
ðŸ¤ðŸ¤
Brak.. suara pintu yang dibuka secara paksa. Tuan volcan pun ikut terkejut. Iya langsung menatap tajam ke arah sang asisten.
Tuan vulcan masih diliputi dengan amarah, ditambah lagi asistennya masuk ke ruangannya tanpa permisi.
"apa-apaan kamu ini, Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu sebelum masuk. Apakah sopan santunmu sudah tidak ada lagi?"ujar Tuan volkan mengatai sang asistennya. namun tiba-tiba Tuan volcan memandang sang asisten yang memasang raut wajah cemas. Tuan volcan pun berdiri dan berjalan ke arahnya.
"Ada apa Lukas,? apa yang terjadi sampai membuatmu tergesa-gesa seperti ini.?"tanya tuan vulcan saat ini sudah berada di depan mata Lukas. Lukas menatap tuan volcan dengan ragu.
"sebelumnya saya meminta maaf tuan, karena sudah menerobos pintu tanpa permisi. namun keadaannya sangat genting tuan, beberapa data-data perusahaan di Serang oleh beberapa situs yang tidak dikenali. semua orang yang bekerja dalam dunia IT sudah berusaha memulihkan data-data itu. namun mereka malah mengalami kerugian yang besar. kami sudah tidak tahu harus melakukan apalagi tuan."ucap Lukas kepada tuan volkan. Tuan volkan pun langsung emosi mendengar penuturan asistennya.
"sial.!!! siapa yang berani-berani menantangku seperti ini."ucap tuan volcan dengan geram bercampur marah.
asisten Lukas yang takut kena amuk dari Tuan volkan itu pun memilih untuk mundur dan keluar dari ruangan itu. setelah asisten Lukas keluar dari ruangan itu, Tuan volcan pun ikut keluar tanpa memperdulikan asistennya yang berdiri di depan pintu ruangannya.
saat ini tujuannya adalah ruang monitor. melihat Tuan vulcan keluar dan jalan terburu-buru, Lukas pun memutuskan untuk mengekori sang atasan. tak lama mereka sampai di ruang peralatan it. terlihat beberapa orang di sana sedang sibuk fokus di layar monitor namun sudah ada juga yang menyerah dan menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"tidak perlu pulihkan datanya. Aku mau temukan akun orang yang berani-berani menyerang data-data virtual dan melindungi data-data dari perusahaan ini. Aku ingin segera, lakukan secepat yang kalian bisa.."perintah tuan vulcan dengan ekspresi wajah yang tidak enak dipandang.
mereka semua menghela nafas, bukan tidak mau melaksanakan perintah dari tuan volkan, namun mereka sudah mencoba untuk mencari alamat akun itu. namun bukannya mendapatkan nama pemiliknya malah menemukan kesulitan serta kerugian yang mereka alami.
"maaf tuan, kami sudah berkali-kali mencoba mencari pelakunya. Namun ternyata akunnya dilindungi oleh situs-situs yang berbahaya. jika kita memaksakan masuk ke dalam maka kita akan hancur. karena pemilik itu memasang pelindung akun sebanyak 10 lapis. setiap 10 lapis terdapat 10 kali ketebalan. jadi setiap kali kami mencoba untuk membobol, satu pelindung saja yang berusaha kami buka sudah memakan waktu selama sebulan."terang pengguna it itu. mendengar hal tersebut semakin membuat marah tuan volkan.
"kalian benar-benar tidak bisa diandalkan. untuk apa aku membayar kalian dengan gaji yang tinggi, sementara masalah seperti ini saja kalian tidak bisa menanganinya."ucapkan volcan dengan marah. mereka semua pun merunduk, mereka sadar bahwa mereka tidak ada apa-apanya.
"kalau begitu Tuan Saya memilih untuk mengundurkan diri menyelesaikan proyek ini. lagi pula bulan ini Tuan belum membayar kami. kami juga sudah mengalami banyak kerugian untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan anda, namun Kami yakin. Kami memang tidak ada apa-apanya."ucap salah satu dari mereka dan langsung meninggalkan ruangan itu. sementara yang lain pun saling melirik satu sama lain, kemudian mereka juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan itu.
"kurang ajar kalian. berani-beraninya kalian meninggalkan pekerjaan kalian. kalau begitu kalian pergilah, perusahaan juga tidak membutuhkan orang-orang yang tidak konsisten seperti kalian."teriak Tuan vulkan mulai kehilangan kesabaran dan merasa marah mengenai masalah yang menimpa perusahaannya. setelah itu Tuan vulkan mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi yang ada di ruangan itu. kemudian ia menyandarkan kepalanya dan mulai menerawang ke mana-mana.
****
Sekarang adalah waktunya bagi Nisa untuk masuk kuliah. Setelah sebulan berlibur Dan sebulan Lagi mengurus keperluan keluarganya, akhirnya saatnya bagi Nisa untuk kembali masuk di dunia universitas. Dan tentunya, Iya lebih memilih tinggal di kosannya ketimbang di rumah yang sudah ia beli untuk keluarganya. Entah apa masalahnya, hanya nisa yang tahu. saat ini Nisa sudah berada di kampus.
"hai Nis..."ucap Dewi dari kejauhan. Iya melambai-lambaikan tangannya sambil berlari kecil menghampiri Nisa. Nisa yang merasa namanya dipanggil itu pun segera menolehkan wajahnya ke arah sumber suara. seketika Nisa pun tersenyum melihat Dewi yang sedang berlari-lari kecil itu.
__ADS_1
"hai Wik. apa kabar..."ucap bisa menyapa Dewi yang masih ngos-ngosan akibat berlari kecil menghampirinya. Dewi pun segera menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah nisa. Ia pun langsung memasang wajah sumringai.
"i'm fine nis. kamu bagaimana semasa libur...?"tanya Dewi juga balik. mereka bercakap-cakap sambil melangkahkan kaki memasuki ruangan mereka.
"Ya biasalah... namanya juga liburan.."ucap Nisa.
akhirnya mereka pun sampai di depan ruang kelas mereka. sesampainya mereka di sana Mereka pun langsung masuk ke dalam. dan mengambil posisi duduk di ruang kelas itu. tak lama teman-teman mereka yang lain pun datang dan menyapa. setelah itu dosen masuk dan memulai pelajaran mereka hari ini. singkat cerita, akhirnya mereka menghentikan kegilaan itu. belajar peta maksudnya... hehehe...Setelah itu mereka pun langsung keluar dari ruangan itu.
Dewi dan Nisa pun memutuskan untuk pergi ke kantin mengisi perut mereka yang sudah keroncongan minta diisi. di perjalanan, dengan secara tidak sengaja. Nisa malah bertabrakan dengan seorang perempuan. Mereka pun refleks sama-sama minta maaf.
bruk...
"Maaf Mbak saya tidak sengaja..."ucap perempuan itu seketika. Nisa pun hanya mengukir senyum di bibirnya, namun ketika perempuan itu mengangkat kepalanya mereka berdua sama-sama tercengang. ya perempuan yang menabrak Nisa tadi adalah Siska. orang yang satu sekolah dengannya sekaligus orang yang menjadi musuh bebuyutannya gara-gara laki-laki.
"kamu!!!"seru Siska sambil menunjuk wajah Nisa. Nisa pun tidak tahu berekspresi seperti apa. sementara Dewi hanya kebingungan melihat perempuan yang menabrak Nisa tadi dengan ekspresi yang sulit diartikan. namun, nyatanya Nisa sama sekali tidak menanggapi seruan Siska.
***bersambung***
__ADS_1