
tak lama perempuan yang mereka debat kan itu datang. awalnya Nisa ragu untuk masuk ke dalam, Iya masih terbayang dengan hinaan-hinaan yang Aditya lontarkan kepadanya tempo lalu. walaupun ia tidak merasa dendam, tapi entah kenapa hatinya benar-benar sakit ketika mengingat ucapan dan tuduhan itu. sejenak ia berdiri di depan pintu dan menarik nafasnya, ia merasa gugup, ia takut Aditya menuduh nya kembali.
dengan memberanikan hati, akhirnya Nisa mencoba untuk mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
tok tok tok
ceklek suara pintu dibuka dari luar. semua yang ada di sana, matanya langsung mengarah ke arah gadis yang menonggolkan kepalanya dari balik pintu. gadis itu tersenyum dan mengucapkan salam.
"assalamualaikum.." ucap Nisa kepada orang yang ada di ruangan itu sambil memasang senyum nyengir kuda. semua yang ada disana tersenyum melihat kedatangan nya. kecuali Aditya. ia menatap wajah yang menyembul dari balik pintu dengan tatapan Rindu, namun ia tidak menunjukkan nya.
ia tidak Memasang wajah senyum, ia hanya memasang wajah datar, namun dalam hatinya, ia sangat merindukan perempuan itu, entah apa sebabnya. tapi, dalam hatinya juga ada rasa marah dan kesal ketika mengingat bahwa ia telah mendapatkan lelaki lain, walaupun ia tidak tau laki-laki seperti apa yang menjadi saingan nya.
"wa'alaikumsalam..." ucap mereka serentak. nyonya Humaira berdiri dan langsung berjalan menghampiri Nisa dengan senyum sumringai. nyonya Humaira menyambut kedatangan nya.
"kamu sudah datang nak..??" ucap nyonya Humaira. ia memeluk tubuh gadis itu sejenak dan melerainya. ia memandangi wajah cantik gadis itu.
"ia Tante,.." jawab Nisa. nyonya Humaira pun mengajak Nisa masuk kedalam. disana Nisa langsung menyapa Aditya dan Jimmy.
"assalamualaikum kak Adit, apa kabar..??" tanya Nisa dengan Ramah. Aditya Mengerutkan keningnya, ia tidak menjawab salam dan pertanyaan dari Nisa. bukan tidak ingin menjawab, ia merasa kan dalam hatinya, ada rasa hangat ketika mendengar suara lembut dari Nisa itu, yang sukses membuat nya tertegun. karena diacuhkan oleh Aditya, Nisa pun beralih ke pada asisten Jimmy.
Nisa juga tidak terlalu peduli, mungkin Aditya masih beranggapan kalau Nisa datang kesini hanya untuk mendapatkan perhatian dari nya.
__ADS_1
"apa kabar kak Jimmy..!" sapa Nisa dengan ragu-ragu. Jimmy tersenyum mendengar suara ragu-ragu dari Nisa.
"Alhamdulillah, sudah lebih baik. apalagi di jemput sama dedek.. hehehe.." ucap Jimmy menggoda Nisa. seketika Nisa tersenyum mendengar panggilan itu, lucu saja menurut nya. Nisa tersenyum tipis mendengar panggilan itu.
(ah.. tikung ah..!! lagian sibos ngak tau kalau Nisa tunangan nya..kik kik kik..) batin Jimmy. Jimmy tidak tau saja, kalau panggilan yang Jimmy berikan kepada Nisa membuat Aditya bergejolak. ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, dan ia juga menatap tajam keduanya. tapi mereka tidak menghiraukan Aditya, mereka asik dalam dunia mereka sendiri.
(sialan si Jimmy, enak sekali dia ngobrol sama Nisa, lagian ni cewek ngapain pakek sapa Jimmy segala..) protes Aditya dalam hatinya. ia berusaha untuk menahan emosinya.
entah kenapa, secara tidak sengaja, Jimmy mengarahkan pandangannya kearah Aditya, ternyata, Aditya memandanginya seperti ingin mengulitinya. tatapan Aditya juga sangat tajam, seolah menusuk tepat sasaran. assisten Jimmy menelan ludahnya dengan susah payah.
(aduh.. mati aku, seperti nya, walaupun si bos hilang ingatan, tetap ada sifat posesif dari dalam dirinya. eh.!!. bodo amat lah, si bos pasti tidak berani marah-marah. panas dah bos.!!. panas..!! siapa suruh hilang ingatan.) batin asisten Jimmy. asisten Jimmy pun kembali fokus kepada Nisa. walaupun Aditya sudah memberi Koda kepada Jimmy, Jimmy sama sekali tidak peduli. hal itu sukses membuat Aditya semakin merah padam.
