HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
81. adik-kakak


__ADS_3

Vivi terus berjalan, sampai akhirnya ia tiba di depan pintu rumah itu. Ia kembali mengedarkan pandangannya.


"Aduh... Kakak kemana sih..??? Kalau seperti ini, aku bisa mati kelaparan..." Ucapnya. Karena tidak menemukan Aska, dengan terpaksa Vivi kembali ke dapur dan memasak satu bungkus mie dengan satu butir telur.


sementara Aska, Iya sedang berdiam diri di salah satu ruangan yang telah dijadikan sebagai ruang baca atau kantornya. tempat itu berada di sudut rumah. atau di kamar paling sudut. Aska sedang duduk dan mengamati alat elektronik yang digunakan sebagai media untuk menyelesaikan pekerjaan.


Aska nampak sangat serius, sepertinya ia berencana membuka cabang perusahaannya di Indonesia. selain untuk bisa menambah lapangan pekerjaan alasan utamanya agar lebih mudah bertemu dengan Nisa. 3 jam lamanya, Aska berkutat di depan komputernya. akhirnya ia menyelesaikan pekerjaannya tersebut dan kembali mengambil benda pipih yang ia letakkan di sebelahnya. Ia membuka sebuah aplikasi sosial media dengan alamat surel Nisa Saputri. Aska pun membuka satu persatu gambar wanita yang saat ini mengisi hatinya. namun ia sudah menjadi mantan.


"ternyata bertahun-tahun tidak bertemu, kamu sudah secantik ini. Aku harap tidak ada yang memilikimu selain aku. dan juga aku tidak akan membiarkan siapapun untuk mendekatimu. kamu hanya boleh menjadi milikku."ucap Aska sambil mengusap-usap foto tersebut. saat Aska tenggelam dalam khayalannya, tiba-tiba ia kembali dikejutkan dengan mengingat keberadaan adiknya. untuk sesaat Aska benar-benar melupakan keberadaan vivi di rumah ini.


"astaga.. aku hampir melupakan adikku. Apa dia sudah makan ya.."ucap Aska langsung beranjak dari duduknya dan pergi melihat kondisi sang adik. ketika Aska memasuki kamar Vivi, Aska tidak melihat keberadaan adiknya itu.


"aduh ke mana dia..? jangan bilang ia sedang keluar rumah.."ucap Aska. Aska pun buru-buru berlari keluar dari kamar adiknya dan pergi menuju dapur. entah kenapa pikiran Aska mengatakan bahwa ia harus ke dapur. setibanya di dapur ia mendapati adiknya Vivi sedang makan. sejenak Aska menarik nafasnya tenang. kemudian ia langsung berjalan mendekat ke arah sang adik.


"eh kamu kok makan mie..?" tanya Aska setelah sampai di samping Vivi dan melihat menu makanan adiknya. Vivi yang menyadari keberadaan kakaknya itu pun langsung mengalihkan pandangannya dari makanannya ke arah sang kakak.


"memangnya kenapa kalau mie. kan hanya makanan ini yang tersedia di dalam kulkas."ucap Vivi dengan ketus dan kembali melanjutkan makannya. Aska pun langsung merogoh sakunya dan beralih ke aplikasi dan memesan beberapa makanan untuk mereka berdua. setelah itu Aska pun bergabung duduk bersama sang adik.


"Kenapa tidak ngomong kalau kamu lapar. kan kakak bisa pesankan kamu makanan.. jangan bilang kamu ingin memakan makanan ini.!!"tuduh Aska kepada Vivi. mendengar tuduhan Aska yang tidak berdasar itu Vivi hanya mampu menghela nafasnya malas.


"Kakak jangan asal nuduh sembarangan, Aku tadi sudah mencari keberadaan Kakak dan bahkan mengelilingi rumah yang tidak seberapa ini. tapi aku sama sekali tidak menemukan keberadaan kakak, lalu yang salah di sini siapa..??"tanya Vivi lagi membantah tuduhan yang diberikan oleh Aska. Aska pun terkekeh melihat ekspresi sang adik dan juga merasa bersalah.


"hehehe maafkan kakak ya dek. tadi Kakak sedang berada di ruang membaca.. coba kalau kamu teriak, pasti Kakak akan mendengarkan teriakan mu."ucap Aska belum mau mengalah.


