
di lorong rumah sakit terlihat dua orang laki-laki dan satu orang perempuan sedang berdiri dan mengobrol.
"Oh kita mau keluar mencari makan.."namun suara itu bukan berasal dari Nisa melainkan berasal dari laki-laki yang berdiri di samping Nisa. Dedi yang mendapat tanggapan seperti itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pemuda yang ada di samping Nisa. sejenak Dedi menatap dan menilai orang tersebut. lalu bertanya-tanya dalam hati.
("siapa laki-laki tampan ini ? Kenapa Iya berada di samping Nisa. apa jangan-jangan...) batin Dedi menatap ke arah pemuda itu. Setelah lama menilai orang tersebut Dedi pun langsung beralih menatap Nisa.
"dia siapa Nis..? Kenapa pemuda ini bersamamu..?"tanya Dedi. dalam hatinya ia merasa takut. Iya takut kalau laki-laki yang bersama Nisa ini adalah kekasih Nisa. dan jika memang dugaan itu benar, maka tertutuplah kemungkinan Dedi untuk mendapatkan nisa kembali. Tapi tentu saja ia tidak mau menyerah, Dedi akan berusaha untuk merebut Nisa dari laki-laki ini. Nisa pun langsung mengalihkan pandangannya kepada sang kakak.
"Oh dia adalah Kak Leon. kakakku..."ucap Nisa dengan jujur. entah kenapa Nisa tidak dapat berbohong walaupun untuk kenyamanannya sendiri. Iya tidak mau orang menyalah artikan kedekatan mereka. Iya juga tidak mau ada yang salah paham mengenai hubungan mereka. mendengar penuturan Nisa Dedi pun sangat senang, ternyata Tuhan masih berbaik hati kepadanya. tapi...?
"Oh kakak kamu Nis. tapi setahu aku kamu tidak memiliki kakak laki laki hanya memiliki kakak perempuan yaitu Kak nur. tapi kenapa tiba-tiba kamu memiliki kakak perempuan...?"tanya Dedi lagi dengan ekspresi yang tidak bersahabat. Leon yang merasa jenuh mendengar pertanyaan beruntun itu pun menyelah.
"memangnya kenapa kalau aku kakaknya..? kamu mau apa...?"tanya Leon yang sudah mulai gerah mendengar mulut lemes pria ini. melihat wajah garang Leon membuat nyali Dedi menciut. iya berpikir di dalam hatinya, kenapa sekarang laki-laki yang dekat dengan Nisa adalah orang-orang yang berwajah tampan namun menyeramkan. walaupun Dedi belum mengenal mereka semua. Nisa yang melihat kakaknya mulai gerah itu pun segera mengalihkan pembicaraan.
"maaf ya ded, kami harus pergi dulu..."ucap Nisa lagi dan langsung menarik Leon untuk meninggalkan tempat itu. sementara Dedi hanya diam terpaku menatap kepergian Nisa bersama dengan laki-laki itu. melihat itu Dedi pun mengepalkan tangannya kuat-kuat.
" aku pasti akan mendapatkan kamu kembali Nis.." gumam Dedi dengan suara lirih supaya tidak ada satu orang yang mendengar ucapannya. setelah itu Dedi kembali pergi ke tujuan semula yaitu ke toilet. Iya Dedi berniat pergi ke toilet waktu itu, namun ia tunda ketika melihat sosok yang begitu ia kenali dan rindukan. Siapa lagi kalau bukan Nisa.
__ADS_1
***
Leon dan Nisa terus jalan keluar dari rumah sakit. Nisa masih setia menggandeng tangan kakaknya itu dan menyeretnya berjalan. mereka berjalan dengan diam tanpa ada satupun yang bersuara. tapi tiba-tiba, mengangkat suaranya.
"Siapa laki-laki itu dek..? sepertinya ia sangat merasa akrab denganmu.. dan bahkan Kakak perhatikan dari tatapannya itu cemburu kepada kakak.."ungkap Leon kepada Nisa sambil mereka berjalan ke arah rumah makan.
"dia adalah Dedi Mahardika. dulu sebelum aku menempati tubuh ini, Nisa sangat mencintai Dedi si ketua OSIS itu. bahkan ia sendiri membiarkan harga dirinya diinjak-injak. sampai sampai, Nisa di kurung di dalam WC. bahkan saat aku mengambil alih tubuh nya ini, ia dalam kondisi pingsan. untung salah satu sahabatnya menemukan ia di dalam WC dalam kondisi pingsan itu." ucap Nisa menjelaskan kepada Leon. LeonLeon yang mendengar penuturan itu merasa kehidupan Nisa asli begitu memprihatinkan.
