
hallo, ketemu lagi kita guys. makasih ya sudah mampir 🙏🙏.
***
"Eh..!! maksud lo apa ? ngatain gue ulat bulu !! lo mau cari masalah sama gue.!!!😠😡" ucap siska mendekatkan diri pada Nisa.
Ia juga membulatkan matanya.
" emang aku bilang nama kamu ya..🤔!! perasaan tadi aku nggak bilang nama kamu deh, ngerasa ya..😒!! makanya jangan terlalu dipelihara iri hati itu !! sedikit saja orang ngomong kamu jadi tersinggung..😏." ucap nisa santai.
siska pun yang kesal diperlakukan seperti itu, bahkan dengan terang-terangan mencari masalah dengannya. siska merasa geram. siska segera manjambak rambut nisa dan menariknya ke lapangan.
Nisa meringis merasakan sakit di kepalanya. teman-teman Nisa pun langsung melerai Siska namun tidak berhasil.
" sepertinya pelajaran yang kamu dapatkan kemarin masih kurang ya ? heh.! jangan sok deh lalu nggak bisa apa-apa..." ucap siska dengan tangan yang masih menjabat rambut nisa. semua yang ada disana jadinya tariak, termasuk sahabat-sahabat nisa, sementara nisa sedikit meringis karena rambutnya di tarik oleh Siska. tiba-tiba, Nisa angkat bicara.
" lepasin nggak ! atau kamu akan menyesal.!" ucap nisa dengan datar.
di sana tidak ada guru yang melihat pertengkaran mereka, karena parkir sekolah berada tepat di belakang kelas sementara kantor guru berada jauh dari tempat itu. orang-orang pada berdatangan menyaksikan perkelahian mereka tak terkecuali dedi dan kawan-kawannya.
" lepasin kamu bilang ?? enak aja, kamu udah terang-terangan menyinggung aku. kamu mau minta dilepasin, heh..!! sebelum aku lepasin kamu, kamu harus merasakan dulu bagaimana sakitnya seperti ini..." ucap siska.
Nisa yang sudah tidak sabar lagi, langsung menangkap tangan siska dan memutar tubuhnya ke belakang. alhasil tangan itu langsung terlepas dari kepalanya kemudian nisa juga langsung mengangkat siska dan membanting nya di lapangan itu sama sampai siska mengadu kesakitan. orang-orang yang ada di sana pun terkejut melihat reaksi yang ditunjukkan oleh nisa.
" aww...🥺😭"
" bagaimana sis, sakit tidak ? awalnya, aku akan diam saja ketika kalian mengunci saya di wc kemarin dan kalian juga dengan sengaja menyiram saya dengan air wc tersebut, dan kamu pikir setelah kejadian itu aku akan diam aja !!? tidak !! hanya orang bodoh yang akan diam saja ketika diperlakukan seperti itu. dan aku bukan orang itu, mungkin aku pernah menutupi apa yang telah kalian lakukan kepadaku waktu itu, karena aku pikir kamu akan berubah dan tidak akan melakukan hal itu lagi. tapi nyatanya ! kamu dari sini malah tambah menjadi, maka jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu padamu. kalau kamu mau selamat jangan pernah cari masalah dengan orang yang salah. paham.!!." ucap nisa panjang lebar sambil menepuk menepuk pelan tapi siska.
siswa dan siswi yang hadir di sana masih tertegun melihat apa yang terjadi, dan apa yang dilakukan oleh nisa di luar dari perkiraan mereka. sementara siska masih mengadu kesakitan, entahlah barangkali tulang-tulang nya itu bergeser. nisa yang sudah tidak mau tahu berjalan langsung ke arah teman-temannya itu, dan menaiki motor setelah itu mereka pergi pulang ke rumah masing-masing. sementara yang lain masih terbengong-bengong.
" wah...lu hebat banget nis, nggak nyangka aku.. nanti ajarin ya...!!' canda ros kepada nisa saat mereka menaiki motor berjalan pulang desa mereka.
"biasa aja lagi ros. kan kemarin aku dah pernah bilang, sekali mereka melakukannya aku akan memaafkan mereka, tapi tidak sekarang jadi kamu percaya kan kalau aku bukan orang baik..." ucap nisa kepada ros
" ya ya ya aku percaya kalau kamu bukan orang baik, aku pun percaya kalau kamu bisa ilmu beladiri, aku juga percaya kalau kamu itu pintar dan cerdas, hanya saja kurang diasah lah, jadi begitulah..." canda ros lagi.
" itu muji atau ngatain sih panjang banget segala unek-unek lu keluar..." protes nisa kedua sahabat itu pun terus melaju kan motornya menuju kampung halaman mereka, tak menunggu waktu yang lama akhirnya mereka sampai ke desa mereka. nisa mengantar ros terlebih dahulu ke rumahnya setelah itu baru bisa kembali.
__ADS_1
***
sementara di tempat lain, tepat nya di parkiran sekolah. Nia, Maya dan lainnya. mereka sedang membantu Siska untuk berdiri.
" ayo sis. kami bantu berdiri. sebaiknya, kita bawa kamu ketempat urut dulu.." ujar Nia kepada Maya dan yang lain.
