HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
32. nenek jam sakit


__ADS_3

😘😘


***


di Sisi lain, nisa sudah sampai di rumahnya. iya baru saja kembali dari berjalan-jalan ke rumah temennya lilis dan lisa. karena itu, nisa kembali ke rumahnya setelah matahari terbenam, melihat hal itu ibu nita pun langsung menemui putrinya dan sedikit mengomeli nya akibat terlambat pulang.


" kamu ini dari mana sih nak ! bukankah ibu sudah mengatakan kalau pulang itu jangan terlalu larut.!!" omel buk nita kepada nisa. Nisa menggarut kepada yang tidak gatal, mendengar omelan ibunya.


" iya bu maaf, tadi di jalan itu ada orang kecelakaan, jadi nisa membantu orang kecelakaan tersebut. setelah membantu mereka, baru deh nisa pulang ! makannya pulangnya telat bu.. maaf ya bu....!!" ucap nisa sambil memeluk ibunya


" hah..!!! ada yang kecelakaan..!!! kamu ngga papa kan ?. kok bisa orang itu kecelakaan?" kejut buk nita.


" iya bisalah bu, masak nggak bisa ?. namanya juga manusia selalu salah dan melakukan kesalahan. udah deh, Nisa mandi dulu ya.. maaf ya bu Nisa, jadi nggak bantuin ibu masak..." ucap nisa kepada ibunya.


" sudah tidak papa, itu bukan apa-apa, sudah menjadi tanggung jawab ibu kok masak..." ucap buk nita memberikan pengertian pada putrinya.


" ibu hanya khawatir saja pada mu.. sudah sana mandi.." ucap nya. Nisa pun mengangguk. tapi saat ia hendak melangkah kan kakinya, ia kembali bertanya pada ibunya.


"oh ya bu, kakak kapan pulang ke sini ? kan kita sudah beli hadiah untuknya dan keponakanku..!" ucap nisa.


" mereka akan akan datang besok.. kan, kemarin sudah disampaikan. hari sabtu sore baru mereka akan jalan ke sini nak, kamu ini tidak tidak sabaran sekali...." protes ibunya.


" hehehe..☺️☺️ wajarlah bu, ya udah nissa mandi dulu ya.." ucap nisa dan langsung pergi mandi. tak lama Nisa pun selesai mandi. setelah nisa selesai mandi, mereka pun makan malam bersama.


" pak gimana hasil tangkapan ikan bapak ?masih banyak dapat pak ? apa ramuan nya sudah habis.?" tanya nisa kepada pak juna disela-sela makan mereka.


" alhamdulillah nak. dapat banyak bahkan belum apa-apa sudah habis duluan ikannya, diborong para warga kalau soal ramuan nya tinggal sedikit lagi..." ucap pak juna


" oh alhamdulillah kalau begitu, nanti ramuan nya nisa buat lagi. kebetulan bahan-bahannya masih ada kok pak. Nisa ada rencana untuk memproduksi banyak ramuan ini pak. tapi, kalau di jual, pengolahan nya belum maksimal soalnya pak! makanya Nisa bikinnya agak dua botol tiga botol aja. kalau seandainya produksi banyak alat-alatnya tidak memadai..." jelas nya kepada pak juna.


sementara pak juna pun hanya mengganggukan kepalanya dan menikmati makanan ya begitulah sambil makan dan sambil bercakap-cakap mengenai keseharian mereka.


tak lama, mereka selesai makan. nisa membantu ibunya membereskan meja, setelah itu, ia kembali ke kamarnya dan membuka laptop dan hpnya. ia mulai bekerja menyelesaikan suatu aplikasi permainan sebagai sumber rupiah nya. dan juga memperbarui aplikasi pelindung dari virus-virus yang menyerang alat-alat elektron atau akun-akun mereka nanti. cukup lama nisa berkutat di depan laptopnya sampai akhirnya malam menjelang. setelah nisa selesai dengan pekerjaannya ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.

__ADS_1



( untuk sementara waktu, Nisa dan kedua orang tuanya masih memakai kasur seperti ini. tapi walau seperti itu, Nisa tetap tidur dengan nyaman.😜)


"hais... nanti kalau sudah dapat penghasilan dari aplikasi itu, aku akan belikan kasur untukku dan kedua orang tuaku." batin Nisa. setelah itu, ia pun langsung terlelap.


****


ke esok harinya sekitar jam 04.00 subuh paman Nisa datang memanggil ibu nita. dikarenakan neneknya mengalami sakit yang tiba-tiba.


" kak..." suara panggilan pamannya itu membangunkan mereka semua. nisa dan kedua orang tuanya pun langsung bangun.


" iya ada apa, tumben kamu malam-malam apa yang terjadi.?" tanya ibu nita.


" itu kak amak sedang sakit baru tadi jam 02.00 malam. tadi bapak datang ke rumah, suruh manggil kakak dan abang juga makanya saya ke sini." ucap paman nisa yang bernama abdul itu. ia juga sudah menikah dan memiliki 3 orang anak.


" astaghfirullahaladzim parah tidak dek ? ya udah saya siap-siap dulu nanti kami menyusul." ucap ibu nita. mereka mulai bersiap untuk menyusul. terlihat jelas di raut wajah ibu Nita kecemasan nya. sementara pak juna pun ikut pergi langsung bersama dengan adik ipar nya itu.