"kasihan dia dek... terus..." ucap leon lagi. sepertinya ia tertarik mendengar cerita Nisa mengenai masalalu Nisa yang asli. mendengar penuturan sang kakak. Nisa mengeritkan keningnya.
"terus.. bagaimana maksudnya kak...?" tanya Nisa.
"jadi, Nisa ini adalah seorang gadis yang baik dan penurutpenurut sebelum mengenal Dedi. namun, saat ia sudah menginjak kan kakinya di bangku SMA. ia tertarik dengan Dedi mahandika. ketua OSIS sekaligus laki-laki tampan yang diagungkan oleh semua cewek yang ada di sekolah itu. karena Nisa sangat tertarik kepadanya, ia melakukan berbagai macam cara agar mendapatkan perhatian dari ketua OSIS nya itu. mulai dari memberikan ia makan, mendekati.. pokoknya banyak yang iya lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari si ketos itu. sampai akhirnya, Nisa berakhir di WC sekolah." jelas Nisa lagi kepada sang kakak. Leon yang mendengar cerita itu pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"terus, bagaimana dengan kedua orang tuanya..?" tanya Leon lagi. mereka bercerita sambil memakan makanan mereka.
"ya... seperti yang kakak lihat. kedua orang tuanya sangat menyayangi nya. dan bahkan ketika aku mengatakan Siapa aku sebenarnya, mereka tidak merasa takut dan bahkan kehilangan. karena, aku juga sangat menyayangi mereka. hehehe..." ucap Nisa lagi.
__ADS_1
"tapi mereka juga sedih sih... siapa sih.. yang ngak sedih karena kehilangan anak yang di cintai nya. walaupun Nisa asli agak sedikit lelet, namun ia sangat di perhatikan oleh keluarga nya. "jelas nisa lagi. Leon pun kembali mengganggu angkutan kepalanya. walaupun ini merupakan sebuah kemustahilan namun terbukti adanya tentang masalah transmigrasi jiwa di dunia ini.
"tapi apakah kamu masih mencintai ketua OSIS itu?" tanya Leon lagi sambil memicingkan matanya ke arah sang adik. Nisa pun hanya membalas tatapan sang kakak. tentu saja bisa paham Kalau kakaknya ini sedang menggoda dirinya.
"Ya enggaklah... sejak kapan aku memiliki perasaan kepada laki-laki itu. hanya saja aku tidak ingin menyinggungnya, Aku menghormati keberadaannya di dunia ini. dan juga Nisa tidak mau dianggap sebagai perempuan yang sombong."jelas bisa lagi.mendengar ucapan Nisa Leon benar-benar bangga kepadanya, karena sifatnya semasa menjadi Renata itu tidak berubah sama sekali. Renata memang tidak terlalu suka menonjolkan dirinya, Iya juga tidak terlalu memamerkan harta-hartanya kepada teman-temannya.
"hmmm.... kakak juga tidak setuju jika kamu sama laki-laki itu. dia seperti nya lemah.." ucap Leon lagi yang sukses mengundang gelak tawa mereka.
". eh... kok kita jadi ngegibah sih kak. ngak boleh gibah nanti dapat dosa." ucap Nisa sedikit tersadar. karena mereka sudah membicarakan orang lain, yang tidak seharusnya menjadi urusan mereka.
"iya juga ya dek... tapi ngegibah itu enak. pantas ibu ibu senang sekali membicarakan kejelekan orang lain..." ucap leon dengan tampang sumringai. Nisa yang mendengar penuturan kakaknya itu pun hanya ikut tertawa. mereka pun mulai menghabiskan makan mereka sebelum mereka kembali ke ruangan Aditya.
****
sementara di tempat lain. Dedi yang baru bertemu dengan Nisa itu pun menjadi kepikiran. Iya melihat pesona Nisa yang tidak seperti biasanya, menurutnya Nisa benar-benar berubah menjadi seorang perempuan yang sangat cantik dan mempesona. siapapun yang melihatnya pasti akan tertarik. pikiran tersebut semakin membuat Dedi tidak bisa move on dari Nisa.
"tidak bisa aku tidak akan membiarkan dia dimiliki oleh orang lain.."ucap Dedi tanpa sadar berdiri dari duduknya. temannya yang sedang sakit yang mendengar ucapan Dedi seperti itu menoleh ke arahnya. Iya menatap bingung kepada Dedi seolah Dedi itu tidak sadar apa yang sedang ia lakukan.
__ADS_1
"ded, kamu kenapa ? Kenapa tiba-tiba kamu berdiri dan berkata seperti itu.. apakah ada masalah...?"tanya temannya yang bernama Ryan itu. segitiga Deddy pun langsung tersadar.
***bersambung***