HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
60. dijemput


__ADS_3

"Nah. kenalkan pak, buk. ia lah yang sudah menggantikan Nisa. sayangi dia karena, aku dengan suka rela memberikan ragaku padanya agar bisa membahagiakan kalian. pak, buk, maafkan Nisa jika semasa di dunia, membuat bapak dan ibu malu. waktu ku sudah habis. aku pergi." ucap Nisa dan langsung menghilang dari tempat itu.


pak Juna dan buk nita pun memanggil Nisa yang sudah berubah menjadi cahaya.mereka kemudian beralih kepada sosok cantik yang ada di depan mereka. ia melihat kedua paruh baya itu dengan tatapan penuh kasih sayang sambil mengukir senyum manis di bibirnya.


seketika mereka terbangun dari mimpi itu dengan penuh keringat dingin. mereka menarik nafasnya. dan bergumam, ternyata hanya mimpi.


flas of


"terima kasih pak, bu, sudah menerimaku. jujur saja, tadi aku sempat mengira bapak dan Ibu tidak akan menganggapku lagi."ucapnya sambil memeluk ayah dan ibunya dengan linangan air mata. maka saat itulah terjadi suasana yang saling mengharukan.


"lalu apa rencanamu selanjutnya?"tanya Pak Juna kepada Nisa.


"Pak, aku sudah menghubungi pihak keluargaku. dan dalam waktu dekat mereka akan ke Indonesia dan menetap di sini. jadi Nisa mau minta izin kepada bapak dan ibu agar Nisa bisa membagi kasih sayang Nisa kepada ayahku dan juga kepada bapak dan ibu."ucap Nisa.


"tentu saja anakku. kau adalah milik kami begitu juga jiwamu adalah milik ayahmu. kami akan sangat senang mempunyai keluarga yang baru."ungkap Pak Juna dengan senyum di bibirnya.


"pergilah anakku urus semuanya, setelah itu bawa mereka ke sini untuk bertemu dengan kami. namun, Apakah keluargamu mau menganggap kami sebagai keluarganya mengingat kami ini orang tuamu hanya sebagai petani."ucap Ibu Dita mengeluarkan kekhawatirannya.


"Ibu tenang saja. ayahku orangnya tidak seperti itu. ayahku sama dengan bapak dan ibu, penuh dengan kasih sayang. pastilah ayah akan menerima semuanya. apalagi anaknya sudah dirawat dengan baik."ucap Nisa memberikan senyum kepada kedua orang tuanya.


"Baiklah kalau begitu anakku. segeralah urus dan kapan kamu akan kembali ke kota x."tanya Pak Juna lagi memastikan keberangkatan anaknya agar mereka bisa menyiapkan berbagai kebutuhan Nisa nanti.


****


di tempat lain, tepatnya di kediaman volcan. di tempat itu sedang terjadi kegegeran akibat menghilangnya Paman Albert di sel bawah tanah.


mereka menyelidiki Siapa yang sudah berani membawa kabur dan menerobos kediaman mereka itu. ternyata mereka tidak menemukan bukti apapun, karena nyatanya, para pengawal yang bekerja di kediaman volcan itu adalah kelompok black joker.


mereka memanipulasi CCTV dan bekerja sama untuk mengeluarkan Paman Albert dari sel bawah tanah, tanpa diketahui oleh keluarga volcan. namun mereka tidak memutuskan untuk kembali bergabung dengan black Joker agar tidak ada yang mengetahui dari mana mereka sebenarnya.


karena di dunia itu, mereka hanya mengetahui nama kelompoknya saja yaitu black Joker namun mereka tentu tidak mengenali orang-orangnya.


"sialan..!! Siapa yang sudah bermain-main dengan keluarga volkan!!"teriak Tuan volcan merasa marah karena tawanannya berhasil kabur.


"cepat kalian semua,!! cari petunjuk mengenai laki-laki tua itu. Saya tidak mau tahu !!."ucap volcan.

__ADS_1


saat mereka sedang memonitor dan mencari jejak mengenai kepergian Paman Albert, tiba-tiba situs mereka mendapat pesan misterius.


isi pesan itu ialah sebuah ancaman, apabila pihak volkan meneruskan pencarian terhadap Tuan Albert Bramasta, maka bersiaplah semuanya akan terbongkar."isi pesan tersebut.


melihat pesan itu yang bernada ancaman Tuan volkan menjadi semakin marah.


"sialan..!! ternyata kalian ingin bermain-main denganku?"ucapnya lagi.


tuan volcan tidak sadar, ia sedang berhadapan dengan siapa. Tuan volcan pun mengirim pesan ancaman balik kepada pengirim pesan. membaca pesan itu Nisa menyunggingkan senyumnya.


"ternyata kamu sangat pemberani tuan volkan. lihat saja aku pasti akan meruntuhkan kekuasaanmu dan menguburmu sedalam-dalamnya."ucap Nisa di depan layar monitornya.


setelah memberikan peringatan pada pihak volkan, Nisa langsung menutup situsnya dan bahkan membuat situs tersebut tidak ditemukan oleh peretas manapun.


***


dua bulan lamanya, akhirnya Nisa kembali ke kota x. berhubung libur semesternya sudah berakhir. selama 2 bulan ini juga, hubungannya dengan Aditya terkesan berjalan lancar tanpa kendala apapun.


mereka juga semakin terbuka satu sama lain, karena konon katanya Aditya Pratama ini dikenal dengan seorang yang berjiwa dingin terhadap lawan jenisnya.


