HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
86. kemarahan tuan Anwar


__ADS_3

Setelah mereka duduk dan tenang, Leon mulai menceritakan apa yang telah ia temukan selama memimpin perusahaan ini. awalnya ia menemukan kejanggalan mengenai laporan keuangan 3 bulan yang sudah lewat. karena ia masih merasa penasaran, Iya kemudian melanjutkan penyelidikannya lebih jauh dan dalam. alhasil ia menemukan beberapa pengkhianat dan beberapa pekerja yang tidak bekerja dengan apa yang telah diperintahkan kepada mereka. terlebih lagi, Leon menemukan bukti mengenai tuan renedy dan timnya. bahwa mereka ingin merebut kepemimpinan Aditya. dari situlah Leon mulai mencari Siapa saja yang berkhianat kepada Aditya. dan yang membuat Leon tercengang, tak hanya satu atau dua orang yang berkhianat. ternyata rata-rata semua para pimpinan dan direksi serta pemegang saham juga berkhianat kepadanya. pasalnya mereka ngerasa iri kepada Aditya, dengan pencapaian-pencapaian yang sudah ia dapatkan di masa mudanya ini.


Tuan Anwar yang mendengar penuturan dari Leon sangat marah. ia tidak habis pikir, ternyata saudara sepupu yang ia anggap baik, nyatanya ingin menyingkirkan anaknya agar ia bisa menguasai perusahaan sang anak. tentu saja Tuan Anwar tidak tinggal diam. dia yang dulunya seorang ketua mafia, akan melakukan tindakan kepada saudaranya itu. Iya tidak ingin menunggu lebih lama, Iya akan segera meringkus renedy dan timnya.


Tuan Anwar yang tidak mengenal ampun itu pun pergi menemui renedy tanpa memperdulikan apapun. karena tuan renedy masih berbaik hati, Iya hanya menarik semua fasilitas atau uang perusahaan yang telah mereka gunakan tanpa sepengetahuan dari Aditya. Iya juga tidak segan-segan menendang kedua orang itu dari perusahaan Aditya, tentu saja semua tindakan yang tuan Anwar lakukan berdasarkan persetujuan dan bukti dari Leon itu sendiri.


"saya benar-benar kecewa kepada kalian. saya pikir niat baik kalian memang tulus dari hati. ternyata semua niat baik kalian ada tujuan. dan karena saya masih menghargai hubungan persaudaraan kita, kalian berdua saya keluarkan dari perusahaan. Saya tidak ingin memperpanjang masalah ini di ranah hukum, namun, jika sekali lagi kalian berusaha mengusik ketenangan putraku. saya pastikan kalian tidak akan melihat matahari ke esok harinya." ancam Tuan Anwar kepada tuan renedi dan anaknya.


tuan renedy dan Rendy belum mengetahui Siapa tuan Anwar sebenarnya. mereka hanya tahu kalau Tuan Anwar ini hanyalah seorang manusia yang tidak terlalu berarti dalam kehidupan mereka. mereka tidak tahu, bahwa dibalik sikap ketidak berguna tuan Anwar, ternyata adalah seorang raja hutan yang tidak kenal ampun.


"aku mohon war, setidaknya jangan memecat keponakanmu. Aku tahu aku sudah melakukan kesalahan, maka dari itu tolong maafkan aku. tapi jangan perlakukan kami seperti ini.." ucapkan renedy sambil memohon. namun dalam hatinya Tuan renedy benar-benar merasa geram, bisa-bisanya rencana yang sudah ia susun rapi terendus begitu saja. Iya juga sangat membenci Leon. karena akar permasalahan ini datang semenjak Leon memimpin perusahaan Aditya.


( lihat saja kamu anak ingusan.. saya pastikan, kamu akan mendapatkan ganjaran dari apa yang sudah kamu perbuat. gara-gara kamu rencana yang sudah saya susun sedemikian rupa hancur begitu saja.) batin tuan renedy. sambil menatap tajam ke arah Leon.


