HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
58. beraksi


__ADS_3

Saat Nisa sedang lalok ayam. tiba-tiba, hpnya terdapat pesan masuk. Nisa pun beralih pada hpnya. ia melihat notif itu berasal dari Azka.


" ini orang ngapain ngirim-ngirim pesan segala.."ucap Nisa dengan malas.


Nisa pun hanya melihat notif itu tanpa ada niat membaca dan membalasnya. karena tida di balas, Aska kembali mengirim pesan.


"assalamualaikum Nis. lagi apa ?"


"Nis, kamu lagi pulang kampung ya..?"


"Nis,kamu sudah tidur ya. kok nggak di balas" begitu isi pesannya kira-kira.


sementara Nisa hanya menatap malas saja. selepas pesan dari Aska, Tiba-tiba masuk pesan dari Aditya.


"halo.. sweetie. lagi apa..?" tanya pesan itu. Nisa sedikit mengukir senyum tipis. dan membalas pesan itu.


"nggak lagi ngapa-ngapain. memang kenapa kak.?" tanyanya balik, bahkan isi pesannya standar.


Nisa terkekeh membaca pesannya sendiri. dia sudah membayangkan bagaimana wajah Aditya nanti, menjawab pertanyaan seperti itu.


"Nis. kamu nggak tanya apa aku kangen atau tidak?" tanya Aditya lagi. Nisa pun menggeleng dan masih tersenyum. ia membatin, ( dasar ABG)


"oh.. nggak perlu ditanyakan lagi. pasti kakak lagi kangen kan?. jangan kangen, kangen itu berat." ucap Nisa.


" udah kek dilan aja ya..!! hahaha.. tapi tetap aja, kangen ku sudah melimpah ruah tak bisa di tampung lagi." ucapnya lagi. Nisa kembali terkekeh.

__ADS_1


" dasar lebay.. sudah deh kak. Nisa mau istirahat.. kakak juga sebaiknya beristirahat." ucap Nisa lagi.


"oke sayang..." pesan terakhirnya.


Nisa pun hanya tersenyum. ia meletakkan kembali benda pipih itu di atas nakas.


kemudian Nisa mulai memejamkan matanya mencoba Untuk melupakan masalah yang menimpanya saat ini.


sementara di tempat lain, Aditya yang baru saja berbalas pesan dengan Nisa mengukir senyum di bibirnya, setelah itu ia melanjutkan pekerjaannya kembali menganalisis berbagai laporan keuangan dan kemajuan dari usahanya tersebut.


***


sementara ditempat lain. kelompok black jocer mulai melakukan aksinya di malam hari. mereka ada 3 orang melakukan aksi itu, yaitu max, cardo, dan jack dibantu dengan Arthur. mereka berempat pun bergerak. sementara dua orang lagi, mengawasi kondisi di tempat tersebut dan bersembunyi.


untuk melakukan Misi ini, sebisa mungkin mereka harus menghindari bahaya. sementara mereka tidak menemukan bahaya apapun, hingga akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam sel bawah tanah.


dengan segera, mereka langsung menuju markas untuk menyembunyikan Paman Albert. sesampainya mereka semua di sana termasuk Arthur, mereka langsung seperti merasa ada ribuan panah menusuk jantung Mereka melihat kondisi Paman Arthur yang sangat baik terhadap mereka itu menderita sedemikian rupa, karena ulah saudara sepupunya paman volcan.


"Paman, maafkan kami karena terlambat menyelamatkan paman."ucap Arthur memegang tangan Tuan Albert.


Tuan Albert tidak menjawab hanya air matanya yang keluar karena sudah tidak mampu mengeluarkan tenaga. sementara Lion dan Austin langsung melakukan tindakan untuk membuat Paman Albert kembali seperti semula.


"mereka benar-benar keterlaluan. membuat Paman menderita seperti ini. tenang saja paman di sini Paman sudah aman, untuk sementara waktu."ucap Lion.


"setelah ini, peri merah mengatakan untuk tidak melakukan tindakan apa-apa kita hanya fokus merawat Paman Albert supaya kita bisa meninggalkan kota ini."jelas max kepada kelima orang itu termasuk.

