
"Baiklah kalau begitu nak, gunakan saja uang yang kita punya ini untuk membeli alat-alat tersebut. tapi bagaimana kamu menggunakannya nanti, sementara kita tidak memiliki tegangan listrik yang memadai bahkan jika pun ada itu bukan milik kita.," Ucap pak Juna lagi.
Nisa seketika berpikir kembali bagaimana caranya agar mereka punya tegangan listrik yang memadai dan bahkan tanpa harus menumpang pada orang lain.
"begini saja Pak kalau begitu Nisa pinjam aja uang semuanya. rp70.000.000 lebih itu. Nisa mau membeli beberapa alat yang Nisa butuhkan, dan juga HP serta laptop dan juga wi-fi-nya nanti. nanti Nisa kembalikan lagi. bagaimana Pak. uang itu nanti akan nisa gunakan untuk membeli panel Surya, penangkap tenaga Surya dan membuat kincir angin, untuk membangkitkan tenaga listrik dan nisa cukup tahu cara untuk merakitnya dengan sederhana, tapi kalau alatnya lengkap nisa bisa memaksimalkannya" ucap Nisa.
Pak Juna tidak mampu menolak apa yang sudah diusulkan oleh putrinya karena memang sudah terbukti apa yang dikerjakannya itu benar-benar membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
"Baiklah nak. bapak setuju, lalu di mana kita harus memesannya Apakah kamu ingin pergi sendiri memesannya atau bapak yang akan pergi sendiri untuk membelinya. jangan kamu kira, walaupun begini-begini bapak juga adalah perantau ulung dan handal hanya saja takdir tidak mengizinkan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak."Ucap pak Juna mempercandai putrinya. Nisa pun terkekeh mendengar candaan ayahnya.
"terserah bapak saja, pokoknya Nisa hanya akan memberikan merek saja yang mana yang akan Ayah beli nanti bagaimana pak.?"tanya Nisa kembali.
__ADS_1
Namun sepertinya Pak Juna berubah pikiran alangkah baiknya ia pergi ke kota bersama putrinya untuk membeli alat-alat yang ia butuhkan. lagi pula libur mereka tinggal seminggu lagi dan itu terbilang masih cukup lama.
"begini saja nak, Bagaimana kalau kita pergi sama-sama saja. takutnya barang yang bapak beli tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. jadi ibaratnya biarkan Ayah menjadi bodyguard saja." Ucap pak Juna yang berhasil membuat ini Saya tertawa terbahak-bahak.
"hahaha😂😂 bapak bisa saja bercanda. Baiklah kalau begitu Pak kita perginya sama-sama saja, kita ajak ibu juga supaya Ibu bisa melihat kota besar itu seperti apa" ucap Nisa tentu saja membuat Ibu Nita jadi terkejut Kenapa ia jadi dibawa-bawa.
"eh kenapa ibu jadi dibawa-bawa, "ucap Ibu Nita dengan terkejut. jujur saja ia sangat takut pergi ke kota besar apalagi, Mereka menonton film sinetron kehidupan di kota itu sangat menyesakkan apa yang dicari di sana harus menggunakan uang, sementara uang mereka tidak cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
terlihat jelas diraut wajah Ibu Nita menolak keinginan putrinya itu. tapi apa boleh buat jika anaknya sudah meminta maka ia tidak bisa menolak hanya mampu mengikuti saja.
"terserah kau sajalah nak, ibu ikut aja Bagaimana baiknya," ujar Ibu Nita ia pasrah mengikuti Bagaimana baiknya saja.
__ADS_1
"Baiklah Pak Bu fix ya besok kita berangkat supaya nanti kita tidak berlama-lama di sana malam ini bapak dan Ibu silakan bersiap-siap nanti biar bisa yang jadi tutornya hehehe." ucap Nisa lagi. jadi Nisa yang mengurus ya..
dengan perasaan gembira, walaupun hanya sederhana. sepertinya orang tuanya cukup antusias mengenai hal ini apalagi mereka baru pertama kali akan menginjakkan kaki di kota besar.
keluarga itu pun mulai bersiap-siap untuk membawa bekal mereka besok. memasukkan beberapa baju ke dalam tas dan keperluan keperluan lainnya yang mereka butuhkan. setelah melakukan packing Mereka pun kembali untuk beristirahat.
***bersambung***
Hay guys. jangan berhenti untuk memberikan support ya. author juga meminta kritik dan saran yang cocok untuk mengembangkan novel ini.
author juga mengungkapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, karena sudah mampir di cerita receh ini. tidak banyak yang author inginkan, asalkan pembaca author terhibur.🥰🥰
__ADS_1