HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
42. nasehat seorang sahabat


__ADS_3

"Kamu itu dalam pikiran kamu itu cuan mulu, kurang kayak apa lagi sih kamu hah.!!! Di luar sana, umur yang segini itu belum ada yang punya usaha kayak kamu, tapi kita bangga kok sama kamu, aku ngomong itu karena iri aja nggak bisa seperti kamu..."ucap Lisa terus terang kepada Nisa sambil cengengesan.


"Kalian bisa kok, hanya saja pemikiran kalian itu masih dengan usia seumuran kita, kalian itu belum memikirkan Bagaimana kedepannya nanti. Sementara aku, memang dari dulu aku sudah memikirkan, kalau seandainya aku lanjut sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, aku akan sekolah dengan menggunakan uang aku sendiri tanpa membebani kedua orang tuaku. Ayolah.. have fun. Santai aja yuk masuk yuk.."ajak Nisa lagi kepada ketiga temannya.


Mereka semua pun langsung masuk ke dalam ruangan. Kebetulan hari ini adalah musim penghujan sehingga mereka tidak mengadakan apel pagi.


Di dalam kelas suara keheningan pun terjadi di mana semua siswa dan siswi fokus mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Sambil mendengarkan guru menerangkan pelajaran mereka, satu persatu siswa dan siswi mulai bersahutan untuk memberikan pertanyaan kepada guru tersebut serta berdiskusi satu sama lain.


Semenjak Nisa mengalami insiden di kamar mandi atau WC, toilet sekolah. banyak orang yang menjadikan Nisa sebagai contoh teladan. di mana Nisa ini berubah dan memiliki banyak prestasi.


Apalagi Nisa sudah terkenal menjadi seorang pengusaha termuda di sekolah mereka. namun, sedikitpun, di dalam hati Nisa tidak memiliki rasa tinggi hati atau sombong. ia dengan senang hati membagi ilmu dan berbaur dengan teman-temannya yang lain.


Tak lama bel istirahat pun berbunyi, para siswa dan siswi pun menghentikan aktivitas belajar mengajar dan pergi ke kantin untuk makan Begitu juga dengan yang lainnya.


Di kantin sekolah


"Nis gimana perasaan kamu, Masih memikirkan si dia tidak ?"tanya Lilis kembali. Nisa pun hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Entahlah Lis aku juga bingung, aku juga kadang-kadang merindukan dia kadang-kadang juga cuek. Pokoknya bingung dah sama perasaan sendiri..."ucap Nisa.

__ADS_1


"Apalagi aku sudah mendapatkan kabar tentangnya di berita, bahwa Kak Aska sudah bertunangan, Ia juga memiliki latar belakang keluarga yang tidak main-main. tentunya tidak cocok dengan kita yang hanya rakyat jelata ini.."ungkap Nisa lagi. ketiga temannya pun langsung terkejut tatkala Nisa menyebutkan tentang Aska yang sudah bertunangan.


"Oh ya Nis..!!! terus gimana dong!!!"ucap Mereka lagi. Nisa terkekeh melihat keterkejutan teman-temannya itu apalagi ekspresi mereka itu berbeda-beda.


"Hehehe Apanya yang gimana? Nggak gimana-gimana. Lagian aku juga nggak peduli kok.."ucap Nisa lagi.


"Nggak, gua nggak habis pikir sih, sudahlah Aska perginya tanpa kabar, tahu-tahunya dia sudah bertunangan dengan orang lain padahal dulu dia mati-matian untuk mengejar dan mendapatkan kamu. Setelah dapat, eh..!! malah dicampakkan begitu saja dasar laki-laki brengsek.."umpat Lilis dengan kesal.


"Sudahlah Lis, jodoh juga nggak ada yang tahu kan. Mana tahu orang itu memang berjodoh..."ucap Nisa menenangkan temannya itu.


"Iya tapi kan tetap saja Nis, Aku tuh nggak terima kamu digituin. dulu aja posesifnya minta ampun, dekat sama yang ini nggak boleh, senggol sama yang itu marah, eh..!.!! tahu-tahunya malah berpaling dasar penghianat." Ucap Lilis lagi Sementara kedua temannya Lisa dan Ros hanya menjadi pendengar setia, dalam hati juga mereka tidak terima namun mau bagaimana lagi mau diamuk si askanya nggak ada di sini.


"Eh.. aku tuh heran ya sama kalian, dari awal sampai akhir, kalian itu hanya membicarakan aku... terus. kalian kapan?. kapan kita membicarakan masa depan kalian bertiga.?"protes Nisa kepada ketiga temannya Mereka pun hanya terkekeh.