__ADS_1


"Kenapa peri merah tidak mengizinkan kita untuk membalas. saya sudah merasa geram terhadap perlakuan Tuan volkan itu. kita juga harus mengupayakan untuk menegakkan keadilan untuk paman Albert."protes Jack kepada max.


sebelumnya, saat mereka sedang di jalan menuju markas. max dan Lion menceritakan hal mengenai peri merah. karena Paman Albert tidak tau siapa peri merah itu, ia Hanya diam saja, dengan tubuh lemahnya.


"entahlah ini adalah perintah, dari peri merah sendiri. mungkin dia sudah memiliki rencana. sebaiknya kita ikuti saja apa yang disampaikan oleh peri merah."ucap max lagi. saat terjadi perdebatan antar diantara mereka itu tiba-tiba max mengalikan perhatian.


"Arthur, tolong jelaskan apa yang sebenarnya kamu rencanakan. bukannya kamu sudah keluar dari kelompok black Joker ?. tapi kenapa sekarang kamu malah di sini?."introgasi max kepada Arthur.


anak-anak yang lain pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Arthur, sementara, Paman Bramasta sudah mengistirahatkan tubuhnya yang ringkih itu setelah diberikan asupan makanan oleh Lian dan Austin.


"hehehe.. maafkan Aku. aku tidak ada rencana apapun, dan sebenarnya aku tidak keluar dari kelompok black jocer. hanya saja, setelah mengetahui masalah ini, aku mencari cara untuk menyamar menjadi salah satu pengawal yang ada di sana untuk mengawasi gerak-gerik keluarga volkan dan dapat menemukan keberadaan paman Albert. ternyata aku tidak sia-sia melakukannya, 3 tahun yang lalu aku langsung mendapatkan dan menemukan tempat di mana Paman Albert dan keluarganya dikurung. Karena itulah aku langsung mengirimkan pesan kepada kalian. hanya saja kalian baru membalasnya setelah 3 tahun yang lalu. dan tahukah kalian aku sangat marah kepada kalian, karena keterlambatan ini kita kehilangan tante Ayana dan kakek James. aku juga marah kepada diriku sendiri karena tidak bisa berbuat apapun saat itu." jelas Arthur kepada kelompoknya, dengan emosi yang bercampur dengan kesedihannya.


"begitu rupanya. maafkan kami, karena selepas kepergian peri merah kami benar-benar terpuruk. bahkan hanya aku dan Lion yang tinggal di markas. Namun kami tidak membuka situs kita karena kami berpikir kelompok kita sudah bubar, jadi tidak ada hal penting lagi. maafkan kekeliruan kami, tapi berkat kamu juga kita bisa melalui dan menyelamatkan Paman Albert dengan lancar tanpa hambatan dari pihak manapun." terang max lagi sambil menepuk pelan pundak Arthur.


"kalau begitu, kalian tinggallah di sini dulu, kita tidak bisa tinggal bersamaan kami harus mencari pekerjaan lagi, sambilan menunggu pesan dari peri merah."ucap Jack kepada mereka.


"Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati, dan sebaiknya Arthur tetap di sini. karena mungkin ada orang yang mengenalimu di luar sana dan membahayakan dirimu."ucap max.


"Iya tentu saja, tugasku sudah selesai jadi aku harus kembali ke kelompok black Joker. karena yang utama bagiku ialah melindungi keluarga adik kita peri merah, sekarang aku akan bersantai di sini apalagi aku sudah memiliki gaji yang banyak dan semuanya ada di sini."ucap Arthur sambil mengeluarkan koper yang berisi uang yang jumlahnya tidak sedikit.


"Arthur kau tidak merampok kan?"tanya Lion dengan menyelidik karena Arthur merupakan pencuri yang tidak dapat terdeteksi bahkan ia tidak akan meninggalkan jejak sekecil apapun.


"tenang saja, aku mengambil uang sekoper ini dari keluarga volcan juga beberapa gajiku. kita bisa menggunakan ini untuk bertahan hidup."ucap Arthur.


"tapi aku mendengar bahwa kalian membahas tentang Renata. Apakah peri merah kita itu masih hidup?"ucap Arthur dengan penuh selidik. mereka tersenyum. rupanya, Arthur Masih belum mempercayai mereka.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2