HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran


__ADS_3

tiga mobil pun langsung melaju dan menuju kediaman Nisa yang ada di sana. tak lama mereka telah sampai di tempat tujuan. rumah itu memang tidak terlalu besar seperti rumah yang ada di kota x, namun sangat nyaman karena rumah itu jauh dari keramaian orang.


"ini rumah kamu disini dek..??" tanya Leon kepada Nisa.


"iya kak, ini rumah Nisa." Jawabnya, mereka pun masuk kedalam dan beristirahat sejenak. setelah mereka cukup beristirahat, mereka pun langsung pergi kerumah kak nur.


***


disinilah mereka sekarang, dirumah kakak kandung Nisa. Mbak nur yang melihat kedatangan Nisa bersama dengan enam orang pria, ia pun langsung berjalan keluar dari kedainya.


"dek, siapa mereka..??" tanya Mbak nur Kepada adiknya. Nisa terlebih dulu, menyambut kakaknya itu. Nisa pun memeluk tubuh Kakak nya itu, kemudian melepaskan pelukannya dan mengarahkan pandangannya kepada ke enam saudara laki-laki nya. itu.


"oh.. itu, mereka juga saudara-saudara kakak, mereka sudah diangkat anak oleh bapak dan ibu." jawabnya santai.


ke enam saudara laki-laki itu pun mendekat, kemudian memperkenalkan diri mereka kepada nya. Mbak nur pun menyambut mereka dengan baik, ia juga menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu.


"wah kalau begitu, mereka juga saudara-saudara Mbak Ya nis..??" ucap Mbak nur dengan riang gembira. keenam laki-laki itu pun tersenyum mendengar ucapan Mbak nur.


"tentu saja Mbak, kami memutuskan ke sini kan memang untuk berkenalan dengan mbak dan keluarga. jadi bisa dibilang, special untuk Mbak nur.. hehehe..." ucap Leon dan langsung diikuti anggukan kepala oleh keenam laki-laki muda itu.


"Ya sudah kalau begitu... ayo masuk.." ajak Mbak nur kepada Nisa dan ke-6 saudara laki-laki itu. mereka semua pun masuk ke dalam rumah makan yang masih buka itu. dan duduk di salah satu meja yang panjang dan juga kosong.


sementara suami Mbak nur Bang Andi, Iya sedang sibuk membantu kedua asistennya untuk melayani para pembeli.


"Kak !! kita sekalian mau makan.. " ucap Nisa kepada kakaknya.


"Oh ya sudah, kamu siapkan saja dek. Kakak bikin minuman dulu untuk kalian.." ucap Mbak nur kepada Nisa. setelah itu Mbak nur langsung masuk ke dalam untuk membuatkan teh hangat untuk mereka. sementara Nisa menyiapkan makan malam untuk mereka.


"Abang.. Nisa mau ngambil sambal ya.." ucap Nisa kepada kakak iparnya. Bang Andi langsung menoleh ke arah Nisa kemudian tersenyum.


"Iya dek, seperti biasa tidak perlu sungkan... Oh iya, Abang belum bisa menemani kalian mengobrol. Abang masih melayani pembeli, nggak papa kan..??" tanya Bang Andi merasa tidak enak dengan tamu-tamu mereka itu.


"tentu saja bang, Abang lanjutkan saja pekerjaan Abang. nanti kalau sudah selesai kita mengobrol.." ucap Nissa sambil menyapit beberapa sambal untuk dihidangkan. Begitu juga dengan Bang Andi, walaupun ia berbicara dengan Nisa, tangannya terus bekerja menyelesaikan pesanan pembelinya.


setelah itu Nisa kembali ke meja, dan mulai menghidangkan makanan untuk mereka semua. Begitu juga dengan Mbak nur yang sudah menyuguhkan teh hangat untuk mereka. setelah itu Mbak nur pamit untuk membantu suaminya melayani pembeli, sementara mereka melanjutkan makan malam mereka.

__ADS_1


***


esok hari menyingsing, mereka sudah berencana akan tinggal selama 3 hari. mereka memutuskan ingin menikmati suguhan wisata dan air laut yang begitu jernih di wilayah ini. bahkan gigi mereka telah berada di sebuah pantai yang sudah dipenuhi dengan pengunjung.


di sana ada yang menaiki speed boat, ada yang berselancar, ada yang memancing, swimming dan lain sebagainya. tampak suasana pantai itu begitu indah dan sejuk. dan tentunya ke-7 bersaudara itu tidak tinggal diam.


mereka juga ikut menyewa tiga speed boat, mereka akan berselancar mengarungi lautan dengan mengendarai speed boat itu.


"adek.. Adik nggak usah ikut ya, adik di sini saja tungguin kita. lagi pula kita main speedboatnya nggak akan lama." ucap max kepada Nisa.


"loh kak..!! tapi kan bisa pengen ikut.." ujar Nisa dengan memasang wajah cemberut.


"tidak usah, nanti takut terjadi apa-apa denganmu. lagi pula kita cuma sebentar kok.." kali ini Austin yang bersuara.


