HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa


__ADS_3

Saat mereka sedang makan. tiba-tiba, dedi datang mengganggu mereka. aska memasang wajah tidak suka sementara nisa, menenangkan aska dengan mengusap-usap tangannya.


"ngapain duduk disini. meja yang lain banyak yang kosong. kenapa pula harus duduk disini."ujar Aska tidak suka.


"kenapa memangnya, kan duduk dimana saja boleh !!" seru Dedi lagi dengan Santa. saat Aska ingin mengatakan sesuatu, Nisa memotong ucapannya.


" sudah kak. ngak usah di hiraukan, kakak makan saja, biar kita cepat kembali.." ucap Nisa memegang kembali tangan Aska. Aska pun menghela nafas kasar.😤


setelah itu Aska tidak lagi memikirkannya. karena nisa sudah resmi menjadi miliknya. hanya saja yang harus ia lakukan adalah menjaga nisa dengan sebaik-baiknya, agar ia tidak kembali kepada masa lalunya.


seperti mengejar-ngejar si ketua OSIS itu. keberadaan nya di sana pun tidak dianggap oleh mereka, tapi bukan berarti mereka bermesra-mesraan di depannya. mereka hanya duduk saja namun tidak mengajak dedi untuk mengobrol. keberadaannya di sana diacukan saja, itu membuat dedi menjadi kesel.


" kalian itu patung ya, kalian nggak lihat aku di sini." aska dan nisa pun saling memandang satu sama lain.


" memangnya ada yang manggil kamu duduk disini ? nggak ada kan ? jadi nggak usah marah kalau diacukan." ucap aska. katakanlah ketus kepada dedi. ia pun memasang dan melihat dedi dengan tatapan tajam nya itu.


" kalau kamu gak suka di sini, ya.. jangan disini. kami nggak manggil kamu untuk duduk di sini. kamu sendiri yang datang, jadi nggak usah mengatakan kalau kami ini adalah patung." ungkap aska lagi semakin kesal. nisa pun juga ikut jengah melihat tingkah laku ketua OSIS itu yang semakin hari ini menjadi.


" sudah kak. mending kakak habiskan deh makanan kakak itu, kita cari tempat lain aja." ucap nisa.


" baiklah..." Aska pun melanjutkan makannya. Dedi yang melihat interaksi mereka pun menjadi kesal. entah kenapa, ada sesuatu yang aneh dalam hatinya.


tak menunggu waktu lama, aska pun langsung menghabiskan makanannya dan setelah itu mereka pergi meninggalkan dedi sendirian di meja tersebut.


"eh... kalian mau kemana..???" tanya dedi penasaran.


" bukan urusan kamu..!!!" ucap aska. mereka pun langsung pergi. Aska menggandeng tangan Nisa, yang sontak membuat aska terbakar sampai hangus..hehehe...😁😁

__ADS_1


setelah meninggalkan meja makan atau kantin. keduanya pergi ke sebuah pondok yang sengaja dibuat oleh para osis sebagai tempat mereka berbincang-bincang atau nongkrong di saat jam pelajaran kosong atau waktu jam istirahat. nisa dan aska duduk ditempat itu keduanya saling melempar cadaan dan satu sama lain.


" eh kak, siapa ini pulang sekolah kakak nanti akan ngerjain apa." tanya nisa pada aska.


" ya palingan membuat sesuatu yang dapat menghasilkan rupiah. agar suatu saat nanti ketika kita sudah bersama-sama, kita punya masa depan yang cerah." canda aska. Nisa memutar bola nya malas.


walaupun kata-kata itu dilontarkan secara serius dari mulut aska. namun nisa tidak menganggapnya serius, karena itu hanyalah ucapan manis aja yang kebenarannya sangat diragukan.


" kamu bilang aja itu untuk masa depan kamu, nggak usah bawa-bawa aku kak. takutnya di masa depan itu, kakak itu bukan jodoh Nisa. jadi ngomongnya jangan asal ya yang pasti pasti saja." ungkap nisa. bagi nisa itu tidak menjadi sesuatu yang menyenangkan lagi. karena ia sudah pernah mengalami hal seperti itu semasa menjadi renata.


jadi kalau umur sudah tua itu bukan waktunya lagi sakit hati atau terbuai dengan kata-kata manis, tapi waktunya cari cuan dan memperbaiki perilakunya yang menyimpang semasa menjadi renata.


" hais sensi banget.. kan kakak cuma bercanda.. kamu lagi datang bulan ya ? pantesan lagi pms langsung tersinggung kalau kakak ngomong kayak gitu, padahal nggak ada maksud apa-apa cuma pengen nyenengin kamu doang... tapi nggak papa kok, kakak nggak marah..." ucap aska lagi sambil mengukir senyum dan menyapit hidung Nisa dengan sayang. mendengar penuturan tersebut pun Nisa pun mencubit mesra pinggang aska.


" auch sakit sayang... ya ampun kayak gigitan kalajengking sakit ahmad dah.. coba coba lihat ini kulit atau apa.?" tanya aska sambil melihat jari-jari nisa yang tadi dengan manisnya men cubit pinggang aska.


"makanya kak. kalau ngomong itu di filter dulu.. jadi, ucapan sampah-sampah itu bisa ke saring dan tidak membuat keselek ... hehehehe...😁😁" canda nisa sambil cengengesan. aska yang melihat Nisa senyum, saat itu menjadi gemas ia mencapit kembali hidung nisa dengan penuh sayang.


