HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
40. insiden kecil


__ADS_3

Akhirnya satu minggu kemudian mereka menjalani bisnis ini. Nisa dan menti tidak rugi saat mereka berlibur, mereka malah menghasilkan pundi-pundi rupiah. yang pendapatan per harinya bisa mencapai 5 juta sampai 7 juta perhari. namun, hari Minggu mereka memilih untuk libur jualan sementara sang kakak melanjutkan jualannya.


"Kak, besok kami libur ya, Kami mau jalan-jalan dulu ke tempat wisata yang ada di tempat ini. masa iya kami libur tapi nggak liburan."ucap Nisa kepada Mbak nur.


"Iya Itu kan hak kalian, yang memaksa kalian untuk jualan itu siapa?"tanya Mbak nur kepada Nisa dan nanti mereka berdua pun hanya cengengesan.


"tapi kakak ingin melanjutkan jualan bakso dan mie ayam itu, takutnya nanti para pelanggan mencari. ntar mereka kecewa lagi..."ucap Mbak nur kembali kepada kedua saudaranya itu.


"eh, kalau begitu pakai modal siapa?"tanya Nisa kepada sang kakak dengan candaan mengingat omset yang masuk dari hasil penjualannya lebih Dari hasil penjualan mereka.


"eh sama Kakak sendiri perhitungan... nanti biar Kakak yang belikan bahan-bahannya, Tapi tolong bantuin kakak untuk membuat adonannya ya.." ucap sang kakak kepada kedua adiknya. Nisa pun tersenyum.


"pakai yang ada aja dulu kak, takutnya nanti itu mubazir. nanti kami bantuin untuk membuat adonan."ucap Nisa kembali dan langsung disetujui oleh Mbak nur.


Mereka pun mulai melayani para pelanggan yang datang ke rumah makan mereka seperti biasa rumah makan itu tidak pernah sepi apalagi ada dua ciwi-ciwi alias Nisa dan menti.


saat malam tiba rumah makan itu akan didatangi oleh beberapa pemuda yang memilih untuk menongkrong di tempat itu Karena itulah seminggu saat mereka berjualan, baik siang maupun malam ke rumah makan itu tidak pernah sepi pembeli.


***


hari yang ditunggu pun tiba yaitu hari libur, jam 01.00 siang Nisa dan menti sudah bersiap-siap untuk menuju wisata bahari yang ada di tempat itu letaknya berseberangan di pulau tersebut. terlebih dahulu mereka sudah memesan bot sebagai salah satu transportasi menuju tempat wisata itu namanya wisata pulau awera.


pulau awera merupakan spot wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang melakukan atau yang tertarik dengan laut. di tempat tersebut orang banyak melakukan surfing, snorkeling, swimming dan lain sebagainya.


mengingat pulau tersebut menyuguhkan warna air yang begitu jernih. dan tentunya spot wisata ini sudah banyak dikenal di seluruh dunia.


saat ini Nisa dan menti sudah berada di tempat penyewaan speed boat. mereka akan mencoba menaiki speed boat dan menikmati suasana air laut.


__ADS_1


pantai awera




"wah motor speed boat ini bagus ya dek. nanti kalau kakak sudah ada rezeki, Kakak mau beli ah biar bisa jalan-jalan menggunakan motor speed boat di sungai." ucap Nisa kepada adik sepupunya itu.


"hahaha ada-ada saja kamu Kak. orang itu di mana-mana naik motor speed boat ini di laut, kamu naik motor speed boat di sungai." sindir mimpi kepada kakak sepupunya.


"Ya nggak papa lah, kan itu bisa digunakan untuk mengantar jemput bapak sama ibu yang pergi ke ladang menggunakan sampan. Jadi nggak perlu repot-repot lagi, sampannya tinggal disandingkan dengan motor speed boat setelah itu tancap gas, dan nggak harus repot-repot mendayung sampan satu persatu."ucap Nisa lagi dengan percaya diri.


Nisa memang bercita-cita mengurangi beban kedua orang tuanya baik itu beban kecil maupun beban besar seperti mendayung sampan.


"Ya terserah Kakak lah, aku mah apa atuh.."ucap menti. mereka menyewa speed boat satu orang satu. karena sejam pemakaian itu hanya dikenakan denda rp80.000 saja. Jadi mereka memilih menggunakan speed boat masing-masing dengan waktu yang mereka tentukan sendiri ibaratnya main sampai puas ya hehehe.


Mereka pun mulai naik, dan memulai permainan mereka di atas air laut dan menikmati suasana jernihnya air laut di atas motor speedboat. 2 jam kemudian akhirnya mereka capek sendiri bermain speed boat terlalu lama.


"Kak cari makan yuk lapar nih.."ucap minti kepada kakaknya.


