
Seperti biasa, sma n 1 sipsel pun melakukan proses belajar mengajar seperti biasa. Terlihat salah seorang siswa yang merasa tidak nyaman dalam hatinya. Jantungnya terus berdetak tak karuan.
“is.. ada apa sih..!! kenapa jantungku berdetak sangat cepat. Serasa mau copot dari tempatnya.” Umpatnya.
ia terus saja memegangi kepalanya yang tidak sakit itu. ia merasa terganggu dengan itu semua. temen bangku aska yang bernama endi tidak sengaja melihat aska seperti kesakitan atau sedang kebingungan ia pun mencoba bertanya kepadanya.
“ada apa ka. Kamu sakit..?” Tanya endi teman sebangkunya. Aska mengarahkan pandangannya padanya.
“oh.. nga kok ndi. Aku ngak papa..” ucapnya sambil menggeleng pelan. Endi pun merasa tidak percaya.
“kamu yakin ka..?” taya nya lagi sambil memicingkan matanya.
“iya.. aku yakin..!!” jawabnya lagi. Seketika guru mereka pun masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran.
Namun tetap saja, aska selalu merasa jantungnya berdetak sangat kencang sehingga ia tidak focus. Akhirnya ia memutuskan untuk izin ke uks. Barang kali ia kelelahan. aska pun mengangkat tangannya
" maaf bu, saya mau ke uks sebentar saya merasa kurang enak badan buk..." ucap aska sambil mengajukan tangan.
guru tersebut mengamati wajah aska memang benar wajahnya terlihat menyemburkan rona merah dan bisa disimpulkan bahwa ia sedang mengalami demam atau semacamnya. Guru itu pun mengijinkannya, karena melihat dari raut wajah aska, seperti memerah.
" baiklah..." ujang guru tersebut tanpa menunggu lama aska pun langsung keluar kelas dan pergi menuju ruang uks.
Sesampainya aska di ruang uks. Ternyata ada beberapa siswi yang sedang merawat teman mereka, dan ia meliihat nisa ada disana. Aska memperhatikan raut waja nisa dari kejauhan seperti menikmati pemandangan alam yang menyejukan. Sesaat kamudian hatinya menjadi tenaga..
“apa ini. Kenapa jantungku jadi tenang. Jangan-jangan aku merindukan nisa..” monolognya.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, ia pun masuk keruang uks itu. tanpa sengaja nisa melihat kedatangan aska, Nisa pun menyapa nya.
" hai kak..!! kenapa ? lagi sakit ya ?." ujar nisa lalu jalan mendekat kearah aska. aska melihat kedatangan bisa pun menjadi senang.
" iya ni...!! sedang tidak enak badan gara-gara terlalu merindu.." ujar aska absrud. Nisa mendengar hal itu pun tersenyum samar. nisa pun duduk di pinggir tempat tidur itu.
"maksud kakak ngomong seperti itu apa ? kok bisa sakit hanya karena gara-gara merindu.?" tanya nisa dengan bodohnya. aska menghela nafas panjang, iya cukup gemes melihat ketidak pekaannya. sebenarnya nisa sudah tau, hanya saja ya tidak mau mengakuinya
" iya nih kakak sedang merindukan kamu.. habisnya pernyataan kakak kemarin itu belum ada kepastian juga.. jadi kepikiran akhirnya jadi sakit deh..." bohong aska. nisa pun mendengar pernyataan aska seperti itu, lagi-lagi hanya memberikan senyum terbaiknya.
" oh jadi begitu... lalu nisa harus apa biar kakak cepat sembuh..??" tanya nisa berpura-pura bodoh.
" gampang aja sih..!! sekarang kakak tanya, mau ngga nisa jadi pacar kakak...??" tanya aska dengan serius sambil menatap kedua bola mata nisa. sementara teman-teman mereka yang lain sudah lebih dulu kembali ke ruangan karena ini masih jamnya pelajaran.
" baiklah, apapun nanti alasan kakak kedepannya aku harap ini yang terbaik jadi nisa mau jadi pacar kakak... dan juga, biar kakak cepat sembuh... hehehe...😁😁" ucap nisa. sontak saja pengakuan itu membuat aska menjadi senang dan lompat-lompat seperti anak kecil yang baru mendapat mainan.
