HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
61. pinangan formalitas


__ADS_3

Saat Nisa masuk ke dalam rumah kos-kosannya, Iya langsung melempar tubuhnya ke atas tempat tidur melepas lelah 10 jam perjalanan.


karena hari ini belum ada kegiatan. tanpa membersihkan dirinya dan terlebih dahulu Ia pun terlelap.


tak lama Nisa terlelap, tiba-tiba handphonenya berbunyi menandakan panggilan dari Aditya. Nisa pun langsung mengangkat panggilan itu.


"halo Kak.."ucapnya dengan suara khas bangun tidur.


"halo Nis kamu ketiduran. kakak di depan nih mau ngantar sarapan buat kamu.."ucap Aditya di dalam telepon.


"Oh repot banget Kak. Ya udah bisa keluar dulu ya."ucap Nisa. tanpa menunggu ucapan dari Aditya Nisa pun langsung mengakhiri panggilan itu, setelah itu ia langsung keluar menemui Aditya di depan pintu gerbang.


"ini kakak belikan sarapan buat kamu jangan lupa dimakan."ucap Aditya sambil menyerahkan kantong itu kepada Nisa. Nisa pun menyambut baik niat Aditya itu, sejenak Aditya memperhatikan raut wajah Nisa yang kelelahan.


"capek banget ya. Ya sudah sana masuk jangan lupa makan Kakak pulang dulu."ucap Aditya kepada Nisa sambil mengusap kepala Nisa.


"oke Kak hati-hati di jalan ya. makasih sarapannya."ucap Nisa sambil mengukir senyum di bibirnya.


"Iya sayang sama-sama.."ucap Aditya sedikit tersenyum manis.


sementara Nisa yang dipanggil sayang entah kenapa pipinya jadi merah, padahal jiwa di dalam tubuh itu tidak mudah lagi Namun ternyata mendengar kata itu membuatnya menjadi salah tingkah. setelah itu Aditya pun langsung kembali ke rumahnya dan Nisa juga masuk ke dalam kosannya.


Ia membuka kresek itu dan mulai sarapan, setelah ia sarapan ia mengistirahatkan perutnya sebentar dan setelah itu ia kembali merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan kembali menyelam ke dasar mimpi.


tak terasa Nisa sudah tidur selama 5 jam. tepat pada pukul 11.00 siang Ia pun bangun, mencuci wajah dan menggosok gigi setelah itu tanpa mandi Ia membuka laptopnya kembali. saat ia sedang fokus melihat beberapa penjualan online nya tiba-tiba handphonenya berbunyi.


"halo.."ucap Nisa berhubung nomor yang masuk adalah nomor baru.


"halo Nona Nisa. Ini saya Jimmy asisten Tuan Aditya. Saya disuruh oleh Tuan Untuk mengantarkan sembako kepada nona, sekarang saya sudah berada di kosan mana."ucap Jimmy di seberang telepon itu.


"Oh kalau begitu tunggu sebentar ya Pak?"ucap Nisa. Nisa pun langsung memutuskan panggilan setelah itu Ia menggunakan baju sopan dan keluar dari kamar menuju pintu gerbang di mana asisten Jimmy berada.


"Maaf Pak sudah menunggu lama ya?"ucap Nisa dengan sedikit ragu menyebut Pak karena ternyata yang di depannya merupakan seorang laki-laki muda yang tak kalah ganteng dengan Aditya.

__ADS_1


"Oh tidak kok nona saya juga baru sampai. Oh ya nona jangan panggil saya Pak Karena saya masih muda hehehe."ucap Jimmy kepada Nisa. Nisa pun ikut tersenyum, setelah itu Jimmy mengeluarkan semua belanjaan yang sudah ia beli dan dengan izin kepada pemilik kos sekretaris Jimmy itu pun masuk dan meletakkan barang-barang belanjaan di kamar kosan Nisa.


"Semuanya berapa Kak Jimmy.?"tanya Nisa.


"Maaf Nona, kata tuan saya hanya perlu mengantarkan sembako-sembako ini kepada Nona tanpa harus menyinggung harganya."ucap Jimmy kepada Nisa.


Nisa pun mengerti artinya Jimmy membelikannya secara cuma-cuma, Nisa pun tidak merasa direndahkan mengenai hal itu malahan ia cukup senang karena uangnya tidak keluar.


"Oh begitu. Kalau begitu terima kasih ya Kak Jimmy, sampaikan juga ucapan terima kasih kepada Tuan Kak Jimmy."ucap Nisa lagi. Setelah perbincangan singkat itu Jimmy pun pamit untuk kembali ke kantor.


***


akhirnya waktu yang dijanjikan pun tiba. di mana Aditya akan mengajak Nisa keluar bisa dibilang kencan. tak lama sebuah mobil berhenti di depan kosan Nisa.


"halo Nis Kakak sudah berada di depan kosan kamu."ucap Aditya menelepon Nisa.


"Oh iya Kak Nisa segera keluar."ucap Nisa, setelah itu Nisa langsung memutuskan panggilan dan bergegas keluar menemui Aditya. setelah Nisa masuk ke dalam mobil Aditya pun langsung meninggalkan tempat itu.


"Oh ya Kak Kakak akan membawaku ke mana? ingat ya Kak jangan macam-macam, Aku bukan perempuan lemah"ucap Nisa sedikit bercanda dengan Aditya. Aditya pun tersenyum.


"tidak juga, aku hanya memperingati kakak saja agar tidak macam-macam."ucap Nisa sedikit berbohong.