Iya juga sudah berjanji dalam hatinya, akan membalas Anwar dan orang-orang yang ada di sekitarnya termasuk melenyapkan nyawa mereka semua. namun untuk sementara ia harus mencari aman terlebih dahulu.


tuan renedy Masih terus memohon, Tapi sayangnya, permohonan tuan renedy tidak diindahkan oleh Tuan Anwar. Tuan Anwar langsung memerintahkan para satpam untuk menyeret kedua penghianat ini menjauh dari gedung kantor anaknya. tuan renedy yang mendapatkan perlakuan seperti itu tidak terima.


( lihat saja Anwar, kau boleh sombong sekarang. tapi setelah ini aku akan pastikan kamu dan keluargamu akan hancur.) batin tuan renedy dengan penuh ambisi dan dendam.


***


dua bulan pun telah berlalu. semenjak kejadian Tuan Anwar menyeret tuan renedy dan putranya serta memecat beberapa tim yang tergabung dalam perusahaan itu. kini perusahaan kembali dipimpin oleh Leon. keadaan di perusahaan pun sudah kembali pulih, beberapa karyawan yang melakukan korupsi kecil-kecilan mengembalikan apa yang sudah mereka ambil, agar tidak diusir dari perusahaan Itu. namun tetap saja, jabatan mereka tetap diturunkan.


***

__ADS_1


di sisi lain, Nisa mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit menemui Aditya. seperti yang mereka bicarakan kemarin bahwa Nisa akan menemani nyonya Humaira di sana. setelah ia merasa telah siap dan tak ada lagi yang perlu disiapkan, Nisa pun langsung memutuskan untuk berangkat.


15 menit akhirnya Nisa sampai di rumah sakit dan masuk ke ruangan Aditya. ternyata di ruangan Aditya sudah ada nyonya Humaira dan kakaknya max, yang tentu saja selalu siap siaga untuk menjaga putranya itu. sementara Tuan Anwar tidak terlihat di dalam ruangan.


"assalamualaikum.."ucap Nisa mengucapkan salam. nyonya Humaira yang melihat kedatangan calon menantunya itu tersenyum dan membalas salam Nisa.


"waalaikumsalam nak. kamu sudah datang..??"tanya nyonya Humaira. Nisa mendekat ke arah nyonya Humaira dan menyalami tangan wanita paruh baya itu. kemudian Ia juga menyapa kakaknya max yang ada di sana.


"selamat pagi Kak. Kakak sudah sarapan..??"tanya Nisa kepada max. max pun membalas sapaan adiknya.


"pagi juga sayang, sebentar lagi kakak akan pergi sarapan." ucap max. sebelum Nisa mendudukkan tubuhnya di samping sang kakak, tiba-tiba tangan Aditya bergerak. dan layar monitor pun menunjukkan tanda-tanda bahwa pasien akan sadar.


Mendengar suara komputer atau detak jantung di samping brankar itu, Nisa pun langsung berjalan mendekat ke arah nyonya Humaira. reflek nyonya Humaira jadi khawatir dan ketakutan sendiri.


"Apa yang terjadi nak..??" tanya nyonya Humaira. sejenak bisa berkonsentrasi untuk memeriksa keadaan Aditya.


Tak lama datanglah segerombolan orang berpakaian jubah putih memasuki ruangan itu. tanpa menunggu lama mereka langsung melakukan pemeriksaan kepada pasien yang ternyata sudah membuka matanya.


"kondisinya sudah stabil kembali." ucap dokter itu. tapi, tiba-tiba Nisa menyela.


"tapi dia amnesia kan dok..??"tanya Nisa kepada sang dokter. dokter tersebut pun langsung terkejut. ternyata diagnosa Nisa selama ini memang benar.