'Yang benar saja Kakak menyuruh aku teriak. rumah sebesar ini apakah suaraku bisa menembus dinding..??"tanya Vivi lagi dia juga bersikeras dan tidak mau disalahkan. melihat adiknya yang begitu keras kepala membuat aska menjadi salah tingkah sendiri.

__ADS_1


"hai kalau begitu maaf.. Kakak nggak tahu.. Ya sudah Kakak tadi sudah pesan makanan, ini tidak usah dimakan.."ucap Aska lagi sambil menjauhkan mangkuk yang berisi mie di dalamnya. Vivi yang melihat kakaknya menjauhkan piring yang berisi mie itu pun tidak membantah. memang, Iya sedang tidak ingin makan mie karena dia juga harus menjaga pola makannya.


15 menit menunggu, akhirnya makanan yang Aska pesan datang juga.


ting tong.. suara bel rumah


"go-food..!!!.." teriak kurirnya. Aska pun langsung keluar dan menemui kurir tersebut.


"atas nama Azka Pak..??"tanya kurir itu. Aska pun mendekat.


"Iya Pak..." ucap Aska.


" semuanya rp120.000 Pak.." ucap kurir itu dengan Rama. Aska pun langsung merogoh sakunya dan memberikan 150.000 kepada kurir go food itu. tanpa menunggu kembalian Aska pun langsung masuk ke dalam. melihat orangnya langsung masuk ke dalam, sang kurir pun kembali memanggil Aska.


"Maaf Pak Aska kembaliannya.."ucap kurir tersebut sambil mengibas-ngibaskan uang kembalian Aska. Aska tidak menoleh dan hanya mengibaskan tangannya sambil berucap.


setelah itu. Aska langsung menemui Vivi yang masih menunggunya di meja makan.


"makanannya datang..." ucap Aska sambil meletakkan bingkisan itu di atas meja. Ia pun langsung mengambil piring untuk memindahkan makanan-makanan itu. Setelah itu mereka berdua tenggelam dalam rasa dan gurihnya makanan tersebut. saat mereka sedang makan, tiba-tiba Vivi bertanya kepada Aska.


"Kak, Kakak ngapain ke Indonesia..? Kakak juga memutuskan pertunangan Kakak dengan asmara. Kakak juga ke Indonesia nggak bilang-bilang tuh..?? Ada apa sebenarnya sih Kak..?"tanya Vivi. Vivi belum menebak, urusan Azka datang ke Indonesia. Vivi berfikir, barangkali kakaknya ini memiliki masalah dengan ayah mereka atau masalah lainnya.


"memangnya kenapa vi..?? Kakak nggak boleh main ke Indonesia gitu..??" tanya Aska kepada Vivi sambil mengunyah makanannya. Vivi pun menjadi cemberut.


"Kakak ini bagaimana sih?? ditanya kok malah balik bertanya..!!" gerutu Vivi. Aska sejenak menegakkan punggungnya.

__ADS_1


"kamu nggak perlu tahu mengenai urusan Kakak datang ke Indonesia. yang pasti kakak ke sini bukan untuk membuat rusuh. kamu juga, kalau seandainya datang ke sini hanya untuk ikut campur urusan Kakak, sebaiknya kamu kembali ke Korea saja."tutur Aska kepada Vivi. sejenak Vivi pun terdiam mendengar ucapan sang kakak. Vivi berpikir barangkali kakaknya memang tidak ingin urusannya diganggu dengan orang lain.


"em ya udah deh.. Vivi nggak akan ikut campur. tapi beneran nggak ada masalah kan..?"tanya Vivi lagi. Iya takut, takut dan menduga bahwa Aska ke Indonesia berhubungan dengan Aska memutuskan pertunangannya dengan asmara.


"nggak ada masalah apa-apa. kakak hanya ingin mencoba untuk merintis dan membuka cabang perusahaan baru di negeri ini. Barangkali kita memiliki rezeki di sini."ucap Aska lagi. Vivi pun berhenti bertanya dan melanjutkan makan malamnya itu.


