HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
100. persiapan pindah


__ADS_3

halo pembacanya author, mohon kritik dan sarannya ya apabila masih memiliki kesalahan dalam penulisan. 🙏🙏


***


setelah sarapan, di sinilah Nisa saat ini, berkumpul di ruang tamu bersama dengan ayah dan keenam saudaranya. tampak wajah mereka Semua terlihat fresh dan segar. saat mereka sedang duduk-duduk, tiba-tiba Tuan Albert mengingat sesuatu dan langsung bertanya kepada sang anak.


"Nisa, bagaimana dengan persiapan ayah ??" tanya Tuan Albert tiba-tiba. ketujuh anak Tuan Albert pun langsung mengerutkan keningnya, persiapan Apa yang dimaksudkan oleh ayah mereka. pasalnya, ayah mereka tidak pernah mendiskusikan apapun kepada mereka.


"persiapan apa yah ?" tanya Nisa kepada ayahnya. tampak kening Nisa berkerut, Iya sedang berusaha berpikir, persiapan apa Yang ayahnya maksud. sejenak Ia memang melupakan rencana ayahnya untuk tinggal di desa kedua orang tuanya, di sela-sela masa tuanya itu.


"aduh nak, kamu belum tua tapi sudah pelupa. Iya, Bagaimana persiapan rencana pindah Ayah ke desa kedua orang tuamu. kalian kan sudah setuju kalau Ayah pindah ke sana..." ucap Tuan Albert lagi, dengan tampang kesal yang di tujukan untuk anak-anaknya. bisa-bisanya anak-anaknya melupakan apa yang telah mereka sepakati.


Nisa dan keenam kakaknya pun langsung beroria, pasalnya mereka memang melupakan rencana ayah mereka pindah ke sana.


"oooo......" jawab mereka serentak. tuan Albert tersenyum melihat rospon anak-anaknya itu. Nisa juga sebenarnya sudah membangunkan rumah yang tidak terlalu besar untuk ayahnya. rumah itu berdampingan dengan kedua orang tua kandung Nisa. sebenarnya bisa saja Tuan Albert tinggal bersama Pak Juna dan ibu Nita, hanya saja Tuan Albert meminta untuk tinggal sendiri agar tidak merepotkan keduanya.


"Jadi dong ya, saat ini rumah telah siap dibangun. hanya saja perlu mengisi beberapa perabot di dalam rumah. tadi bapak sudah menelpon." ucap Nisa kepada ayahnya.


"Ayah serius mau pindah,??" tanya Leon kepada ayahnya. Tuan Albert mengarahkan pandangannya ke arah Leon dan tersenyum sekaligus menganggukkan kepalanya.


"Iya Ayah serius. memangnya kenapa nak ? bukankah kalian semua telah setuju kalau Ayah pindah ke sana..??" tanya Tuan Albert kepada anak-anaknya itu.


"ya Iya sih yah, tapi rasanya Leon mengkhawatirkan Ayah sendirian di sana." ucap Leon lagi.


"tenang aja kak, nanti di sana kita carikan calon untuk ayah agar ada yang menemaninya di sana." ucap nisa yang sukses membuat Tuan Albert terkejut. walaupun Tuan Albert telah berumur 55 tahun, tapi perawakannya masih persis seperti laki-laki yang berumur 30 tahun. Tuan Albert juga masih terlihat gagah dan kuat.


"eh enak saja, Ayah ke sana bukan untuk menikah ya.." ucap Tuan Albert kepada anak-anaknya. Tuan Albert melihat anak-anaknya sangat setuju Jika ia mencari pendamping hidupnya. karena itu Tuan Albert berkilah mengenai hal tersebut.

__ADS_1


"nggak papa ya, daripada nanti Ayah tinggal di rumah sendirian di sana. kan bagus di hari tua ada yang menemani." ucap max menimpali candaan adik-adiknya itu. semuanya sudah pada menahan tawa, pasalnya ayah mereka ini memasang wajah bengong dan lucu menurut mereka.


"memangnya siapa yang mau dengan ayah, lagi pula Ayah benar-benar tidak berniat untuk menikah lagi." ucap Tuan Albert lagi memberikan penjelasan kepada anak-anaknya. mereka semua terdiam, karena mereka tahu Tuan Albert adalah tipikal laki-laki yang setia kepada istrinya. tapi berbeda dengan Nisa.


"tidak apa-apa ayah, lagi pula ibu kan sudah tidak ada di dunia. kami hanya tidak ingin Ayah di sana sendirian. lagi pula bapak dan Ibu juga pasti tidak akan selalu ada di samping ayah. apalagi bapak dan Ibu sudah memiliki kesibukan lain." ucap Nisa kepada ayahnya. selain Pak Juna mengurus pabrik skin care Nisa, Nisa juga telah membuka pabrik pembuatan garam di tempat itu. permintaannya pun sangat tinggi, sehingga membuat Pak Juna dan beberapa karyawan yang lain harus bekerja dengan ekstra lagi.


