HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
39. usaha baru


__ADS_3

"enggak Bu, Abang makan sendiri saja...." ucap Iwan dengan sopan kepada ibunya. Iwan mengambil sendok dan menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


sebenarnya Mbak nur tidak terlalu bisa mendidik seorang anak sampai sesopan itu, namun sang suami yang bernama Andi, memiliki bakat mendidik anak sampai memiliki akhlak yang terpuji seperti itu. karena memang seperti itulah fungsi orang tua kepada anaknya.


ditambah lagi, kakak ipar Nisa ini merupakan lulusan dari pesantren dan juga memiliki kesabaran yang besar kepada keluarganya. ya walaupun Andi dan nur tidak pernah bertengkar atau adu mulut.


mereka semua pun makan dengan diam. tak lama acara makan-makan itu pun selesai, mereka beristirahat sejenak.


" bunda sama bibi, tidur di sini kan..?" tanya Iwan lagi. Nisa dan menti pun saling pandang.


" ngak sayang. bunda sama bibi, akan tidur di rumah bunda." ucap Nisa pada keponakannya itu.


" bunda kenapa sih. kan bunda belum menikah, kok udah bangun rumah sendiri..??" tanya Iwan kepada Nisa. Nisa jadi bingung mau jawab apa.


" memangnya kenapa, kalau bunda bangun rumah sendiri ?" tanya Nisa kepada keponakannya.


" kalau yang Iwan lihat bunda. anak yang masih sekolah SMA itu, tinggal di rumah orang tua nya. dan juga, mereka pasti belum bisa membangun rumah sendiri, kalau pun bisa, kan itu butuh uang bunda.." ucap Iwan panjang lebar.


" heleh... alasan.. bilang saja, kalau Iwan mau bunda dan bibi tinggal disini.. iya kan..??" tanya Nisa lagi. Iwan pun hanya menunjukan deretan gigi putih nya saja.


tak lama, satu persatu penghuni rumah makan pun mulai berkurang. saat pengunjung rumah makan sudah berkurang, Mbak nur pun mendekat ke arah Om babas dan kedua adiknya itu bersama dengan sang suami.


"ternyata toko kakak lumayan rame juga ya." puji Nisa kepada keduanya. Kakak dan kakak iparnya pun tersenyum.


"tentu saja, kamu saja membangun rumah makan ini seperti rumah makan restoran yang ada di kota-kota besar. apalagi menunya yang tersedia juga cukup bervariasi, tentu saja pembeli juga merasa banyak pilihan. Jadi mereka tidak segan-segan untuk datang membeli."ungkap sang kakak ipar.


"Alhamdulillah kalau begitu..."ucap mereka semua serentak.


"Oh ya Kak... bang... boleh tidak selama kami liburan di sini, numpang kedai Kakak boleh ya.. Nisa ada rencana membuka dan menjual bakso dan mi-mian Kalau laku. Iya hanya selama dua minggu saja, jika seandainya mujur Kakak bisa melanjutkan untuk menjualnya."tawar nisa kepada kedua kakaknya itu.


"tentu saja boleh, kalian mau menjual apapun boleh, tidak ada yang melarang asalkan jangan menjual obat-obatan terlarang..."canda si kakak ipar. Mereka pun tertawa.


"gini amat punya Abang." ucap Nisa.


"yaelah Bang, Siapa juga yang berani menjual obat-obatan terlarang itu. kalau menti mah ogah..."ucap menti menimpali.


setelah mereka berbincang-bincang akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu Om babas pun tiba, Iya segera pergi ke kantor catatan sipil untuk mengurus sesuatu.

__ADS_1


sementara Nisa dan menti. karena sudah mendapat izin dari pemilik rumah makan, Nisa pun mengajak nanti untuk berbelanja. mereka membeli beberapa perlengkapan bahan-bahan yang diperlukan untuk memulai usaha mereka. tak lama mereka pun kembali dengan membawa beberapa bahan-bahan yang diperlukan.


"memangnya kalian mau jual apa dek?" tanya Mbak nur lagi tidak puas.


"Oh Nisa mau coba menjual bakso, miso dan mie ayam." ucap Nisa menjelaskan kepada kakaknya itu.


setelah Nisa menjelaskan, Mbak nur pun hanya ber o ria saja, setelah itu Nisa dan menti pun menyalin beberapa bahan instan dari plastik ke kotaknya.


tak lama pekerjaan mereka itu pun selesai. sementara untuk membuat bakso, mereka berencana membuat bakso ayam, semua bahan-bahan yang mereka perlukan untuk membuat bakso ayam mereka bawa pulang.


****


saat ini mereka sudah berada di rumah baru Nisa setelah mengistirahatkan tubuh mereka sejenak. mereka mulai berkutat untuk membuat adonan bakso ayam.


Tak Butuh waktu lama bakso itu pun selesai mereka membuat adonan bakso itu dalam jumlah yang sedikit Takutnya nanti tidak habis. Setelah itu mereka berdua membersihkan diri dan karena masih kenyang Mereka pun langsung tepar.


besok paginya jam 05.00 Mereka melaksanakan kewajiban mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka siap-siap untuk pergi ke rumah saudara mereka itu. setelah waktu menunjukkan pukul 06.30 Mereka pun langsung pergi.


tak lama mereka pun sampai terlihat sudah ada beberapa karyawan yang sudah datang dan sedang membersihkan talase atau gerobak untuk meletakkan sambal-sambal yang akan dijual.


sementara Nisa dan mentipun mulai memasang spanduk yang mereka pesan kemarin.