" aduh...!!! sakit..!!! ih kakaknya suka sekali menyapit hidung aku. lama-lama hidung aku jadi seperti hidung pinokio..." ucap Nisa sambil mengusap hidungnya yang tadi di capit oleh aska. aska pun terkekeh.


" hidung pinokio itu panjang karena ia sering berbohong. memangnya kamu berbohong, makan nya jadi panjangkan.? kakak cuma nyapit doang, itu tandanya kakak sedang gemes padamu cantikku...." ungkap Aska lagi.


tanpa mereka tahu dari jarak yang cukup jauh itu, ada beberapa pasang mata yang menatap mereka iri. tentu saja, aska merupakan salah satu sosok laki-laki yang diincar oleh kaum hawa. bagaimana tidak, nisa mendapatkan aska begitu saja. sementara para ciwi-ciwi yang mengejar aska itu melakukan berbagai upaya untuk memikat nya, namun nyatanya tidak satupun dari mereka yang berhasil memikat aska.


" sial si nisa. bisa-bisanya iya mendapatkan ikan segar itu. beruntung banget padahal aku sudah bersusah payah mengejarnya eh malah diembet sama cewek ganjen itu.." kali ini yang memusuhi nya adalah maya.


maya adalah salah satu sahabat dari siska. ia dari dulu, waktu pertama kali Aska menginjakkan kaki di sekolah ini, dia sudah menyukainya bukan hanya dia, tetapi banyak yang lain hanya saja yang gencar mengejarnya hanya Maya.

__ADS_1


tak lama lonceng masuk pun berbunyi aska dan nisa pun segera beranjak dari tempat duduk mereka, dan berjalan memasuki ruangan masing-masing. sebelumnya mereka sudah berjanji bahwa selepas pulang sekolah Nisa akan datang mengunjungi tempatnya aska dan Vivi.


****


saat ini, nisa dan ketiga sahabatnya itu sedang berkunjung ke rumah aska. terlihat mereka sedang mengobrol-ngobrol di ruang tamu. tiba-tiba pemilik rumah itupun datang bergabung bersama mereka, setelah mengganti pakaiannya dan membawa beberapa cemilan dan minuman.


" hai seneng banget kalian mau kesini, main nggak ada yang datang main lo. temen-temen ke sini, soalnya digituin sama kak Aska. apa lagi, tatapannya itu tajam banget. apalagi cowok yang datang beh..." ungkap vivi. tak lama aska pun turun, ia sudah mengganti pakaiannya dan bergabung duduk di sebelah nisa.


" kalian sebelum pulang makan dulu ya. makan bareng ya beb." ucap aska. ucapan aska itu sontak membuat keempat cewek itu membuatkan matanya, jujur saja mereka belum tahu apa-apa tentang hubungan mereka.


" eh.. maksud kakak apa ngomong kayak gitu, memangnya Nisa sudah jadi pacar kakak ?." tanya visi dengan tampang terkejutnya. Aska pun melihat ke arah nisa dan tersenyum


" ya.. asal kamu tahu, nisa sudah jadi kakak ipar kamu. jadi hargai dia dan ajak dia berteman, dan untuk kalian 3 ciwi-ciwi, aku harap, kalian udah tahu ya kalau nisa punyaku. jadi minta tolong jagain dia dari ketua osis yang ganjen itu, ya nisa memang sudah menjauhi nya. tapi, sepertinya malah kebalikan. dia lagi yang ngejar-ngejar Nisa. jadi karena kalian yang ada di sampingnya dia. liatin ya jangan ada cowok lain yang mendekat karena nisa adalah milikku..." ucap aska dengan posesif dan penekanan kepada ke empat cewek itu. mereka pun terkekeh dan tertawa lucu, sementara nisa menunduk karena malu, akibat ungkapan yang diucapkan oleh aska itu benar-benar gentleman.


" ya iya iya tenang saja kakakku yang tampan.! aku pasti akan jagain dia dan mengajak dia berteman bersamaku. namun kakak jangan sampai menyakiti nya ya, ingat kakak punya adik perempuan yang harus kakak jaga juga. jadi vivi tekan kan, jangan menyakiti hati perempuan oke..." ucap vivi menasehati abangnya itu. tentu saja aska tidak menyangkal. ia dengan senang hati mendengarkan nasehat adiknya, karena aska juga pak sangat menyayangi adiknya itu


" ya tentu saja bosku..!!" ucapakan sambil memutar bola matanya malas.


" eh tapi kapan kalian jadian sih ? kok tahu-tahunya udah pacaran aja?." tanya lilis dengan sejuta rasa penasarannya.


" kita baru jadian tadi siang, di sekolah di ruang uks.." ungkap aska tanpa rasa malu ketiga keempat cewek itu pun terkejut kejut.


" what....!!! kalian jadian di ruang UKS,..!! yang benar saja hah..!!." teriak mereka berempat sementara anisa dan aska sudah menutup kedua kuping mereka.


" woi biasa aja lagi dear.. kalian ini ke enggak pernah dengar orang jadian aja..." ucap nisa ketus kepada teman-temannya itu.


***bersambung***

__ADS_1


makasih sudah mampir 🙏🙏 jangan lupa tinggalkan like dan votenya untuk author hehehe 😁😁😁


__ADS_2