
di atas apa rumah. terlihat ayah dan anak sedang sibuk memasang panel Surya dan kincir angin sederhana.
"hah akhirnya selesai juga... sekarang saatnya untuk uji coba.." ucap nisa. kembali nisa dan pak juna pun segera turun dari atap tersebut dan langsung menuju stop kontak atau penyambungan arus listrik dari tenaga surya dan kincir angin sederhana itu.
setelah sampai nisa pun langsung memperlihatkan kepada pak juna hasil kerja keras mereka nisa pun menekan kontak tersebut dan sontak lampu-lampu yang ada di dalam rumah yang terpasang langsung menyala dengan baik.
Nisa memasang meteran dengan Watt sebanyak 1500 Watt. dengan alat sederhana yang Nisa kenakan juga, dapat menampung arus listrik dan juga bisa mengendalikan tegangannya. ( ayo dunia tipu-tipu sudah mulai terang 🤭🤭)
" alhamdulillah pak usaha kita berhasil dan lampunya menyala dengan baik bahkan bisa juga menonton tv dan memasak serta mencolok kan kulkas..." jelas nisa pada ayahnya.
sementara pak juna pun iya sangat terkejut dengan ke cerdik kan yang ada pada putrinya. ini ia mulai berfikir, sejak kapan anak keduanya ini menjadi seorang jenius dan bahkan mampu menciptakan alat-alat yang sangat mustahil untuk dibuat ! kecuali orang yang ada di luar negeri.
(kenapa putriku menjelma sebagai sosok jenius. ia menciptakan banyak hal. mulai dari bubuk dan cairan penangkap ikan, membuat masker dengan sederhana, lalu ini. mambuat tenaga pembangkit listrik dari tenaga Surya dan apa namanya satu lagi...🤔🤔) batin pak Juna. melihat pak juna tidak ada respon atau melamun nisa langsung menyan menepuk pundak bapaknya.
" pak bapak kenapa kok diam aja dari tadi, nggak seneng ya nisa bisa menghasilkan alat yang seperti ini...??" ucap nisa pada ayahnya. ia takut ayahnya akan bertanya, bagaimana ia bisa memahami semuanya. kalau seandainya ayahnya bertanya seperti itu apa yang harus ia jawab untuk meyakinkan pak juna, namun sepertinya itu hanyalah kekhawatiran Nisa saja.
" nggak papa anak bapak hanya sedikit terkejut saja, melihat kemajuan dalam kemampuan anak bapak. bapak sangat bahagia dan bangga melihat perkembangan kamu nak. terus semangat ya jangan pikirkan ha lain, tugas kamu hanyalah sekolah dan belajar dengan baik. untuk masalah yang lain biarkan itu menjadi urusan bapak dan ibumu saja, bapak hanya ingin anak bapak menjadi sukses dan tidak mengikuti jejak kedua orang tuanya. bapak juga ingin mengatakan bapak sangat bangga padamu, bapak sangat-sangat bangga. lanjutkan perjuangan mu karena yang mampu merubah dirimu sendiri adalah kamu sendiri.🥺🥺 kami hanya sebagai perantara atau motivator saja untukmu, maka teruslah berjuang bapak bangga padamu....🥺🥺" ucap pak juna panjang lebar sambil matanya berkaca-kaca.
Nisa yang mendengarkan hal itu sangat terharu. dulu sebelum ia berada di dalam tubuh ini. ia hidup dengan bergelimangan harta dan bahkan, ia tidak harus capek-capek merasakan proses yang berat seperti ini.
ia bahkan kerap kali disebut sebagai anak yang manja, walaupun sebenarnya ia tidak terlalu manja. setelah berada di tubuh yang baru ini, baru ia paham arti dari kata perjuangan.
" iya pak insyaallah, doakan saja nisa, agar nisa selalu sehat dan suatu saat nanti bisa membahagiakan bapak dan ibu dan mengajak bapak sama ibu jalan-jalan ke luar negeri.. amin. 🤲 doakan saja ya pak. bapak dan ibu juga harus selalu sehat jangan sakit-sakit, dan kerja itu jangan terlalu dipaksakan..." ucap Nisa dengan bijaksana.
ia melihat kedua orang tuanya bekerja dengan sangat berat apalagi pekerjaan pak jun. nisa menjadi tidak tega dan ia berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan kedua orang tua dan juga keluarganya.
__ADS_1
" iya nak. doakan juga bapak dan ibu sehat selalu.. oh ya, tadi Nisa bilang tegangan ini, bisa masuk kulkas dan magic kom.??. tanya pak Juna lagi.
" iya pak. semuanya bisa di gunakan, memangnya kenapa pak..!!" seru nisa.
" ah.. tidak papa.." ucap pak Juna lagi.
