HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
44. S2 masuk universitas


__ADS_3

assalammualaikum reades nya author. author izin kembali lagi menghibur teman-teman ya.☺️


season pertama tadi menceritakan tentang perjalanan Renata yang menjadi Nisa sampai dengan lulus sekolah menengah atas. sekarang author mau lanjut yang season duanya ( tapi terserah reades nya author, mau menganggap part ini season 2 atau bukan.)


nah.. di part ini, author akan menceritakan tentang perjalanan nya semasa duduk di bangku perkuliah. 😁😁


ikuti saja terus ya. kalau nanti mujur. cerita nya akan di lanjutkan sampai nanti menuju jenjang pernikahan.. hohoho...😜😜


****


Setelah acara kelulusan sekolah 5 bulan yang lalu. Niat nya, Nisa ingin menganggur satu tahun, ia ingin fokus mengurus pabrik skincare nya dan usaha lainnya dulu.


Namun, kedua orang tuanya memaksa dan membujuk Nisa untuk melanjutkan studinya. Karena, kedua orang tuanya itu, merasa bahwa putri nya memiliki kelebihan dalam akademik. Jadi, mereka tidak ingin menyia-nyiakan pendidikan untuk anak mereka ini.


Dengan bujuk rayu dan dengan berbagai macam alasan, akhirnya Nisa mengalah kepada kedua orang tuanya dan melanjutkan pendidikan nya. Sementara, pabrik skincare nya di kampung, diolah oleh kedua orang tuanya, namun Nisa masih akan terus memantau perkembangan nya.


Disinilah Nisa sekarang, mendaftar di sebuah universitas swasta G dengan jurusan geografi sains. Ia sengaja kuliah di universitas swasta agar lebih santai.


"Permisi kak... Apa pendaftaran masih di buka..?" Tanya Nisa kepada petugas BAAK (biro administrasi akademik dan kemahasiswaan.)


"Oh... Tentu dek. Silahkan.." ucap petugas itu memberi kan selembar kertas yang berisi tentang syarat syarat pendaftaran.


Nisa menerima nya dan membaca isi kertas itu. Sebelum ia mendaftar, terlebih dahulu, ia sudah menyiapkan semua berkas yang ia perlukan.


Dan tanpa menunggu lama, Nisa langsung memenuhi semua syarat tersebut, setelah itu di silahkan mengisi formulir secara online.


Setelah itu, ia langsung membayarkan uang semester nya. Setelah mengucapkan terima kasih, Nisa langsung meninggalkan tempat itu.


Sekarang, tujuan keduanya Ia mencari kos atau kotraKan. Ia sebenarnya berniat untuk membeli rumah. Namun, sepertinya ia tunda hal tersebut dan memilih untuk ngekos untuk sementara waktu ini.


Nisa mulai berjalan, mendatangi rumah kosan satu persatu. Ia kesulitan menemukan kosan yang cocok dengan keinginannya. Namun ia tidak menyerah begitu saja, ia bertekad untuk mendapatkan kosan hari ini, agar besok nya ia langsung pindah. Tak lama, akhirnya ia menemukan kosan yang sesuai dengan keinginan nya. Ia memilih untuk menyewa kamar sendiri.


"assalammualaikum... " ucap Nisa memanggil pemilik kosan dengan penuh sopan santun. Pemilik nya pun langsung menjawab.


"Wa'alaikumsalam..."Ucap pemilik kos sambil berjalan keluar. "Ya... Ada yang bisa ibu bantu dek...??" Ucap ibu itu.


" Iya buk. Saya sedang mencari kosan, apa di tempat ibu masih ada yang kosong..??" Tanya Nisa masih dengan etitut yang baik.


"Oh.. tentu nak. Sebentar ya, ibu ambilkan kunci dulu.." ucap ibu itu, masuk kembali kedalam rumah nya untuk mengambil kunci, setelah itu,ia kembali.


Ibu kosan itu pun mengajak Nisa untuk melihat kamar kosan itu. Nisa pun segera mengekorinya dari belakang. Mereka mulai berjalan, satu persatu, ibu itu memperlihatkan kamar kosan itu padanya.

__ADS_1


didalamnya terdapat dapur dan kamar mandi. Jadi tidak perlu repot-repot berbagi kamar mandi dengan yang lain. Tempat itu juga nyaman dan bersih, harganya juga dapat di jangkau. Yang pasti harganya di bawah 500k.Karena tidak langsung masuk dengan air dan listrik. Jadi isi sendiri.


"Yang di bawah saja buk. Ini kamar nya untuk satu orang aja kan buk...?" Tanya nisa lagi. Ibu itu pun mengiyakan.


"Iya dek. Adek kuliah disini..??" Tanya ibu kos tersebut.


"Iya buk.." jawab Nisa. Setelah selesai melakukan kesepakatan dengan pemilik kos. Nisa pun kembali ke hotel.


Ya, dia memilih untuk menginap di hotel sebelum menemukan tempat tinggal nya. Karena, jiwa yang ada dalam dirinya Nisa itu, jadi dia tidak perlu menghawatirkan apapun.


***


Sesampainya di hotel waktu menunjukan pukul 12.00 wib. Ia memilih makan siang dan merebahkan tubuhya terlebih dahulu. Kunci kos sudah ada di tangannya. Ia berniat, setelah melepas lelah, ia akan pergi lagi untuk berbelanja kebutuhannya nanti.


