HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
74. masa lalu tuan Anwar


__ADS_3

"Baiklah, kamu hati-hati jangan lewatkan bukti barang sedikit pun. nanti kalau ada apa-apa segera kabari Abang.."balas max kepada Arthur.


"baik bang Kami sedang berusaha."ucap Arthur. setelah itu panggilan pun berakhir. setelah panggilan berakhir max kembali bergabung dengan mereka. Nisa yang melihat kedatangan max pun bertanya.


"Ada apa kak ?"tanya Nisa dengan sejuta penasaran di wajahnya yang tergambar jelas. max diam sejenak dan menarik nafasnya dalam-dalam.


"tadi Arthur menghubungi kakak. Iya mengatakan kecelakaan ini murni sudah direkayasa, pernyataan ini dikuatkan oleh beberapa mesin mobil sudah ada yang dirusak termasuk remnya."ungkap max kepada mereka semua. orang tua Aditya yang mendengar kabar tersebut sangat terpukul. mereka bertanya-tanya, siapa gerangan yang berusaha melenyapkan Putra mereka satu-satunya.


"Ya Allah siapa yang tega melukai putra-putra ku."rintih tante Humaira. sementara pak anwar yang mendengar bahwa putranya dicelakai, Iya segera menjauh dan menghubungi orang kepercayaannya.


satu hal yang tidak mereka tahu tentang Pak Anwar. dulunya sebelum ia menikah dengan nyonya Humaira, Iya adalah seorang mafia yang sangat kejam dan sadis. namun itu hanya berlaku kepada dirinya sendiri. setelah menikah dengan nyonya Humaira ia langsung meninggalkan dunia hitam itu bahkan jejak-jejak waktu Pak Anwar menjadi mafia pun tidak ada.


Tut


"halo..."sapa Pak Anwar di seberang telepon itu. ia mengeluarkan ekspresi dingin dan suara yang seperti akan mencabik-cabik siapapun orang yang mendengar suaranya. padahal pak Anwar memiliki hati yang lembut dan tulus serta senyum yang hangat ketika berkumpul bersama keluarganya.


Namun sepertinya ia kembali dibangunkan. awalnya ia mengetahui bahwa putranya memang ada yang mengincar, namun berbekal ilmu bela diri dan taktik yang diajarkan kepada Aditya, Iya masih bisa menyelesaikan semuanya tanpa melibatkan Pak Anwar. namun sekarang ia tidak bisa berdiam diri, karena lagi-lagi nyawa anaknya berada di ujung tanduk.


"Iya Tuan Ada yang bisa saya bantu."balas orang yang dihubungi oleh Tuan Anwar.

__ADS_1


"aku minta tolong kepadamu, tolong cari informasi dan selidiki penyebab anak saya mengalami kecelakaan. Saya akan menunggu usut dan tuntaskan namun jangan selesaikan mereka terlebih dahulu. Aku ingin tahu siapa yang berani-berani mempermainkan nyawa putraku, dan siapa yang berani-beraninya mengganggu keturunanku."ucapnya dengan suara sangarnya. bahkan orang yang ia telepon tadi bergidik ngeri mendengar suaranya.


"baik Tuan. saya akan segera laksanakan."ucap Anton. setelah berbicara kepada Anton. Tuan Anwar pun langsung mengakhiri panggilan dan setelah itu kembali bergabung dengan mereka. sebelum Tuan Anwar memasuki ruangan di mana putra-putranya itu dirawat, terlebih dahulu Tuan Anwar menormalkan kembali emosinya agar tidak ada yang mencurigai identitasnya.


***


di sisi lain, Arthur dan leon. mereka sedang membantu para polisi untuk mengungkap kasus kecelakaan Aditya bersama dengan asistennya. mereka berdua juga menggunakan otak cerdas mereka. berjam-jam mereka menyelidiki kasus itu, mulai dari memeriksa CCTV yang ada di jalan dari tempat awal Aditya dan Jimmy datang sampai tempat di mana kronologi itu terjadi. setelah mereka merasa lelah mencari bukti atau petunjuk mengenai kecelakaan itu, Arthur dan Leon serta para polisi pun memilih untuk beristirahat sejenak dan berunding.


