
Setelah itu acara penyambutan dan pemberian penghargaan itu selesai, Nisa langsung memutuskan untuk pulang ke kosnya. terlebih dahulu ia sudah menelpon pemilik kos bahwa ia akan pulang terlambat karena kosan itu akan ditutup apabila sudah menunjukkan waktu pukul 10.00malam sementara Nisa akan kembali sekitar jam 11.00 atau jam 12.00 malam.
saat Nisa kembali ke kos dengan mengendarai kendaraan online, tiba-tiba ada yang menghadang perjalanan mereka. sang sopir pun menjadi panik sendiri melihat betapa banyaknya orang yang mengelilingi mobil mereka sambil membawa pentungan dan senjata sejenisnya.
"aduh bagaimana ini nona..? Apa yang harus kita lakukan mereka sangat banyak. "ucap sopir online itu.
Nisa pun langsung mengarahkan pandangannya keluar, ia melihat sekitar 8 orang mengelilingi mobil tersebut, nisa mengerutkan keningnya ia benar-benar geram melihat orang-orang itu.
"memangnya siapa mereka pak ?" tanya Nisa pura-pura tidak mengerti.
sang sopir pun sudah pucap pasi melihat kejadian itu. ia tidak bisa berpikir jernih. sesaat kemudian suara pentungan benturan keras di mobil itu terdengar.
brakkk.... suara pentungan yang beradu dengan kap mobil. sopir itu semakin gemetar, hampir saja supir itu pingsan. Nisa melihat itu pun menjadi kasihan.
"sebaiknya bapak tunggu di sini dan jangan keluar."perintah Nisa kepada sang supir itu.
sopir itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah tempat duduk penumpang, ia menggelengkan kepalanya.
"jangan keluar nona ini sangat berbahaya, kita cari bantuan yang lain saja..!!" seru sopir tersebut sementara pintu sudah dikunci oleh sang sopir.
"tidak apa-apa Pak, kalau kita biarkan mobil bapak akan hancur sehancur-hancurnya.."ucap Nisa lagi.
"tidak apa Nona, bapak sudah memasrahkan ini semua asalkan kita baik-baik saja, bapak juga sangat susah untuk berpikir, sebaiknya jangan keluar Nona bapak akan menelepon polisi."ucapnya lagi dengan wajah yang penuh dengan kepanikan dan tangannya yang sudah gemetaran. melihat hal itu Nisa tersenyum simpul.
"tidak apa-apa Pak, bukalah pintunya percaya padaku bapak jangan keluar,"tegas Nisa lagi.
melihat ketegasan yang ditunjukkan oleh Nisa sopir itu tidak bisa berbuat apa-apa, yang pasti ia sudah memberikan nasehat dan sudah melarang Nisa untuk tidak melakukan hal yang nekat.
dengan berat hati, sang sopir itu pun membuka pintu bagian belakang mobil, Nisa pun segera keluar dan menghadap kepada 8 kawanan itu.
sementara sang sopir menuruti apa yang dikatakan oleh Nisa, ia tidak keluar dan berdiam diri saja di mobil namun ia sudah menghubungi pihak kepolisian.
"apa yang kalian inginkan,? Kenapa kalian tiba-tiba mencekal jalan kami..?"tanya Nisa mencoba bernegosiasi.
Nisa yang awalnya ingin berkata selow. namun Nisa malah mendapatkan respon yang tidak baik kepada 8 kawanan itu.
"hahaha tidak usah banyak tanya,!! serahkan semua harta yang kamu punya atau Kamu akan mati.!!"ucap mereka tidak memberikan kelonggaran. mendengar kata mati itu membuat darah Nisa kembali mendidih entah kenapa dia sangat emosi.
__ADS_1
"heh..!! mimpi saja kalian!! sampai kapanpun kalian tidak akan mendapatkan apa yang kalian inginkan..!!! jika ingin mendapatkan uang maka bekerjalah dengan baik dan halal, bukan merampok orang seperti ini.."ujar Nisa dengan ekspresi jengkel dan dingin.
"heh..!! ternyata kamu lebih memilih kehilangan nyawa ketimbang kehilangan uang.."tanpa banyak tanya mereka mengeluarkan pisau. sang supir yang melihat kejadian itu makin menjadi ketakutan.
mereka mulai menyerangnya. awalnya satu orang maju untuk menyerang Nisa. namun naasnya ia malah tergeletak dengan berbagai luka dari pisau yang ia pegang.
melihat salah seorang temannya tidak berdaya, mereka langsung menyerangnya dengan cara mengeroyoknya. dengan lihai, nisa hanya bisa menghindari mereka, namun tentu saja andalannya adalah langsung mematahkan tulang-tulang para perampok itu.
krak krak... suara bunyi patah tulang akibat perbuatan Nisa. seperti biasa, saat ia bertarung dia akan lebih mengandalkan cara yang lebih cepat yaitu dengan cara mematahkan dan menggelintir tulang lawannya.
dengan kemampuan mengenali letak organ tubuh itu, ia tidak perlu sembarangan mematahkan tulang. ia mematahkan tulang yang bisa disembuhkan selama bertahun-tahun lamanya.
tak menunggu waktu yang lama ke-8 kawanan itu pun langsung tumbang, sang sopir yang melihat kejadian itu benar-benar tercengang ternyata seorang perempuan mampu mengalahkan 8 kawanan laki-laki yang memiliki senjata. merasa sudah aman sopir itu pun langsung keluar.
