HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
25. membeli motor


__ADS_3

assalammualaikum pembaca author 🥰 selamat membaca kembali 🥰🥰


***


Mereka pun keluar menuju kasir untuk melakukan pembayaran dan juga out dari hotel tersebut. Nisa dan kedua orang tuanya pun keluar dan segera menuju ke kasir.


namun saat Nisa menemui petugas kasirnya dan mengutarakan ingin membayar sewa kamar mereka, kasirnya malah menolak dan mengatakan bahwa ia dan keluarnya tidak perlu membayar lagi, anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolong mereka ketika terjadi insiden perampokan kemarin.



"Maaf Mbak, saya ingin konfirmasi keluar dari hotel dan juga membayar uang sewa kamar di hotel. ini Namun kami hanya dua malam saja,"ucap Nisa sambil menyodorkan uang.


mbak kasirnya tersenyum kearah Nisa dan membungkuk sedikit, seperti menghormati orang penting.


"tidak perlu Mbak, manager hotel tadi mengatakan untuk menggratiskan saja sewa kamarnya mbak. hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu dan menolong kami kemarin, karena bantuan Kakak juga, pengunjung hotel kami terselamatkan dan tidak ada yang terluka. sekali lagi saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak dan juga keluarga kakak..."ucap kasir itu dengan penuh rasa haru dan rasa terima kasih yang begitu besar. mendengar penuturan itu dan ucapan terima kasih. Nisa pun ikut terharu. ia menggarut dagunya yang tidak gatal.


"hehehe iya mbak, sama-sama... sudah sepantasnya manusia itu saling tolong menolong. jadi apapun yang saya lakukan kemarin itu adalah cara saya untuk menolong karena saya mampu mbak..."Ucup Nisa membalas pernyataan petugas kasir tersebut.


"kalau begitu terima kasih banyak ya mbak atas hadiahnya hehehe.😁😁"


ucap Nisa lagi, sambil cengengesan. sebenarnya ia malu menerima hadiah itu. tapi rezeki tidak boleh di tolak. 🤭🤭


"sama-sama dan kembali kasih."setelah mengatakan hal itu nisa dan keluarganya pun meninggalkan hotel itu. namun sebelum kembali ke kampung halaman Nisa terlebih dahulu mengajak kedua orang tuanya untuk membeli motor.


"Pak, Bu. sebelum pulang kita beli motor dulu ya. kan nisa butuh motor untuk pulang pergi sekolah..."ucapnya kepada kedua orang tuanya. orang tuanya pun hanya mengikut saja, mereka seperti kuda yang di cocok hidungnya.😂 nurut muluk...😁


"Baiklah nak. tapi, Apakah uangnya masih cukup untuk membeli sebuah motor?"tanya Pak Juna khawatir takut uangnya tidak cukup. Nisa pun melihat kearah ayahnya dan tersenyum mengenai ke khawatir nya.


*cukup lah pak. apa lagi Nisa kan sudah membuka akun nya. nanti bayarnya pakek mobile banking 😂😂*


"tentu saja Pak uangnya masih cukup dan bahkan lebih dari cukup.."ujar Nisa menimpali kecemasan ayahnya itu.

__ADS_1


" oh... baiklah kalau begitu nak. ayo..." ajak pak Juna kepada istri dan putrinya. mereka pun segera keluar dari gedung hotel itu.



*anggap saja gambarnya ngak pakek koper. kan orang dari desa belum kenal koper*🤭🤭


Nisa dan kedua orang tuanya pergi ke showroom penjualan motor. Nisa dan kedua orang tuanya pun langsung di sambut hangat salah satu karyawan disana.


"selamat datang mbak...?? ada yang bisa kami bantu..??" ucap karyawan itu menyambut kedatangan mereka.



"iya bang. saya membutuhkan motor yang cocok untuk semua usia.😜" ucap Nisa. karyawan itu pun langsung paham. motor yang dimaksud Nisa adalah motor yang mudah untuk di operasi kan.


"baik mbak. mari sebelah sini.." Ucapnya lagi. mereka pun berjalan dengan mengikuti karyawan itu.


sementara ada juga karyawan yang membenci kedatangan mereka, akibat berpakaian sederhana. ia juga secara terang-terangan menghina mereka.


"penampilan seperti ini, sok sok an membeli motor. pasti uangnya receh semua.." sindir nya tepat di samping Nisa dan kedua orang tuanya. namun Nisa Masih tidak peduli, begitu juga dengan orang tuanya. mereka sedang fokus mendengar penjelasan dari pegawai itu. karena ucapannya di abaikan, ia kembali bersuara.


" kamu jangan bersikap tidak sopan begitu. walau bagaimana pun, yang datang adalah tamu.." tegurannya.