"hah sebaiknya kita istirahat dulu Bang.. yang pasti kita sudah tahu bahwa kecelakaan ini terjadi karena di rekayasa. "ucap Leon. mereka semua pun mengambil tempat duduk di tepi jalan sambil mengamati bangkai mobil yang sudah tidak berbentuk itu.


"sepertinya musuh-musuh Aditya sudah mulai bergerak. bahkan mereka melakukan aksi dengan bersih."ucap Arthur. para polisi dan badan intelijen yang mendengar penuturan dari Arthur itu pun segera menyauti ucapannya.


"jangan bilang kamu berpikir seperti apa yang aku pikirkan."tebak Lion kepada Arthur. Arthur pun tersenyum sinis.


"tentu saja, masalah ini tidak sesederhana ini. Aku melakukan ini supaya adikku Nisa tenang menjalani kehidupannya bersama Aditya. maka dari itu siapapun yang memusuhi Aditya harus segera diatasi bila perlu dilenyapkan."ucap Arthur sedikit geram. Leon pun mengganggu anggukkan kepalanya, Iya juga setuju dengan pemikiran saudaranya Arthur.


"kamu bener bang. sebaiknya kita selesaikan dulu permasalahan di sini, Setelah itu kita segera pulang dan mendiskusikannya langsung kepada saudara-saudara kita yang lain. barangkali mereka punya masukan."ucap Leon dengan bijak. sebelum mereka melakukan suatu misi atau aksi, terlebih dahulu mereka akan merundingkan permasalahan ini agar tidak tumpang tindih dan mengantisipasi bahaya yang kemungkinan saja akan terjadi.


sesegera mungkin Leon dan Arthur menyelesaikan permasalahan yang ada di TKP. setelah mereka rasa, semua sudah selesai dan dilanjutkan oleh beberapa pihak kepolisian Mereka pun segera meninggalkan tempat itu, namun terlebih dulu mereka ke rumah sakit untuk melihat kondisi Aditya dan Jimmy.

__ADS_1


"Lee, sebaiknya kita ke rumah sakit terlebih dahulu. abang ingin melihat kondisi Aditya dan Jimmy. sekalian juga bertemu dengan bang max dan Austin."ucap Arthur kepada Leon. Leon pun langsung mengerti dan segera mengarahkan laju mobil ke rumah sakit. sebelum mereka sampai, terlebih dahulu Arthur telah menghubungi dan mengabari max bahwa mereka akan ke sana untuk menjenguk dan melihat kondisi Aditya dan Jimmy.


flashback


Leon dan Arthur sudah berada di atas mobil. setelah berpamitan dengan beberapa intelijen yang masih berada di TKP, Mereka pun langsung pergi ke rumah sakit. saat mereka berada di dalam mobil, Arthur langsung menghubungi max mengabari kalau mereka akan ke sana.


Tut


"halo...tur..."ucap max di seberang telepon. sepertinya di jam segini mereka belum tidur. mungkin mereka memilih untuk berjaga-jaga mengantisipasi kejadian yang mungkin saja terjadi.


"halo Bang, Abang masih di rumah sakit..?"tanya Arthur. semenjak mereka memutuskan keluar dari kelompok black Joker dan meninggalkan dunia hitam itu, mereka yang dulunya menyapa hanya menyebut dengan bro atau nama saja, kali ini mereka akan menyebut panggilan Abang atau kakak. karena mereka sudah memiliki orang tua yang mau menerima mereka walaupun umur mereka telah tua.


"Iya tur.. Abang masih di rumah sakit bersama Austin dan kedua orang tua Aditya. memangnya kenapa ? Apakah ada sesuatu yang perlu Abang bantu ?"tanya max kepada Arthur.


"Tidak Bang, Aku hanya ingin mengabarkan bahwa kami akan ke sana. Kami ingin menjenguk dan melihat kondisi Aditya dan Jimmy. untuk masalah di TKP, semuanya sudah selesai. namun para intelijen itu masih menuntaskan barangkali masih ada beberapa Yang terlewatkan."jelas Arthur tidak ingin mengungkap semuanya. karena konon katanya berbicara di telepon itu pamali, apalagi pembahasannya itu adalah masalah penting.


"Oh baiklah, kalian hati-hati."ucap max lagi. setelah memberikan alamat rumah sakit dan nomor ruangan tempat di mana Satya dan Jimmy dirawat, Mereka pun langsung mengakhiri panggilan.


flas of

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2