"kalian itu benar-benar meresahkan masyarakat yang melalui jalan ini, sekarang tidak apa-apa.. kan..!! saya sudah buat kalian menjadi pensiun..?"ucap Nisa dengan misterius dan disaksikan oleh sopir itu.
di antara 8 kawanan itu, ada yang sudah tidak sadarkan diri dan ada beberapa yang menggeliat seperti cacing kepanasan.
"Nona sangat hebat,,, saya sudah menghubungi polisi. kita tinggal tunggu kedatangan mereka.."ucap sopir itu lagi dan dibalas anggukan kepala oleh Nisa.
"bapak tidak apa kan..?"tanya Nisa memperhatikan sopir itu. sopir itu pun menggelengkan kepalanya tanda ia tidak kenapa-kenapa.
"hehehe.. tidak apa-apa Pak. kalau saya tidak melakukannya maka saya juga akan berada dalam bahaya.." ucap Nisa dengan santai dan dibalas anggukan kepala oleh sang supir.
tak lama suara Serena motor polisi pun bersahutan menuju lokasi tempat mereka saat ini. sesampainya para polisi di tempat itu mereka langsung terkejut melihat 8 kawanan itu sudah tumbang.
ada yang tidak sadarkan diri ada juga yang menggeliat seperti cacing kepanasan akibat dipatahkan tulangnya oleh Nisa. dengan berbagai keterangan yang mereka berikan kepada polisi, akhirnya mereka pulang kembali.
sang sopir benar-benar dan berulang kali berterima kasih kepada Nisa, dan Nisa pun hanya menanggapinya dengan senyum.
setelah sampai di kosan Nisa membersihkan tubuhnya. setelah itu, ia langsung menuju tempat pembaringan dan melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur. matanya mulai menerawang entah apa yang ia pikirkan.
"apa aku perlu membuka atau merekrut beberapa orang untuk dijadikan pengawal dan dilatih..??" lirihnya pada dirinya sendiri namun tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya.
"hai sebaiknya tidak, kalau aku membangun komunitas itu lagi takutnya banyak musuh yang akan mengincar dan akan membahayakan kedua orang tuaku dan keluargaku. sebaiknya seperti ini saja." ucapnya pada dirinya sendiri. sesaat kemudian ia langsung terlelap.
***
__ADS_1
besok paginya seperti biasa, kesibukan Nisa di pagi hari adalah kuliah. sepulang ia kuliah ia kembali memantau persediaan dan juga produksi barang-barang atau skin care-nya.
Tak hanya itu, ia juga memperkuat sistem perlindungan akunnya baik aplikasi yang ia ciptakan maupun aplikasi penjualan online.
karena bisa dikenal sebagai entrepreneur muda, Iya kerap kali mendapat beberapa undangan untuk menghadiri seminar mengenai pengusaha muda.
seperti sekarang ini, setelah 4 hari menjalani kuliah berturut-turut di hari kelima 6 dan ke-7 nya ia akan disibukkan untuk menghadiri beberapa seminar di tempat yang berbeda-beda.
sampai akhirnya, suatu ketika ia mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara seminar yang diselenggarakan di luar negeri. di sana ia hanya menjadi anggota dari 10 orang yang akan berangkat. mereka akan menjalan ni perjalanan seminar itu selama 3 hari di negara orang.
****
di sinilah mereka saat ini. di sebuah gedung yang digunakan untuk seminar mengenai tentang entrepreneur dan memperkenalkan negaranya. tak berselang lama seminar itu pun selesai, terlebih dahulu Nisa pamit mau ke toilet.
Setelah dari toilet. ia tidak sengaja bertabrakan dengan orang asing, sehingga membuatnya terhuyung, orang itu dengan sigap menangkap Nisa agar tidak terbentuk sesaat pandangan mereka langsung bertemu.
deg deg deg deg suara detak jantung kedua orang yang saling memandang itu.
*Aska..*batin Nisa Ia terus memandang ke arah Aska.
Aska pun terkejut melihat Nisa berada di depan matanya, jantungnya terus berdetak kencang. Nisa segera melepaskan diri dari kungkungan Aska.
"Nisa Apa kabar ? sedang apa kamu di sini?" ucap Aska basa-basi." Nisa tersenyum miring ia tidak ingin membahas hubungan masa lalu dan melupakannya.
"Oh aku di sini sedang menjadi salah satu anggota peserta dari seminar enterpreneur yang diselenggarakan di negara ini. tidak di sangka, kita bisa bertemu kembali.. kalau begitu saya duluan.. mari.." ucap Nisa sedikit membungkukkan kepalanya dan langsung meninggalkan tempat tersebut.
Aska yang melihat respon Nisa seperti itu, dalam hatinya menjerit di sisi lain ia merasa bersalah karena meninggalkan Nisa tanpa memberi kabar dan juga merasa malu bertemu dengan nya.
namun di lain sisi, Ia juga sangat merindukan sosok itu. Aska terus memandang punggung Nisa yang mulai menjauh dari pandangannya dan hilang. namun, ia masih setia berdiri dan memandang tempat Nisa menghilang.
Ia kembali bernafas gusar, dalam hati ia mulai bimbang. Ia pun berniat ingin menemuinya namun saat ini bukan waktu yang tepat.
***
Aska saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya. dalam 2 tahun terakhir ia sudah memimpin perusahaan ayahnya, tidak sulit untuknya mendapatkan kedudukan. karena Ia memang seorang yang memiliki otak encer dan juga ide-ide tentang bisnis.
Ia menyandarkan punggungnya dan bernafas gusar, pemikirannya terus menerawang kemana-mana, setelah bertemu Nisa kala itu pikirannya menjadi tidak tenang ia selalu kepikiran tentang Nisa.
__ADS_1
***bersambung***