"Iya nih sama, Ya udah yuk cari makan dulu"ucap Nisa.. "eh tapi masa kita pergi dengan baju yang basah seperti ini nggak nyaman lah dek.."ucap Nisa lagi menyadari bahwa baju mereka basah.


"terus gimana dong kan kita nggak bawa baju ganti."ucap menti lagi. sesaat Nisa mulai berpikir.


"gimana kalau kita beli baru saja di toko dekat sini" ucap Nisa dengan mudahnya. mentang-mentang banyak duit lu, enak banget tinggal ngomong beli baru. hadeh kapan ya otor jadi kaya.😕🤦


namun, di tengah perdebatan mereka tiba-tiba terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, yaitu ada beberapa orang datang menghampiri mereka berdua. tempat itu lumayan sepi sih, karena ada yang di tempat makan dan ada juga yang sedang bermain wahana namun Nisa dan mimpi ini mereka sedang berada di tempat yang agak sepi.


"hei cantik kalian kok di sini sendiri!!" ucap salah satu laki-laki dari mereka mereka berjumlah 5 orang terlihat dari wajah mereka, merasanya mereka ini bukan laki-laki yang baik atau orang jahat.

__ADS_1


"hehehe... boleh nggak, bagi Abang duit semua yang kalian punya. dan juga menemani kami untuk bersenang-senang, kalau tidak kalian akan kehilangan nyawa kalian..." ucapnya lagi.


menti yang mendengar ancaman itu pun mendekatkan dirinya kepada kakak sepupunya, ia mulai takut dan diserang keringat dingin. sementara Nisa, Ia hanya tersenyum smirik mendengar ancaman mereka.


"kalian ini mau merampok atau bernegosiasi?"ucap Nisa menjawab pertanyaan mereka.


"di mana-mana orang itu merampok di malam hari, kalian malah merampok di siang hari kalian nggak takut jika nanti ada yang melihat kalian seperti ini dan langsung masuk penjara."ucap Nisa lagi. ucapannya tidak hanya menggertak saja namun ia berusaha bernegosiasi mengingat ada adik sepupunya yang ketakutan.


"hahaha.. kalian sudah memasuki wilayah kekuasaan kami dan takkan ada satu orang pun yang akan membantu kalian, karena yang ada di sini pun takut kepada kami. " ucap laki-laki itu dengan sombong.


"Kak Bagaimana ini Kak, menti sangat takut." ucap menti memegang lengan saudara sepupunya dengan tangan yang gemetar dan sudah dingin.


"sebaiknya kamu berjongkok saja jangan berdiri atau perlu bersujud... dengarkan kata-kataku.. paham tidak.."ucap Nisa kepada menti.


tanpa menunggu lama menti pun langsung menuruti apa yang sudah dikatakan oleh saudara sepupunya. Ia pun langsung duduk berjongkok di bawah kaki Nisa. melihat hal itu para perampok itu pun tertawa senang.


"hahaha... baru kali ini saya merampok menemukan orang yang akan jadi korban sekonyol ini."ucapnya lagi Sementara yang lain pun ikut nyengir.


"heh kamu belum tahu saja siapa aku."ucap Nisa lagi dengan ucapan sombongnya.


"kamu sombong juga ternyata ya, kalau begitu Kami tidak akan sungkan lagi. kamu akan menjadi mangsa pertama dan selanjutnya baru saudaramu."ucap laki-laki itu sambil mengelus-elus dagunya dan tersenyum mesum. Nisa pun tersenyum sinis, inilah yang ia tunggu-tunggu. tak lama keempat pemuda pun menyerang Nisa.


dengan senang hati Nisa meladeni mereka, mereka menyerang Nisa dengan menggunakan pisau, setelah mereka tahu Nisa itu bisa menggunakan ilmu bela diri.


sementara menti, Ia hanya duduk dengan baik dan menutup wajahnya agar tidak melihat adegan yang menurutnya sangat menakutkan.


mereka mulai menyerang Nisa dengan pisau, Namun karena Nisa merupakan ahli bela diri. tidak sulit untuknya melumpuhkan keempat orang itu. Nisa mematahkan tulang-tulang mereka dan memberikan luka yang cukup parah.


krek.... krek.... suara bunyi patah tulang. siapapun yang mendengarnya akan merasa ngeri, keempat orang itu pun tidak sadarkan diri. setiap lengan kanan dan kaki sudah tidak berfungsi lagi, karena sudah dipatahkan seperti mematahkan jari-jari kepiting. dan tinggallah satu orang lagi Yang disebut sebagai ketua mereka yang paling cerewet dan banyak omong.

__ADS_1


"ka.. kamu.. siapa sebenarnya..." tanya perampok itu dengan terbata-bata dan sambil memundurkan tubuhnya pelan. Nisa hanya tersenyum sinis.


***bersambung***


__ADS_2