
"Karena itu Lis, kamu harus bisa memberikan pengertian kepada kedua orang tua kamu. bukan tidak mungkin kita memberikan nasehat. barangkali, ketika mereka sudah mendengarkan unek-unek kita, mereka mau mendengarkan dan menghentikan perilaku buruk mereka itu. Dan Aku sarankan sama kamu, kamu itu harus coba."
" Tetapi jika seandainya tidak ada perubahan dari mereka berdua maka kamu tidak perlu ambil pusing, pindah saja dari rumah kamu ke tempat nenek atau sanak keluarga kamu yang lain yang bisa menerima atau tidak mempermasalahkan keberadaan kamu."
"pindah ke rumah aku juga boleh kok. kan kamu sudah lihat, aku di rumah kalau pulang itu sepi, nggak ada teman, kedua orang tua aku juga sibuknya ke ladang. Jadi kalau kamu mau nginap di rumah aku dengan senang hati."ucap Nisa lagi tanpa mereka sadari lisa mulai berderai air mata mendengar nasehat yang diberikan oleh Nisa kepadanya.
Jujur saja iya katakan dalam hati, bahwasanya ia sangat bersyukur masih memiliki teman-teman yang saling memberikan motivasi dan saling menguatkan.
"Nis boleh nggak nanti pulang sekolah, aku langsung pindah ke rumah kamu soalnya aku udah mulai tidak enak sama orang tuanya Lilis. Tante Mira sih nggak marah, tapi...."ucap Lisa dengan sendu. ia menggantung capannya.
"Pasti lah Lis, kita selalu ada buat kamu. kalau kamu ada masalah cerita aja, masalah itu jangan dipendam sendiri nanti kamu jadi gila.."ucap Ros dengan abssurd. Mereka pun tertawa.
"Eh ni anak sekate-kate teman sendiri dibilang gila.."protes Lisa kepada rose. Mereka kembali menggelak tawa sesaat kemudian mereka melupakan permasalahan yang terjadi.
"terus, kamu akan tinggal lama disitu gitu, padahal aku juga sangat senang kamu dirumah, lagian mama juga nggak mempermasalahkan keberadaan kamu kok. bahkan, mama aku sering bilang, untuk selalu menjaga kamu.." protes Lilis.
"ngak papa lah lis. eh, tapi gini deh... mending, kalian bertiga nginap di rumah aku aja. kapan lagi kan, kita ngumpul dan tidur bareng. apa lagi, ujian akhir sekolah semakin dekat. kalau kita tamat, kita akan jarang bertemu... bagaimana..??" usul Nisa. mereka semua saling pandang.
"kalau aku sih.. ok.." ucap Lisa.
"aku juga setuju, kalau begitu. pulang sekolah, kita kerumah aku dulu ya, pamit sama orang tua aku.." ucap Lilis lagi.
"kalau Ros ngak perlu di tanya, mau ngak mau, dia akan kita paksa nginap.." ucap Nisa sambil seringai. Ros pun memanyunkan bibirnya.
"ya deh..." ucap Ros.Tak lama bel istirahat berakhir, bel pun berbunyi. Mereka berempat kembali memasuki ruangan mereka.
__ADS_1
Setelah itu mereka mulai kembali belajar dan mendengarkan penerangan dari guru-guru mereka sampai akhirnya pelajaran itu selesai dan mereka pulang ke rumah masing-masing.
namun sebelum itu, mereka pun melaksanakan sesuai dengan kesepakatan mereka, yaitu izin kepada kedua orang tua Lilis, sekaligus mengambil baju ganti mereka. rencana, mereka akan menginap selama seminggu π€π€.
(sekali an aja ngekos guys)ππ
***
tak terasa, saat ini, waktunya nisa dan teman-temannya mengikuti ujian kelulusan, setelah sekolah selama 3 tahun. mereka dengan bersungguh-sungguh mengerjakan soal ujian terakhir ini. tak lama, mereka pun selesai ujian.
" nis... setelah ini, kamu mau lanjut kemana ?" tanya lilis. nisa mengedipkan bahunya.
"ntahlah... aku juga bingung lis... kalau memungkinkan. mungkin aku fokus dulu sama usaha aku." ucapnya.
"tapi lihat saja nanti. aku masih bingung π" ucap Nisa sambil makan jajanan.
"entah lah. aku masih bingung juga. tapi, aku akan mencoba mengambil kuliah keguruan." jawab Ros.
"kalau aku, mungkin mau ambil kesehatan deh. kan jurusan IPS bisa mengambil bagian perawat." ucap Lilis. Nisa beralih ke Lisa, yang dari tadi diam saja.
"kalau kamu lis ?. kamu mau niat kemana..?" tanyanya. Lisa mengangkat kepalanya. lalu menggeleng pelan. Nisa dan yang lain pun jadi prihatin.
"memangnya kamu niat kemana, kalau seandainya lanjut?" tanya Nisa tidak puas dengan respon Lisa.
"entah lah Nis, aku niatnya sih mau jadi guru juga.. tapi..." ucapnya ngegantung.
__ADS_1
" sudahlah, kamu persiapkan saja diri kamu. nanti aku bantu. kalian juga, kalau ada kekurangan, kalian ngomong aja. nanti aku usahakan untuk bantu." ucap Nisa lagi. mereka membulat kan mata mereka.
"serius.." ucap mereka serentak. Nisa terkekeh.
"serius lah. kalian pikir aku bercanda. asalkan kalian harus serius dalam menjalankan nya. karena kesempatan tidak datang dua kali." ucapnya lagi. (Sultan ma bebas)
***
setelah seminggu menjalani ujian akhir sekolah dan ujian nasional. akhirnya selesai juga perjuangan mereka di tingkat menengah atas. mereka bernafas lega, tatkala nama-nama mereka keluar dengan hasil yang memuaskan.
"wah... selamat ya say... kita semua lulus" ucap Nisa dengan riang gembira. walaupun, jiwanya adalah seorang yang sudah dewasa, namun ternyata, sifat kanak-kanak itu masih ada.
"wah... benaran... wah..." ucap mereka sambil melompat lompat dengan saling berpelukan.
***
setelah itu, cerita season pertama ini pun berakhir. dan kita akan lanjut nanti di season ke 2. setelah pesan-pesan berikut ini ππ
***
halo pembaca author yang baik. untuk cerita season pertama ini cukup sampai disini dulu ya.
tapi nanti, masih akan di lanjutkan dengan season kedua di cerita ini juga. jadi, untuk sementara, setelah tamat ini, author ingin pending dulu cerita nya selama beberapa hari. nanti kita lanjutkan lagi.
sejauh ini, author mengucapkan terimakasih banyak atas kunjungan nya ke novel author yang tidak seberapa ini. namun berkat motivasi dan juga dukungan, author menjadi semangat untuk menulis.
__ADS_1
jadi, jangan kemana mana, nantikan cerita season 2 nya ya... hehehehe..βΊοΈπ€π€