja... jadi malu.. hehehe..."ucap Dewi dengan ala-ala centilnya. mereka semua yang ada di sana pun tertawa. tentu saja hal ini sudah biasa bagi mereka.


Jacky dan para senior mereka yang lain itu menganggap Dewi dan Nisa adalah perempuan yang tidak sombong serta mereka mau bertanya mengenai hal apapun seputar pelajaran atau hal lainnya. Karena itulah Jackie dan yang lainnya lebih dekat kepada mereka. mereka juga melindungi Dewi dan bisa sebagai adik dan tak jarang ada yang menganggap dan menaruh hati kepada mereka berdua.


"hahaha Kenapa harus malu. kan beneran cantik kan.. hihihi..."timpal Mereka lagi. tak lama pesanan Nisa dan Dewi pun datang.


"silakan pesanannya Kak.."ucap pelayan itu sambil meletakkan makanan yang sudah mereka pesan itu di atas meja.


"makasih ya Kak..."ucap Nisa dan Ayu secara bersamaan. Setelah itu mereka mulai memakan makanan mereka sambil terus mengobrol dengan senior-senior mereka itu. tampak di salah satu meja yang ada di kantin itu sangat ramai dengan candaan yang mereka ciptakan sendiri. Tak lama Dewi dan Nisa pun selesai makan. setelah selesai mereka langsung memutuskan untuk kembali ke ruangan mereka.


"Kak kami izin duluan ya. karena masih ada satu mata kuliah lagi."ucap bisa kepada mereka semua. Mereka pun langsung mengiyakan.


"oke dek... semangat belajarnya ya.."ucap Satria yang dari tadi hanya diam. setelah itu Nisa dan Ayu pun langsung meninggalkan kantin tersebut dan pergi ke ruangan mereka. ternyata dosen sudah masuk 2 menit yang lalu, dan Untung saja mereka tidak dihukum. Dewi dan nisa pun mengambil posisi tempat duduk dan langsung mengikuti pelajaran dari dosen sampai selesai.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2