" sudah is, jangan lompat-lompat terus. katanya lagi sakit..!! masa iya lompat-lompat kayak gitu...!!" protes nisa. aska pun berhenti melompat-lompat dan kembali melihat ke arah nisa dan menggenggam kedua tangan Nisa serta menatap wajahnya.
" kakak sudah sembuh. obat yang kamu berikan itu sangat mujarab. sekarang aku sudah tidak apa-apa lagi..." ucap aska masih setia menggenggam kedua tangan nisa.
nisa pun hanya memberikan senyuman. tentu saja ia tahu bahwa aska hanya berpura-pura saja, karena Nisa melihat dari wajahnya tidak terdeteksi bawah ia sedang sakit. nisa tidak menemukan gejala sakitnya, kecuali melihat dan merasakan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan.
" iya lah kakak..!! kenapa nggak sakit ? itu cuma detak jantung kakak aja yang tidak karuan. yakan...!! sok-sokan lo beralasan sedang sakit...." mendengar penuturan nisa, Aska menjadi terkejut. ia heran, kok nisa tahu ya kalau sebenarnya ia tidak sakit, hanya saja memang ia merasa tidak nyaman karena jantungnya terus berdetak tidak beraturan.
" kok kamu bisa tahu nis ?? kan tadi kakak nggak bilang apa yang terjadi..!!" ucapnya lagi nisa pun terkekeh.
__ADS_1
" ya tahulah kak, dari raut wajah kakak saja nisa sudah tahu. makanya jangan bohong bohong sama nisa. kakak nggak bisa menyembunyikan apapun dari nisa termasuk sakit kak ini." ucap nisa lagi.
" tapi yaudah sih.. kakak sangat senang hari ini, akhirnya kamu mau menerima kakak menjadi pengganti ketos yang kamu kejar-kejar itu." ucap aska menyinggung si dedi mahandika alias ketua OSIS itu. nisa pun memutar bola matanya malas mendengar pernyataan aska itu.
" yah itu kan cuma masa lalu kak, sekarang mah sudah nggak ada lagi. jadi kakak nggak perlu khawatir, tapi nisa mau tegaskan satu hal sih.. kalau kakak sudah capek sama nisa atau sudah bosan ngomong ya... nggak papa kok karena sekarang Nisa sudah tahu kunci cara mencintai, yaitu merelakan nya bahagia bersama orang lain...." ucap nisa dengan santai.
" kakak sih gak bisa janji, bisa mencintai kamu selamanya. tapi untuk sekarang kamu percaya saja, kalau kakak sangat mencintaimu jadi kamu nggak perlu ragu ya."ungkap aska jujur.
"ya ya kak... nisa percaya kok. ya udah nisa kembali ke kelas dulu ya, soalnya Nisa masih ada mata pelajaran nih..." ucap nisa dan langsung dianggukan kepala oleh aska.
" ya sudah. nanti pulang sekolah kamu ikut aku ke rumah sebentar ya...." ucap aska kepada nisa. nisa pun hanya mengangguk kan kepalanya dan segera melangkahkan kaki keluar dari ruang UKS itu.
setelah nisa keluar, dari sana aska kembali lompat-lompat dengan girang, karena yang ada disana cuma dia seorang tidak ada orang lain. setelah ia merasa cukup bersenang-senang ria dengan hatinya. ia memutuskan untuk kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran, karena ia merasa sudah baikan dan bahkan lebih baik dari sebelumnya.
***
tak lama lonceng pertanda waktu belajar itu habis. semua siswa dan siswi pun keluar dari ruangan dan menuju ke kantin. begitu juga dengan teman-teman nisa. mereka semua langsung pergi ke kantin. untuk kabar jadiannya dengan aska, belum ada yang tahu.
nisa tidak berniat untuk menceritakannya kepada teman-temannya. tak lama, mereka pun sampai di kantin itu. tanpa nisa sadari ternyata aska dan Vivi sudah berada di belakang mereka.
" hay beb, baru datang ya.!!. ya udah yuk.. duduk di sana aja." ajak aska kepada nisa. nisa pun mengikuti saja.
sementara aska melarang temen-temen nisa dan adiknya vivi untuk duduk bersama. aska yang tidak ingin kebersamaan mereka terganggu oleh para cecungut-cecungut itu.
aska memilih tempat duduk yang paling pojok. setelah mereka duduk aska pun bergegas memesan makanan mereka. tak lama aska pun datang dengan membawa 2 mangkok mie ayam.
__ADS_1
***bersambung***