Tuan Albert pun sejenak berpikir, ada benarnya juga apa yang telah disampaikan oleh anak-anaknya itu.


( aduh, Apakah aku sudah terpengaruh dengan mulut manis anak-anak busuk ini. maafkan aku istriku..) batin Tuan Albert merutuki dirinya.


"ya sudah, nanti ayah pikirkan lagi. yang penting Ayah ingin segera pindah ke sana." ucap Tuan Albert kepada Nisa dan anak-anaknya yang lain. Nisa dan keenam kakak-kakaknya pun langsung bertos ria yang membuat Tuan Albert menggeleng-gelengkan kepalanya.


"senang kalian ya, kalau Ayah mempertimbangkan untuk menikah lagi." tutur Tuan Albert kepada anak-anaknya. mereka semua pun tersenyum.


"Oh ya dek, nggak ada jadwal kuliah sekarang..??" tanya Max kepada Nisa. Nisa yang mendengarkan pertanyaan kakaknya itu pun menggelengkan kepalanya.


"nggak ada Kak, hari ini Nisa free." ucap Nisa kepada kakak-kakaknya.


"iya, aku juga setuju. aku juga penasaran dengan kota ini." ucap Jack Tiba-tiba. Nisa pun mengerucut kan bibirnya.


"masak iya, kakak belom pada tau kota x, bukan nya sudah membuka usaha dan berbisnis juga.." ucap Nisa menyindir kakak-kakaknya. tuan Albert tersenyum.


"ayolah dek, temani kita jalan-jalan." ucap Leon memohon.


"iya dek, ayolah.." ucap Jack lagi. sepertinya kedua kakaknya ini sangat ingin pergi jalan-jalan. berbeda dengan ke empat kakaknya yang lain.


" ya sudah kalau begitu, tapi nanti belikan Nisa ya kak.." ucap Nisa bernegosiasi. kedua orang tersebut tersenyum dan menyetujui permintaan Nisa.

__ADS_1


"tentu saja adikku." ucap mereka bersamaan, sambil tangan mereka menunjukkan huruf o. aksi mereka tentu saja sukses mengundang gelak tawa yang lain.


"kak yang lain tidak mau ikut..??" tanya Nisa kepada saudaranya yang lain. sambil melihat satu persatu saudaranya itu.


"kakak sebenarnya mau ikut, tapi kakak harus bantu kak max untuk mengurus perusahaan yang sudah di pindahkan ke kota ini." ujar Arthur. Nisa terkejut. pasalnya, semenjak Nisa menarik semua aset dan data-data penting perusahaan dari tangan tuan volcan, ia tak lagi membuka situsnya. ternyata kakak-kakaknya bergerak cepat.


"oh.. ya sudah kalau begitu.." ucap Nisa.


mereka menyepakati akan berangkat jalan-jalan ketika sudah jam 02.00 siang. karena saat ini, waktunya masih terlalu pagi untuk jalan-jalan.


***


jam 02.00 siang hari pun menjelang, ketiga orang tersebut langsung bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan mengelilingi kota x ini. tampak ketiganya sudah masuk ke dalam mobil, setelah mereka berpamitan, mereka bertiga pun langsung melajukan mobil tersebut meninggalkan kediaman Tuan Albert.


"ke mana tujuan awal kita..??" tanya Jack kepada Nisa. Nisa menggelengkan kepalanya tidak tahu.


"seharusnya kakak berdua yang menentukan, nisa hanya ikut saja." ucap Nisa kepada kedua kakaknya. Jack dan Leon sejenak berfikir.


"Bagaimana kalau kita ke Ramayana saja..?" ucap Jack mengusulkan.


"oke kalau begitu, kita mulai dari Ramayana.." tutur Leon. Mereka pun langsung menuju lokasi tersebut dengan mengandalkan Google map agar tidak nyasar ke mana-mana. 15 menit perjalanan mereka dengan kecepatan sedang, akhirnya mereka tiba di Ramayana. Leon sebagai supir langsung memarkirkan mobil mereka. Setelah itu mereka keluar dan bergegas masuk ke dalam mall tersebut.


***


mereka bertiga berjalan berkeliling di dalam mall itu, tanpa Nisa juga sedang mengalungkan tangannya di lengan kakaknya Leon. sementara kakaknya Jack menggandeng tangan sebelahnya. saat mereka sedang berjalan-jalan, mata Nisa langsung menangkap boneka yang lucu.


"kak lihat boneka itu, Nisa menginginkannya. bolehkah dibelikan untuk tuan putri ini.. ??" ucap Nisa merayu kedua kakaknya itu. Leon dan Jack tersenyum melihat sikap manja Nisa kepada mereka tidak pernah berubah sewaktu menjadi Renata dulu. Renata juga akan bersikap manja kepada kakak-kakaknya Jika ia menginginkan sesuatu.

__ADS_1


"tentu saja, Apa sih yang tidak untuk princess nya kakak ini."ucap mereka sambil mengelus sayang kepala Nisa, yang dibaluti dengan hijab.


***bersambung***


__ADS_2