"cih... showroom kita kan adalah show room yang hanya di khususkan untuk orang kaya saja. sementara mereka, lihat saja penampilannya. kampungan..!!" serunya lagi. kali ini Nisa sudah tidak tahan lagi.


"memangnya kenapa dengan penampilan kami yang kampungan. apa ada salah. lagian, di depan show room kalian itu, tidak tertera keterangan yang hanya khusus orang kaya. dan juga mbak. walaupun kami dari desa, tapi kami tidak minim akhlak seperti mbak. mbak disini niatnya bekerja atau ngurusin orang..!!. lagian heran ya, kok show room yang seperti ini, mau mempekerjakan karyawan yang minim akhlak seperti mbak..!!" seru Nisa.


darahnya seolah mendidih, akibat hinaan karyawan itu. karyawan laki-laki itu pun hanya diam, mendengar penuturan yang Nisa ucapakan. sementara orang tuanya Nisa pun menenangkan Nisa sambil mengusap punggung nya.


"sudah nak. sekarang selesai kan pembeliannya setelah itu kita pulang.." ucap ibu Nita. sementara pak Juna hanya diam saja, dalam hati, ia merasa bersalah, karena ia tidak bisa memberikan kehidupan yang baik untuk keluarga nya. kalau tidak, mereka pasti tidak akan di hina seperti ini. tanpa mereka sadari, perdebatan mereka itu, di saksikan langsung oleh manegernya. ia berjalan mendekat.


"ada apa ini ribut-ribut..??" tanya manager itu. ia melihat mereka satu persatu. para karyawan itu pun seolah bungkam.

__ADS_1


" maaf.. bapak siapa..??" tanya Nisa dengan nada ketus dan dingin. setelah adu mulut itu, moodnya jadi rusak.


" saya manager di tempat ini mbak.." ucapnya sopan.


"oh.. kebetulan sekali. saya ingin mengajukan komplein. apakah bapak mempekerjakan karyawan yang tidak profesional seperti mbak ini ?. apakah, tempat ini hanya akan melayani orang yang berduit saja ? kalau seperti itu, kenapa di luar pintu tidak bapak pasang spanduk, yang mengatakan bahwa disini hanya akan melayani orang kaya saja. jujur pak, kami datang ke tempat ini untuk membeli motor. tapi sepertinya, motor ini hanya untuk orang kaya saja..!! kalau begitu kami akan ke tempat lain.!" ucap Nisa dingin dan datar, yang mendengar penuturan nya pun seolah merasa merinding. padahal yang berbicara kan anak SMA. tapi kok wibawanya kuat sekali ya😜😜


"hmm.... maaf kan akibat ketidak nyamanan ini mbak. tempat ini terbuka untuk umum, dan dapat melayani siapa saja yang datang ke tempat ini. untuk masalah ketidak nyamanan ini, akan saya tindak lanjuti." jelas nya. ia sendiri merasa grogi dan segan kepada gadis ini.


(siapa gadis ini. kenapa melihat ketegasannya saja, saya menjadi gugup seperti ini..) batinnya. Nisa pun hanya diam dan tak menggubris, ia cukup kesal dengan perlakuan yang di terimanya, apa lagi ada kedua orang tuanya.


"baiklah. siapa yang bertanggung jawab kepada konsumen kita ini..?" tanya menejer itu kepada kedua nya.


"saya pak..." ucap karyawan laki-laki itu.


" kalau begitu, lanjutkan. kamu ikut keruangan saya.." Ucapnya kepada karyawan perempuan itu. sebelum pergi dari sana, menejer itu kembali melihat kearah Nisa dan kedua orang tuanya.


" sekali lagi, maaf atas ketidak nyamanan ini. silahkan lanjutkan transaksi nya." ucap menejer itu. setelah itu, ia langsung pergi dan di susul oleh karyawan wanita itu.


"mari mbak, kita lanjutkan. maaf ya mbak. dia memang suka seperti itu, tapi kami tidak berani melaporkan nya kepada menejer. karena, ia terlalu pandai bersilat lidah. " jelas karyawan itu.


mereka pun melanjutkan aktivitas memilih motor yang sempat tertunda itu. sampai akhirnya, pilihan nya jatuh pada motor yang berwarna hitam biru itu.



"yang ini saja bang..." ucap Nisa sambil menunjuk motor itu.


setelah itu, nisa langsung melakukan transaksi setelah menemukan motor yang tepat tentu saja motor itu juga bisa digunakan oleh kedua orang tuanya makanya dia memilih motor yang tidak aneh-aneh jangan aneh-aneh ya beli motor.


setelah menemukan motor yang cocok, Nisa pun membayar motor itu dengan menggunakan uang yang berasal dari akunnya.


setelah melakukan persyaratan jual beli akhirnya motor itu diboyong dan dibawa pulang ke kampung halaman.

__ADS_1


***bersambung***🥰🥰


lalu bagaimana nasib karyawan itu ya...??


__ADS_2