HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
53. liburan kuliah


__ADS_3

Mendengar suara letusan tembakan yang berasal dari ruangan itu, ketiga kawanan itu pun langsung bergegas menuju ke tempat di mana mereka menyekap puluhan orang. saat mereka berlari dengan sigap membawa pistolnya Nisa langsung beraksi.


dor... dor... dor...


dengan gerakan cepat, ia menembakkan pistol itu ke arah kaki mereka sehingga mereka terjatuh. dengan gerakan cepat Nisa pun langsung merebut senjata api para perampok itu dan tanpa menimbulkan korban.


para perampok itu pun berhasil diamankan berkat bantuan Nisa.


dua hari Nisa dan timnya melakukan seminar di luar kota x, dan mengatasi permasalahan yang terjadi kala itu. akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kota x.


setelah 2 hari melakukan seminar tentu saja membuat pola makan dan istirahat Nisa berkurang. sesampainya Ia di kosan ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan seketika itu terlelap.


***


tak terasa, setahun sudah Nisa menjalani kuliahnya di universitas g di kota x. setahun ia jalani kuliah sambil mengisi seminar dan juga jalan-jalan ke luar negeri, cukup memberikan pengalaman baru dan berharga untuknya.


sebenarnya ia merindukan kedua orang tuanya semasa ia menjadi Renata. namun, ia masih belum sanggup jika bertemu dengan mereka.


dan kini saatnya ia untuk kembali ke kampung halamannya. yaitu, dimana tubuh yang di tempati nya ini lahir. setahun berada di rantau orang, tak menutup kemungkinan ia merindukan kedua orang tuanya dan kampung halamannya.


Ia pulang dengan menempuh 10 jam perjalanan dengan menggunakan angkutan umum. sebelum ia tiba di rumah kedua orang tuanya, terlebih dahulu, ia mengatakan akan singgah ke desa leisi di rumah yang ia bangun sendiri.


setelah drama perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya Nisa sampai di desa leisi. Nisa sampai di desa leisi tepat pada pukul 06.00 pagi.


"huh.. akhirnya sampai juga.." ucap Nisa sambil mengeluarkan kunci dari dalam tasnya. ya mengambil kunci tersebut dan mengunci pintu yang masih tertutup rapat.


setelah itu, ia langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya dari dalam. sebelum ia memulai aktivitasnya kembali terlebih dahulu ia merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk melepas lelah semasa di perjalanan.


"Oh akhirnya aku kembali lagi di rumahku ini. Oh kasur empukku Aku sangat merindukanmu.."ucap Nissa sambil tengkurep sambilan tangannya mengusap-usap kasurnya itu.


tak lama, Ia pun terlelap saking lelahnya dalam perjalanan. ia tidak memperdulikan tubuhnya yang masih belum dibersihkan.


saat ia baru terlelap, selama beberapa menit, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Nisa mengucek matanya dan mengambil benda yang terus memanggil itu. sejenak ia melihat nama panggilan itu.

__ADS_1


"halo Kak.."ucap Nisa dengan suara orang khas bangun tidur.


"halo dek, Kamu udah pulang. kata ibu kamu di rumah kamu ya. Kenapa nggak kasih tahu mau ke sini dulu. biar nanti kakak bisa membersihkan kamar kamu." ucapnya di seberang telepon. bisa tersenyum dengan mata yang masih terpejam.


"eh nggak papa kok Kak... lagi pula Nisa tidak ingin merepotkan kakak.. Oh ya Kak Kakak jualan kan? nanti aku ke sana kalau sudah waktunya makan siang.."ucap Nisa lagi. kakaknya ber-decih.


"CK... lalu kamu tidak sarapan, Kamu tidak lapar? harus pula kamu menunggu sampai jam makan siang datang."protes sang kakak.


"hais.. Iya Kak, Nisa masih mengantuk capek malas bergerak... kalau kakak mau nganterin makan siang aku boleh, hehehe... justru Nisa sangat berterima kasih Wakwaw..." canda Nisa kepada sang kakak. terdengar suara tarikan nafas yang kasar.


"baiklah baiklah, kamu istirahat lah nanti kakak antarkan sarapan kamu..." ucap kakak nur.


setelah mengatakan hal itu, sang Kakak pun mengakhiri panggilannya. begini ya rasanya Jadi adik yang dimanjakan sarapan saja harus diantar hehehe, biasalah dunia tipu-tipu.


selepas berbicara kepada sang kakak, Nisa kembali terlelap dalam mimpi indahnya. Iya tidak memperdulikan perutnya yang berteriak minta diisi. setelah sekitar 30 menit merebahkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.


tok tok tok suara ketukan pintu.