" kalau begitu bapak dulu yang pergi ya, nanti kalian nyusul." ucap pak juna kepada istri dan anaknya.


setelah mereka siap-siap mereka pun langsung naik motor dan menuju rumah neneknya itu, sesampainya mereka di sana Nisa melihat neneknya sedang merintih kesakitan dan juga ia me muntahkan darah yang banyak.


melihat hal itu, Nisa langsung sigap dan memeriksa denyut nadi neneknya itu tanpa diminta. setelah diagnosa, nisa pulang langsung mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa neneknya mengalami sakit pada bagian lambung dan ginjal nya.


" hais... kalau aku tidak salah. nenek mengalami sakit pada lambung dan ginjalnya." ungkap Nisa. mereka semua melihat kearah nya.


"benar kah. jika begitu, apa yang harus dilakukan?" tanya keluarga nya.


" ini hanya hasil diagnosa Nisa sementara. kalau seandainya benar. berarti, nenek harus di larikan kerumah sakit. tapi Nisa akan mencoba membuat obatnya untuk mengurangi rasa sakitnya." ucap Nisa.


setelah pembahasan singkat itu, nisa langsung meracik beberapa ramuan yang sengaja ia bawa. sambilan menunggu para bidan itu datang. setelah nisa meracik nya, Nisa menyerahkan nya langsung kepada neneknya dan nenek jam pun tanpa ragu meminum obat itu sampai tandas.


setelah ia meminum obat itu, ia merasa seolah-olah tubuhnya kembali ringan dan rasa sakit yang dialaminya mulai berkurang. setelah itu, tak lama para bidan itupun datang dan langsung melakukan pemeriksaan kepada nenek jam.

__ADS_1


"apa yang dibuka rasakan bu.?" tanya salah satu bidan itu, nenek jem pun mengatakan apa yang dialaminya. dan juga nissa menerangkan hasil diagnosa nya, setelah nisa menerangkan hasil diagnosa nya dan benar saja apa yang nisa terangkan.


tapi saat ini, nenek jam seolah sudah menjadi sehat dan tidak pernah sakit. namun tetap saja itu tetap harus diperiksakan ke dokter. setelah para bidan itu menerima laporan medis, mereka pun langsung kembali. sementara nisa dan keluarganya berbincang-bincang sedikit.


" Bisa ilmu pengobatan juga ya nak ? kalau sudah tamat sekolah, ambil kuliah dokter saja. biar ilmunya tidak mubazir." ucap paman abdul dan paman babas.


" saya juga pernah mengatakan hal itu kepada nisa, tapi katanya tidak mungkin mengambil jurusan tersebut karena jurusannya sekarang adalah ips." serang pak juna.


" waduh sayang sekali kalau begitu." timpal pamannya lagi.


" bisa saja kok paman, tapi harus melakukan tes terlebih dahulu. kalau seandainya lulus yang bisa saja mengambil jurusan kedokteran itu." terang nisa kepada keluarganya setelah mereka bercakap-cakap. tibalah waktunya nisa akan berangkat sekolah. ia terlebih dahulu pulang ke rumah untuk bersiap-siap.


“pak, buk. Nisa kembali kerumah mau siap-aiap berangkat sekolah nanti..” ucap nisa pamit kepada orang tuanya.


“ya.. kamu hati-hati ya..” ujar pak juna. Setelah itu, nisa pun langsung melajukan motornya menuju rumah. Ia menempu perjalanan dengan suasana dingin yang menusuk ketulang-tulangnya. Tak lama, nisa pun sampai dirumahnya.


Sesampinya di rumah. Nisa langsung bersiap-siap berangkat kesekolah. Sesampainya ia di sekolah. Nisa langsung memarkirkan motornya, tepat pada saat itu, dedi pun sampai.


“hay nis, selamat pagi..!!” sapa dedi. Nisa pun menoleh kearah sumber suara itu.


“pagi juga kak ded..” jawab nisa dengan santai. Jawaban nisa itu jadi disalah artikan oleh dedi.


[ternyata benar, ia masih menyukaiku. Aku akan mendapatkan kamu kembali.] batinnya. Dedi tersenyum-senyum sendiri. Nisa yang melihat hal itu pun merasa aneh.


“kenapa senyum-senum sendiri kak. Hati-hati nanti kesambet lo..” ujar nisa membuyarkan lamunan dedi si ketos itu.


setelah mengatakan hal itu, mereka pun sama-sama masuk keruangan masing-masing. Dedi memasuki ruangannya dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya. Teman-temannya yang melihat ha itu pun menjadi heran.


“hey ded. Ada apa sih..? senang banget kelihatannya..?” goda jekson.


Dedi pun melihat kearah teman-temannya itu, ia merasa teman-temannya itu sangat menyebalkan, ngak bisa apa mereka melihat nya sedikit berbahagia.


“ngak papa. Lagian kalian kenapa kepo banget sih. Jangan kebiasaan seperti itu..” tegur dedi. Teman-temannya. ia pun hanya memberikan respon senyum saja.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2