
"Ya sudah kalau begitu, Kakak pamit pulang ya."ucap sang kakak. Kakak dan keponakan Nisa pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke rumah.
selepas kepergian mereka, Nisa pun memulai aktivitasnya. iya mulai dengan membersihkan debu-debu yang ada di dalam rumah. kemudian ia beralih kepada pekarangan rumah yang sudah ditumbuhi oleh rumput dan ilalang.
seharian Nisa melakukan pekerjaan itu. hanya saja ia pergi sebentar ke rumah kakaknya untuk makan siang dan membeli beberapa kebutuhannya selama di sini nanti.
***
keesok paginya, Nisa Pun bangun dan memulai aktivitas paginya. yaitu olahraga pagi jogging. ia melakukan jogging dari ujung tempat tinggalnya sekitar 1 km. tak lama kegiatan joggingnya itu pun selesai. setelah selesai ia mendudukkan tubuhnya terlebih dahulu di depan teras rumah.
saat ia sedang bersantai dan mengamati lingkungan sekitarnya, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Nisa pun langsung merogoh sakunya dan mengambil benda. terlihat di sana panggilan itu berasal dari Ros temannya.
"hai Ros apa kabar?"sapa Nisa dengan girang Begitu juga dengan rose. ternyata panggilan itu tidak hanya mereka berdua ada Lilis dan juga Lisa.
"hai apa kabar.."jawab mereka semua.
"eh ternyata kalian ya ampun. apa kabar sayang sayangku. Bagaimana dengan sekolah kalian di sana. tidakkah kalian rindu pengen pulang?" ucap Nisa kepada tiga kawannya itu.
selain Nisa. rose, Lisa dan Lilis berkuliah di seberang lautan. jarak tempuh mereka lebih lama ketimbang Nisa, biasanya Nisa menempuh perjalanan 10 jam maka mereka akan lebih dari 10 jam.
mereka bertiga kuliah dengan mengandalkan beasiswa. walaupun Lilis dan Lisa tidak sepintar Ros dan Nisa. namun mereka masih mendapatkan beasiswa tanggungan dari pemerintah.
"ya kamu malah nanya itu. Siapa sih yang tak rindu pengen pulang kampung? kamu mah enak Nis, deket Kalau kami jauh. uang itu habis di ongkos saja." ucap Lisa kepada Nisa.
"kalian tenang aja, kalau kalian ada niat mau pulang kalian ngomong aja. nanti biar aku transfer ongkos kalian pulang."ucap Nisa.
"kita sih mau aja Nis, tapi asrama kami tidak membolehkan kami pulang dalam waktu dekat ini kecuali kami sudah menyelesaikan pendidikan kami di sini."jelas rose kepada Nisa.
"Oh begitu toh.. kasihan nggak pulang-pulang... nanti pas kalian sudah pulang, desa kita sudah bagus dan maju." canda Nisa kepada ketiga temannya. mereka semua terkekeh.
"berarti kalau kami kembali, desa kita sudah bagus, itu berarti kamu yang bangun Nis hahaha..," jawab Ros lagi.
begitulah mereka, walau berpisah jarak Dan waktu mereka tetap menjalin silaturahmi dan menjadi seorang sahabat yang saling memotivasi satu sama lain.
__ADS_1
"Iya dong, besok aku berniat jadi Bupati aja biar bisa membangun desa kita hehehe.." timpal Nisa lagi membuat ketiga temannya itu tertawa.
"amin" ucap mereka serentak.
"eh kok diaminin sih, kalau jadi kenyataan gimana?"protes Nisa.
"Ya nggak papa kalau jadi nyata. biar kalau kita lulus ada orang dalam dan mudah untuk mendapatkan pekerjaan hahaha.." tawa Mereka lagi.
"eh mana boleh seperti itu, itu namanya KKN. di mana perlakuan itu tidak adil, hanya mementingkan kepentingan kelompok saja. memangnya kalian mau aku masuk penjara" ucap Nisa.
begitulah candaan mereka, sekali mereka bertemu, maka mereka akan mengobrol panjang lebar, mencurahkan rasa rindu mereka kepada sahabat-sahabat mereka itu.
cukup lama mereka mengobrol satu sama lain dan melempar candaan, akhirnya mereka mengakhiri panggilan itu. setelah panggilan itu berakhir Nisa pun masuk ke dalam rumah dan melakukan ritual membersihkan diri.
****
saat Nisa sedang bersantai di sore hari di rumah sang kakak, tiba-tiba ada yang datang mencarinya. orang yang mencarinya pun langsung bertanya kepada sang kakak yang ada di luar sedang membantu para karyawan melayani pembeli.
"Iya dia ada di dalam, ada yang bisa kami bantu?"tanya Mbak nur kepada orang tersebut.
