
"Udah tau, malah bertanya lagi..” guman dewi dengan pelan. Sementara nisa tidak menjawab dan memilih untuk tersenyum saja.
“kalian berdua ini dari mana..? mana tau kan sekampung dengan kakak..” ucap ridwan lagi mengajak mereka mengobrol. Tiba-tiba, salah satu teman ridwan datang menerobos.
“hay cantik… boleh kenalan tidak..!!” ucapnya. ia mengulurkan tangannya.
“nama kakak jecky, tapi bukan jecky chen..” ucapnya sedikit bergurau. Mereka semua tersenyum dan juga yang cekikikan.
“iya kak. Saya dewi dan ini nisa..” kali ini dewi yang mewakili. Mereka pun saling bersalaman. Entah apa yang terjadi. Nisa dan dewi di datangi oleh senior-senior tampan dan ganteng saat mereka sedang beritirahat.
Saat mereka sedang berbincang asik bersama dengan senior mereka. Tiba-tiba, serene pun berbunyi tanda istirahat telah habis. Kali ini, acaranya di komandoi oleh paniti pengurus acara simak.
Walau pun acaranya bebas, tapi tetap dalam pengawasan akademik.
Mereka memulai permainan atau geme antar jurusan.
Masing-masing mahasiswa di berikan kartu dari urut pertama sampai urutan mahasiswa terakhir. Namun nomor itu di bagikan secara acak. Nisa dan dewi mendapat nomor urutan ke 5 dan 10. Dewi 5 dan nisa 10.
“ok.. kali ini, kakak akan memulai kegiatan simak kita. Untuk menambah keakraban di antara kita, kakak akan memainkan sebuah permainan. Yaitu menebak umur senior. Yang kalah, akan di hukum. Yaitu menyayikan sebuah lagu yang mejadi pilihan dari panitia. Siap ya..!!” seru MC nya.
“siap kak…!!!” ucap ratusan mahasiswa baru yang ada disana.
“apa-apan ini perminan..!!. Mana tau, menebak umur senior..??. Sekalian sja dengan statusnya, jomblo apa bukan.. aneh..”gerutu nisa. dewi yang mendengar omelan nisa pun tersenyum.
“tauk tu. Sekalian aja, tawarin mau jadi pacar kakak apa ngak..?” ucap dewi menimpali. Nisa menatap tajam kearah dewi yang ngomongnya ngawur.
“bilang aja, kalau kamu itu naksir sama senior MC nya. Iakan..?” Tanya nisa. ya memang benar, MC nya ganteng dan mampu membuat hati meleleh. Tak terkecuali nisa. namun, pesonanya itu masih bisa ia tahan.
“hehehe… tau aja kamu nis..” ucap dewi dengan senyum manja. Nisa malah berdecih.
MCnya pun mulai menyebutkan nomor yang akan mengikuti permainan. Mcnya menyebutkan nomor, 98. 23, 55, 10 dan 5. Nisa dan dewi pun terkejut. Karna mereka tidak menyangka, sekian banyak nomor, malah nomor mereka yang di sebut.
“ayo.. nomor yang disebutkan tadi, silahkan maju kedepan.” Ucap mcnya.
Yang lain pun pada maju kedepan, sementara yang terakhir nisa dan dewi. Nisa sebenarnya enggan untuk maju kedepan. Ia mencoba menukar nomornya dengan yang lain. Tapi tak ada satu pun yang mau menukar nomor dengannya.
Akhirnya dengan terpaksa, nisa pun maju kedepan. Mereka berlima pun berdiri di depan, semua kandidatnya adalah cewek.
__ADS_1
“oh.. cewek semua ya..” ucap mcnya. Nisa menggerutu.
“terus, lo maunya cowok gitu..” batinnya. Walaupun kesal, namun tetap menampilkan wajah senyum.
“ok.. kakak akan memberikan sebuah pertanyaan. Yang bisa menjawab silahkan duduk. Siap ya.” Ucapnya lagi.
“siap kak..” jawab mereka.
“tenang aja. Yang bisa jawab dapat hadiah dari kakak..heheh…” ucapnya.
“kalian berlima, sudah tau siapa nama kakak..?” tnya Mcnya. Nisa melotot, jangan bilang, ini adalah salah satu pertanyaannya. Mereka mengangguk sementara nisa dan dewi diam saja.
“ok… kalau begitu, kakak Tanya satu-satu.” Ia mulai dari yang ujung.
“kalau kamu tau nama kakak. Sebutkan huruf awal dan pertengahan nama kakak. Hurufnya saja..” ucapnya. entah kenapa, pertanyaan simple ini membuat Nisa deg degan.
Karena ia tidak tau sama sekali. Ia dan dewi mulai nyengir seperti kuda. Tiba-tiba yang ada yang meneriaki nama nisa.
“nisa..!!! semangat..” ucapnya. ternyata yang berteriak itu adalaah jecky, seniornya. Nisa pun hanya melempar senyum saja. Sampai akhirnya, tibalah waktu nisa ditanya.
“kamu nisa ya, yang di teriyaki sama jec tadi..” tanya nya. Nisa pun hanya mengangguk, jujur saja ia gugup. Ia tidak tau harus jawab apa.
[ mana aku tau, nama mu saja aku tidak tau..] nisa menggelengkkan kepalanya.