" bapak tenang saja, nanti semua barang nya akan kita beli. uang yang kemarin masih ada sisa kok pak. tapi belanjanya di dekat desa saja.." ucap Nisa masih sibuk mengemas alat-alat yang mereka pakai tadi.
" loh.. bukannya uangnya sudah habis saat beli motor kemarin..??" tanya pak juna.
" tentu saja masih ada sisa pak. kan semuanya Nisa yang hendle. bapak tenang aja.👍👍." ucap Nisa lagi.
"kalau begitu pak nisa pasang wifi dulu ya..!!" ucapnya dan langsung berlalu dari tempat itu. takut pak Juna menanyakan hal-hal lain.
ia masuk kedalam kamarnya dan memasang alat-alat itu. setelah Nisa memasang internetnya atau wi-fi. ia mulai menggunakannya. ia menyambungkannya pada HP dan juga laptopnya sesaat kemudian, ia tenggelam dalam kegiatannya🧑💻🧑💻, bahkan semua akun-akun lamanya semasa ia menjadi Renata dibukanya kembali.
ia melihat, masih banyak uang yang tersimpan di dalam akunnya, tanpa terkuras sedikitpun. karena hanya Ia yang bisa membuka akunnya tersebut. hacker pun kalah, karena hackernya nggak bisa membuka akun Renata Bramasta tersebut. malahan mereka yang akan rugi.
***
"ah..akhirnya besok akan masuk sekolah lagi.. huh... sudah tidak sabar, ingin bertemu dengan ketiga cecungut itu.. hehehe.." ucap Nisa sambil terkekeh.
****
sementara saat ini. Nisa sedang mengikuti proses belajar mengajar. di mana, seperti biasa mereka akan berdebat atau saling bertanya jawab dengan guru-guru mereka.
Saat kelas XII IPS 1 sedang belajar, tiba2 datang wakil kepala sekolah untuk memanggil beberapa nama, untuk berkumpul didepan kantor saat istirahat nanti. Ia menyebut 4 nama, yaitu ros, jos, sintia dan nisa.
__ADS_1
" di harapkan kepada nama yang bapak sebutkan tadi, agar nanti saat bel istirahat berkumpul di depan kantor." ucap pak Jhon sebagai wakil kepala sekolah. setelah menyampaikan hal itu, pak jhon pun langsung undur diri.
Setelah nama-nama mereka dibacakan, mereka saling melirik satu sama lain. Dan bertanya2 ada apa gerangan.
" ada apa ya. kok aku jadi takut gini sih..!!" seru Ros pada Nisa.
"atau, kalian itu, tanpa sepengetahuan kita. kalian membuat masalah ya..!!" seru Lilis
" ya ngak tau..!! nanti ajalah bahas. no, kerjakan tugas di depan.." ucap Nisa lagi.
Setelah istirahat tiba, mereka yang disebutkan namanya oleh wakil kepsek langsung menuju kantor. Disana tidak hanya mereka berempat, namun sudah banyak teman2 mereka yang lain.
“eh….kenapa kita dikumpulkan disini, tau nggak ?” Tanya nisa kepada siswa yang ada disana.
“katanya sih, untuk di ikut sertakan olimpiade, atau lomba. Yang aku dengar begitu..” jawab siswa tersebut. Tak lama kepala sekolah dan wakil kepala sekolah menghampiri mereka.
“baik sudah berkumpul semuanya ?” Tanya kepala sekolah.
“sudah pak…” jawab siswa-siswi tersebut. wakil kepala sekolah pun mulai menyampaikan informasi kepada murid-muridnya itu agar mengurangi rasa penasaran mereka.
“selamat siang anak-anak." ucap wakil kepala sekolah itu. "Kalian pasti bertanya-tanya Kenapa kalian dikumpulkan pada saat ini. sekolah kita akan ikut serta dalam olimpiade sains, dengan mata pelajaran geografi, matematika, fisika dan demografi. Jadi nanti kalian akan dibagi menjadi 4 kelompok, dan kita seleksi, nanti yang lulus seleksi sekolah, bisa melanjutkan ke kabupaten. Baik bapak rasa kalian sudah faham ya…” Tanya nya pada mereka. “dan langsung saja, nama kalian sudah kami kelompokkan berdasarkan hasil nilai rapor mata ujian kalian pada semester 1 kemaren..” lanjutnya lagi.
Setelah berbicara panjang kali lebar kali tinggi (siku-siku donk thor), 😟eh maksudnya bukan begitu, haaiisss~~~aduh gimana sih, jadi pusing. Kita lanjutkan sajalah….
***
Jadi berdasarkan pembagian 4 kelompok tersebut, nisa mendapatkan kelompok geografi, karna nilainya menuju kesono🤭🤭.
__ADS_1
*** bersambung***
ok. nantikan kelanjutan nya ya guys..🥰🥰