"permisi kak ada nasi goreng ?" tanya mereka.



"ada Bang berapa porsi..?" tanya Nisa kembali. orang-orang yang datang sarapan pagi merupakan pelanggan pertama mereka. terlebih dahulu lelaki itu menanyakan kepada kawan-kawannya yang lain.


"nasi goreng 3 porsi dan bakso 2 porsi. " pesannya.



" oke Bang ditunggu ya Bang..." ucap Nisa dan menti ramah. setelah itu Nisa dan menti pun membagi tugas. nanti membuat nasi goreng sesuai dengan petunjuk dari saudara sepupunya


Nisa sementara Nisa Ia membuat pesanan mie bakso. tak lama pesanan itu pun selesai dan langsung dihidangkan.


terlihat para pelanggan yang memakan makanan itu pun mengganggu anggukan kepalanya. Nisa dan menti pun hanya tersenyum kecil melihat ekspresi dan respon mereka.

__ADS_1


mereka bertanya-tanya Apakah nasi goreng mereka dan mie bakso itu pas di lidah atau malah sebaliknya Namun sepertinya mereka menyukainya. tak lama mereka pun selesai makan dan sarapan setelah itu mereka pun langsung membayar.


"berapa Kak? Oh ya Kak nasi goreng satu porsi berapa terus mi bakso satu porsi berapa ?" "tanya orang itu lagi


"Oh iya bang nasi goreng satu porsi rp10.000 sementara mie bakso satu porsi harganya rp13.000." jelas Nisa. harga yang bisa berikan pun tidak menjadi beban atau cukup fantastic dan bahkan masih tergolong murah. lelaki itu pun membayar pesanan mereka Setelah itu mereka pun pergi. melihat hal itu sang kakak ipar pun mendekat.


"dek boleh Kakak coba nasi goreng dan bakso kalian?"tanya Bang Andi.


"tentu saja boleh Bang, Tapi nanti kalau sudah makan kasih penilaian ya bang. soalnya yang makan tadi Mereka cuma mengganggu anggukkan kepalanya saja." ucap Nisa. menti dan Nisa pun menyiapkan nasi goreng dan mie bakso dengan porsi yang tidak terlalu banyak biar tidak mubazir.


sang kakak ipar pun mencoba makanan itu, untuk yang berada di wilayah pedesaan dan jauh dari jangkauan kota, makanan bakso itu merupakan makanan langka atau bahkan belum ada di tempat itu.


sementara nasi goreng nasi goreng adalah makanan yang sudah umum, namun racikannya berbeda. itulah yang membedakan nasi goreng yang ada di rumah makan dengan nasi goreng buatan mereka sendiri.


melihat sang kakak ipar makan dengan lahap sambil mengganggu anggukkan kepalanya Nisa pun mendekat.


"bagaimana Bang enak tidak, jangan cuma ngangguk-ngangguk aja ngomong dong penasaran nih.." ucap Nisa pada kakak iparnya. Bang Andi pun terkekeh..


"tentu saja Ini enak, pantasan saja mereka hanya mengganggu angguk Dan menikmatinya.." ucap Bang Andi.


"wah.. benar bang. makasih ye..." ucap Nisa lagi. tanpa menunggu lama makanan nasi goreng dan mie bakso itu pun ludes.


setelah Bang Andi selesai sarapan Ia pun pergi ke kebun, kebiasaan Bang Andi setiap pagi setelah selesai melaksanakan kewajibannya dan sarapan ia akan ke kebun.


sekitar jam 09.00 atau jam 10.00 ia akan pulang kembali, karena sekitar jam itu adalah waktunya toko itu menjadi ramai. sementara yang menjadi tukang masak adalah Mbak nur istrinya Bang Andi.


setelah itu melihat spanduk yang ada dan yang terpampang di depan rumah makan itu beberapa orang pun masuk untuk sarapan pagi.


ada yang meminta dibuatkan nasi goreng, ada yang meminta mie bakso, mie soto, miso dan lontong semuanya tersedia dan tentu saja para pelanggannya sangat menyukainya.


puncaknya pun tiba, jam waktu menunjukkan jam 10.00 pagi, rumah makan itu pun mulai ramai. apalagi ada menu terbaru dari rumah makan itu, semua yang ada di rumah itu pun menjadi sibuk tak terkecuali Nisa dan menti.


merekalah yang paling sibuk karena banyak yang memesan bakso atau jualan mereka. namun tidak sedikit juga yang memesan lauk dan sebagainya, pokoknya rumah makan itu benar-benar ramai dan padat pembeli. namun satu hal yang disayangkan karena padatnya pembeli Nisa pun memberikan saran kepada kakaknya.


"Kak besok-besok bikin nomor antrian biar tidak kececeran seperti ini.."ucap Nisa memberi saran kepada sang kakak yang masih sibuk melayani pembeli..


"kalau begitu, tolong Kakak. buatkan nomor antrian yang kamu maksud itu!!"ucap Mbak nur kepada Nisa.

__ADS_1


"Baiklah Mbak nanti Nisa coba bantu buat."ucapnya lagi Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka untuk melayani para pelanggan yang makin menuju jam 12.00 makin padat.


*** bersambung***


__ADS_2