
maaf kan otor, jika Masih banyak typo atau kosa kata yang tidak pada tempatnya. otor nggak revisi.😁✌️
***
"hehehe maafkan Nisa Bu. nisa lupa.. soalnya Nisa mengurus beberapa masalah yang timbul akhir-akhir ini. jadi Nisa sempat lupa memberikan kabar bahagia ini kepada bapak dan ibu."ucap Nisa sambil cengengesan. nisa benar-benar tidak ada niat melewatkan kedua orang tuanya ini, hanya saja Ia benar-benar lupa.
"kalau begitu coba kamu ceritakan sekarang nak."ucap Ibu Nita lagi.
Sementara Pak Juna sudah tidak memusingkan hal ini, karena dari penjelasan anak-anaknya itu saja sudah cukup. namun berbeda dengan ibu Nita, walaupun ia sudah percaya mengenai cerita mereka, Ibu Nita tetap ingin mendengar penjelasan dari sang anak agar hatinya puas.
Nisa yang mendapat desakan itu dari sang Ibu pun mulai bercerita. awalnya Ia menceritakan bagaimana mereka bertemu dan bagaimana Aditya yang tertarik kepadanya. yang membuat Ibu Nita tidak habis pikir ialah, beberapa tahun yang lalu mereka pernah bertemu di showroom penjualan motor. namun sekarang lelaki yang dulunya berdebat dengan putrinya ini, akibat perbuatan sombong dari pegawai yang bekerja di tempatnya, kini sudah menjadi calon menantu mereka.
Nisa pun terus bercerita sampai akhirnya terjadilah pertunangan mengikat secara sepihak. Nisa juga menceritakan niat baik dari keluarga Aditya untuk langsung meminangnya di hadapan kedua orang tuanya, namun nisa mencegah Aditya terlebih dahulu. diakibatkan keluarganya dari la akan berpindah ke negara ini. dan dari situlah Nisa lupa memberitahukan kepada bapak dan ibunya. tapi untungnya Ibu Nita dan Pak Juna bukanlah orang tua yang egois, tentu saja mereka Paham mengenai kesibukan dan aktivitas nisa yang padat ini.
"Oh begitu, lain kali kalau ada masalah penting seperti itu segera beritahu kepada ayah dan ibu. jangan ditunda niat baik itu nak.."ucap Ibu Nita lagi.
"Iya Bu Nisa minta maaf.. Oh iya tante Humaira dan Om Anwar di mana..?"tanya Nisa lagi.
"mereka masih ada di dalam. mungkin dokter sedang memberikan keterangan mengenai kondisi Aditya dan Jimmy."terang max lagi. sementara di kursi paling pojok, Arthur dan Leon sedang sibuk mengotak-atik laptop mereka. entah apa yang mereka lakukan. di sudut lain juga, terlihat kakaknya kardo dan Jack serta Tuan Albert juga sibuk dengan laptop yang ada di tangan kardo. melihat mereka yang sibuk seperti itu, memancing rasa penasaran yang ada di dalam hati Nissa.
__ADS_1
"Kak ayah Kak Albert dan Kak Jack sedang apa sih..?"tanya Nisa kepada max. max pun langsung mengalihkan pandangannya kepada tuan Albert cardo dandan Jack.
"Oh mereka sedang merancang bangunan gedung untuk perusahaan nanti dek.."jawab max dengan santai. Nisa pun langsung menganggukkan kepalanya.
"terus, Kak Arthur sama Kak Leon ngapain..?"tanya Nisa lagi... max pun langsung mengalihkan pandangannya kepada kedua orang yang sedang serius mengotak-atik laptop mereka itu. tidak ada yang tahu bahwa keduanya sedang meretas beberapa situs yang menurut mereka dapat membantu informasi mengenai kecelakaan Aditya, dan hanya max yang menyadari hal itu.
"Oh, mereka sedang membantu mencari bukti-bukti mengenai kecelakaan Aditya.."jelas max lagi kepada adiknya. Nisa pun hanya menganggukkan kepalanya kembali. sementara Austin, Iya sedang keluar membelikan makanan untuk mereka semua. karena mereka semua belum sarapan sebelum datang ke rumah sakit termasuk Tuan Albert Pak Juna dan ibu Nita.
"lalu kak Austin ke mana..? kenapa dari tadi Nisa tidak melihatnya Kak..?"tanya Nisa lagi. max pun tersenyum dan mengusap sayang kepala sang adik.
"Kamu itu ya, satu aja dari kita semua yang tidak berada di dekat Kamu langsung kamu tanyakan seperti itu. Kak Austin sedang berada di luar membeli makanan untuk kita semua."jelasnya lagi kepada sang adik.
saat mereka sedang bercakap-cakap ringan, kedua orang tua Aditya pun keluar dari ruangan Aditya diikuti dengan seorang dokter dan beberapa perawat lainnya. melihat kedatangan mereka max dan Nisa pun segera mendekat. terlihat wajah nyonya Humaira sepertinya murung. setelah berpamitan dokter itu pun langsung pergi.