( sialan si Jimmy, ngak lihat apa di kasih kode kek gitu, awas kamu ya.!!.) batin Aditya. Aditya membuang pandangannya kearah lain.
sebenarnya Jimmy merasa tidak enak, melihat nyonya Humaira mengemas barang-barang nya. tapi apa boleh buat, nyonya Humaira memang keras kepala, apa lagi, nyonya Humaira telah menganggapnya sebagai anaknya.
( bagus Jimmy, terus saja panasih cowok plin plan itu, biar tahu rasa.) batin Tuan Anwar. tak lama nyonya Humaira selesai mengemasi barang-barang mereka. ini keluarga, bukannya kasih malah ngerjain Aditya 😂😂
"barang-barangnya sudah selesai mama kemas, ayo kita pulang." ucap nyonya Humaira kepada mereka yang ada di ruangan itu.
Jimmy dan Nisa langsung menoleh kearah nyonya Humaira, dan Jimmy segera turun dari brankar nya. tak sengaja, Jimmy oleng dan hampir tersungkur. secara refleks nisa langsung memegangi tangan Jimmy, menyangga tubuh Jimmy agar tidak tersungkur ke lantai.
__ADS_1
"hati-hati Kak.." ucap Nisa dengan lembut. Jimmy tersenyum kikuk ketika aksinya tidak sengajanya ini membuat ia merasa malu sendiri.
"ya, makasih ya Nis. tadi pijakanku tidak tepat, makanya agak sedikit oleng.." ucap Jimmy. tanpa mereka sadari bahwa orang yang memperhatikan aksi yang tidak sengaja itu membuatnya semakin marah.
( apa apaan mereka..) batin Aditya. lagi-lagi ia mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya. ia berusaha menahan emosi dalam hatinya yang saat ini telah bergejolak.
" kalian ini apa-apaan sih..!! kalau ingin bermesra-mesraan jangan di sini..!!" ucap Aditya dengan ketus. ada rasa kesal tercetak di raut wajahnya itu.
Jimmy yang mendengarkan protes dari Aditya itu pun tersenyum dalam hati.
( panas loh kan.. ayo dit ngomong lagi kalau kamu nggak kenal sama Nisa, kupastikan membawanya lari darimu. biar tahu rasa loh.) batin Jimmy.
"apa apaan sih bos, Siapa juga yang sedang bermesra-mesraan. emangnya bos tidak lihat kalau aku tidak sengaja, lagi pula Nona Nisa hanya ingin membantuku saja. tapi kenapa juga bos menjadi marah, bukannya bos tidak peduli sama sekali dengan Nona Nisa.?" ucap Jimmy bertanya kepada Aditya. pertanyaan Jimmy langsung mengalihkan pandangan semua orang yang ada di ruangan itu.
Aditya yang mendapatkan pertanyaan seperti itu mengejutkan bibirnya. Iya tidak tahu harus mengatakan apa lagi, Iya tidak tahu entah kenapa hatinya benar-benar merasa marah dan jengkel melihat Nisa memegang laki-laki lain di depan matanya walaupun hanya sekedar membantu.
"Iya nak, lagian kan Nisa cuma membantu Jimmy agar tidak jatuh. kamu kan tidak menganggap Nisa sebagai tunangan kamu, jadi tidak ada salahnya dong kalau mantan calon menantu Mama ini diembat sama orang lain..??" ucap nyonya Humaira menekankan kata mantan calon menantu. sontak saja sorot mata Aditya membesar, ia terkejut dengan respon yang diberikan oleh nyonya Humaira.
"Mama kok jadi membela mereka. jelas-jelas mereka sedang bermesra-mesraan di depan umum. sama saja itu melanggar kode etik dalam bercinta." ucap Aditya tidak masuk akal. Nisa dan yang lainnya pun mengerutkan kening mereka. melanggar kode etik seperti apa..?? pikir mereka semua.
"sudahlah, sebaiknya kita pulang saja. lagi pula mereka melanggar kode etik apa. kamu Aditya semakin tidak masuk akal saja, pas orangnya pergi baru tahu rasa kamu.." Amel nyonya Humaira. Nisa yang mendengar omelan nyonya Humaira menahan tawanya, pasalnya nyonya Humaira yang sedang mengomel seperti itu terlihat lucu di mata Nisa. bisa ya seorang anak membuat ibunya mengomel dengan ekspresi lucu seperti itu.
__ADS_1
tanpa pikir panjang, Mereka pun semua langsung meninggalkan ruangan rawat Aditya dan Jimmy ketika masih di rumah sakit.
***bersambung***