"Ya mau gimana lagi Nis. kehidupan kami begitu-begitu saja, tidak menarik sama sekali. sementara kamu, kehidupan kamu itu menarik. Dari awal, kamu suka ngejar-ngejar si ketos, kemudian terkunci di WC sekolah, setelah kamu terkunci dapat hidayah jadi pintar dan segala macamnya. sudahlah pintar kamu juga seorang pengusaha, setelah kamu udah dapat cuan jutaan rupiah, kamu membangunkan rumah yang bagus untuk kedua orang tua kamu. memanjakan mereka. gimana Nggak menarik hidup kamu. Kalau kami, Apa yang perlu kami bahas, memangnya kamu mau dengar cerita kami tentang kedua orang tua yang selalu bertengkar tiap hari tanpa sebab, Ada aja masalah di rumah tiap hari."ungkap Lisa.


Lisa merupakan anak tunggal. dimana, kedua orang tuanya sering sekali adu mulut hanya karena masalah sepele. Untuk menghindari hal itu Lisa kerap kali menginap di tempat Lilis, sampai orang tua dari Lilis pun menganggap Lisa sebagai anaknya.


kalau bukan karena orang tua dari Lilis yang selalu memberikan nasehat padanya, mungkin Lisa tidak akan cerah dan sebahagia ini. atau bahkan mereka tidak akan bertemu akibat permasalahan keluarga yang selalu mengganggu pemikirannya.

__ADS_1


"Tapi lis, menurut aku kamu itu hebat loh, walau bagaimanapun masalah di keluarga kamu walau bagaimanapun kedua orang tua kamu tidak pernah akur, walau bagaimanapun mereka selalu bertengkar dan terjadi keributan setiap harinya di rumah kamu. Namun kalau aku menilai kamu, kamu masih positif thinking dengan kehidupan kamu, kamu juga mau menjadi pribadi yang lebih baik, tidak terlalu mengambil bebas. ya, walaupun kita memikirkan masalah mengenai kedua orang tua kita."


"siapa sih anak yang tidak terganggu melihat kedua orang tuanya itu tidak akur. Nggak ada Lis, tapi kalau menurut aku ya, Lisa juga sebisa mungkin harus melerai kedua orang tua Lisa. Apa kamu sudah pernah mencoba mem berikan nasehat kepada kedua orang tua kamu ?" Tanya Nisa kepada Lisa.


sementara Ros dan Lilis Hanya diam saja. mereka semua sedikit banyaknya, sudah mengetahui masalah yang sering dihadapi oleh Lisa yaitu orang tuanya tidak pernah akur. Mendengar pertanyaan dari Nisa Lisa pun menggelengkan kepalanya.


"Nggak Nis, gimana mungkin kita seorang anak memberikan nasehat kepada kedua orang tua kita. nanti kita dipikirnya kurang ajar lagi..."ucap lisa kepada Nisa. Nisa pun tersenyum dan menepuk pelan pundak temannya itu.


"Lis. maksud aku nasihat untuk orang tua dari anaknya itu berbeda, coba kamu tanyakan kepada kedua orang tua kamu, apakah mereka menyayangi kamu atau tidak.? Kamu juga katakan alasannya, Kenapa kamu menanyakan hal seperti itu kepada mereka. Sampaikan juga, apa yang menjadi kegundaan dalam hati kamu ! yang menjadi ketakutan dalam hati kamu ! katakan pada mereka."


"Karena yang aku tahu ya Lis, orang tua itu sering adu mulut dan bertengkar, bukan karena tidak menginginkan kehadiran anaknya atau bagaimana. Namun karena mereka sayang kepada kita akhirnya mereka sering adu mulut. barangkali salah satu orang tua kita, tidak terlalu memperdulikan kehidupan kita, atau ia tidak melakukan, atau tidak membantu orang tua kita satunya lagi."


" Kamu tidak harus membentak kedua orang tua kamu lis, karena memang kita sebagai anak tidak pantas untuk membentak kedua orang tua kita, namun jika sudah terjadi seperti ini, kamu juga harus memberikan pengertian kepada mereka. di mana kamu itu sebagai seorang anak membutuhkan kasih sayang, keharmonisan dari kedua orang tua kamu."


"Kamu pasti berpikir kan. dalam hati, kamu itu pasti pernah berpikir, Kenapa sih kedua orang tua Aku tuh nggak pernah akur ? Kenapa sih semua permasalahan itu harus ada di keluarga aku ? kenapa masalah ini harus ada diantara kedua orang tua aku ? Pasti pernah kan Lis?" Ungkap Nisa lagi kepada Lisa.


Lisa pun hanya menganggukkan kepalanya tanda yang nisa sampaikan itu benar adanya. lisa kerap kali menyalahkan dirinya sendiri, bahkan ia juga menyalahi takdir Kenapa orang tuanya harus seperti ini, kenapa permasalahan dalam keluarganya tidak pernah berakhir.


?

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2