"Kakak kenapa sangat senang sekali?"tanya nyonya Humaira.


mereka memanggil Aditya dengan sebutan kakak, karena ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. mendapat pertanyaan seperti itu, Aditya langsung merespon dengan senyuman pertanyaan ibunya itu.


"hehehe tidak apa-apa ma. Adit hanya senang saja, karena sebentar lagi keinginan Mama untuk mendapatkan menantu akan segera terwujud."ucapnya sedikit mengedipkan matanya kepada sang mama.


nyonya Humaira pun terkejut ia berjalan mendekat ke arah sang Putra dan memegang kening putranya itu.


"Mama tidak salah dengarkan? bukannya anak mama ini tidak suka berdekatan dengan perempuan kecuali Mama. tapi kenapa sekarang anak mama ini tiba-tiba menjadi bersemangat seperti ini."ucap nyonya Humaira menggoda putranya itu.


"ah Mama. Mama seperti tidak tahu saja, jangan menggodaku terus aku harus berangkat menjemputnya sekarang. karena kalau tidak dia akan pergi."ucap Aditya lagi.


"Ya sudah kalau begitu,: segeralah kamu perkenalkan calon menantu Mama itu. apapun wujudnya pasti Mama akan terima."ucap nyonya Humaira. Aditya pun langsung tersenyum ke arah ibunya.


"tentu saja, aku tahu mengenai hal itu, Mama adalah perempuan terhebat yang dititipkan Tuhan untuk Aditya. Mama tenang saja aku pasti akan mengenalkan dia pada mama dan papa secepatnya."ucap Aditya meyakinkan nyonya Humaira.

__ADS_1


setelah mengatakan hal itu, Aditya pun langsung bergegas pergi untuk menjemput sang kekasih.


***


saat Aditya sudah sampai di sebuah terminal bus. cukup lama ia menunggu di sana dan tiba-tiba ia melihat bidadari turun dari dalam bis. melihat Nisa turun Aditya pun mengukir senyum di bibirnya sambil berjalan mendekat ke arahnya.


"hey hey kamu baru sampai?"tanya Aditya. Nisa menjadi terkejut melihat Aditya sudah berada di depan matanya. ternyata penolakan Nisa tidak ada artinya bagi Aditya.


"loh bukannya tadi Nisa bilang kakak tidak usah jemput!! lalu kakak ngapain Di sini? "tanya Nisa kepada Aditya. sementara yang ditanya pun hanya tersenyum manis dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"eh itu, aku merindukanmu jadi aku berinisiatif untuk menjemputmu dan mengantarmu pulang."ucap Aditya kepadanya. Nisa pun tersenyum melihat Aditya seperti seorang anak yang kena marah dari ibunya.


"hehehe, sebenarnya Nisa mau dijemput Kak. hanya saja nisa tidak ingin merepotkan kakak saja. tapi karena kakak sudah di sini maka Nisa tidak akan sungkan lagi"ucap Nisa kepada Aditya.


Aditya pun langsung tersenyum senang. Setelah itu mereka langsung meninggalkan terminal bus itu dan mengantarkan Nisa ke kosannya. tak lama mereka pun sampai di sebuah kosan sederhana namun bersahaja.


"oke makasih ya Kak, udah jemput dan ngantar ke rumah."ucap Nisa kepada Aditya. Nisa pun ingin beranjak turun tiba-tiba Aditya menarik lengan Nisa dengan lembut.


"Nis Kakak nggak ditawarin masuk gitu?"tanya Aditya kepada Nisa.


"eh mana boleh kakak masuk ke dalam, kan ini kosan cewek."ucap Nisa mengerutkan keningnya menghadap kepada Aditya. Aditya pun terkekeh melihat ekspresi bisa seperti itu.


"hehehe kakak hanya bercanda. Oh iya nanti siap magrib kakak ingin mengajakmu keluar, Jadi sekarang kamu boleh istirahat. Oh tapi nanti Kakak Antar makanan sarapan kamu ya."ucap Aditya. Nisa diam berpikir sejenak.


'Kenapa Kakak harus mengajakku keluar? Apakah ada hal penting Kak?"tanya Nisa dengan polosnya.


"lihat saja nanti, sudah sana turun dan istirahat Kakak akan membeli sarapan dan sekaligus makan siang untukmu. "ucap Aditya lagi.


"Kakak boleh minta tolong, Kalau boleh belikan sembako saja nanti berapa totalnya nanti Nisa bayar."ucap Nisa lagi karena persediaan di kosannya juga sudah habis.


"Baiklah kalau begitu. nanti kakak suruh Jimmy untuk datang mengantarkan sembako nanti."ucap Aditya lagi dan langsung diangguki oleh Nisa.


"kalau begitu terima kasih sebelumnya Kak, Nisa masuk dulu ya?"ucap Nisa langsung diangguki oleh Aditya.


setelah itu Nisa pun keluar dari dalam mobil, setelah Nisa keluar Aditya pun langsung melajukan mobilnya. terlebih dahulu ia pergi membeli sarapan untuk Nisa sebelum akhirnya kembali ke kediamannya. dan setelah itu dia akan berangkat ke kantor sebelum nanti jam 07.00 malam, ia mengajak Nisa keluar.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2