Nisa pun beranjak dari tidurnya dan keluar melihat Siapa yang mengetuk pintu.


"eh hai Kak... "ucap Nisa dengan mata sayunya yang masih mengantuk.


"kakak ganggu dek? kamu pasti masih mengantuk ya?" tanya Mbak nur kepada Nisa Nisa pun hanya terkekeh saja.


"Nggak juga kok Kak, ayo masuk." ucap Nisa mempersilahkan mereka masuk. kemudian nisa beralih pada anak yang berada di gendongan sang kakak.


"eh anak bunda... sini sama bunda sayang.."ucap Nisa sambil mengambil alih sang keponakan dari ibunya. keponakan itu pun tidak mengamuk ya cukup menyukai tantenya itu.


"Aisyah ke sini sama ibu ya?? dipaksa bangun sama ibu..?? "tanya Nisa sambil menirukan suara khas anak-anak.


"ndah..." suara Aisyah yang memanggil bundanya. sementara sang kakak pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan sang adik.


Nisa diberlakukan keluarganya seperti majikan, di mana setiap kebutuhannya akan selalu mereka upayakan menyiapkannya. karena bagi mereka Nisa sudah bekerja sangat keras untuk mencari uang dan membahagiakan keluarganya.

__ADS_1


Namun, karena mereka tidak bisa membantu dalam segi pemikiran atau yang lainnya, mereka memilih membantu Nisa meringankan beban yang menurut Nisa hanya beban kecil. tak lama sang Kakak pun datang dengan nasi goreng dan beberapa menu yang ia bawa dari rumahnya.


"sarapan dulu dek..."ucap sang kakak sambil meletakkan nampan yang berisi makanan itu di atas meja.


"aduh makasih banyak Kak, repot amat.."ucap Nisa kepada kakaknya. kakaknya pun hanya mengukir senyum.


"ini belum apa-apa dek. tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan dengan keluarga kita. Jadi Kakak menganggap ini sama sekali belum apa-apa. sudah ayo makan.."ucap Mbak nur lagi.


Nisa pun langsung menyuapkan makanan ke mulutnya karena sudah disediakan oleh sang kakak, sementara keponakannya tetap berada di pangkuannya.


"Kak, kalau Kakak di sini yang membuka kedai siapa?"tanya Nisa kepada sang kakak.


"tenang saja. lagi pula, Bang Andi di rumah kok dan juga, di kedai sudah ada beberapa pegawai yang membantu meringankan kerja kakak."ucap sang kakak Nisa pun mengganggu anggukkan kepalanya.


"Oh terus, usaha mie mie-an masih berlangsung?"tanya Nisa lagi kepada Mbak nur.


"tentu saja dek, itu sudah tidak bisa dihilangkan lagi, soalnya setiap pagi yang datang pembeli itu, kebanyakan mereka membeli mie bakso nasi goreng dan sebagainya, jadi kakak sama Bang Andi tidak bisa menghilangkan menu itu lagi. nanti kalau kamu tidak lelah kamu bisa lagi untuk menghandle usaha kamu itu."ucap Mbak nur kepada Nisa. Nisa mengganggu angguk kepalanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Oh terus kabar kedua keponakan aku itu bagaimana?"tanya Nisa kepada kakaknya lagi.


"mereka sehat, bahkan adiknya sudah masuk sekolah TK hari ini."ucapnya lagi.


"kapan kamu pulang ke rumah. nanti?"tanya Mbak nur lagi.


"oh nanti saja, Nisa belum memikirkan hal itu. bahkan bisa pikirnya mau bapak sama Ibu ke sini. "ucap Nisa dengan santai.


"Bagaimana mungkin bapak sama Ibu bisa. sementara pabrik kamu harus selalu ditinjau, karena bahan bakunya kerap kali langkah untuk ditemukan. bahkan bapak juga sedang mencoba untuk membudidayakan strawberry kembali. sebaiknya kamu cepat pulang biar kamu bisa mengajarkan cara membudidayakan strawberry kepada bapak dan ibu. kamu juga harus melihat usaha pabrik kamu itu."ucap sang kakak menasehati.


nisa pun mengganggukan kepalanya, jujur saja sejenak ia melupakan kalau dia memiliki pabrik skin care dan beberapa usaha yang ia kerjakan.


"Oh iya ya Kak, Nisa hampir aja lupa."ucapnya lagi.


mereka pun mengobrol membahas beberapa hal yang menarik dalam kehidupan mereka sambil Nisa memakan makanannya. tak terasa Nisa pun selesai makan setelah Nisa selesai makan Kakak dan keponakannya pun pamit kembali ke rumah untuk memantau dan jualan.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2