"Bagaimana keadaan Aditya om tante...?"tanya Nisa. Tuan Anwar pun menggelengkan kepalanya tanda tidak ada perubahan sama sekali kepada Aditya dan Jimmy. nyonya Humaira yang tidak kuasa menahan tangisnya segera menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami. seketika mix dan Nisa pun saling memandang.
"dek, coba kamu periksa. om tante bolehkah nisa memeriksa Aditya dan Jimmy terlebih dahulu. supaya Nisa dapat memastikan hal yang dialami oleh keduanya."Tuan Anwar yang sudah mengetahui tentang Nisa pun segera menganggukkan kepalanya. Iya benar-benar berharap bahwa Satya dapat tertolong.
"masuklah nak..."ucap Tuan Anwar. tanpa menunggu lama lagi Nisa dan next pun segera masuk diikuti oleh beberapa orang lainnya. sementara Leon Arthur Jack dan kardo tetap berada di luar.
__ADS_1
karena mereka sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang sangat menguras tenaga itu. sesampainya mereka di dalam, sejenak bisa mengamati wajah Satya terlebih dahulu. entah apa yang bisa rasakan tetapi dalam hati bisa merasakan sakit. kemudian bisa mulai memeriksa denyut nadi Aditya dan Dewi secara bergantian.
Nisa sengaja melakukannya untuk mengetahui perbedaan kondisi mereka. ternyata kondisi mereka sama-sama kritis. bisa juga menemukan beberapa bagian tulang yang retak akibat kecelakaan ini. Iya mencoba memperbaiki tulang-tulang retak itu dengan menyambungnya, bisa juga meminta tolong kepada kakaknya max untuk menyediakan chip untuk mengapit tulang-tulang yang patah itu. bisa juga tidak menyia-nyiakan kesempatan di mana kedua orang tersebut tidak sadar dengan rasa sakit mereka.
kkrek krek krek... suara tulang-tulang yang disambung kembali oleh Nisa. orang-orang yang berada di sana dan mendengarkan suara tulang-tulang itu mengerutkan keningnya dan bergidik ngeri. entah kenapa suara seperti itu menjadi horor bagi mereka. setelah selesai, bisa pun langsung memasang chip chip itu di pergelangan tangan kaki dan bagian-bagian yang baru diperbaiki oleh Nisa.
***
jam 01.00 siang Nisa memutuskan untuk keluar dari ruangan Aditya. Iya juga sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter agar mengizinkan ia untuk ikut bekerja sama dalam menangani kedua pasien itu. dengan persetujuan kedua orang tua Aditya itu pun bisa mendapatkan persetujuan juga dari para dokter yang ada di rumah sakit dan yang bertugas menangani Aditya dan Jimmy.
Nisa memutuskan keluar itu untuk mencari makanan mengisi perutnya yang sudah keroncongan meminta asupan agar tenaganya makin bertambah. Iya juga tidak sendirian, ia pergi dengan ditemani oleh saudara laki-lakinya yaitu Leon. sementara Tuan Albert Pak Juna dan ibu Nita sudah diantar pulang oleh Austin. saat mereka sedang berjalan menelusuri lorong rumah sakit itu, tiba-tiba ada yang memanggil nama Nisa dari jarak jauh.
"Nisa!!!" suara orang memanggilnya tersebut. Nisa dan Leon yang merasa terpanggil dan Leon yang mendampinginya itu pun menghentikan langkah dan langsung mengedarkan pandangannya kepada objek suara. terlihat seorang pemuda sedang berlari kecil dan terlihat senyum tipis di bibirnya. melihat pemuda tersebut, Nisa pun langsung mengerutkan keningnya. sungguh Nisa sangat malas bertemu dengan orang ini.
"hai Nis...?"sapa Dedi kepada Nisa. Dedi yang tidak sengaja melihat keberadaan Nisa setelah keluar dari salah satu ruangan menjenguk temannya yang sakit. dengan senang hati Dedi pun langsung meneriaki nama Nisa. beruntungnya Nisa mendengar panggilan itu.
"hai Kak ded apa kabar...?"tanya Nisa balik. sejujurnya dalam hati Nisa merasa bete bertemu dengan orang ini, namun apa boleh buat Ia hanya bisa memaksakan senyum terbit di bibirnya. sementara Leon yang berada di sisi Nisa hanya memandangi laki-laki itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"akhirnya aku bertemu denganmu. Oh ya kamu mau ke mana.?"tanya Dedi basa-basi.
__ADS_1
***bersambung***