HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
69. anak angkat


__ADS_3

"Hah bapak ibu. bolehkah kami juga memanggil bapak dan ibu sebagai orang tua kami?" tanya Cardo tiba tiba.


mereka yang mendengarkan ucapan kardo pun langsung mengalihkan tatapan mereka ke arahnya. dari sorot matanya kardo benar-benar menginginkan kasih sayang orang tua, walaupun umurnya sudah mencapai 34 tahun. namun wajahnya masih seperti umur 20 tahunan.


"tentu saja boleh. apalagi bapak dan Ibu tidak memiliki anak laki-laki. siapapun yang ingin menjadi anak bapak dan ibu akan kami terima dengan lapang dada dan 10 jari." jawab Pak Juna dan diikuti oleh senyum manis dari ibu Nita.


mendengar ucapan tersebut kardo langsung berlari dan bersimpuh serta meletakkan kepalanya di pangkuan Ibu Nita. Iya menangis tersedu-sedu, seolah-olah ia ingin mengungkapkan isi hatinya yang sangat merindukan belaian dan perhatian kedua orang tuanya. melihat hal itu refleks Ibu Anita langsung mengelus-elus pelan kepala kardo itu.


cardo pun makin larut dalam tangisnya. yang ada di ruangan tersebut pun ikut merasakan sedih, tak hanya kardo yang ingin dianggap anak oleh keduanya mereka semua pun ingin dianggap keluarga oleh Pak Juna dan ibu Nita.


"Apakah kami juga boleh menganggap bapak dan ibu sebagai orang tua kami?"tanya Lion tiba-tiba.


sementara Nisa hanya diam dan melihat interaksi mereka. Iya cukup merasa terharu dan sekaligus kasihan kepada keenam saudara angkatnya ini. karena Nisa tahu semenjak mereka kecil mereka sangat haus dengan belaian perhatian dan kasih sayang orang tua.


Namun karena pekerjaan mereka dulu sebagai mafia black Joker, mereka tidak leluasa mengungkapkan identitas mereka kepada publik. bahkan membatasi gerak mereka untuk ke luar menemui orang-orang terkasih, ataupun hanya berkomunikasi kepada kedua orang tuanya dulu.

__ADS_1


Tuan Albert yang menyaksikan hal itu pun hanya bisa menitipkan air matanya. Iya cukup paham mengenai keenam anak angkatnya ini, Nisa selalu bercerita kepada kedua orang tuanya dahulu bahwa anak-anak ini adalah anak-anak terlantar yang sengaja direkrut oleh Nisa menjadi kelompoknya. Tuan Albert juga ingin bebas memberikan kasih sayang kepada mereka, namun untuk menjaga keselamatan mereka, anak-anak itu lebih memilih menjaga jarak dan membatasi pertemuan mereka.


namun seperti yang diputuskan oleh Nisa, mereka tidak lagi akan membangun kelompok black Joker itu. namun tetap mereka akan bergerak dalam dunia bisnis, tapi sebisa mungkin mereka harus bisa menghindari bahaya.


suasana di ruang tamu itu benar-benar mengharukan. keenam pemuda itu benar-benar mengeluarkan semua beban di dalam hati mereka sambil memeluk ketiga paruh baya itu. mereka seolah-olah menyampaikan bahwa, tolong sayangi kami berikan perhatian kepada kami, dan jangan membuang kami. biarkan kami merasakan bagaimana memiliki orang tua lengkap.


"aduh kenapa jadi sedih-sedihan seperti ini sih? kan bisa mengajak ayah dan kakak-kakak semuanya untuk berkenalan dengan kedua orang tuaku. jangan begitulah..."ucap Nisa mencairkan suasana hening yang penuh dengan air mata itu. mendengar ucapan Nisa semua yang ada di ruangan itu pun kembali menormalkan emosi mereka. satu persatu mereka menghapus air mata yang keluar tanpa izin dari mereka.


"hehehe maafkan kami... Adik pasti cemburu kan?" tanya max tiba-tiba. jujur saja dalam hatinya mix sangat senang. apalagi mereka tidak akan lagi terkumpul dalam satu kelompok. namun mereka juga harus tetap waspada dengan kehidupan mereka sekarang.