***


di tempat lain. malam ini Nisa masih setia berada di rumah sakit mengobati Aditya dan Jimmy yang belum ada tanda-tanda akan sembuh. Iya sedang berusaha untuk menolong keduanya, tentunya ia tidak sendiri. ada beberapa dokter-dokter senior yang bersedia untuk membantu pemulihan Aditya dan Jimmy.


saat ini Tuan Anwar sedang menerima laporan dari beberapa suruhannya yang ia utus untuk menyelidiki tentang kecelakaan Aditya dan Jimmy tempo lalu. kali ini ia tidak ingin kecolongan lagi. Tuan Anwar masih ingat Bagaimana max saudara dari Nisa menasehatinya. yang mengatakan bahwa tidak boleh mempercayai orang lain begitu saja, walaupun itu keluarga sendiri. kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepala Tuan Anwar. makanya Tuan Anwar mengambil tindakan untuk menyelidiki kejadian ini.


"bagaimana Anton. Apakah ada sesuatu yang kamu temukan mengenai kecelakaan putraku?" tanya Tuan Anwar kepada Roni di seberang telepon. kali ini Tuan Anwar memasang kembali wajah sangarnya. sepertinya wibawanya sebagai seorang mantan mafia yang sangat ditakuti itu benar-benar keluar.


"Tuan kami masih dalam penyelidikan. namun ada salah satu kerabat tuan yang sedang kami curigai dan sedang kami selidiki. yaitu keluarga dari pihak Tuan sendiri. mereka adalah tuan renedy dengan putranya Rendy. beberapa anggota saya menyampaikan bahwa, Rendy sedang membuat ulah di perusahaan tuan muda. ia sedang berusaha mempengaruhi beberapa pemegang saham untuk mengangkatnya menjadi CEO sementara di perusahaan tuan muda. semuanya masih berusaha untuk kami selidiki lagi tuan. namun dapat kami simpulkan bahwa masalah ini pasti berhubungan dengan mereka."tutur Anton lagi. Tuan Anwar yang mendengar nama saudaranya disebut itu pun mengepalkan tangannya.


Iya bertekad dalam hati, Jika benar tuan renedy dan Rendy memiliki tujuan dibalik semuanya, apalagi mereka sampai terlibat melakukan sabotase terhadap kecelakaan Aditya, maka Tuan Anwar tidak akan diam saja. walaupun Tuan renedy adalah saudara sepupu yang dekat dengannya, namun Untuk masalah ini Tuan Anwar tidak akan melihat hubungan keluarga mereka.


" mm... Kalau begitu lanjutkan penyelidikanmu. jangan sampai terlewat hal sekecil apapun. Aku ingin benar-benar menemukan dalang dibalik semuanya. dan juga ingat, tempatkan beberapa orang kepercayaanmu untuk melindungi calon menantuku dan keluarganya. karena sepertinya banyak sekali yang mendekatinya."ucap Tuan Anwar lagi. Tuan Anwar tidak sengaja melihat Nisa dan Leon berbicara dengan Dedi tadi siang. melihat itu saja Tuan Anwar benar-benar tidak ingin calon menantunya didekati orang lain. apalagi sampai orang-orang tersebut menyakitinya.


hehehe, Tuan Anwar tidak tahu saja. siapa Nisa dan saudara-saudaranya sebenarnya. tapi tidak apa-apa, ini adalah bentuk kepedulian dan rasa sayangnya kepada Aditya dan Nisa.


"baik Tuan akan segera saya laksanakan."ucap Anton lagi. Setelah itu mereka langsung mengakhiri panggilan tersebut. saat panggilan diakhiri Tuan Anwar pun kembali masuk ke ruangan sang anak. di ruangan Tuan Anwar melihat calon menantunya itu masih sibuk memeriksa Aditya.


ceklek, suara pintu ruangan dibuka. Nisa yang mendengar pintu dibuka pun langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Tuan Anwar masuk ke ruang perawat Aditya.

__ADS_1


"eh papa, papa dari mana. kenapa baru sekarang Nisa melihat papa."tanya Nisa kepada tuan Anwar. setelah bertanya Nisa pun kembali fokus mengobati Aditya. mendengar pertanyaan dari sang calon menantu, Tuan Anwar pun tersenyum.


***bersambung***


__ADS_2