"Iya mbak, kakak saya akan segera melahirkan. Namun kami tidak tahu harus melakukan apa. kami sudah pergi ke pos kesehatan desa, Namun poskesdes kita lagi kosong. para bidannya sedang tidak ada di tempat. saya tadi dikasih tahu oleh seorang ibu bahwasanya Mbak Nisa dapat membantu persalinan kakak saya.." jelasnya.
entah dari mana mereka tahu hal itu, padahal Nisa belum pernah melakukan atau membantu persalinan. Mbak nur sedikit terkejut dengan informasi yang ia dengar.
"Baiklah tunggu sebentar, Mbak panggilkan dulu orangnya.."ucap Mbak nur. langsung berlalu dan menemui sang adik yang masih bermain dengan keponakan bungsunya.
"dek di luar Ada yang ingin bertemu denganmu. katanya dia mau minta tolong untuk membantu persalinan kakaknya." ucap sang kakak kepada Nisa.
Nisa tidak terkejut mengenai hal itu, karena memang dia punya ahli dalam dunia medis. hanya saja ia kekurangan alat, karena alat-alat medis Tidak sembarangan diperjualbelikan.
"Oh iya Kak, kalau begitu aku akan bertemu dengannya.." ucap Nisa beranjak dari duduknya. kemudian mereka menemui orang tersebut. dengan Aisyah yang berada di gendongan ibunya.
"permisi, kamu tadi ingin bertemu dengan saya?"tanya Nisa kepada gadis yang seumuran dengannya.
__ADS_1
"Iya Kak, perkenalkan nama saya iska. Saya mau minta tolong sama kakak untuk membantu persalinan kakak saya, tadi ada ibu-ibu yang mengatakan kalau kakak bisa membantu persalinan, makanya saya di sini sekarang. tadi kami pergi ke pos kesehatan desa namun para bidannya sedang tidak ada di tempat."jelasnya lagi.
"Oh baiklah kalau begitu. tapi saya harus mengambil beberapa alat yang dibutuhkan untuk membantu persalinan. Kalau boleh tahu arah rumah kamu di mana?" tanya Nisa kepada iska.
"arah rumah saya berada di SP 2." jelas iska lagi.
"Oh ya sudah kita berangkat sekarang, Tapi nanti kita singgah di rumah saya dulu karena saya harus mengambil beberapa alat yang kita butuhkan nanti. oh ya kalau boleh tahu apakah Kakak kamu sudah lama merasakan sakit?" tanya Nisa lagi sambil mereka menaiki motor masing-masing.
Nisa membawa motor yang ada di rumah sang kakak karena motor itu Nisa titipkan di sana sebelum ia berangkat ke kota besar.
"lumayan Kak sekitar 30 menit yang lalu."ucapnya.
Setelah itu mereka langsung pergi dari sana, melajukan motornya menuju rumah Nisa terlebih dahulu.
tak lama mereka sampai di rumah dan bisa mengambil beberapa perlengkapan yang ia butuhkan. walaupun peralatan yang ia butuhkan tidak lengkap dan bentuknya sederhana namun dipastikan dapat menolong nanti.
setelah mengambil beberapa alat yang mereka butuhkan, mereka langsung meninggalkan tempat tersebut dan menuju tempat di mana orang yang membutuhkan pertolongan itu tinggal. tak lama mereka pun sampai di rumah itu.
"permisi.." ucap Nisa langsung masuk dipersilakan masuk oleh pemilik rumah.
di dalam terlihat saudara iska sedang menahan sakit. setelah Nisa sampai, terlebih dahulu ia memeriksa pembukaan jalan lahir.
setelah ia periksa jalan lahirnya belum lengkap tinggal dua. Nisa juga membantu untuk mempercepat pembukaan jalan lahir. Tak butuh waktu lama akhirnya pembukaan pun lengkap.
setelah pembukaan lengkap, Nisa menyuruh sang suami untuk berada di dekat istrinya seperti yang dilakukan oleh para bidan pada umumnya.
karena keberadaan suami adalah kekuatan bagi istrinya. Nisa pun mulai menyuruh pasiennya untuk mengejan. sekali dua kali belum ada hasil yang ketiga kalinya langsung borojol dari pintu lahir. Nisa pun langsung menarik bayi yang keluar dari perut ibunya itu.
namun yang paling menyesatkan adalah, bayinya lahir tapi tidak bernafas. Nisa pun berupaya melakukan hal yang ia tau.
ia menggosok-gosok punggung bayi tersebut, kemudian ia membalikkan tubuh bayi itu dan menepuk pelan pantat bayi. tak lupa juga Nisa memberikan sedikit nafas buatan dan menekan menekan pelan dada saNg bayi.
***bersambung***
__ADS_1