"tidak hanya saja suasananya jadi tidak enak kak... hehehe ayo makan kue dulu... jangan sedih melulu..."ucap Nisa lagi ia beralih mengambil kue dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"tentu saja boleh, namun tetap tanyakan juga kepada bapak dan ibu kalian."ucap Tuan Albert lagi. semua mata pun langsung tertuju kepada Pak Juna dan ibu Nita. melihat itu Pak Juna dan ibu Nita tersenyum lucu.


"tentu saja boleh, mulai sekarang kalian adalah anak-anak bapak dan ibu. tapi jangan tinggalkan juga tuan Albert di rumah sendirian. atau sebaiknya Tuan Albert juga boleh menginap di sini... Oh ya ngomong-ngomong sebenarnya kalian tinggal di mana? kalau seandainya kalian masih tinggal di hotel sebaiknya tinggal di rumah ini saja. karena bapak dan ibu kemungkinan tidak akan lama tinggal di kota x. karena bapak dan ibu masih harus mengurus pabrik skin care Adik kalian."jelas Pak Juna kepada mereka semua.

__ADS_1


"bapak sama Ibu tenang saja, ayah juga sudah Nisa belikan rumah... Jadi bapak dan Ibu tidak perlu khawatir. tapi kalau Ayah mau nginap di sini juga boleh.."ucap Nisa menjelaskan kepada kedua orang tuanya.


"tidak apa-apa kami akan bagi orang yang akan menginap di rumah dan yang akan menginap di rumah Ayah. kami juga tidak tega meninggalkan Ayah sendirian di rumah."ucap max lagi sebagai anak yang dituakan di sana. Pak Juna dan ibu Nita pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"lalu Apa rencana selanjutnya nak.?"tanya Tuan Albert tiba-tiba kepada Nisa. Nisa yang masih sibuk mengunyah makanan pun mengarahkan pandangannya kepada sang ayah.


"terserah Ayah dan kakak-kakak saja. kalau kakak-kakak ada usaha Nisa akan bantu dengan memberikan modal saja."ucap Nisa dengan santai. Mereka pun kembali berpikir. mereka memang bisa untuk melakukan bisnis namun Mereka takut bisnis yang akan mereka jalani itu menjadi gagal karena selama ini bisnis yang mereka jalani ialah melalui jalur dunia hitam. bukan berarti sihir ya hehehe...


"Oh iya ayah Nisa baru ingat. semua data-data virtual aset-aset perusahaan yang ada di negara la sudah Nisa alihkan. tinggal membangun induk perusahaan lagi di sini. dan semuanya sudah siap jadi tinggal menjalankan saja dan mencari lokasi strategis untuk membuka perusahaan itu kembali."terang Nisa kepada sang ayah. Mereka pun terkejut, ternyata walaupun sudah berpindah jiwa Renata masih memiliki keahlian pekat itu. Tuan Albert menarik nafasnya pelan. jujur saja ia sudah tidak berminat untuk menjalankan perusahaan itu, Iya hanya berminat membuka usaha rumah makan atau semacamnya.


"huh..!! sebenarnya Ayah sudah tidak tertarik untuk menjalankan perusahaan itu. tapi ayah juga tidak setuju semua aset dimiliki oleh keluarga jahat itu. jadi ayah serahkan semuanya di tangan kalian, Siapa yang berhak memimpin itu terserah dengan kalian. namun sekali lagi Ayah sampaikan jangan sampai ada pertumpahan darah mengenai aset-aset ini. tapi kalau kalian semuanya setuju Ayah ingin menunjuk Ananda max untuk menjalankan perusahaan itu."ucap Tuan Albert menyampaikan keinginannya.


max pun jadi terkejut jujur saja Ia juga tidak tertarik menjalankan perusahaan, Iya tertarik dalam bidang otomotif. Jadi ia berencana meminjam dana kepada sang adik untuk membuat perusahaan otomotif itu. sementara kelima laki-laki itu pun rasanya mereka tidak peduli. karena dalam pikiran mereka juga sudah memiliki tujuan masing-masing.


"Maaf sebelumnya ayah. bukannya max tidak ingin menjalankan perusahaan ayah, namun sebaiknya itu dijalankan saja oleh Nisa. max memiliki tujuan lain."ucap max mengutarakan keinginannya. Tuan Albert lun bertanya persetujuan Nisa. yang dari tadi hanya diam menyimak percakapan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu nak... Apakah kamu setuju tentang apa yang telah disampaikan oleh kakakmu?" ucap Tuan Albert lagi bertanya mengenai keputusan Nisa.


***bersambung***


__ADS_2