"kalau begitu kalian saja yang berselancar dengan speed boat itu Kak, Aku di sini saja menemani Nisa. rasanya tidak tenang meninggalkan dia sendirian di sini." kali ini yang bersuara adalah Jack.


"Ya sudah kalau begitu.." setelah itu 5 saudara angkat itu langsung menaiki speed boat masing-masing. sebenarnya mereka ingin menyewa speedboat masing-masing sih, tapi speed boatnya tidak mencukupi untuk mereka. akhirnya mereka memilih untuk menyewa tiga speed boat saja.


***


saat ini mereka tengah bersantai di ruang tamu, mereka semua berkumpul di rumah tuan Albert yang tentunya tidak terlalu jauh dari rumah yang dibeli untuk pak Juna dan ibu Nita. saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba bel berbunyi.


ting tong ting tong ting tong


suara bel berbunyi, mereka semua langsung mengarahkan pandangan ke arah luar. kemudian saling melihat satu sama lain.


"Siapa yang memencet bel seperti itu.." protes max yang ternyata tatapannya masih mengarah ke arah pintu. tak lama bunyi bel terdengar lagi.


ting tong ting tong ting tong


"Siapa sih itu Kak, tidak ada yang berinisiatif membukakan pintu nih...,??" tanya Nisa yang duduk lesehan di lantai. Iya sedang mengotak-atik komputernya. mendengar penuturan sang adik, keenam Kakak itu pun langsung memandang satu sama lain. akhirnya Leon yang bontot setelah Nisa, Iya langsung bergerak untuk melihat Siapa tamu yang datang itu.


"ya sudah, aku saja.." ucap Leon. Leon pun langsung berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu melihat Siapa yang telah memencet bel berturut-turut seperti itu.


ceklek

__ADS_1


suara pintu dibuka dari dalam. Aditya dan jimmy pun langsung menoleh ke arah pintu.


"maaf.. kalian cari si_" ucapan Leon langsung mengambang.


krik krik krik


tiba-tiba suasana menjadi hening dan mencekam. Leon yang melihat kedatangan laki-laki yang membuat ia kesal selama ini berada di depan pintu, langsung membuat mood-nya menjadi rusak.


Begitu juga dengan Aditya dan Jimmy, mereka berdua sontak menjadi bungkam. bukan apa-apa, karena Aditya merasa malu dengan perbuatannya selama ia hilang ingatan.


"hai Leon... Maaf kami mengganggu, aku ke sini ingin meminta maaf sekaligus ingin bertemu dengan kalian." ucap Aditya dengan lancar. tidak ada alasan baginya untuk gugup bicara kepada Leon, karena ia sudah menyiapkan diri kalau seandainya saudara-saudara Nisa mengamuk kepadanya. Karena pada dasarnya ialah yang salah.


Leon yang mendengarkan penuturan maaf yang diucapkan oleh Aditya langsung mengerutkan keningnya. Apakah Aditya sudah mengingat semuanya, begitu pikir Leon.


saat Leon larut dalam pikirannya, tiba-tiba Jack datang menyusul.


"Siapa yang datang Leon..?? Kenapa tidak diajak masuk.." ucap Jack langsung menongolkan kepalanya dari balik pintu. Di sana ia langsung melihat Aditya dan Jimmy berdiri seperti sedang dihukum oleh Leon.


"Oh Tuan amnesia..!!" seru Jack langsung mendapat sikukan dari Leon. Leon juga menatap saudaranya itu dengan tatapan tajam.


seolah-olah tatapan itu mengerti kan, bahwa Leon sedang mengatakan kepadanya 'bisa-bisanya kamu langsung berbicara seperti itu tanpa melihat kondisi dan situasi' begitulah kira-kira.


"Hem hem.. maaf, kalau begitu ayo masuk dulu." ucap Jack. sepertinya Jack cukup bersahaja dan tidak terlalu memikirkan hal itu. walaupun mereka sudah tahu permasalahan yang sebenarnya.


akhirnya tanpa menunggu lama lagi, Aditya dan Jimmy langsung menerobos masuk ke dalam rumah. semua yang berkumpul di ruang tamu terkejut melihat kedatangan mereka. namun tidak dengan Nisa, bisa malah mengukir senyum melihat kedatangan mereka. walaupun Aditya pernah bersikap tidak wajar kepadanya, Namun sepertinya Nisa sudah cukup mengerti dengan kondisi itu.


"Kak Adit, Kak Jimmy. ada apa..??" tanya Nisa kepada keduanya. padahal keduanya belum lagi mendudukkan tubuhnya di kursi.


max yang mendengar pertanyaan sang adik yang tidak sopan itu karena belum mempersilahkan tamu duduk langsung menyikut sang adik.


*persilahkan duduk dulu dek, baru ditanya.." ucap max mengingatkan sang adik. sementara Leon yang sudah menyusul hanya mampu mengumpat dalam hati saja, Iya tentunya masih sangat kesal dengan Aditya ini.


"Oh iya lupa.. silakan duduk Kak.." ucap Nisa mempersilahkan keduanya.


***

__ADS_1


__ADS_2