" ya.. sebaiknya begitu. Nisa sudah membanting Siska dengan keras. pasti sudah ada yang patah." ujar Maya.
" eh..tapi nanti kita pakek, alasan apa ? tidak mungkin kan, kalau kita bilang, dia di banting sama Nisa...??" ucap Maya.
" ya.. bilang saja. biar di keluarkan sekali dari sekolah ini.." ucap Nia dengan geram.
" enak aja. kamu mau, kita juga ikut terlibat. pasti nggak semudah itu menyingkirkan dia. apalagi, Nisa itu pernah mengalami pembulian terkunci di WC. lebih baik, cari alasan lain saja.." ucap Maya bijak.
" ya juga ya... ya sudah. ayo bawa siska ketempat urut dulu.." ucap Nia lagi. dengan di bantu dengan yang lain. mereka pun membawa Siska pergi ke tukang urut.
****
Setelah ujian seleksi kini saatnya untuk mendengarkan pengumuman dari kepala sekolah mengenai seleksi olimpiade siswa dan siswi sma negeri sipsel ini. hasilnya tercatat, dari 83 siswa-siswi hanya tertinggal 20 orang, masing masing kelompok terdiri dari 3 orang.
*ya ialah lu lulus, kan luh pemeran utamanya, walau lu bodoh, tetap juga lulus* sindir author
*eh thor, bisa ngak ngomongnya jangan terlalu jujur* kesal nisa
*eh…iya iya, jangan kesal gitu mukanya* bujuk author
Back to story
Setelah hasil seleksi keluar, nisa dan kawan2nya pergi ngepantai, kebetulan sekolah mereka berada dekat pantai.
“selamat ya nis, Ros lulus ikut olimpiade”kata Lilis
“iya dear, makasih. tapi, doa in terus ya guys, mudah2 kami juga lulus di kabupaten” jawab nisa
"itu sih gampang. tenang aja. untuk kalian apa sih yang ngak. tapi kita juga ingin Lo seperti kalian.."ujar Lilis lagi.
__ADS_1
"eh.. buang jauh--jauh tu mimpi. kamu ngak bakal mampu bos..." ucap Lisa.
"ye.. ni anak, ngak bisa apa,lihat teman senang dikit." ucap Lilis lagi sambil memonyongkan bibirnya. mereka pun semua kembali terkekeh dengan sikap mereka.
“eh, nis kmu juga ikut melibatkan diri dalam lomba itu ?” Tanya Tina yang tiba-tiba datang bersama reis.
“ngk juga sih, kami Cuma di masukan oleh wali kelas kami” jelasnya.
“baguslah tu nis, kapan lagi kan bisa ikut lomba, mumpung ada kesempatan kenapa tidak” sambung reis.
“ia kawan2, makasih dukungannya ya” girang nisa
“nis, kapan nanti akan diadakan lombanya? Dimana dilaksanakannya nis ?” Tanya Tina lagi.
“kalau menurut info sih, lombanya akan diadakan bulan depan, dan tempatnya disini digedung serba guna, dekat rumah sakit” jawab nisa. Disaat mereka sedang mengobrol satu sama lain, tiba2 bel masuk berbunyi.
" eh..bel sudah berbunyi. masuk yuk.." ujar lilis.
Mereka semua pun pergi ke ruangan masing-masing.
***
saat ini, nisa sedang mengendarai motor barunya itu. tiba-tiba, di tengah jalan yang melihat banyak kerumunan. nisa yang penasaran pun mendekat. ia mendekat dan melihat satu keluarga mengalami kecelakaan, yang satunya dalam keadaan darurat.
melihat hal itu nisa pun langsung mendekat dan memeriksa kondisi orang tersebut. sepertinya ia adalah seorang ayah, di sana sudah ada beberapa polisi yang sedang menunggu jemputan kepada pada para korban ini. Nisa mendekat kearah warga yang ada di situ.
" pak ! kenapa ini pak.?" tanya nisa kepada salah satu warga yang ada di sana."
" ini dek tiba-tiba saja ada orang kecelakaan kami juga kurang tahu." jawab bapak itu mendengar hal itu nisa pun mendekat ia melihat salah satunya sedang kritis.
" pak boleh saya membantu kebetulan saya tahu sedikit ilmu pengobatan. tapi tentunya harus ada izin dari polisi dulu, soalnya saya belum punya lisensi takutnya nanti terjadi apa-apa. jadi ada yang mempertanggungjawabkan." tanya nisa dengan spontan dan tenang.
polisi itupun memperhatikan Nisa dari atas sampai bawah. ia merasa kurang yakin, namun sepertinya ini dalam keadaan genting. sebaiknya ia memberi kesempatan kepada gadis ini.
" apa kamu bisa menghentikan pendarahan nya ? soalnya para korban mengalami pendarahan yang banyak, kami sedang menghubungi pihak rumah sakit namun sepertinya belum tersambung apakah benar adik bisa melakukannya.?" tanya polisi tersebut. nisa kemudian mengangguk ia kembali ke motornya dan mengambil beberapa peralatan yang ia akan gunakan.
***bersambung***
__ADS_1
mohon tinggalkan kenang kenangan untuk author ya. berupa like dan vote nya. hehehe 😁😁