"Iya, dia amnesia. tapi kemungkinan hanya sebentar saja. bila bapak dan Ibu serta keluarga mampu membantu ingatan Tuan Aditya, maka ingatan Itu akan segera kembali."tutur dokter itu.


Nyonya Humaira yang mendengar penuturan dokter itu terkejut. Iya tidak menyangka akibat insiden kecelakaan yang dialaminya mampu membuat Aditya hilang ingatan. nyonya Humaira juga berfikir, Apakah Jimmy juga akan mengalami hilang ingatan Jika ia sudah siuman..??

__ADS_1


setelah dokter mengatakan hal mengenai kondisi Aditya, dokter itu pun langsung meninggalkan ruang tersebut. namun sebelum pergi, dokter itu bersuara.


"kalau begitu kami permisi. jika terjadi apa-apa, segera kabari kami kembali. dan untuk anda nona, Saya yakin sedikit banyaknya anda benar-benar mengetahui ilmu medis. jadi kami juga meminta tolong untuk menjaga dan memantau kondisi pasien."tutur sang dokter. Nisa pun mengganggukan kepalanya tanda setuju. setelah itu dokter dan para perawat yang senantiasa mendampinginya pun meninggalkan ruangan.


selepas kepergian dokter, Aditya pun mulai mengedarkan pandangannya. tampak di depan matanya kedua orang terlihat asing kecuali ibunya nyonya Humaira.


keadaan Aditya terlihat lemah tak berdaya. Aditya juga menyipitkan matanya tatkala melihat dua orang asing yang mendampingi ibunya. ia mencoba mengingat-ingat siapa kedua orang itu.


Saat Aditya melihat ke arah Nisa dan mengamati wajah cantiknya, ada desiran aneh di dalam hatinya. namun ia tidak tahu perasaan apa yang ia rasakan. Ia pun langsung menepis perasaannya, menurutnya tidak mungkin ia langsung menyukai orang asing yang baru pertama kali ia lihat. Aditya pun kembali mengarahkan pandangannya ke arah sang mama.


"Mama.." panggilnya dengan suara lemah dan lirih. nyonya Humaira pun tersenyum mendapati sang anak sudah melewati masa kritisnya. nyonya Humaira mendekat ke arah anaknya dan membelai pelan kepala putranya itu.


"Iya sayang ini mama. kamu ingat mama..??"tanya nyonya Humaira. karena tadi dokter mengatakan bahwa Aditya kehilangan ingatannya. kalau memang iya ingatan yang mana yang ia lupakan.


"Iya ma, Aditya ingat mama.." jawab Aditya tidak mengerti dengan pertanyaan ibunya. Aditya berpikir, kenapa mamanya menanyakan hal yang ambigu seperti itu. tentu saja ia mengenal ibu kandungnya, kecuali nyonya Humaira mencampakkannya sedari kecil baru ia tidak akan mengingatnya.


kemudian nyonya Humaira melihat ke arah Nisa dan saudaranya. setelah itu nyonya Humaira bertanya sambil menunjuk kedua saudara itu.


"kalau begitu, Apakah kamu mengingat gadis itu dan saudaranya.."tanya nyonya Humaira. Aditya pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah kedua sosok yang ditunjuk oleh mamanya itu. Aditya sedikit mengamati wajah mereka, namun tiba-tiba Aditya menggeleng. tentu saja Aditya tidak mengingat mereka, Ia hanya berpikir bahwa kedua orang tersebut adalah orang yang datang menemani mamanya saja.


"aku tidak ingat mereka, Siapa mereka ma..?"tanya Aditya yang sukses membuat bisa menjadi sedih. ternyata Aditya tidak mengingatnya.


nyonya Humaira pun menjadi diam. ternyata putranya Tidak mengenali tunangannya sendiri. namun akhirnya nyonya Humaira tersenyum. nyonya Humaira mengarahkan pandangannya ke arah Nisa yang tentu saja matanya sudah mulai berkaca-kaca.


***

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2