“huh… sangat melelahkan… ternyata seperti ini rasanya kelelahan. Dulu aku dengan mudahnya mengalihkan semua pekerjaan aku pada asisten, tapi sekarang harus bisa mandiri, dan sepertinya aku sudah terbiasa dengan hal ini.” Gumamnnya.


Setelah itu, nisa pun mencoba untuk memejamkan matanya terlebih dahulu, sebelum akhirnya nanti pergi kembali untuk membeli berbagai macam perlengkapan di kosannya. Dan jika sempat, ia akan chek out langsung dari hotel, tidak perlu menunggu besok.


Waktu menunjukan pukul setengah tiga sore. Nisa pun bangun dan segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk berbelanja kebutuhannya nanti.


Setelah sepuluh menit bersiap, ia pun langsung pergi berbelanja. Ia memilih berbelanja seperti orang kebanyakan, yaitu pasar loak. Ia memilih belanja dipasar karena harganya lebih murah, ia juga tidak ingin belanja barang yang terlalu mahal.


Asalkan yang murah bisa di gunakan, kenapa harus yang mahal. Ya.. walaupun ngak terlalu murah-murah amat dah kalau menurut kantong author.


Cukup lama nisa berbelanja, akhirnya selesai juga. Ia menyewa satu mobil pick up untuk mengangkut semua barang belanjaannya.


***


Tepat pada pukul 5 sore, nisa sampai di kos-kosan dan menurunkan semua barang belanjaannya di bantu oleh kedua pemuda pemilik mobil pick up yang ia pesan. Entahlah, pemilik atau hanya sopir saja, author juga bingung.


Mereka pun mulai menurunkan semua barang-barang itu sampai habis. setelah itu, nisa membayar ongkos mobilnya dan juga mengucapkan terimakasih.


“huf… aku harus kehotel dulu dan segera chek out, baru nanti balik kesini dan menyususn semua barang-barag ini.” Ungkapnya.


Mengabaikan rasa lelah yang menyerangnya, nisa langsung memutuskak kembali ke hotel terlebih dahulu dan mengambil semua barang-barangnya yang ada disana dan keluar dari hotel. Nisa menuju kearah kasir.


“permisis kak.. saya mau chek out..” ucap nisa kepada mbak-mbak kasirnya.


“iya mbak.. sebentar ya..” ucap kasirnya. Setelah itu, nisa membayar sewa hotel dan segera pergi dari sana dengan menggunakan taksi meuju tempat kosannya.


Tak lama, nisa sampai dan membayar ongkos taksinya.

__ADS_1


Sesampainya nisa di kosan, Ia langsung berbenah, membereskan semua barang-barang belanjaannya.


Ia mulai mengatur semua tata letak semua barang itu sampai selesai. Setelah selesai, Nisa pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ia beli tadi, dan menyelam kealam mimpi tanpa mandi terlebih dahulu.


***


Seminggu kemudian. Hari ini adalah hari dimana nisa akan memasuki hari pertama kuliah. Tentunya di hari pertama ini, mahasiswa baru harus mengikuti kegiatan simak ( silaturahmi mahasiswa baru).


Beberapa kata sambutan mulai di ucapkan oleh pimpinan kampus serta pengenalan kampus. Mulai dari fasilitas yang ada, serta semua organisasi yang tersedia sebagai kegiatan tambahan. Setelah pengenalan kampus, wakunya untuk (isoma) istirahat sholat dan makan siang.


“hay… sendiria aja..” sapa seorang cewek kepada nisa yang duduk sendiri sambil memainkan hpnya. Ia mengangkat kepalanya yang masih focus pada hp itu.


“hay.. juga… iya ni, soalnya ngak tau harus ngapain..” ucap nisa lagi.


“kenalin, aku dewi puspita, panggil senyaman kamu aja..” ucap dewi memperkenalkan dirinya. Nisa terenyum dan menerima uluran tangan dewi.


“aku nisa saputri, senang berkenalan dengan mu..” ucap nisa membalas uluran tangan dewi.


“boleh aku duduk disini..?” Tanya dewi kepada nisa.


“boleh. Silahkan..” ucap nisa lagi.


“oh.. ya. Kita sejurusan kan..? kelas geo sains ada berapa sih..?” Tanya dewi dengan bingung.


Nisa kemudian menyimpan hapenya. Kebiasaan nisa, kalau lagi ada teman dan saling mengebrol, ia akan menyimpan hapenya.


Kerena, jika tidak, dianggap tidak sopan. Tapi, itu hanya pandangan nisa saja, karena zaman sekarang, yang jauh di Tanya kabar, yang dekat malah di anggurin.


“kurang tau juga sih wik..” ucap Nisa. Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba senior mereka yang bernama ridwan datang menghampiri mereka.


“hai…” sapanya kepada keduanya. “ kenalan boleh ya..” ucap ridwan kepada mereka.


“ngak perlu kenalan kak, kami sudah tau nama kakak..” ucap mereka berdua.


“loh.. kok gitu, kan kakak belum tau nama kalian siapa ?” ucapnya lagi. “ayo, nama kalian siapa..?” Tanya ridwan dengan tidak sabaran. Mereka pun cengengesan.


“eh.. ditanya kok malah cengengesan..” protes ridwan.


“ya kak.. kenalin, aku nisa dan ini dewi..” ucap nisa mewakili sambil bersalaman.


“gitu dong.. oh ya, kalian berdua junior kakak ya..” Tanya nya lagi..

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2