“tidak tau kak..” ucapannya membuat mcnya terkejut. Ia terkejut, karena rata-rata, maba di sini semua pada tau namanya, apa lagi dia itu tampan.
“ngak tau..!!” ucapnya lagi. Nisa menggeleng. “ ok.. kalau begitu, kamu benaran tidak tau nama kakak. Sesi pertaman ini kamu gagal. Kita aka nada lima pertanyaan nanti.” Mcnya pun melanjutkan pertanyaan kedua dan sampai pertanyaan terakhir.
Dari pertanyaan satu sampai lima, taka da satu pun yang bisa nisa tebak. Entah tebakannya sudah benar hanya saja di salahkan, ia kurang tau, karena semuanya hanya menyangkut seputar nama-nama senior. Selain, senior ridwan dan jec. Tidak ada lagi yang nisa tau. Naman mcnya adalah Gibran.
Setelah, semuanya duduk kembali, tinggalah nisa yang berdiri di depan. Karena, ia tidak dapat menjawan satu pun. Sesuai dengan perjanjian, nisa akhirnya di suruh menyanyi di depan teman-temannya semua.
Namun, untungnya lagu yang di putarkan dapat Nisa tebak dan dengan lancar menyanyikannya. Yaitu, kopi dangdut.
Nisa juga memiliki suara yang bagus, sehingga setelah menyanyikan lagu tersebut, ia kembali di persilahkan untuk duduk.
***
__ADS_1
Tiga hari kegiatan simak ini di lakukan. Ada berbagai macam kegiatan di dalamnya, anehnya, setiap kali ada permainan, nomor nisa pasti akan di sebut. Dan juga ketika selesai istirahat, ia pasti akan di suruh untuk mempersembahkan lagu di depan, sambil menunggu mahasiswanya lengkap.
Walaupun nisa kesal, ia tetap melaksanakannya. Tak sedikit seniornya meminta atau me reques lagu darinya, bahkan karena hal itu, nisa juga banyak di kenal oleh para seniornya itu.
sebenarnya itu tidak terlalu penting sih buat nisa. tiga hari acara ini berlanjut, akhirnya selesai juga. Nisa dan dewi pun segera kembali ke kosannya masing-masing. Sesampainya nisa di kos. Ia langsung tidur tanpa makan dan mandi. Iw.. bauk..
***
Setelah kegiatan simak yang berlangsung selama tiga hari. akhirnya, mahasiswa baru kuliah seperti biasa.
Hari ini, nisa bangun dari tidurnya dan, membersihkan tempat tidur dan mulai memasak untuk makan siangnya nanti.
Hari ini, nisa memiliki jadwal kuliah jam 10 pagi, dan juga jam 2 siang. Setelah ia membereskan kosannya dan memasak, nisa kemudian membuka laptopnya dan melihat ribuan pesanan skincare masuk yang sudah di tangani oleh pekerjanya.
Nisa juga meliihat diagram pemasukan bulan ini sangat menggiurkan. Setelah itu, ia juga melihat perkembangan aplikasi buatannya, penggunanya sudah jutaan, sehingga ia tidak perlu khawatir dengan uang kuliahnya.
Setelah ia bekerja agak dua jam, tepat pada pukul 9 pagi, ia pun mulai bersiap-siap kekampus. Sesampainya di kampus, pelajaran pertama yang menyambutnya adalah ilmu pengantar geografi.
“hay nis..” ucap dewi yang baru datang dan duduk di sampingnya. Dosennya belum kelihatan batang hidungnya.
“hay.. kos kamu dimana..? jauh ya, kok kamu ngos-ngosan gitu..?” Tanya nisa pada dewi.
“iya nis, lumayan jauh, sekitar dua puluh menit perjalanan.” Ucapnya lagi. Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba dosennya masuk. Saat dosennya masuk, terlebih dahulu dosen dan mahasiswa memperkenalkan dirinya.
“assalamualaikum.. mahasiswa dan mahasiswi bapak semuanya. Sebelum kita memulai kuliah, alangkah baiknya kita perkenalan terlebih dahulu. Dan akan kita mulai dari ananda dulu. Silahkan.”
Masing-masing mahasiswa pun mulai memperkenalkan diri mereka dari urutan depan sampai urutan belakang. Setelah itu, dosennya mulai meperkenalkan diri. Panggilan dosennya adalah pak wawan.
Mereka pun memulai kuliah. Dosen pun mulai menjelaskan panjang lebar. wajar, mahasiswa pada semester pertama ini masih proses pengenalan, sehingga lebih banyak diam dan mendengarkan. Tak lama, kuliah mereka pun selesai.
"baiklah, kita sudahi saja kegilaan ini.." ucap pak Wawan yang langsung mengundang gelak tawa mahasiswa nya. Tentu saja, kuliah itu berakhir dengan tugas kelompok.
tugas kelompok ini akan mereka kumpulkan di minggu pertemuan berikutnya. setelah itu mereka semua pun keluar dari ruangan tersebut.
"hai Nis kantin yuk laper nih.."ucap Dewi kepada Nisa.
"Oh oke.."ucap bisa menyetujui ajakan Dewi mereka berdua pun langsung pergi menuju kantin.
__ADS_1
****bersambung****