"tentu saja, kakak tidak akan macam-macam. nanti kakak akan macam-macam pas kita sudah sah menjadi suami istri."ucapnya lagi sambil mengukir senyum di bibirnya itu. kalau seandainya ada yang melihat Aditya Pratama tersenyum manis seperti itu mungkin mereka akan berpikir barangkali dunia ini akan segera runtuh.


setelah 10 menit menempuh perjalanan, akhirnya Nisa dan Aditya sampai di sebuah tempat yang sudah dipesan olehnya. tanpa menunggu lama, Aditya langsung mengajak Nisa turun dan masuk ke dalam restoran atau rumah makan itu. mereka menuju tempat yang sudah disediakan sebelumnya.


sesampainya mereka di salah satu meja yang sudah ditata sedemikian rupa, Aditya menarik salah satu kursi dan mempersilahkan misa duduk di kursi itu. melihat perlakuan Aditya kepadanya Nisa sedikit mengerutkan keningnya dan merasa heran.


"Kak, Kakak niatnya apa sih? romantis banget malam ini.."ucap Nisa mengeluarkan rasa penasarannya. Aditya pun hanya memberikan senyum kemudian memesan beberapa menu makanan. tak lama makanan yang dipesan pun datang.


"sebaiknya kita makan dulu. Aku sudah lapar.."ucap Aditya. Nisa pun menurut mereka makan dengan diam dan tak menunggu waktu lama makanan yang tersaji pun habis.


setelah itu Aditya langsung mengajak nisa keluar menuju balkon yang ada di restoran itu. balkon itu sudah ditata sedemikian rupa dan dipasang dengan lampu-lampu yang berwarna-warni. melihat itu semua Nisa pun kembali mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ini kenapa sih Kak. sedang ada acara lamaran ya?"tanya Nisa dengan polos.


waktu ia menjadi Renata dulu tidak ada hal seperti ini dalam hidupnya, Iya lebih senang menghabiskan waktu bersama kelompok black Joker dan keluarganya.


dengan suasana yang romantis tiba-tiba Aditya menekuk lututnya dan berlutut di hadapan Nisa sambil menyodorkan satu cincin kepada Nisa.


"Aku bukan laki-laki yang romantis. aku juga kurang tahu dan tidak pandai merangkai kata-kata manis. namun satu hal yang ingin Kakak katakan kepadamu, bahwa Kakak mencintaimu segenap jiwa dan ragaku, maukah kamu menjalin hubungan denganku sampai menuju pelaminan dan sampai maut memisahkan."ucap Aditya dengan kata-kata kakunya karena memang tidak terbiasa melakukan hal itu.


melihat usaha yang ditunjukkan oleh Aditya kepadanya sedikit menyentuh perasaan Nisa. Iya kembali menatap dalam sorot mata itu sebelum akhirnya ia menjawab.


"apa kakak serius denganku? bagiku menjalin sebuah hubungan yang serius itu bukanlah sebuah lelucon atau permainan. jika seandainya Kakak datang hanya untuk pergi, maka tidak usah datang. namun jika seandainya Kakak datang untuk menetap maka aku akan menerimanya dengan lapang dada. sekarang pertanyaanku Apakah kakak benar-benar serius mengenai hal ini?"tanya Nisa dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada Aditya.


tentu saja Aditya adalah seorang laki-laki yang belum pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun, walau banyak perempuan di luar sana yang mengejar-ngejar dirinya dan berusaha untuk mendapatkannya. tapi tak satupun dari wanita-wanita itu yang ia respon.


"tentu saja kakak serius" ucap Aditya kembali meyakinkan Nisa. tiba-tiba beberapa orang yang berbeda usia menghampiri mereka dengan mengatakan kata terima.


sontak Nisa jadi terkejut ia kembali menatap ke arah Aditya yang sudah berdiri di hadapannya. Aditya menampilkan senyum manisnya melihat raut wajah Nisa yang kebingungan.


"aku mengadakan acara ini untuk melamar kamu secara formalitas sebelum akhirnya kami datang ke rumah dan memintamu kepada bapak dan ibumu. kenalkan mereka semua adalah keluargaku, sepasang paruh baya itu adalah ayah dan ibuku. dan laki-laki perempuan yang seumuran dengan kita adalah keponakan dan juga sepupu-sepupuku."ucap Aditya memperkenalkan mereka kepada Nisa.


tampak sepertinya Aditya benar-benar serius dengan ucapannya. melihat keraguan di mata Nisa, orang tua Aditya pun berjalan mendekat ke arah Nisa dan Aditya sambil menyunggingkan senyum.


"terimalah nak. jangan pikirkan apapun, Jika kamu takut kami tidak menerimamu maka buang pemikiran itu jauh-jauh."ucap Ibu Aditya mendekat dan memberikan senyum kepada Nisa.


walaupun sepertinya mereka berbeda empat tahun namun perawakan Nisa seperti orang yang dewasa. dan itulah yang orang tua Aditya inginkan.


"Iya Kak terima saja. sepupu kami ini orangnya baik, namun Kami sempat mencurigainya bahwa Kak Adit penyuka sesama jenis. namun sekarang kami percaya kepadanya tidak sembarang perempuan yang bisa meluluhkan hatinya."ucap salah satu saudara sepupu Aditya dengan riang gembira.


melihat ke antusiasan mereka semua termasuk kedua orang tua Aditya, membuat Nisa lagi-lagi tersentuh. akhirnya ia menerima pinangan formalitas itu.


"Baiklah Kak aku menerimanya.."ucap Nisa menatap Aditya. Aditya yang mendapat jawaban dan tatapan seperti itu pun tersenyum senang tak lain kedua orang tuanya dan yang hadir di tempat itu.


"Baiklah kalau begitu. kapan kita akan ke rumah Nisa untuk meminang nya.?"tanya Pak Anwar selaku papa dari Aditya. Aditya pun langsung melempar pandangan ke arah Nisa.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2